Archive for the ‘TAKWIL MIMPI’ Category

TAKWIL MIMPI

18 Januari 2011

Mimpi adalah gambaran-gambaran yang dialami seseorang di saat dia tertidur. Mimpi bersifat irasional karena diluar kendali kesadaran kita. Beda dengan meraga sukma dimana kesadaran masih mengontrol perjalanan sukma keluar dari tubuh dan berkelana sesuai dengan yang dikehendaki, di dalam mimpi kita tidak mengontrol gerakan mental apapun. Jadi kita hanya menerima dengan pasif apa yang nanti kita alami saat tidur.

Mimpi dikirim kepada kita dari alam gaib. Mimpi adalah suara-suara dari alam bawah sadar kita. Kadang ia memberikan petunjuk atau peringatan yang perlu ditafsirkan/ditakwilkan secara benar, namun kadang mimpi hanya gangguan batin dan jiwa yang harus dilepaskan dalam mekanisme hidup agar tetap normal dan tenang. Mimpi juga merupakan kenangan indah atau sedih yang sudah lama terpendam.

Karena dikirim dari alam gaib, masalahnya sekarang adalah dari siapa mimpi itu dikirim? Langsung dari Tuhan Yang Maha Kuasa? Atau dari Iblis dan anak cucunya? Atau suara dari diri sejati kita sendiri? Bagaimana membedakan kiriman antara Tuhan, Iblis atau diri sejati kita?

Dalam sejarah risalah kenabian, mimpi adalah pesan-pesan Ilahi yang ditujukan untuk merubah peradaban. Pesan ini dikirim kepada pribadi yang siap untuk menerima pesan itu dan menafsirkan pesan itu secara benar. Pribadi para nabi sepanjang masa, kita tahu, adalah pribadi-pribadi yang siap untuk berjuang membela keyakinan dengan teguh dan gigih. Kalau dia sudah percaya bahwa pesan itu langsung dari Ilahi, maka dia tidak ragu-ragu untuk melangkah.

Mimpi Nabi Ibrahim A.S tentang perintah untuk mengorbankan anaknya, kepatuhannya kepada kehendak Allah SWT dan kemauannya untuk menyerah kepada keimanan mutlak pada Sang Pencipta menjadikannya sebagai muslim sejati pertama dan juga bapak para nabi. Tafsiran yang benar tentang mimpi raja Mesir oleh Nabi Yusuf A.S menyelamatkan bangsa Mesir dan Bani Israil dari kelaparan dan kematian. Mimpi Nabi Muhammad SAW menandai diawalinya penurunan wahyu Al Qur’an.

Pengetahuan dan pemahaman tentang mimpi memang merupakan kebutuhan setiap orang yang berkeinginan untuk mendapatkan petunjuk langsung dari-NYA. Fakta ini telah lama diketahui oleh para nabi dan para wali dan juga orang-orang waskita sepanjang masa. Namun demikian, tidak semua mimpi bisa ditafsirkan secara gampang. Pesan-pesan melalui mimpi tidak jarang justeru kita temukan sumbernya adalah setan sehingga menyesatkan. Bisa jadi juga mimpi merupakan ‘bunga tidur’ karena bersumber dari masalah-masalah fisik dan psikologis emosional. Oleh karena itu dibutuhkan satu kunci yang benar agar kotak pandora misteri mimpi bisa dibuka dan dibaca secara benar.

Penafsiran mimpi membutuhkan pengetahuan luas, kepekaan batin dan kewaspadaan yang tinggi agar tidak terjebak pada kesalahan dan sikap sok tahu. Dalam pemahanan awam sumber mimpi bisa digarisbawahi sebagai berikut:
1. Mimpi yang baik berasal dari Allah yang Maha Baik. Ini semacam wahyu untuk menyampaikan kabar gembira dan peringatan.
2. Mimpi yang mengelabui atau membohongi kita, yang berasal dari Iblis dan sekutunya juga bisa jadi berasal dari nafsu dan ego kita sendiri.
3. Mimpi yang berasal dari suara diri sejati/aku sejati/ruh kita.

Bila kita telaah lebih jauh, dari sisi hakikatnya, MIMPI ITU SEMUA BERASAL DARI SANG PENCIPTA. Sebab bukankah Iblis itu sesungguhnya juga ciptaan-NYA? Tidak hanya kebaikan, bukankah keburukan dan kejahatan itu juga sumbernya dari-NYA? Bukankah surga dan neraka itu juga ciptaan-NYA?

Sehingga kita bisa menyimpulkan dengan skala yang paling luas bahwa semua pesan yang ada di dalam mimpi itu tetap bisa ditafsirkan sebagai sebuah pesan dari Sang Maha Pencipta dan Yang Maha Mencintai agar kita melakukan sesuatu. Apakah itu kita harus waspada, hati-hati dan menjalankan pesan itu secara bijaksana.

Maka mimpi adalah teguran atas perbuatan jelek yang kita lakukan, atau sebuah pesan bahwa tindakan kita yang kita yakini benar itu ternyata salah/keliru. Mimpi juga merupakan bimbingan spiritual tertentu akan datangnya petunjuk yang baik yang harus kita jalankan dengan ikhlas. Mimpi juga terkadang merupakan pesan akan datangnya bahaya sehingga kita bisa menghindarinya. Ini yang dimaksud dengan Rasulullah SAW bahwa “Mimpi yang benar (dimaknai oleh penerimanya pen.) adalah salah satu dari empat puluh enam cabang kenabian.”

Kita juga diperingatkan akan banyaknya mimpi yang kacau yang sumbernya dari nafsu dan ego. Sebagaimana disampaikan oleh Rasulullah SAW: “seiring dengan dekatnya hari akhir, mimpi-mimpi akan menjadi kacau. Mimpi yang paling benar adalah mimpi orang-orang sholeh. Jadi jika seseorang melihat mimpi yang tidak disukainya, maka hendaknya ia tidak boleh menuturkannya pada orang lain dan ia harus segera meninggalkan tempat tidurnya untuk menunaikan sholat” karena”Tali yang terbaik adalah keteguhan dalam beragama”

Kalau di hari akhir, mimpi-mimpi manusia semakin kacau. Lantas bagaimana dengan sejarah mimpi yang pertama kali? Sejarah mimpi yang pertama kali ada di dunia ini dialami oleh Nabi Adam A.S. Yaitu saat Allah SWT berkata pada Adam: Pernahkan engkau melihat di antara ciptaan-KU sesuatu yang menyerupaimu? Adam menjawab, “Tuhanku, Engkau telah merahmatiku dan memuliakan aku di antara ciptaan-MU dan aku belum pernah melihat sesuatu yang menyerupaiku. Ya Allah, anugerahi aku seorang teman agar aku dapat merasakan ketentraman bersamanya, dan kami akan menyembahmu dan mengagungkan-MU bersama.”

Allah Yang Maha Pengabul Doa kemudian menjawab doa Adam saat ia tidur. Dalam mimpinya, DIA memperlihatkan Hawa kepadanya dan saat Adam terbangun, ia sudah melihat Adam duduk di depannya. Inilah Kemahakuasaan-NYA, menciptakan Hawa dari tulang rusuk Adam dan membuat bentuknya menyerupai Adam, yaitu berbentuk manusia. Bukan bentuk Malaikat, Jin, Bidadari atau makhluk yang lain.

Anda bertemu dengan Ratu atau Raja di dalam mimpi. Bersyukurlah sebab Anda telah bertemu dengan apa yang selama ini Anda cari dan Anda dambakan. Sang Ratu yang Anda lihat di dalam mimpi itu adalah gambaran wujud Tuhan. Sebab Raja Sejati sesungguhnya DIA.Jika di dalam mimpi, Anda dibimbing untuk menjalankan sholat itu berarti Anda diminta untuk terus tekun melaksanakan sujud. Yaitu Menghadapkan diri, menyerahkan sepenuhnya diri dan ego kita pada-NYA. Jika Anda melihat dalam mimpi itu, sang Ratu itu senang dan tersenyum maka berarti IA ridho pada Anda. Jika sang Ratu itu cemberut, maka berarti anda ditegur olehnya agar tidak lalai mengerjakan sholat dan agar anda semakin taat menyembah-NYA.

Bila dalam mimpi itu ada air yang tenang, maka itu berarti bahwa masalah yang ada di depan Anda/ apakah itu ada di masyarakat atau di lingkungan sosial tempat Anda tinggal akan menjadi tenang damai dan sejahtera bila Anda yang berikhtiar untuk sujud pada kehendak/iradat-NYA. Ya, bersyukurlah Anda yang ditunjuk menjadi perantara agar kemaslahatan umat dan lingkungan terjaga.

Bermimpi tentang ratu atau raja memang menjadi dambaan banyak orang. Namun tidak semua mimpi tentang ratu atau raja ini disukai. Misalnya, jika seorang melihat dirinya sebagai seorang raja di dalam mimpi, padahal ia sesungguhnya tidak cakap, tidak berkompeten dan memiliki kesempatan menjadi ratu maka ini berarti ia akan segera wafat. Hal ini juga berlaku manakala seorang yang sedang sakit melihat dirinya menjadi seorang raja. Namun, jika ia sehat maka ini berarti bahwa seseorang di dalam keluarga/kerabatnya akan meninggal dunia.

Demikian penjelasan dari saya. Bila ada benarnya itu semata-mata datang dari petunjuk-NYA. Namun bila salah, itu semata-mata berasal dari saya pribadi. Wallahu’a lam……hanya Alloh yang maha mengetahui.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.242 pengikut lainnya.