Hukum Tarik Menarik (Law of Attraction)


Dalam bahasa Inggris, Hukum Tarik Menarik ini disebut Law of Attraction. Meski seolah seperti dua kutub yang saling bersaing untuk menarik ke arah masing-masing, Hukum Tarik Menarik sesungguhnya berbicara tentang Like Energy Attracts Like Energy. Energi sejenis akan berkumpul atau menarik energi yang sejenis. Ini adalah salah satu konsekuensi dari Mekanika Kuantum di mana energi dengan frekuensi tertentu akan mudah untuk bergabung atau berkohesi dengan energi dengan

frekuensi yang mirip.

Sebaliknya, dua frekuensi energi yang berbeda total akan menciptakan energi resultan yang merupakan perpaduan kedua energi tersebut. Dalam contoh nyata, dua substansi yang berbeda (dengan kekentalan, struktur dan energi) seperti air, tidak bisa bercampur dengan minyak. Jika ingin disatukan, maka harus ada substansi lain yang bisa menjembatani dan berfungsi sebagai emulsi. Contohnya sabun.

Dalam kehidupan sehari-hari, lingkungan di mana kita berkumpul dengan nyaman sesungguhnya menunjukkan frekuensi kita. Kenyamanan kita akan sesuatu menunjukkan range frekuensi operasional kita.

Seperti pada peralatan listrik, frekuensi operasional (operating frequency) kita memiliki range. Jika kita berada pada tempat, situasi atau orang-orang yang out of frequency dengan range kita, maka kita akan gelisah. Seseorang yang seluruh hidupnya difokuskan untuk mencari dan mengejar materi, akan gelisah dan bahkan pada kondisi ekstrim akan sakit ketika berada di lingkungan non materi. Demikian juga sebaliknya, orang yang berada di lingkungan spiritual akan tidak nyaman berada di lingkungan non spiritual.

Seperti air tidak bisa bercampur dengan minyak. Untuk menjembatani kedua kondisi ini, dibutuhkan seorang Guru. Guru berfungsi sebagai emulsi agar kita yang sudah terbiasa dengan kondisi non spiritual, bisa masuk ke kondisi spiritual.

Sistem Semesta

Tetapi proses ini tidak terjadi begitu saja. Di sinilah kehebatan sistem Semesta. Ketika mind (pikiran) kita memfokuskan pada sesuatu hal, maka kita mulai memancarkan frekuensi tertentu.

Frekuensi yang akan mengarahkan dan mencari frekuensi yang diinginkan. Dengan kata lain, keinginan akan menciptakan suatu range frekuensi yang mendekatkan kita dengan apa yang kita inginkan.

Problem utamanya adalah tubuh, pikiran dan jiwa kita masing-masing merupakan pemancar frekuensi yang berbeda-beda. Bahkan dalam datu hari, kita bisa memiliki 60.000 lebih pikiran. Masing-masing pikiran memiliki frekuensi yang berbeda-beda walau bisa digolongkan ke dalam beberapa kategori seperti pikiran tentang keluarga, uang, problem kantor, lawan jenis yang menarik, jalanan yang macet dan lain-lain. Pada akhirnya pikiran kita tidak pernah berada pada moment ini, pada saat ini. Kebanyakan ada di masa lalu yang sudah lewat, atau kekuatiran dan ketakutan di masa depan.

Dan karena setiap pikiran yang muncul memiliki frekuensi sendiri, maka frekuensi yang sejenis akan saling menumpuk menjadi satu gumpalan sejenis. Setiap gumpalan energi akan saling bersaing untuk menentukan kondisi dan kejadian yang kita alami. Ini menjelaskan kenapa seolah-olah Hukum Tarik Menarik tidak universal.

Beberapa orang akan mendapatkan apa yang mereka inginkan, tetapi sebagian besar tidak. Sesungguhnya mereka semua mendapatkan apa yang mereka ‘inginkan’ dari sub conscious (bawah sadar), conscious (sadar), dan sub conscious mind. Tetapi karena conscious hanya kurang lebih 10 % dari mind (pikiran), maka keinginan yang tercipta kebanyakan adalah ciptaan dan keinginan dari sub conscious mind dan mengalahkan keinginan conscious mind.

Bisa dikatakan bahwa keinginan yang terfokus pada jangka waktu tertentu akan membuat gumpalan energi lain yang berbeda menjadi terurai dan berubah bentuk lagi. Itu sebabnya dalam perjalanan spiritual, ekagrata (one pointedness) sangat dibutuhkan.

Ketika keinginan untuk menjalani kehidupan spiritual begitu kuat, frekuensi kita mulai terbuka untuk mencari dan menarik kejadian-kejadian dan orang-orang yang sesuai dengan keinginan kita, seperti pepatah yang mengatakan “when the student is ready, the teacher will appear”. Ketika murid sudah siap, Guru akan muncul. Sang Guru juga sedang memancarkan frekuensi tertentu yang sedang mencari orang yang sudah ‘siap’ untuk menjadi murid. Maka kedua frekuensi ini akan saling tarik menarik.

Sang murid, dengan conditioning (pengkondisian) bawaan yang masih banyak dipengaruhi oleh dunia materi, tidak bisa begitu saja mengubah conditioning ini. Ia tidak akan betah masuk ke dunia spiritual karena sebagian besar frekuensinya bergetar pada kondisi material. Di sinilah peran seorang Guru yang menjadi emulsi dengan menjembatani dunia material dan mengantarkan agar si murid bisa menerima frekuensi dunia spiritual tanpa mencelakakan dirinya.

Dengan cara inilah Semesta bekerja dengan rapi dan sempurna.

(Roy, The Torchbearers Newsletter, 2008)

About these ads

3 Tanggapan to “Hukum Tarik Menarik (Law of Attraction)”

  1. aguesaditya Says:

    terimakasih,atas ilmu yg sudah panjenengan share…

  2. ezan Says:

    salam.. terima kasih.. informasi yg bermanfaat..

  3. riphan urang gunung Says:

    terima ksih atas pencerahan nya semoga jadi sesuatu yang membawa kemaslahatan bg ummat dan diri saya.

Komentar Sobat KSIH

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.241 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: