Archive for the ‘PENGERTIAN KESADARAN’ Category

Pengertian kesadaran

8 Januari 2011

Apa itu kesadaran?

Kesadaran adalah keadaan seseorang di mana ia tahu/mengerti dengan jelas apa yang ada dalam pikirannya. Sedangkan pikiran bisa diartikan dalam banyak makna, seperti ingatan, hasil berpikir, akal, gagasan ataupun maksud/niat.

Sebagai gambaran untuk memperjelas, misalnya ada seorang anak melihat balon. Keadaan melihat tersebut yang… ia sadari sendiri itu dinamakan kesadaran. Sedangkan balon yang ia lihat yang menimbulkan anggapan besar atau berwarna hijau disebut pikiran (persepsi). Reaksi bagus dan indah sehingga anak tersebut suka adalah bentuk dari perasaan. Kemudian reaksi pikiran yang menginginkan balon tersebut itu yang dimaksud dengan niat/kehendak/maksud. Kata pikiran bermakna sangat luas sehingga ada yang menggunakannya dalam konteks sebagai niat atau kehendak.

Mekanisme kerja otak manusia sangat rumit dan sampai saat ini masih diselidiki para ilmuwan, terutama mengenai kesadaran manusia itu sendiri. Otak manusia setiap saat bekerja dan para ilmuwan menggunakan EEG (electroenchepalogram) untuk mengukurnya dan disebut sebagai gelombang otak. Para ahli tersebut mengategorikan gelombang otak yang terukur melalui EEG menjadi 4 jenis, yaitu

 

1. Gelombang delta (lebih kecil 4 Hz)

2. Gelombang theta (4-7 Hz)

3. Gelombang alfa (8-13 Hz)

4. Gelombang beta (lebih besar dari 14 Hz)

Gelombang alfa adalah gelombang yang terukur ketika seseorang dalam keadaan biasa, santai dan tidak berpikir hal-hal yang rumit. Sedangkan gelombang beta adalah gelombang yang muncul ketika seseorang memecahkan hal-hal kompleks seperti menyelesaikan soal matematika. Gelombang alfa sangat teratur yang muncul ketika seseorang sedang tenang atau dalam keadaan santai. Gelombang alfa tidak ditemukan pada seseorang yang sedang cemas atau gelisah. Gelombang theta biasanya terdeteksi ketika awal-awal seseorang tidur sebelum ia terlelap lebih dalam menuju ke gelombang delta. Jadi gelombang delta terjadi dalam keadaan tidur lelap.

Kesadaran dalam konsep NAQS Methode

Manusia tersusun atas Lahir (Jasmani) dan Batin (Jiwa & Ruh). Jasmani adalah wujud tubuh kita yang tampak, seperti tangan, kepala, otak dan organ tubuh lainnya hingga susunan sel yang ‘hidup’. Batin terdiri dari kesadaran, Akal, pikiran, perasaan dan persepsi.  Di dalam NAQS Methode, kesadaran memegang peranan yang paling fundamental karena berperan penting atas pengendalian pikiran sehingga kehendak atau niat-niat yang negatif tidak muncul. Dengan pelatihan mental yang ditawarkan dalam bentuk Tafakkur/Perenungan dan Meditasi/Dzikrullah, kesadaran seseorang akan semakin besar sehingga setiap tindakan yang dilakukan pikiran ataupun tubuh, akan menjadi kebiasaan yang berulang-ulang tertanam dalam memori otak yang merupakan pandangan hidup seseorang.

Meditasi Sebagai Pengendali Kesadaran

Pelatihan dalam bentuk Meditasi NAQS adalah sebuah jalan yang ditawarkan oleh NAQS Methode atas pengendalian pikiran dan kesadaran.

Jika dikelompokkan, meditasi dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu meditasi konsentrasi dan meditasi kesadaran. Meditasi konsentrasi adalah suatu cara mengarahkan pikiran agar berkonsentrasi hanya pada suatu objek tunggal. Sedangkan meditasi kesadaran adalah meditasi yang selalu sadar untuk menyadari apa yang sedang dilakukan pikiran, namun tidak berkonsentrasi pada suatu objek yang sedang dipikirkan. Meditasi Kultivasi dan Meditasi Tawajjuh dalam NAQS Methode termasuk kategori meditasi konsentrasi. Sedangkan Uzlah Bathinah dan Rabith dalam NAQS Methode bisa dikategorikan sebagai meditasi kesadaran.

Penelitian ilmuwan menunjukkan bahwa seseorang yang sedang meditasi berada dalam gelombang alfa. Artinya bahwa seseorang yang sering melatih meditasinya, akan mudah menenangkan dirinya ketika ada respon yang akan membuatnya cemas atau gelisah. Pada beberapa meditator juga ditemukan gelombang theta yang biasanya terukur hanya pada saat awal-awal tidur sebelum otak menuju gelombang delta yang sangat tenang yang muncul ketika tidur nyenyak. Jadi bisa dikatakan bahwa semakin dalam seseorang bermeditasi, gelombang yang terukur di otaknya akan semakin rendah atau menuju keadaan istirahat (seperti dalam tidur), walau sadar sepenuhnya.

Pencerahan Kesadaran

Yang dimaksud dengan pencerahan adalah keadaan sadar sepenuhnya terhadap kenyataan hidup, bahwa hidup selalu berubah dan bisa menerima perubahan tersebut. Sebagai contoh seseorang yang sedang dalam penderitaan karena kehilangan orang yang ia cintai. Ia menyadari bahwa penderitaan kehilangan tersebut akan berubah juga. Ia menyadari bahwa memang pada akhirnya kematian akan membawa orang-orang yang ia cintai. Ia menyadari bahwa perasaan sedihnya juga akan lenyap. Ia menyadari bahwa perasaan sedih tersebut hanyalah bentuk-bentuk aktivitas dari otak. Ia menyadari bahwa kebencian, ketidaktahuan atau kebodohan, keserakahan hanyalah aktivitas mental yang terjadi di otak. Ia menyadari bahwa apapun yang ada di dunia akan berubah. Ia menyadari bahwa setiap orang pasti mengalami perubahan juga. Pencerahan adalah kebebasan. Kebebasan dari penderitaan yang dialami. Pencerahan adalah keadaan menyadari sepenuhnya tentang perubahan sehingga menjadi bebas. Ia yang mencapai pencerahan adalah seorang yang sadar dan ingat. Jadi kesadaran yang tinggi mengiring pikiran menjadi lebih terbuka untuk menerima berbagai hal baru dalam kehidupan sehingga membuka pandangan seseorang. Pandangan yang sempurna mengiring ke kebijaksanaan sejati atau pencerahan.

Pencerahan dapat dicapai pada kehidupan ini juga tanpa perlu berlama-lama mengarungi kehidupan yang penuh dengan ketidakbahagiaan. Pencerahan hanyalah sebuah pencapaian batin. Pikiran yang selalu tidak melekat, tanpa kebencian, tanpa kekejaman, tanpa keserakahan, tanpa kesombongan adalah bentuk batin yang tercerahkan. Pikiran yang terisi penuh dengan welas asih, cinta kasih universal, simpati, ketenangan, semangat hidup, rendah hati itulah batin yang tercerahkan.

 

Keadaan Pencerahan

Manusia yang telah mendapat Pencerahan Kesadaran akan mengalami Keadaan Surgawi di dalam kehidupannya.Yang dapat digambarkan sebagai berikut :

 

1. Ikhlas (Kebebasan)

Ketika seseorang mencapai pencerahan, hal itu berarti ia telah mendapatkan dan menembus pandangan yang benar. Keadaan tersebut secara otomatis akan membuat pikiran, perasaan, emosi, dan tindakan seseorang selalu tanpa kemelekatan karena ia telah sadar sepenuhnya. Karena ia menyadari bahwa segala hal di alam semesta ini berubah maka dengan kata lain ia telah merealisasikan Ihlas/kebebasan.

 

2. Kedamaian dan kebahagiaan sejati

Seorang yang telah mencapai Pencerahan Kesadaran akan merasakan kebahagiaan setiap saat. Kebahagiaan tersebut bukan kesenangan karena sensasi-sensasi yang diterima pancaindera yang membuat nyaman, bukan pula kebahagiaan yang didapat dari sebatas pengendalian pikiran. Kebahagiaan yang dirasakan adalah kedamaian yang tertinggi yang bebas dari rangsangan ataupun ego.

 

3. Kesempurnaan Moral (Akhlakul Karimah)

Seseorang yang telah terlepas dari kebencian atau penolakan, keserakahan atau keinginan melekat, dan ketidaktahuan akan realitas hidup disebut telah mencapai Pencerahan Kesadaran. Dualisme yang membeda-bedakan juga telah lenyap sehingga tidak akan membanding-bandingkan suatu konsep dengan yang lainnya.

 

4. Kesadaran tertinggi

Kesadaran seseorang yang dalam keadaan sadar sepenuhnya. Secara sains hal tersebut berarti aktivitas otak ketika berada bahkan pada gelombang delta, seorang NAQS-er akan tetap sadar manakala ada rangsangan yang datang. Mimpi juga tidak akan terjadi karena hal-hal yang menggelisahkan seorang NAQS-er telah lenyap sepenuhya (berhubungan dengan poin ke 2 karena seseorang yang mencapai pencerahan setiap saat mengalami kebahagiaan)

 

Wujud Nyata Kesadaran Tertinggi ( Ikhlas )

Takkala seseorang telah mencapai kesadaran yang tertinggi (Ikhlas), ikatan-ikatan dalam pikirannya telah lenyap sepenuhnya. Hal tersebut berdampak dalam setiap aktivitas dan kegiatan yang terwujud dalam tindakannya. Seorang NAQS-er akan bertindak sesuai dengan aturan moralitas yang paling dasar yang membentuk kehidupan. Pencerahan telah membuat seseorang menyadari bahwa di mana dan kapanpun siapapun, dari makhluk jenis hewan yang paling sederhana sampai manusia, tidak ingin mengalami penderitaan. Makhluk apapun ingin ketenangan, kebahagiaan dan kedamaian hidup. Hal tersebut akan membuat seseorang yang tercerahkan setiap saat bertindak berdasarkan hal demikian. Setiap tindakannya tidak akan membuat makhluk lain menderita. Setiap tindakannya selalu dipenuhi dengan welas asih dan cinta kasih yang universal tanpa batas.

Ia yang tercerahkan akan berucap dengan lembut, bermanfaat, benar apa adanya, tenang, menenangkan, menyenangkan, berharga, tepat waktu dan bertujuan. Ia yang tercerahkan akan bertindak sesuai dengan aturan moralitas paling mendasar dari setiap manusia, yaitu:

  • Tidak akan melukai, menyakiti atau membunuh makhluk hidup baik secara langsung maupun tidak langsung
  • Tidak akan mengambil apa yang bukan miliknya, mencuri, merampas, dan merampok.
  • Tidak akan memuaskan dirinya dan terlarut di dalam kesenangan seksual dan kesenangan indria
  • Tidak akan melakukan kebohongan, penipuan, ucapan-ucapan yang menyia-nyiakan waktu dan tenaga
  • Tidak akan membiarkan dirinya dalam keadaan tidak sadar dan tidak rasional karena penggunaan barang-barang yang memabukkan atau membuat ketagihan.

Revolusi Kesadaran dengan Iman, Ilmu dan Akal

Puncak Tujuan Tertinggi Kesadaran hidup manusia:

Meraih suatu keadaan di mana tak ada lagi yang terlihat, kecuali Tuhan (Sa’di)

“Kemana pun engkau menghadap, disanalah Wajah Allah.”(Al-Baqarah 115)

“Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan penuh kepatuhan.” (Al-An’aam 79)

Awwaluddin makrifatullah (awal-awal agama ialah mengenal ALLAH). Apabila seseorang itu tidak mengenal ALLAH, segala amal baktinya tidak akan sampai kepada ALLAH SWT. Sedangkan, segala perintah suruh yang kita buat, baik yang berbentuk fardhu maupun sunat, dan segala perintah larang yang kita jauhi, baik yang berbentuk haram maupun makruh, merupakan persembahan yang hendak kita berikan kepada ALLAH SWT.

Mengenal ALLAH dapat kita lakukan dengan cara memahami sifat-sifat-Nya. Kita tidak dapat mengenal ALLAH melalui zat-Nya, karena membayangkan zat ALLAH itu adalah suatu perkara yang sudah di luar batas kesanggupan akal kita sebagai makhluk ALLAH. Kita hanya dapat mengenal ALLAH melalui sifat-sifat-Nya.

 

Untuk memahami sifat-sifat ALLAH itu, kita memerlukan dalil aqli dan dalil naqli.

Dalil aqli adalah dalil yang bersumber dari akal (aqli dalam bahasa Arab = akal).

Dalil naqli adalah dalil yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Melalui dalil aqli dan dalil naqli ini sajalah kita dapat mengenal ALLAH. Tanpa dalil-dalil itu, kita tidak dapat mengetahui sifat-sifat ALLAH, dan kalau kita tidak mengetahui sifat-sifat ALLAH, berarti kita pun tidak mengenal ALLAH.

 

Sifat-sifat ALLAH

Sifat-sifat Allah adalah sifat sempurna yang yang tidak terhingga bagi Allah. Sifat-sifat Allah wajib bagi setiap muslim mempercayai bahwa terdapat beberapa sifat kesempurnaan yang tidak terhingga bagi Allah. Maka, wajib juga dipercayai akan sifat Allah yang dua puluh dan perlu diketahui juga sifat yang mustahil bagi Allah. Sifat yang mustahil bagi Allah merupakan lawan kepada sifat wajib. Sifat wajib terbagi empat bagian yaitu nafsiah, salbiah, ma’ani atau ma’nawiah.

 

Sifat-sifat Wajib : Sifat kesempurnaan yang pasti dimiliki oleh ALLAH SWT, jumlahnya 20.

Sifat-sifat Mustahil : Sifat yang mustahil dimiliki ALLAH SWT, jumlahnya juga 20.

Sifat Jaiz / Mubah : Sifat yang bebas bagi ALLAH, jumlahnya hanya satu, yaitu ALLAH SWT berkehendak sesuatu atau tidak berkehendak.

by, pencerahan hati jenar


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.255 pengikut lainnya.