HAKIKAT DUNIA DI BENAK ORANG-ORANG SHALEH


Allah Ta’ala telah menetapkan dunia ini sebagai lahan beramal, sebagaima Ia jadikan akhirat tempat pembalasan amal. Hal ini mengharuskan manusia agar tidak memusatkan perhatiannya kepada dunia, dan menyebabkannya bersarang di hati. Sebab dunia bukanlah bekal yang akan dibawa menyeberang kealam baqa’, dunia hanyalah titian menuju negeri akhirat, bukan tempat yang abadi. Bahkan dunia diciptakan dengan berjuta tipu daya, laksana pengantin yang telah berhias untuk pelamarnya, mata tertuju padanya, hati berbunga-bunga, dan jiwa merindukannya. Maka betapa banyak jiwa yang kasmaran lantas binasa karenanya, hati yang dulunya jatuh cinta akhirnya pun terabaikan.

Berkata Malik bin Dinar rahimahullah: “Berhati-hatilah dari penyihir yang menyihir hati para ‘Ulama.” Dia adalah lembah penuh onak dan duri, Penciptanya pun telah menghinakannya, itulah dunia.

Olehnya itu, Allah tidak menjadikan gemulai dunia ini sebagai inti penilaianNya, sebab ia bisa saja dirangkul oleh siapa pun; yang kafir atau pun yang mu’min.

Nabi bersabda: “Sesungguhnya Allah tidaklah memandang kepada wajah-wajah kalian, dan juga tidak kepada harta-harta kalian, akan tetapi Allah memandang hati dan amal-amal kalian.” (muslim)

Sebab, dunia dari segi nilai, Abu Hurairah radiallahu ‘anhu berkata:”Saya telah mendengar Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda: ‘Ketahuilah, sesungguhnya dunia ini dan segala sesuatu yg ada di dalamnya adalah terlaknat, kecuali dzikrullah, apa yang Allah cintai, seorang alim(yang berilmu) dan muta’allim (penuntut ilmu)” (HR.At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)[1]

Dari segi masa, dunia ini kata Allah Azza wa Jall :

وما هذه الحياة الدنيا إلا لهو ولعب وإن الدار الآخرة لهي الحيوان لو كانوا يعلمون (64)
“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main.Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.” (QS. Al-Angkabut (29):64)
Pada ayat yang lain, Allah Ta’ala berfirman :

واضرب لهم مثل الحياة الدنيا كماء أنزلناه من السماء فاختلط به نبات الأرض فأصبح هشيما تذروه الرياح وكان الله على كل شيء مقتدرا (45)
“Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia adalah sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”QS. al-Kahfi (18) : 45

Dari segi timbangan, Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Seandainya dunia sepadan sayap nyamuk, Allah tidak akan memberi minum seorang kafir pun meski seteguk” (HR.At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)[2]

Dan dari segi takaran Allah Ta’ala berfirman :
فما متاع الحياة الدنيا في الآخرة إلا قليل
“Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit.” QS. at-Taubah (9) : 38

Nabi pun bersabda: “Demi Allah, tiadalah dunia ini dibandingkan akhirat kecuali sekadar apa yang seorang diantara kalian masukkan jarinya kedalam laut. Maka lihatlah (air) yg tersisa dijarinya!”.

Karenanya, kita dapati orang-orang shaleh begitu menghindar diri darinya, mewanti-wanti anak-anak mereka dari racun dan fitnahnya.
Berkata Luqman al-Hakim kepada putranya: “Wahai anakku, sesunguhnya dunia adalah samudera yang dalam, begitu banyak orang yang telah tenggelam di dalamnya, maka jadikanlah bahteramu adalah taqwallah Azza wa Jall, bekalnya adalah iman kepada Allah, dan layarnya adalah tawakkal. Semoga engkau selamat!, namun aku tidak yakin engkau akan selamat”. [3]
Beliau juga berkata “Wahai anakku, juallah duniamu demi akhiratmu, kamu akan beruntung pada keduanya!. Dan janganlah engkau jual akhiratmu demi duniamu, niscaya engkau akan rugi dari keduanya!. ”

Manusia dalam interaksinya dengan dunia ini tidak terlepas dari tiga kondisi. Berkata Ibnu Abbas radiallahu ‘anhuma: “Sesungguhnya Allah Ta’ala membagi tiga dunia ini, sebagian untuk orang beriman, sebagian untuk orang munafiq dan sebagian untuk orang kafir. Maka orang beriman berbekal dengannya, orang munafiq berhias dengannya dan orang kafir bersenang-senang dengannya.”
Sehingga mustahil bagi orang berakal untuk menggadaikan akhiratnya demi kepentingan dunianya, sebab hal itu menandakan rusaknya akal dan imannya. Maka dari itu, Nabi dan para sahabat beliau hanya memandang dunia ini dengan pandangan sebelah-mata, menjauhkan hati darinya, menganggapnya penjara bukan surga, mereka pun berzuhud darinya dengan hakikat zuhud. Andai mereka menginginkannya niscaya mereka meraihnya. Sungguh telah ditawarkan kepada mereka kunci-kunci kenikmatan dan perhiasannya namun mereka menolaknya. Mengapa demikian?, Sebab mereka sangat memahami, bahwa dunia hanyalah jembatan bukan tujuan, bak awan mendung di musim kemarau yang hilang begitu cepatnya.
Beliau shallallahu alaihi wa sallam bersabda :”Tiadalah aku disisi dunia kecuali bagai pengendara yang berteduh dibawa sebuah pohon kemudian pergi dan meningalkannya (begitu saja).”
Abdullah bin Umar radiallahu anhuma berkata:”Nabi shallallahu alaihi wa sallam menarik sebagian anggota badanku seraya berkata ‘jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau penyeberang jalan’.”

Dalam hadits lain beliau bersabda :”berkata seorang hamba ‘hartaku…hartaku…!, dan sesunguhnya hartanya hanya tiga : yang ia makan maka harta itu pun habis, yang ia kenakan maka ia pun rapuh dan yang ia berikan (infaqkan) maka ia pun memilikinya (di akhirat). Selain dari itu adalah raib dan hanya akan ia tinggalkan untuk manusia.”(HR.Muslim)

Dari Anas bin Malik radiallahu ‘anhu, beliau berkata: “Bersabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam; ‘Tiga hal yang mengantar jenazah (ke kuburan), dua akan kembali dan satu yang akan menemaninya : keluarganya, hartanya dan amalnya, maka kembalilah keluarga dan hartanya, dan tinggallah amalnya (bersamanya)’.” (muttafaq ‘alaihi)
ولا تمدن عينيك إلى ما متعنا به أزواجا منهم زهرة الحياة الدنيا لنفتنهم فيه ورزق ربك خير وأبقى
“Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal.”QS. Thaha (20) : 131.

https://kampussamudrailmuhikmah.wordpress.com/

Tag:

3 Tanggapan to “HAKIKAT DUNIA DI BENAK ORANG-ORANG SHALEH”

  1. DeadMan KSIH Says:

    pertamax…..

  2. Stals Says:

    Terima kasih Ki.. atas penjabarannya.. boleh saya share yaa?… terima kasih

  3. agateszjovi Says:

    Subhanallahu, penjabaran yg indah. ^^

Komentar Sobat KSIH

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: