Perjalanan Kata Menuju Langit 2


Hijab Antara Langit dan Bumi
Boleh jadi engkau telah memenuhi semua syarat doa diatas, tapi engkau
melihat bahwa tak ada tanda-tanda doamu terkabul. Maka jika engkau
menyaksikan situasi itu, segeralah menengok kedalam dirimu apakah ada
hijab yang menghalangi doamu sampai ke langit :

Dosa
Itulah salah satu hijab doa. Sebab dosa memang harus dibalas dengan
hukuman, dan hukumannya adalah penolakan. Sebutlah misalnya,
mengkomsumsi makanan atau minuman atau pakain yang haram. Itulah yang
disebut oleh Rasulullah saw dalam sabdanya;

yang melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut masai, wajahnya berdebu,
ia menengadahkan kedua tangannya ke langit, sembari berseru;
“Ya Tuhan .. Ya Tuhan ..”
Tapi makanannya haram,
minumannya haram,
pakaiannya haram,
dan di beri makan yang haram,
bagaimana mungkin doanya akan terkabul?”
(HR. Muslim dan Abu Huraerah)

Berdoa untuk sebuah dosa.
Ini juga merupakan hijab yang menghalangi doa sampai ke langit.

Terlalu tergesa gesa mengharap jawaban
Ini juga merupakan faktor yangmenyebabkan doa tertolak. Misalnya
ketika engkau mengatakan; “Aku telah berdoa, tapi tidak di kabulkan.
Jadi aku berhenti saja berdoa.Percuma”

Memutuskan tali silaturrahim
Inilah faktor lain yang juga menghalangi doa sampai ke langit.
Tiga yang terakhir ini kita temukan dalam sabda Rasulullah saw ;

“Doa seorang hamba selalu akan terkabul,
selama ia tidak berdoa untuk sebuah dosa,
memutuskan tali silaturrahim,
dan tidak tergesa gesa.”
(HR Muslim dan Abu Hurairah)

Kebaikan Yang Tertunda
Tapi jika engkau telah melakukan semua syarat itu, dan merasa tidak
melakukan dosa-dosa yang akan menghalangi doamu sampai ke langit,
bahkan juga senantiasa bertaubat dan memohon ampunan-Nya, namun doa
yang engkau sampaikan kepada Allah swt belum juga memperlihatkan
hasil, itulah saatnya engkau harus melakuan nasihat Ibnul Jauhari
berikut ini:

“Teruslah berdoa, dan jangan pernah bosan melakukannya. Sebab mungkin
penundaan jawaban lebih baik bagimu. Atau bahkan penerimaan itu sama
sekali bukan maslahat bagimu. Tapi engkau pasti di beri pahal. Dan
doamu dikabulkan dengan cara yang lebih bermanfaat bagimu. Dan boleh
jadi diantara manfaat itu bahwa permintaanmu tidak dikabulkan, tapi
diganti dengan sesuatu yang lain.”

“Dan jika Iblis datang padamu lalu berkata; “Berapa banyak sudah
engkau berdoa, namun tak juga ada yang terkabul” Maka katakanlah
padanya ;

“Aku justru beribadah dengan doa itu. Dan aku percaya bahwa jawaban
doaku itu jelas ada. Tapi mungkin ia di tunda untuk maslahat yang
lain, dan jawaban itu tidak juga kunjung datang, yang pasti aku telah
beribadah dan mendapat pahala”

“Maka janganlah pernah memohon sesuatu tanpa menyertainya dengan
permintaan bahwa jawaban itu baik bagimu. Sebab boleh jadi ada bagian
dari dunia yang engkau minta, yang jawabannya justru akan
menghancurkanmu. Dan jika untuk urusan dunia engkau di perintahkan
bermusyawarah dan meminta pendapat sahabatmu dalam berbagai masalah
yang engkau tidak sangggup menyelesaikannya, dan melihat bahwa apa
yang terjadi padamu itu tidak bermanfaat, maka mengapa engkau tidak
menanyakan Tuhanmu tentang apakah yang engkau minta itu bermanfaat
bagimu atau tidak ? bukankah Tuhanmu yang Maha mengetahui semua
maslahat? Demikianlah istikharah itu merupakan bagian dari cara
bermusyawarah yang cerdas”

Seni Menggunakan Pedang
Demikianlah engkau melihat bahwa seni berdoa itu mirip dengan seni
menggunakan pedang. Pedang yang tajam itu jelas penting. Tapi yang
jauh lebih penting adalah orang yang memegang pedang itu. Maka pedang
yang tajam, yang tergenggam kuat dalam tangan dingin seorang
pemberani, yang digunakan pada waktu dan sasaran yang tepat; itulah
yang akan mematikan musuh.

Tapi jika ada salah satu dari unsur itu yang tidak efektif, maka
selamanya dia itu tak kan menghasilkan pengaruh apa-apa. Sekarang
apakah engkau menguasai seni menggunakan pedang yang bernama doa ???

3 Tanggapan to “Perjalanan Kata Menuju Langit 2”

  1. Pangeran Empat Says:

    mantappp

  2. MATSUNAGA Says:

    Assalamualaikum
    Ikut nyimak …Ki Deadman
    Maha benar Allah dengan segala firman-Nya

Komentar Sobat KSIH

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: