Archive for the ‘ALLAH MENCINTAI ORANG-ORANG YANG BERTAQWA’ Category

Allah mencintai orang-orang yang bertaqwa

26 Oktober 2010

Allah ta’ala berfirman :

“ Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaqwa “ (Diriwayatkan oleh Muslim didalam Kitab al-Birr, bab. Tahriim Dhzulmi al-muslim wa khadzlihi wa-htiqaarihi)

At-Taqwa :

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“ Ketaqwaan ini berada didala sini “, sambil mengisyaratkan kebagian dada beliau sebanyak tiga kali. Dan riwayat lainnya : “ Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada jasad dan bentuk fisik kalian akan tetapi Allah melihat kepada hati-hati kalian “ , lalu beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk beliau ke bagian dadanya. (Diriwayatkan oleh Muslim didalam Kitab al-Birr, bab. Tahriim Dhzulmi al-muslim wa khadzlihi wa-htiqaarihi)

Maknanya amalan-amalan yang dhahir tidaklah dapat menjadi ukuran ketaqwaan, melainkan ketaqwaan akan tercapai dengan segala yang melekat didalam hati dari keagungan Allah ta’ala, khusyu dan muraqabah kepada-Nya. (An-Nawawi : Syarh Shahih Muslim 16 / 121)

Al-Muttaqun/orang-orang yang bertaqwa : Mereka adalah orang-orang yang beriman kepada perkara ghaib, mendirikan shalat, dan menginfakkan dari harta yang telah Allah rizkikan bagi mereka. Mereka yang beriman dengan segala yang diturunkan kepada Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan yang diturunkan kepada Rasul sebelum beliau, dan mereka meyakini akan adanya hari akhir. Mereka adalah orang-orang yang menepati janji mereka dan menjaga diri dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah, mereka taat kepada Allah, dan mengikuti dengan syari’at tersebut, yang Allah utus dengannya penutup para Nabi dan tuan mereka…

Dan mereka yang menginfakkan harta di jalan Allah, menahan nafsu amarah dan memberi maaf kepada segenap kaum manusia. Apabila sekelompok syaithan telah menimpa mereka, mereka mengingat ancaman serta janji Allah, lantas merekapun bertaubat, inabah dan meminta perlindungan kepada Allah, dan bersegera kembali kepada Allah, dan mereka adalah orang-orang yang mengetahui. Dan mereka istiqamah dan memperbaiki apa yang telah mereka lakukan.

Ibnu Abbas mengatakan :

“ Mereka adalah orang-orang yang beriman , yang menjaga diri dari perbuatan syirik dan menngerjakan perbuatan atas dasar ketaatan kepada-Nya”. Dan beliau juga mengatakan :

“ Mereka adalah orang-orang yang berhati-hati akan siksa Allah jika meninggalkan amalan yang telah mereka ketahui dari petunjuk-Nya, dan senantiasa mengharapkan rahmat-Nya dengan membenarkan segala yang disampaikan oleh-Nya “.

Al-Hasan al-Bashri mengatakan :

“ Bertaqwalah kalian atas segala sesuatu yang Allah haramkan bagi kalian, dan tunaikanlah segala yang Allah wajibkan bagi kalian “.

Ada yang mengatakan bahwa Umar bin al-Khathtab –radhiallahu ‘anhu bertanya kepada Ubay bin Ka’ab tentang hakikat taqwa. Maka beliau berkata kepadanya:

“Pernahkah anda meniti jalan yang penuh duri ?”. Beliau berkata : “Iya pernah”. Ubay berkata : “Lantas apa yang anda lakukan ?”. Beliau mengatakan : “Saya mempersiapkan diriku dan bersungguh-sungguh” . Ubay mengatakan : “Itulah hakikat taqwa”. (Lihat Tafsir al-Qur’an al-‘Adhzim karya Ibnu Katsir 1 / 42 dan 2 / 290).

“ Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada di surga penuh kenikmatan. Ditempat yang menyenangkan disisi Penguasa yang Maha Berkuasa “ (Surah al-Qamar : 54 – 55).

Iklan