MALU KEPADA ALLAH SWT


KAMPUS SAMUDRA ILMU HIKMAH

Suatu hari datang seorang wanita pada Rasulullah saw.,”Ya Rasulullah, sesungguhnya aku telah melakukan dosa besar. Maka, berwasiatlah padaku.”
Rasulullah saw berkata, “bertaubatlah pada Allah.”

Wanita itu berkata lagi, “tapi bumi telah menjadi saksi atas dosa-dosaku, sebab aku melakukan dosa-dosa di atasnya. Di hari kiamat nanti ia akan menjadi saksi atas perbuatan dosaku itu.” Rasulullah saw. berkata, “sesungguhnya bumi tidak akan bersaksi atas dosa-dosamu tersebut, sebab Allah berfirman, ‘Pada hari (itu) bumi digantikan dengan yang lainnya.’”

Wanita itu lalu berkata, “bukankah langit juga telah melihat perbuatan-perbuatan dosaku dari atas. Di hari kiamat nanti ia akan bersaksi atas dosa-dosaku tersebut.”
Rasulullah saw. berkata, “Di hari kiamat nanti Allah akan melipat langit, sebagaimana firman Allah, Tada hari (itu) Kami melipat langit sebagaimana terlipatnya kitab-kitab. ”

“Ya Rasulullah, bukankah Malaikat Kiramul Katibin (Malaikat Pencatat Amal) telah mencatat dosa-dosaku?”
Rasulullah saw bersabda; “Sesungguhnya Allah berfirman, ‘Sesungguhnya kebaikan itu menghapus kejelekanDan Rasulullah saw. juga mengatakan, ’’Orang bertaubat itu seperti orang yang tidak berdosa.”
“Bukankah malaikat melihat perbuatan-perbuatan dosaku dan mereka akan bersaksi atas buruknya perbuatan-perbuatanku itu?” tanya wanita itu kembali.

“Di hari kiamat nanti Allah akan membuat lupa para malaikat itu,” jawab Rasulullah saw..
Pada hadits lain yang terdapat dalam kitab Rabi’ul Abrar disebutkan bahwa, Rasulullah saw. bersabda; “Ketika seorang hamba bertaubat, dan Allah menerima taubatnya, maka Allah akan membuat lupa Malaikat Hafadzah terhadap perbuatan-per- buatan dosa hamba tersebut.”

Wanita itu berkata, “bukankah Allah telah berfirman; ‘Pada hari (itu) bersaksilah lisan-lisan mereka, tangan-tangan mereka, dan kaki-kaki mereka atas apa yang mereka perbuat?”’
Rasulullah saw. menjawab, “Allah akan berfirman pada bumi, ‘sembunyikan keburukan-keburukannya (orang itu) dan jangan tatnpakkan selamanya. ”

“Memang benar ya Rasulullah, semua itu adalah hak yang pantas didapatkan orang yang bertaubat. Tapi rasa malu pada Allah di hari kiamat, siapa yang mampu menanggungnya? Padahal engkau pernah bersabda; `Ketika datang hari kiamat,

seorang hamba akan menyebutkan dosa-dosanya sehingga ia merasa malu pada Allah. Kemudian ia berkeringat karena rasa malu itu, sampai-sampai keringat di antara mereka ada yang mencapai lutut, ada yang sampai pusar, bahkan ada yang sampai leher.”

Kemudian Rasulullah saw. bersabda; “Wahai orang-orang beriman, ingadah hari itu (kiamat), dan janganlah kalian lalai terhadapnya. Dan bertaubadah kalian semua pada Allah serta berdekat-dekadah kalian pada-Nya. Sesungguhnya Allah adalah Dzat Yang Maha Penerima Taubat dan Maha Pengampun.”

Dikutip dari 115 Kisah Teladan Penuh Hikmah [ ALLAH TIDAK PERNAH TIDUR ]
Pnerbit : Karta Media
Wendy Setyawan, S.IP

Tag: , ,

2 Tanggapan to “MALU KEPADA ALLAH SWT”

  1. thorique Says:

    ASSALAMUALAIKUM

Komentar Sobat KSIH

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: