Otak Manusia dan Evolusi Kesadaran


Otak Manusia dan Evolusi Kesadaran

Sesungguhnya otak manusia adalah alat yang paling sempurna di dunia dan dapat digunakan untuk meningkatkan kesadaran manusia atau membantunya dalam berevolusi lebih lanjut karena jalur evolusi yang mesti ditempuh atau diupayakan manusia adalah evolusi mental, bukan lagi evolusi fisik. Evolusi mental inilah yang kemudian dapat mengantar manusia pada tingkat Kesadaran Spiritual.

Bila menggunakan bahasa

umum maka otak manusia terdiri atas dua bagian utama. Masing-masing bagian ini terdiri dari sekian banyak sub bagian yang kita sebut saja dua sistem utama:

Sistem Limbic disebut juga sebagai otak hewani, karena kita mewarisinya dari evolusi panjang organisme bersel tunggal. Bagian otak ini pula yang dimiliki oleh hewan-hewan lainnya. Kadang bagian ini juga disebut reptile brain, karena reptil pun memilikinya.

Sistem Neo-Cortex disebut juga mammal atau human brain, karena jenis kehidupan reptil tidak memilikinya. Bagian ini dimiliki oleh mamalia dan manusia (yang juga merupakan bagian dari mamalia).

Sistem Limbic

Biasanya dikaitkan dengan Fungsi Insting yang juga disebut Insting Hewani. Oleh karena itu seringkali sistem ini tidak diperhatikan padahal sistem ini memiliki peran yang sangat penting untuk mempertahankan tubuh manusia, termasuk organ otak itu sendiri.

Fungsi insting melibatkan Sistem Syaraf Otonom (SSO) yang memungkinkannya bekerja tanpa henti. Ia berjalan sendiri (secara otonom) sejak hari pertama kelahiran manusia hingga kematiannya. Ketika kita dalam keadaan tidur lelap pun, ia tidak ikut tidur. Sesungguhnya, sistem ini bisa berjalan terus, nyaris langgeng dan abadi, bila kita memenuhi kebutuhannya secara teratur dan tidak berlebihan atau berkurangan.

Apa yang menjadi kebutuhan dasar insting manusia? Makan, minum, tidur, seks, dan sebagainya yang berkecukupan. Tidak melampaui batas juga tidak berada jauh di bawah kebutuhannya. Bila melampaui batas atau kekurangan, tubuh manusia akan jatuh sakit, organ-organnya mengalami kerusakan dan akhirnya tubuh pun mati (tidak dapat berfungsi lagi).

Saraf Otonom

Dengan bantuan saraf otonom, Limbic System juga melakukan koordinasi antar sel dalam tubuh manusia dan antara otak dengan tubuh. Koordinasi ini berjalan dan harmonis sesuai dengan muatan informasi dalam DNA masing-masing. Keharmonisan ini hanya terganggu bila pikiran manusia (mind atau konstitusi mental) menyebabkannya.

Apa saja yang mengganggu kesempurnaan kerja Limbic System lewat saraf-saraf otonom? Segala macam pikiran, ide, konsep, gagasan, imajinasi dan sebagainya yang tidak harmonis, tidak selaras, dan tidak serasi dengan semesta.

Bagaimana kita mengetahui bahwa apa yang saya pikirkan itu harmonis, selaras, dan serasi dengan semesta? Mudah sekali. Segala macam pikiran, ide, konsep, gagasan, imajinasi dan lain sebagainya yang bersifat luas dan membebaskan adalah pikiran yang selaras dengan semesta. Karena alam semesta Maha Luas dan Maha Bebas adanya. Ia tidak terkurung, tak terbingkai, dan tak terbatas. Sebaliknya, pikiran-pikiran yang kerdil, sempit, membatasi, dan memenjarakan seperti dogma-dogma dan doktrin-doktrin yang membuat kita berpikiran picik sudah jelas tidak harmonis, selaras dan serasi dengan semesta.

Dampak Pikiran Terhadap Otak dan Tubuh

Pikiran yang picik menimbulkan berbagai macam keadaan psikologis yang tidak menunjang peningkatan kesadaran. Keadaan psikologis yang dimaksud antara lain rasa takut, khawatir, kecewa, marah, iri, benci, dendam, sedih dan depresi. Keadaan psikologis seperti ini pada awalnya merusak organ otak itu sendiri. Kemudian, otak yang rusak meneruskan kerusakan itu ke organ-organ lain. Efek berantai ini akan terlebih dahulu berdampak negatif terhadap organ-organ yang berada dalam keadaan lemah atau sudah mulai melemah. Inilah penyebab penyakit dari yang ringan hingga yang mematikan.

Sistem Neo-Cortex

Memang lazimnya sistem ini disebut Neo atau baru karena “baru” dalam diri manusialah sistem ini berkembang secara optimal. Bagian otak yang biasa disebut Front Lobe (Bagian Depan, atau Lobus Frontal) adalah bagian dari sistem Neo-Cortex. Front Lobe sendiri terdiri atas dua bagian utama, yaitu Right dan Left Hemishphere yang dalam bahasa awam disebut Otak Kanan dan Otak Kiri.

Kedua bagian inilah yang sesungguhnya menjadi pusat Spiritualitas dan Kecerdasan/Intelek. Bagian Kanan yang biasa disebut Intuitif adalah bagian yang terkait dengan Kesadaran Spiritual, Seni dan sebagainya. Sementara itu, bagian kiri yang biasa disebut Logis/Matematis adalah bagian yang terkait dengan Kecerdasan, Intelek, dan sebagainya.

Oleh karena itu jelaslah bila mereka yang mengaitkan Spiritualitas dengan Kecerdasan telah melakukan kesalahan. Istilah Kecerdasan Spiritual yang biasa digunakan untuk menterjemahkan istlah asing Spiritual Quotient, salah adanya. Semestinya Kemampuan atau Kesadaran Spiritual (Spiritual Quotient) dan Kemampuan atau Kecerdasan Otak/Kebolehan atau Kepintaran Intelek (Intellectual/Mental/Emotional Quotient). Kesadaran (Otak Kanan) dan Kecerdasan (Otak Kiri) berada pada dua wilayah yang berbeda.

Perlunya Mengembangkan Neo-Cortex Terlebih Dahulu

Tanpa perkembangan Neo-Cortex, manusia tidak sadar tentang hal-hal yang tepat dan tidak tepat, yang baik dan tidak baik bagi dirinya. Dalam keadaan seperti itu, ia tidak akan mampu memahami kebutuhan insting yang diterimanya dari Bagian Limbic lewat Jaringan Saraf Otonom. Bila insting mengirimkan pesan “lapar”, maka ia bisa saja makan berlebihan, sehingga merusak kesehatannya sendiri. Begitu pula dengan hal-hal lain yang sesungguhnya merupakan kebutuhan dasar dan harus dipenuhinya secara cerdas dan berimbang dengan penuh kesadaran, misalnya memilih makanan yang baik bagi kesehatannya sehingga tidak makan apa saja secara sembarangan. Dengan kata lain, mesti ada kerja sama yang baik antara Bagian Limbic dan Neo-Cortex. Tanpa kerja sama seperti itu, manusia akan mencelakakan dirinya. Hal ini tidak terkait dengan tubuh atau kesehatan raganya saja, tetapi juga dengan pikiran dan lapisan-lapisan kesadarannya yang lain. Jadi Limbic memberi tahu kebutuhan, sedangkan Neo-Cortex menentukan bagaimana dan dengan cara apa memenuhi kebutuhan itu supaya menunjang kesehatan dan kehidupan, bukan merusak atau mematikannya.

(Neospirituality & Neuroscience)

Satu Tanggapan to “Otak Manusia dan Evolusi Kesadaran”

  1. DeadMan KSIH Says:

    belum ada yang komen nih 😀

Komentar Sobat KSIH

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: