Siapa Syekh Siti Jenar ? di balik fakta yang terbalik


Syekh Siti Jenar (829-923 H/1348-1439 C/1426-1517 M), memiliki banyak nama : San Ali (nama kecil pemberian orangtua angkatnya, bukan Hasan Ali Anshar seperti banyak ditulis orang); Syekh ‘Abdul Jalil(nama yg diperoleh di Malaka, setelah menjadi ulama penyebar Islam di sana); Syekh Jabaranta (nama yg dikenal di Palembang, Sumatera dan daratan Malaka); Prabu Satmata (Gusti yg nampak oleh mata; nama yg muncul dari keadaan kasyf atau mabuk spiritual; juga nama

yg diperkenalkan kepada murid dan pengikutnya);Syekh Lemah Abang atau Lemah Bang (gelar yg diberikan masyarakat Lemah Abang, suatu komunitas dan kampung model yg dipelopori Syekh Siti Jenar; melawan hegemoni kerajaan. Wajar jika orang Cirebon tidak mengenal nama Syekh Siti Jenar, sebab di Cirebon nama yg populer adalah Syekh Lemah Abang); Syekh Siti Jenar (nama filosofis yg mengambarkan ajarannya tentang sangkan-paran, bahwa manusia secara biologis hanya diciptakan dari sekedar tanah merah dan selebihnya adalah roh Allah; juga nama yg dilekatkan oleh Sunan Bonang ketika memperkenalkannya kepada Dewan Wali, pada kehadirannya di Jawa Tengah/Demak; juga nama Babad Cirebon); Syekh Nurjati atau Pangran Panjunan atau Sunan Sasmita (nama dalam Babad Cirebon, S.Z. Hadisutjipto); Syekh Siti Bang, serta Syekh Siti Brit; Syekh Siti Luhung (nama-nama yg diberikan masyarakat Jawa Tengahan); Sunan Kajenar (dalam sastra Islam-Jawa versi Surakarta baru, era R.Ng. Ranggawarsita [1802-1873]); Syekh Wali Lanang Sejati; Syekh Jati Mulya; danSyekh Sunyata Jatimurti Susuhunan ing Lemah Abang.

Siti Jenar lebih menunjukkan sebagai simbolisme ajaran utama Syekh Siti Jenar yakni ilmu kasampurnan, ilmu sangkan-paran ing dumadi, asal muasal kejadian manusia, secara biologis diciptakan dari tanah merah saja yg berfungsi sebagai wadah (tempat) persemayaman roh selama di dunia ini. Sehingga jasad manusia tidak kekal akan membusuk kembali ketanah. Selebihnya adalah roh Allah, yg setelah kemusnaan raganya akan menyatu kembali dengan keabadian. Ia di sebut manungsa sebagai bentuk “manunggaling rasa”(menyatu rasa ke dalam Tuhan).

Dan karena surga serta neraka itu adalah untuk derajad fisik maka keberadaan surga dan neraka adalah di dunia ini, sesuai pernyataan populer bahwa dunia adalah penjara bagi orang mukmin. Menurut Syekh Siti Jenar, dunia adalah neraka bagi orang yg menyatu-padu dgn Tuhan. Setelah meninggal ia terbebas dari belenggu wadag-nya dan bebas bersatu dgn Tuhan. Di dunia manunggalnya hamba dgn Tuhan sering terhalang oleh badan biologis yg disertai nafsu-nafsunya. Itulah inti makna nama Syekh Siti Jenar.

Asal Usul Syekh Siti Jenar

Nama asli Syekh Siti Jenar adalah Sayyid Hasan ’Ali Al-Husaini, dilahirkan di Persia, Iran. Kemudian setelah dewasa mendapat gelar Syaikh Abdul Jalil. Dan ketika datang untuk berdakwah ke Caruban, sebelah tenggara Cirebon. Dia mendapat gelar Syaikh Siti Jenar atau Syaikh Lemah Abang atau Syaikh Lemah Brit.

Syaikh Siti Jenar adalah seorang sayyid atau habib keturunan dari Rasulullah Saw. Nasab lengkapnya adalah Syekh Siti Jenar [Sayyid Hasan ’Ali] bin Sayyid Shalih bin Sayyid ’Isa ’Alawi bin Sayyid Ahmad Syah Jalaluddin bin Sayyid ’Abdullah Khan bin Sayyid Abdul Malik Azmat Khan bin Sayyid ‘Alwi ‘Ammil Faqih bin Sayyid Muhammad Shohib Mirbath bin Sayyid ‘Ali Khali Qasam bin Sayyid ‘Alwi Shohib Baiti Jubair bin Sayyid Muhammad Maula Ash-Shaouma’ah bin Sayyid ‘Alwi al-Mubtakir bin Sayyid ‘Ubaidillah bin Sayyid Ahmad Al-Muhajir bin Sayyid ‘Isa An-Naqib bin Sayyid Muhammad An-Naqib bin Sayyid ‘Ali Al-’Uraidhi bin Imam Ja’far Ash-Shadiq bin Imam Muhammad al-Baqir bin Imam ‘Ali Zainal ‘Abidin bin Imam Husain Asy-Syahid bin Sayyidah Fathimah Az-Zahra binti Nabi Muhammad Rasulullah Saw.

Syaikh Siti Jenar lahir sekitar tahun 1404 M di Persia, Iran. Sejak kecil ia berguru kepada ayahnya Sayyid Shalih dibidang Al-Qur’an dan Tafsirnya. Dan Syaikh Siti Jenar kecil berhasil menghafal Al-Qur’an usia 12 tahun.

Kemudian ketika Syaikh Siti Jenar berusia 17 tahun, maka ia bersama ayahnya berdakwah dan berdagang ke Malaka. Tiba di Malaka ayahnya, yaitu Sayyid Shalih, diangkat menjadi Mufti Malaka oleh Kesultanan Malaka dibawah pimpinan Sultan Muhammad Iskandar Syah. Saat itu. Kesultanan Malaka adalah di bawah komando Khalifah Muhammad 1, Kekhalifahan Turki Utsmani.

Akhirnya Syaikh Siti Jenar dan ayahnya bermukim di Malaka.

Kemudian pada tahun 1424 M, Ada perpindahan kekuasaan antara Sultan Muhammad Iskandar Syah kepada Sultan Mudzaffar Syah. Sekaligus pergantian mufti baru dari Sayyid Sholih [ayah Siti Jenar] kepada Syaikh Syamsuddin Ahmad.

Pada akhir tahun 1425 M. Sayyid Shalih beserta anak dan istrinya pindah ke Cirebon. Di Cirebon Sayyid Shalih menemui sepupunya yaitu Sayyid Kahfi bin Sayyid Ahmad.

Posisi Sayyid Kahfi di Cirebon adalah sebagai Mursyid Thariqah Al-Mu’tabarah Al-Ahadiyyah dari sanad Utsman bin ’Affan. Sekaligus Penasehat Agama Islam Kesultanan Cirebon. Sayyid Kahfi kemudian mengajarkan ilmu Ma’rifatullah kepada Siti Jenar yang pada waktu itu berusia 20 tahun. Pada saat itu Mursyid Al-Thariqah Al-Mu’tabarah Al-Ahadiyah ada 4 orang, yaitu:

1. Maulana Malik Ibrahim, sebagai Mursyid Thariqah al-Mu’tabarah al-Ahadiyyah, dari sanad sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq, untuk wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara, Maluku, dan sekitarnya

2. Sayyid Ahmad Faruqi Sirhindi, dari sanad Sayyidina ’Umar bin Khattab, untuk wilayah Turki, Afrika Selatan, Mesir dan sekitarnya,

3. Sayyid Kahfi, dari sanad Sayyidina Utsman bin ’Affan, untuk wilayah Jawa Barat, Banten, Sumatera, Champa, dan Asia tenggara

4. Sayyid Abu Abdullah Muhammad bin Ali bin Ja’far al-Bilali, dari sanad Imam ’Ali bin Abi Thalib, untuk wilayah Makkah, Madinah, Persia, Iraq, Pakistan, India, Yaman.

Kitab-Kitab yang dipelajari oleh Siti Jenar muda kepada Sayyid Kahfi adalah Kitab Fusus Al-Hikam karya Ibnu ’Arabi, Kitab Insan Kamil karya Abdul Karim al-Jilli, Ihya’ Ulumuddin karya Al-Ghazali, Risalah Qushairiyah karya Imam al-Qushairi, Tafsir Ma’rifatullah karya Ruzbihan Baqli, Kitab At-Thawasin karya Al-Hallaj, Kitab At-Tajalli karya Abu Yazid Al-Busthamiy. Dan Quth al-Qulub karya Abu Thalib al-Makkiy.

Sedangkan dalam ilmu Fiqih Islam, Siti Jenar muda berguru kepada Sunan Ampel selama 8 tahun. Dan belajar ilmu ushuluddin kepada Sunan Gunung Jati selama 2 tahun.

Setelah wafatnya Sayyid Kahfi, Siti Jenar diberi amanat untuk menggantikannya sebagai Mursyid Thariqah Al-Mu’tabarah Al-Ahadiyyah dengan sanad Utsman bin ’Affan. Di antara murid-murid Syaikh Siti Jenar adalah: Muhammad Abdullah Burhanpuri, Ali Fansuri, Hamzah Fansuri, Syamsuddin Pasai, Abdul Ra’uf Sinkiliy, dan lain-lain.

Syekh Siti Jenar lahir sekitar tahun 829 H/1348 C/1426 M (Serat She Siti Jenar Ki Sasrawijaya; Atja, Purwaka Tjaruban Nagari (Sedjarah Muladjadi Keradjan Tjirebon), Ikatan Karyawan Museum, Jakarta, 1972; P.S. Sulendraningrat, Purwaka Tjaruban Nagari, Bhatara, Jakarta, 1972; H. Boedenani, Sejarah Sriwijaya, Terate, Bandung, 1976; Agus Sunyoto, Suluk Abdul Jalil Perjalanan Rohani Syaikh Syekh Siti Jenar dan Sang Pembaharu, LkiS, yogyakarta, 2003-2004; Sartono Kartodirjo dkk, [i]Sejarah Nasional Indonesia, Depdikbud, Jakarta, 1976; Babad Banten; Olthof, W.L., Babad Tanah Djawi. In Proza Javaansche Geschiedenis, ‘s-Gravenhage, M.Nijhoff, 1941; raffles, Th.S., The History of Java, 2 vol, 1817), dilingkungan Pakuwuan Caruban, pusat kota Caruban larang waktu itu, yg sekarang lebih dikenal sebagai Astana japura, sebelah tenggara Cirebon. Suatu lingkungan yg multi-etnis, multi-bahasa dan sebagai titik temu kebudayaan serta peradaban berbagai suku.

Selama ini, silsilah Syekh Siti Jenar masih sangat kabur. Kekurangjelasan asal-usul ini juga sama dgn kegelapan tahun kehidupan Syekh Siti Jenar sebagai manusia sejarah.

Pengaburan tentang silsilah, keluarga dan ajaran Beliau yg dilakukan oleh penguasa muslim pada abad ke-16 hingga akhir abad ke-17. Penguasa merasa perlu untuk “mengubur” segala yg berbau Syekh Siti Jenar akibat popularitasnya di masyarakat yg mengalahkan dewan ulama serta ajaran resmi yg diakui Kerajaan Islam waktu itu. Hal ini kemudian menjadi latar belakang munculnya kisah bahwa Syekh Siti Jenar berasal dari cacing.

Dalam sebuah naskah klasik, cerita yg masih sangat populer tersebut dibantah secara tegas,

“Wondene kacariyos yen Lemahbang punika asal saking cacing, punika ded, sajatosipun inggih pancen manungsa darah alit kemawon, griya ing dhusun Lemahbang.” [Adapun diceritakan kalau Lemahbang (Syekh Siti Jenar) itu berasal dari cacing, itu salah. Sebenarnya ia memang manusia berdarah kecil saja (rakyat jelata), bertempat tinggal di desa Lemah Abang]….serat Candhakipun Riwayat jati ; Alih aksara; Perpustakaan Daerah Propinsi Jawa Tengah, 2002, hlm. 1>

Jadi Syekh Siti Jenar adalah manusia lumrah hanya memang ia walau berasal dari kalangan bangsawan setelah kembali ke Jawa menempuh hidup sebagai petani, yg saat itu, dipandang sebagai rakyat kecil oleh struktur budaya Jawa, disamping sebagai wali penyebar Islam di Tanah Jawa.

Syekh Siti Jenar yg memiliki nama kecil San Ali dan kemudian dikenal sebagai Syekh ‘Abdul Jalil adalah putra seorang ulama asal Malaka,Syekh Datuk Shaleh bin Syekh ‘Isa ‘Alawi bin Ahmadsyah Jamaludin Husain bin Syekh ‘Abdullah Khannuddin bin Syekh Sayid ‘Abdul Malikal-Qazam. Maulana ‘Abdullah Khannuddin adalah putra Syekh ‘Abdul Malik atau Asamat Khan. Nama terakhir ini adalah seorang Syekh kalangan ‘Alawi kesohor di Ahmadabad, India, yg berasal dari Handramaut. Qazam adalah sebuah distrik berdekatan dgn kota Tarim di Hadramaut.

Syekh ‘Abdul Malik adalah putra Syekh ‘Alawi, salah satu keluarga utama keturunan ulama terkenal Syekh ‘Isa al-Muhajir al-Bashari al-‘Alawi, yg semua keturunannya bertebaran ke berbagai pelosok dunia, menyiarkan agama Islam. Syekh ‘Abdul Malik adalah penyebar agama Islam yg bersama keluarganya pindah dari Tarim ke India. Jika diurut keatas, silsilah Syekh Siti Jenar berpuncak pada Sayidina Husain bin ‘Ali bin Abi Thalib, menantu Rasulullah. Dari silsilah yg ada, diketahui pula bahwa ada dua kakek buyutnya yg menjadi mursyid thariqah Syathariyah di Gujarat yg sangat dihormati, yakni Syekh Abdullah Khannuddin dan Syekh Ahmadsyah Jalaluddin. Ahmadsyah Jalaluddin setelah dewasa pindah ke Kamboja dan menjadi penyebar agama Islam di sana.

Adapun Syekh Maulana ‘sa atau Syekh Datuk ‘Isa putra Syekh Ahmadsyah kemudian bermukim di Malaka. Syekh Maulana ‘Isa memiliki dua orang putra, yaitu Syekh Datuk Ahamad dan Syekh Datuk Shaleh. Ayah Syekh Siti Jenar adalah Syekh Datuk Shaleh adalah ulama sunni asal Malaka yg kemudian menetap di Cirebon karena ancaman politik di Kesultanan Malaka yg sedang dilanda kemelut kekuasaan pada akhir tahun 1424 M, masa transisi kekuasaan Sultan Muhammad Iskandar Syah kepada Sultan Mudzaffar Syah. Sumber-sumber Malaka dan Palembang menyebut nama Syekh Siti Jenar dgn sebutan Syekh Jabaranta dan Syekh ‘Abdul Jalil.

Pada akhir tahun 1425, Syekh Datuk Shaleh beserta istrinya sampai di Cirebon dan saat itu, Syekh Siti Jenar masih berada dalam kandungan ibunya 3 bulan. Di Tanah Caruban ini, sambil berdagang Syekh Datuk Shaleh memperkuat penyebaran Islam yg sudah beberapa lama tersiar di seantero bumi Caruban, besama-sama dgn ulama kenamaan Syekh Datuk Kahfi, putra Syehk Datuk Ahmad. Namun, baru dua bulan di Caruban, pada tahun awal tahun 1426, Syekh Datuk Shaleh wafat.

Sejak itulah San Ali atau Syekh Siti Jenar kecil diasuh oleh Ki Danusela serta penasihatnya, Ki Samadullah atau Pangeran Walangsungsang yg sedang nyantri di Cirebon, dibawah asuhan Syekh datuk Kahfi.

Jadi walaupun San Ali adalah keturunan ulama Malaka, dan lebih jauh lagi keturunan Arab, namun sejak kecil lingkungan hidupnya adalah kultur Cirebon yg saat itu menjadi sebuah kota multikultur, heterogen dan sebagai basis antarlintas perdagangan dunia waktu itu.

Saat itu Cirebon dgn Padepokan Giri Amparan Jatinya yg diasuh oleh seorang ulama asal Makkah dan Malaka, Syekh Datuk Kahfi, telah mampu menjadi salah satu pusat pengajaran Islam, dalam bidang fiqih dan ilmu ‘alat, serta tasawuf. Sampai usia 20 tahun, San Ali mempelajari berbagai bidang agama Islam dgn sepenuh hati, disertai dgn pendidikan otodidak bidang spiritual.

Padepokan Giri Amparan Jati

Setelah diasuh oleh Ki Danusela samapai usia 5 tahun, pada sekitar tahun 1431 M, Syekh Siti Jenar kecil (San Ali) diserahkan kepada Syekh Datuk Kahfi, pengasuh Pedepokan Giri Amparan Jati, agar dididik agama Islam yg berpusat di Cirebon oleh Kerajaan Sunda di sebut sebagai musu(h) alit [musuh halus]

Di Padepokan Giri Amparan Jati ini, San Ali menyelesaikan berbagai pelajaran keagamaan, terutama nahwu, sharaf, balaghah, ilmu tafsir, musthalah hadist, ushul fiqih dan manthiq. Ia menjadi santri generasi kedua. Sedang yg akan menjadi santri generasi ketiga adalah Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati. Syarif Hidayatullah baru datang ke Cirebon, bersamaan dgn pulangnya Syekh Siti Jenar dari perantauannya di Timur Tengah sekitar tahun 1463, dalam status sebagai siswa Padepokan Giri Amparan Jati, dgn usia sekitar 17-an tahun.

Pada tahun 1446 M, setelah 15 tahun penuh menimba ilmu di Padepokan Amparan Jati, ia bertekad untuk keluar pondok dan mulai berniat untuk mendalami kerohanian (sufi). Sebagai titik pijaknya, ia bertekad untuk mencari “sangkan-paran” dirinya.

Tujuan pertmanya adalah Pajajaran yg dipenuhi oleh para pertapa dan ahli hikmah Hindu-Budha. Di Pajajaran, Syekh Siti Jenar mempelajari kitab Catur Viphala warisan Prabu Kertawijaya Majapahit. Inti dari kitab Catur Viphala ini mencakup empat pokok laku utama.

Pertama, nihsprha, adalah suatu keadaan di mana tidak adal lagi sesuatu yg ingin dicapai manusia. Kedua, nirhana, yaitu seseorang tidak lagi merasakan memiliki badan dan karenanya tidak ada lagi tujuan. Ketiga, niskala adalah proses rohani tinggi, “bersatu” dan melebur (fana’) dgn Dia Yang Hampa, Dia Yang Tak Terbayangkan, Tak Terpikirkan, Tak Terbandingkan. Sehingga dalam kondisi (hal) ini, “aku” menyatu dgn “Aku”. Dan keempat, sebagai kesudahan dari niskala adalah nirasraya, suatu keadaan jiwa yg meninggalkan niskala dan melebur ke Parama-Laukika (fana’ fi al-fana’), yakni dimensi tertinggi yg bebas dari segala bentuk keadaan, tak mempunyai ciri-ciri dan mengatasi “Aku”.

Dari Pajajaran San Ali melanjutkan pengembaraannya menuju Palembang, menemui Aria Damar, seorang adipati, sekaligus pengamal sufi-kebatinan, santri Maulana Ibrahim Samarkandi. Pada masa tuanya, Aria Damar bermukim di tepi sungai Ogan, Kampung Pedamaran.

Diperkirakan Syekh Siti Jenar berguru kepada Aria Damar antara tahun 1448-1450 M. bersama Aria Abdillah ini, San Ali mempelajari pengetahuan tentang hakikat ketunggalan alam semesta yg dijabarkan dari konsep “nurun ‘ala nur” (cahaya Maha Cahaya), atau yg kemudian dikenal sebagai kosmologi emanasi.

Dari Palembang, San Ali melanjutkan perjalanan ke Malaka dan banyak bergaul dgn para bangsawan suku Tamil maupun Malayu. Dari hubungan baiknya itu, membawa San Ali untuk memasuki dunia bisnis dgn menjadi saudagar emas dan barang kelontong. Pergaulan di dunia bisnis tsb dimanfaatkan oleh San Ali untuk mempelajari berbagai karakter nafsu manusia, sekaligus untuk menguji laku zuhudnya ditengah gelimang harta. Selain menjadi saudagar, Syekh Siti jenar juga menyiarkan agama Islam yg oleh masyarakat setempat diberi gelar Syekh jabaranta. Di Malaka ini pula, ia bertemu dgn Datuk Musa, putra Syekh Datuk Ahmad. Dari uwaknya ini, Syekh Datuk Ahmad, San Ali dianugerahi nama keluarga dan nama ke-ulama-an Syekh Datuk ‘Abdul Jalil.

Dari perenungannya mengenai dunia nafsu manusia, hal ini membawa Syekh Siti Jenar menuai keberhasilan menaklukkan tujuh hijab, yg menjadi penghalang utama pendakian rohani seorang salik (pencari kebenaran). Tujuh hijab itu adalah lembah kasal (kemalasan naluri dan rohani manusia); jurang futur (nafsu menelan makhluk/orang lain); gurun malal (sikap mudah berputus asa dalam menempuh jalan rohani); gurun riya’ (bangga rohani); rimba sum’ah (pamer rohani); samudera ‘ujub (kesombongan intelektual dan kesombongan ragawi); dan benteng hajbun (penghalang akal dan nurani).

Pencerahan Rohani di Baghdad

Setelah mengetahui bahwa dirinya merupakan salah satu dari keluarga besar ahlul bait (keturunan Rasulullah), Syekh Siti Jenar semakin memiliki keinginan kuat segera pergi ke Timur Tengah terutama pusat kota suci Makkah.

Dalam perjalanan ini, dari pembicaraan mengenai hakikat sufi bersama ulama Malaka asal Baghdad Ahmad al-Mubasyarah al-Tawalud di sepanjang perjalanan. Syekh Siti Jenar mampu menyimpan satu perbendaharaan baru, bagi perjalanan rohaninya yaitu “ke-Esaan af’al Allah”, yakni kesadaran bahwa setiap gerak dan segala peristiwa yg tergelar di alam semesta ini, baik yg terlihat maupun yg tidak terlihat pada hakikatnya adalah af’al Allah. Ini menambah semangatnya untuk mengetahui dan merasakan langsung bagaimana af’al Allahitu optimal bekerja dalam dirinya.

Inilah pangkal pandangan yg dikemudian hari memunculkan tuduhan dari Dewan Wali, bahwa Syekh Siti Jenar menganut paham Jabariyah. Padahal bukan itu pemahaman yg dialami dan dirasakan Syekh Siti Jenar. Bukan pada dimensi perbuatan alam atau manusianya sebagai tolak titik pandang akan tetapi justru perbuatan Allah melalui iradah dan quradah-NYA yg bekerja melalui diri manusia, sebagai khalifah-NYA di alam lahir. Ia juga sampai pada suatu kesadaran bahwa semua yg nampak ada dan memiliki nama, pada hakikatnya hanya memiliki satu sumber nama, yakni Dia Yang Wujud dari segala yg maujud.

Sesampainya di Baghdad, ia menumpang di rumah keluarga besar Ahmad al-Tawalud. Disinilah cakrawala pengetahuan sufinya diasah tajam. Sebab di keluarga al-Tawalud tersedia banyak kitab-kitab ma’rifat dari para sufi kenamaan. Semua kitab itu adalah peninggalan kakek al-Tawalud, Syekh ‘Abdul Mubdi’ al-Baghdadi. Di Irak ini pula, Syekh Siti Jenar bersentuhan dgn paham Syi’ah Ja’fariyyah, yg di kenal sebagai madzhab ahl al-bayt.

Syekh Siti Jenar membaca dan mempelajari dgn Baik tradisi sufi dari al-Thawasinnya al-Hallaj (858-922), al-Bushtamii (w.874), Kitab al-Shidq-nya al-Kharaj (w.899), Kitab al-Ta’aruf al-Kalabadzi (w.995), Risalah-nya al-Qusyairi (w.1074), futuhat al-Makkiyah dan Fushush al-Hikam-nya Ibnu ‘Arabi (1165-1240), Ihya’ Ulum al-Dindan kitab-kitab tasawuf al-Ghazali (w.1111), dan al-Jili (w.1428). secara kebetulan periode al-jili meninggal, Syekh Siti Jenar sudah berusia dua tahun. Sehingga saat itu pemikiran-permikiran al-Jili, merupakan hal yg masih sangat baru bagi komunitas Islam Indonesia.

Dan sebenarnya Syekh Siti Jenar-lah yg pertama kali mengusung gagasan al-Hallaj dan terutama al-Jili ke Jawa. Sementara itu para wali anggota Dewan Wali menyebarluaskan ajaran Islam syar’i madzhabi yg ketat. Sebagian memang mengajarkan tasawuf, namun tasawuf tarekati, yg kebanyakkan beralur pada paham Imam Ghazali. Sayangnya, Syekh Siti Jenar tidak banyak menuliskan ajaran-ajarannya karena kesibukannya menyebarkan gagasan melalui lisan ke berbagai pelosok Tanah Jawa. Dalam catatan sastra suluk Jawa hanya ada 3 kitab karya Syekh Siti Jenar; Talmisan, Musakhaf (al-Mukasysyaf) dan Balal Mubarak. Masyarakat yg dibangunnya nanti dikenal sebagai komunitas Lemah Abang.

Dari sekian banyak kitab sufi yg dibaca dan dipahaminya, yg paling berkesan pada Syekh Siti Jenar adalah kitab Haqiqat al-Haqa’iq, al-Manazil al-Alahiyah dan al-Insan al-Kamil fi Ma’rifat al-Awakhiri wa al-Awamil (Manusia Sempurna dalam Pengetahuan tenatang sesuatu yg pertama dan terakhir). Ketiga kitab tersebut, semuanya adalah puncak dari ulama sufi Syekh ‘Abdul Karim al-Jili.

Terutama kitab al-Insan al-Kamil, Syekh Siti Jenar kelak sekembalinya ke Jawa menyebarkan ajaran dan pandangan mengenai ilmu sangkan-paran sebagai titik pangkal paham kemanuggalannya. Konsep-konsep pamor, jumbuh dan manunggal dalam teologi-sufi Syekh Siti Jenar dipengaruhi oleh paham-paham puncak mistik al-Hallaj dan al-Jili, disamping itu karena proses pencarian spiritualnya yg memiliki ujung pemahaman yg mirip dgn secara praktis/’amali-al-Hallaj; dan secara filosofis mirip dgn al-Jili dan Ibnu ‘Arabi.

Syekh Siti Jenar menilai bahwa ungkapan-ungkapan yg digunakan al-Jili sangat sederhana, lugas, gampang dipahami namun tetap mendalam. Yg terpenting, memiliki banyak kemiripan dgn pengalaman rohani yg sudah dilewatkannya, serta yg akan ditempuhnya. Pada akhirnya nanti, sekembalinya ke Tanah Jawa, pengaruh ketiga kitab itu akan nampak nyata, dalam berbagai ungkapan mistik, ajaran serta khotbah-khotbahnya, yg banyak memunculkan guncangan-guncangan keagamaan dan politik di Jawa.

Syekh Siti Jenar banyak meluangkan waktu mengikuti dan mendengarkan konser-konser musik sufi yg digelar diberbagai sama’ khana. Sama’ khana adalah rumah-rumah tempat para sufi mendengarkan musik spiritual dan membiarkan dirinya hanyut dalam ekstase (wajd). Sama’ khana mulai bertumbuhan di Baghdad sejak abad ke-9 (Schimmel; 1986, hlm. 185). Pada masa itu grup musik sufi yg terkenal adalah al-Qawwal dgn penyanyi sufinya ‘Abdul Warid al-Wajd.

Berbagai pengalaman spiritual dilaluinya di Baghdad sampai pada tingkatan fawa’id (memancarnya potensi pemahaman roh karena hijab yg menyelubunginya telah tersingkap. Dgn ini seseorang akan menjadi berbeda dgn umumnya manusia); dan lawami’(mengejawantahnya cahaya rohani akibat tersingkapnya fawa’id), tajaliyat melalui Roh al-haqq dan zawaid (terlimpahnya cahaya Ilahi ke dalam kalbu yg membuat seluruh rohaninya tercerahkan). Ia mengalami berbagai kasyf dan berbagai penyingkapan hijab dari nafsu-nafsunya. Disinilah Syekh Siti Jenar mendapatkan kenyataan memadukan pengalaman sufi dari kitab-kitab al-Hallaj, Ibnu ‘Arabi dan al-Jili.

Bahkan setiap kali ia melantunkan dzikir dikedalaman lubuk hatinya dgn sendirinya ia merasakan denting dzikir dan menangkap suara dzikir yg berbunyi aneh, Subhani, alhamdu li, la ilaha illa ana wa ana al-akbar, fa’budni (mahasuci aku, segala puji untukku, tiada tuhan selain aku, maha besar aku, sembahlah aku). Walaupun telinganya mendengarkan orang di sekitarnya membaca dzikir Subhana Allah, al-hamduli Allahi, la ilaha illa Allah, Allahu Akbar, fa’buduhu, namun suara yg di dengar lubuk hatinya adalah dzikir nafsi, sebagai cerminan hasil man ‘arafa bafsahu faqad ‘arafa Rabbahu tersebut. Sampai di sini, Syekh Siti Jenar semakin memahami makna hadist Rasulullah“al-Insan sirri wa ana sirruhu” (Manusia adalah Rahasia-Ku dan Aku adalah rahasianya).

Sebenarnya inti ajaran Syekh Siti Jenar sama dgn ajaran sufi ‘Abdul Qadir al-Jilani (w.1165), Ibnu ‘Arabi (560/1165-638-1240), Ma’ruf al-Karkhi, dan al-Jili. Hanya saja ketiga tokoh tsb mengalami nasib yg baik dalam artian, ajarannya tidak dipolitisasi, sehingga dalam kehidupannya di dunia tidak pernah mengalami intimidasi dan kekerasan sebagai korban politik dan menemui akhir hayat secara biasa.

________________________________________________________________

KESALAHAN SEJARAH TENTANG SYAIKH SITI JENAR YANG MENJADI FITNAH adalah:

1. Menganggap bahwa Syaikh Siti Jenar berasal dari cacing. Sejarah ini bertentangan dengan akal sehat manusia dan Syari’at Islam. Tidak ada bukti referensi yang kuat bahwa Syaikh Siti Jenar berasal dari cacing. Ini adalah sejarah bohong. Dalam sebuah naskah klasik, Serat Candhakipun Riwayat jati ; Alih aksara; Perpustakaan Daerah Propinsi Jawa Tengah, 2002, hlm. 1, cerita yg masih sangat populer tersebut dibantah secara tegas, “Wondene kacariyos yen Lemahbang punika asal saking cacing, punika ded, sajatosipun inggih pancen manungsa darah alit kemawon, griya ing dhusun Lemahbang.” [Adapun diceritakan kalau Lemahbang (Syekh Siti Jenar) itu berasal dari cacing, itu salah. Sebenarnya ia memang manusia yang akrab dengan rakyat jelata, bertempat tinggal di desa Lemah Abang]….

2. “Ajaran Manunggaling Kawulo Gusti” yang diidentikkan kepada Syaikh Siti Jenar oleh beberapa penulis sejarah Syaikh Siti Jenar adalah bohong, tidak berdasar alias ngawur. Istilah itu berasal dari Kitab-kitab Primbon Jawa. Padahal dalam Suluk Syaikh Siti Jenar, beliau menggunakan kalimat “Fana’ wal Baqa’. Fana’ Wal Baqa’ sangat berbeda penafsirannya dengan Manunggaling Kawulo Gusti. Istilah Fana’ Wal Baqa’ merupakan ajaran tauhid, yang merujuk pada Firman Allah: ”Kullu syai’in Haalikun Illa Wajhahu”, artinya “Segala sesuatu itu akan rusak dan binasa kecuali Dzat Allah”. Syaikh Siti Jenar adalah penganut ajaran Tauhid Sejati, Tauhid Fana’ wal Baqa’, Tauhid Qur’ani dan Tauhid Syar’iy.

3. Dalam beberapa buku diceritakan bahwa Syaikh Siti Jenar meninggalkan Sholat, Puasa Ramadhan, Sholat Jum’at, Haji dsb. Syaikh Burhanpuri dalam Risalah Burhanpuri halaman 19 membantahnya, ia berkata, “Saya berguru kepada Syaikh Siti Jenar selama 9 tahun, saya melihat dengan mata kepala saya sendiri, bahwa dia adalah pengamal Syari’at Islam Sejati, bahkan sholat sunnah yang dilakukan Syaikh Siti Jenar adalah lebih banyak dari pada manusia biasa. Tidak pernah bibirnya berhenti berdzikir “Allah..Allah..Allah” dan membaca Shalawat nabi, tidak pernah ia putus puasa Daud, Senin-Kamis, puasa Yaumul Bidh, dan tidak pernah saya melihat dia meninggalkan sholat Jum’at”.

4. Beberapa penulis telah menulis bahwa kematian Syaikh Siti Jenar, dibunuh oleh Wali Songo, dan mayatnya berubah menjadi anjing. Bantahan saya: “Ini suatu penghinaan kepada seorang Waliyullah, seorang cucu Rasulullah. Sungguh amat keji dan biadab, seseorang yang menyebut Syaikh Siti Jenar lahir dari cacing dan meninggal jadi anjing. Jika ada penulis menuliskan seperti itu. Berarti dia tidak bisa berfikir jernih. Dalam teori Antropologi atau Biologi Quantum sekalipun. Manusia lahir dari manusia dan akan wafat sebagai manusia. Maka saya meluruskan riwayat ini berdasarkan riwayat para habaib, ulama’, kyai dan ajengan yang terpercaya kewara’annya. Mereka berkata bahwa Syaikh Siti Jenar meninggal dalam kondisi sedang bersujud di Pengimaman Masjid Agung Cirebon. Setelah sholat Tahajjud. Dan para santri baru mengetahuinya saat akan melaksanakan sholat shubuh.

5. Cerita bahwa Syaikh Siti Jenar dibunuh oleh Sembilan Wali adalah bohong. Tidak memiliki literatur primer. Cerita itu hanyalah cerita fiktif yang ditambah-tambahi, agar kelihatan dahsyat, dan laku bila dijadikan film atau sinetron. Bantahan saya: Wali Songo adalah penegak Syari’at Islam di tanah Jawa. Padahal dalam Maqaashidus syarii’ah diajarkan bahwa Islam itu memelihara kehidupan [Hifzhun Nasal wal Hayaah]. Tidak boleh membunuh seorang jiwa yang mukmin yang di dalam hatinya ada Iman kepada Allah. Tidaklah mungkin 9 waliyullah yang suci dari keturunan Nabi Muhammad akan membunuh waliyullah dari keturunan yang sama.” Tidak bisa diterima akal sehat.

Penghancuran sejarah ini, menurut ahli Sejarah Islam Indonesia (Azyumardi Azra) adalah ulah Penjajah Belanda, untuk memecah belah umat Islam agar selalu bertikai antara Sunni dengan Syi’ah, antara Ulama’ Syari’at dengan Ulama’ Hakikat. Bahkan Penjajah Belanda telah mengklasifikasikan umat Islam Indonesia dengan Politik Devide et Empera [Politik Pecah Belah] dengan 3 kelas:

1. Kelas Santri [diidentikkan dengan 9 Wali]

2. Kelas Priyayi [diidentikkan dengan Raden Fattah, Sultan Demak]
3. Kelas Abangan [diidentikkan dengan Syaikh Siti Jenar]

Wahai kaum muslimin…melihat fenomena seperti ini, maka kita harus waspada terhadap upaya para kolonialist, imprealis, zionis, freemasonry yang berkedok orientalis terhadap penulisan sejarah Islam. Hati-hati….jangan mau kita diadu dengan sesama umat Islam. Jangan mau umat Islam ini pecah. Ulama’nya pecah. Mari kita bersatu dalam naungan Islam untuk kejayaan Islam dan umat Islam.

(Serat She Siti Jenar Ki Sasrawijaya; Atja, Purwaka Tjaruban Nagari (Sedjarah Muladjadi Keradjan Tjirebon), Ikatan Karyawan Museum, Jakarta, 1972; P.S. Sulendraningrat, Purwaka Tjaruban Nagari, Bhatara, Jakarta, 1972; H. Boedenani, Sejarah Sriwijaya, Terate, Bandung, 1976; Agus Sunyoto, Suluk Abdul Jalil Perjalanan Rohani Syaikh Syekh Siti Jenar dan Sang Pembaharu, LkiS, yogyakarta, 2003-2004; Sartono Kartodirjo dkk, [i]Sejarah Nasional Indonesia, Depdikbud, Jakarta, 1976; Babad Banten; Olthof, W.L., Babad Tanah Djawi. In Proza Javaansche Geschiedenis, ‘s-Gravenhage, M.Nijhoff, 1941; raffles, Th.S., The History of Java, 2 vol, 1817),

by, Hasani Al Majawy

About these ads

69 Tanggapan to “Siapa Syekh Siti Jenar ? di balik fakta yang terbalik”

  1. Belma Says:

    penting yaa sejarah syekh siti jenar ??????
    memang sama malaikat munkar nakir ditanyakan itu ?????
    sayang amat waktunya…….mending buat ngaji alQur’an waktunya
    lumayan 1 huruf 10 kebajikan…….
    MUI aja sudah tercemari :
    1.berdasarkan Google maps mereka bilang arah kiblat kurang miring dikit……epeknya yang saya temui….sholat berjama’ah imamnya kiblatnya miring dikit makmum tetap lurus.emang gak batal berjama’ahnya kalau begitu..??????
    2. Syiah ajaran benar ….emang mereka(MUI) mau masuk mazhab Syiah ?????
    ternyata ucapan gusdur benar-benar terbukti……..
    ntar aza om sama Allah diputar semua rekaman mahluk hidup sela mereka hidup……sabar….ntar kalau sudah kiamat…….
    sekarang mari kita cari bekal akhirat sebanyak-banyaknya……setuju ??????

    • muntazer Says:

      Silahkan cari bekal akhirat sebanyak-banyaknya, tidak ada yang melarang bahkan sangat dianjurkan/diwajibkan tapi ingat cari bekal juga ada ilmunya, tidak sembarangan bekal. Kalo tidak tau bekal mana dan seperti apa yang harus dicari, maka akan sia-sia semuanya.
      مَنِ ازدادَ عِلماً ولَم يَزدَدْ هُدىً، لَم يَزدَدْ مِنَ اللَّهِ الّا بُعداً
      Ali bin Abi Thalib: Barangsiapa yang bertambah ilmunya tapi tidak menambah hidayah, maka ia akan semakin jauh dari Allah.

      Yang punya ilmu saja masih belum ada jaminan hidayah, apalagi yang tidak (alias oon)

  2. by anak kecil Says:

    assalamu alaikum. trimakasih atas pembabaran sejarahnya mas..

  3. Ki Ageng JJ Says:

    Rahayu

    mantab

    enderek nyimak

    • kiki raharja Says:

      yang terpenting apapun yang terjadi kita tawakal aza deh,
      perbanyak istigfar, tahajud, sodaqoh, shalt dhuha jagan percaya dukun/paranormal cukup alquran dan hadist untuk menuju hidup yang lebih baik………………………:>

  4. didinbledho/bisnis gratis Says:

    Assalamualaikum wr.wb
    Semoga tambah sukses.
    Terima kasih atas artikelnya.

  5. wahyu hidayat Says:

    sebuah pengetahuan itu amat penting,supaya kita tidak salah sangka.jangan pernah menilai orang lain sebelum kita melihat diri kita sendiri.terima kasih ya artikelnye cukup bagus.

  6. denny Says:

    assalamu alaikum wr wb bi karomati wa bi barokati wa bi hurmati aulia illah minal masyrik illa mghrib insya allah hasil maqosidana sebelumnya mohon maaf ikut komen di situs ini kalau menurut saya seih …. kita mencari ilmu itu dan menjalankan sesuatu igama tidak keluar dari 4 mazhab imam maliki,hanafi,safei,dan hambali dan pencarian hakekat itu juga mesti di berengin dengan syariat ,,,,, cari lah guru,habib,ustadz yg membawa ilmunya sayidina rosululloh .. carilah toriqoh yg mana didalemnya terdapat samudra syariat dan samudra hakekat … fiqih harus berjalan bareng dengan tauhid begitu juga kebalikan nya tidak dapat dipisahkan.
    nasehat guru pada saat saya menceritakan sejarah leluhur saya tentang pangeran achmad djaketra, dulu beliau bilang coba ceritakan sejarah nya..dan saya ceritakan sejarah, nasab dll lalu beliau berkata emang kamu makan bareng dengan pangeran achmad djaketra,tidur bareng dan bersama2 dengan nya coba anda kumpulkan 10 orang berbaris dan katakan sambung menyambung jangan makan babi nanti bisa2 yg menerima paling belakang bisa menjadi makan babi ….. intinya biarlah sejarah berjalan dengan versinya masing2 dan saling menghargai pendapat masing2 mau itu burk mau itu baik dan berprasangka baik saja dengan sejarah2 yg ada …. dan ambilah keberkahan dari orang alim itu adalah ahlaknya ,,,budi pekertinya ,,, dan pengetahuanya …. dan ajrkan lah kepada keturunan kita tetang budi pekerti ..jangan lah tertipu dengan mata dan daya khayal ….. yg akhirnya mengakibatkan kita keluar dari agama tanpa kita sadari ….. karena ujian seorang pesalik untuk mencapai hakekot itu ada ujian dua jalan yg pertama yaitu bisa jadi kufur dan fasiq dan akhirnya bisa keluar dari agama hati2 lah …..
    kurang lebihnya mohon maap kalau ada kata2 yg salah …. dan mohon untuk di koreksi sesungguhna aku adalah manusia yg paling hina dan sangat hina dan sangat hina penuh dengan khilaf …berda’wahlah dengan kadar dari pada keilmuwan ….seperti hal nya Allah menciptakan segala sesuatunya dengan ukuran2 dan tidak satupun meleset dari ukuran2 tersebut yg akhirnya merupakan rahmat bagi kita semua …..yuk mari kita sama sama mencari ajaran yg dibawa oeleh sayidina rosululloh …toriqoh yg terdapat akan samudra syariat dan samudra hakekot allahuma sholo a’ala sayidina muhammad ………

  7. SINGA BANTEN Says:

    Belma Berkata:
    4 Januari 2012 pukul 22:46 | Balas

    penting yaa sejarah syekh siti jenar ??????
    memang sama malaikat munkar nakir ditanyakan itu ?????
    sayang amat waktunya…….mending buat ngaji alQur’an waktunya
    lumayan 1 huruf 10 kebajikan…….
    MUI aja sudah tercemari :
    1.berdasarkan Google maps mereka bilang arah kiblat kurang miring dikit……epeknya yang saya temui….sholat berjama’ah imamnya kiblatnya miring dikit makmum tetap lurus.emang gak batal berjama’ahnya kalau begitu..??????
    2. Syiah ajaran benar ….emang mereka(MUI) mau masuk mazhab Syiah ?????
    ternyata ucapan gusdur benar-benar terbukti……..
    ntar aza om sama Allah diputar semua rekaman mahluk hidup sela mereka hidup……sabar….ntar kalau sudah kiamat…….
    sekarang mari kita cari bekal akhirat sebanyak-banyaknya……setuju ??????

    1.SOLAT ITU TERGANTUNG NIAT, YANG MENENTUKAN BATAL ATAU TIDA ADALAH ALLAH.
    emangnya yang membagikan pahala solat itu imam?????

  8. Joe chan Says:

    Salam
    Keselamatan keberkahan & kedamaian tuhan allah selalu limpahkan kpd
    Sesepuh ki Deadman
    Sesepuh hasani al majawy
    Dan kepada semua sesepuh_sedulur yg ada di kampus samudra ilmu hikmah ini yg dirahmati gusti allah swt

    “maaf sesepuh_sedulur semua baru masuk kampus lagi”

    Sesepuh hasani al majawi ikut nyimak semoga bermanpaat
    Terimakasih

  9. Belma Says:

    Singa Banten : sampean benar om…..sholat tergantung niat,yang menentukan batal atau tidak adalah Allah.
    Bilang Kanjeng rosul : hindari perdebatan karena perdebatan akan menimbulkan bibit permusuhan…
    ajaran orang tua saya : agama itu untuk dilaksanakan bukan untuk diperdebatkan.
    sekali lagi om singa banten sampean benar……..terimakasih

  10. Bogel Ahmd Zahrudin Says:

    kerend

  11. Mikokimo Says:

    muantep..

  12. Mas Eko Says:

    السلام عليكم ورحمة الله وا بركاته
    Salam kenal untuk semua…

  13. learningfromlives Says:

    good info..

    http://learningfromlives.wordpress.com/2012/01/09/maqamat-dan-ahwal/

  14. yusmi hartono Says:

    Saya mendukung syekh siti jenar

  15. kiki raharja Says:

    yang terpenting apapun yang terjadi kita tawakal aza deh,
    perbanyak istigfar, tahajud, sodaqoh, shalt dhuha jagan percaya dukun/paranormal cukup alquran dan hadist untuk menuju hidup yang lebih baik………………………:>

  16. kiki raharja Says:

  17. PADEPOKAN SUPRANATURAL DAN BENDA BERTUAH Says:

    Salam rahayu untuk semua

  18. PADEPOKAN SUPRANATURAL DAN BENDA BERTUAH Says:

    Salam rahayu untuk semua para sesepuh dan sedulur semua. Izinkan saya Ki Anom Suro dari Padepokan Supranatural dan Benda Bertuah, untuk sedikit berbagi sebuah riyadoh keilmuan beralirkan Ilmu Hikmah bernama “Azimah Sholat Sehat”.

    Keilmuan ini adalah sebuah riyadoh dan usaha kita, sebagai sarana untuk memohon kesembuhan dan dihilangkan dari segala hal negatif, atas izin dari Allah SWT.

    Keilmuan ini juga bisa dipakai untuk mengobati orang lain yang menderita penyakit medis, mau pun non medis.Untuk melakukan riyadoh keilmuan ini tidak perlu melakukan puasa atau pun ritual lainnya. Karena kunci dari Riyadoh Keilmuan ini adalah keyakinan dan keistiqhomahan. Berikut tata caranya:

    1. Lakukan sholat hajat 2 rakaat dengan niat
    USHOLLI SUNNATAN LITHOLABIS SEHAT ROK’ATAINI LILLAHI TA’ALA

    2. Selesai sholat, simpan 1 gelas air mineral di hadapan anda lalu baca:

    -ILA HADROTIN NABIYIL MUSTOPA RASULILLAHI SAW ALFATIHAH (baca Al-Fatihah 1x)

    -TSUMA ILA HADROTI MBAH KUWU CAKRA BUANA MA’AL KHODAMI MASJID AGUNG KASEPUHAN CIREBON SYAIU LILLAHI LAHUM AL-FATIHAH (baca Al-fatihah 7x)

    -TSUMA ILA HADROTI YA RIJALULLAH RUHI WAJASADI HABIB SYEIKH NUR ALI SUMUR PONDOK PESANTREN AL-FATIHAH (baca Alfatihah 1x)

    -Al-Fatihah 70x

    -Al-Ikhlas 70x

    -Al-Falaq 70x

    -AN-NAS 70x

    -AYAT KURSYI 70x.

    Sebutkan hajat dengan rangkaian kata masing-masing, kemudian tiupkan ke air mineral, minumkan lalu balurkan ke bagian badan yang sakit. Semoga bermanfaat.

    Ki Anom Suro
    supramistik@yahoo.com

  19. Thejavu Says:

    Trimakasih catatanya . . .

    Entah sudah tradisi atau memang hukum alam, dari dulu bila ada tokoh yang di anggap ‘ ngisruh ‘ dngan pola pikir yang bersebrangan atau ‘ merawankan ‘ pemahaman dan politik yang sedang di anut . . .

    Pasti deh titik titik . . .

    Tapi saya setuju, agama untuk di laksanakan , bukan untuk di perdebatkan . .

    Karena semakin kita merasa pintar, semakin pintar pula setan menunggangi kepintaran kita. . .

    Mungkin benar kata khalil gibran

    ” Sekat antara kepintaran dan kebodohan itu tipis, seperti benang laba-laba ”

    faktanya . . .
    sejarah selalu di robah dan di sesuaikan dngan ‘KEPENTINGAN’
    dari orang orang yang punya ‘TUJUAN’ . . .

    Betapa pandainya kita merasa BENAR dengan sebuah TEORI yang kita YAKINI . . .

    Dan betapa BODOHnya kita harus dengan cara EMOSIONAL karena MENGEUKEUHKAN apa yang kita YAKINI . . .

    • iswara wijaya Says:

      @Thejavu Salah : sesungguhnya di dunia in tidak ada orang bodoh …….semuanya orang pandai sesuai bidangnya masing masing ,………………..

      Memang fakta sejarah telah di putar balik seperti , kematian Syekh siti jenar , kematian Ki ageng Pengging Ayah jaka Tingkir , Runtuhnya Majapahit , itu 400 Th yang lalu , Bahkan jaman Tahun 1965-1966 tentang G 30 s PKI saja sudah di putar balik koq , karena Supersemar sebaga Satu2nya Bukti dikatakan hilang oleh Presiden Suharto yang kala itu menjabat setelah tergulingnya orde lama Bung Karno ,
      untuk Supersemar yang sekarang diajarkan Disekolah2 itu adalah diblikat dan sekaligus Palsu

      nb : Supersemar Adalah Surat kuasa pengalihan pemerintahan SEMENTARA Dari Presiden Soekarno kepada Soeharto, sesungguhnya yang di beri mandat adalah Ahmad yani atau Nasution . tetapi pada waktu itu Jendral Ahmad yani sedang melaksanakan tugas dan , sekaligus menjadi korban G30 sPKI

      kenapa bukan soeharto karena pada waktu itu soeharto belum menjadi jendral………………
      lha terus kenapa koq yang menjadi pengemban supersemar koq soeharto ,……..lha itu yang tidak boleh di bicarakan karena berkaitan dengan Luar negeri , bahaya dan juga ceritanya sangat panjang karena merupakan sejarah yang di tutup……….jadi kalau menyikapi sejarah harus hati2 , kita harus meninggalkan Agama Dulu , anggap saja Agama untuk hubungan Pribadi Antara Manusia Dengan Tuhan gitu ,

  20. Syibli Says:

    Assalamu ‘Alaikum WR. WB
    Saya salut dengan anda yang erupakan salahsatu dari sedikit orang yang mau meluruskan sejarah yang dibelokkan yang mungkin untuk kepentingan politik pada masa tsb..
    Saya adalah orang yang sangat mengagumi sosok Syekh Siti Jenar, Sang Pangeran Sejati…sebagai salahsatu diantara para Wali yang telah Fana’ fil-Lah
    Namun perlu juga sedulur renungkan bahwa ajaran ini tidak untuk diberikan pada ummat yang masih awwam, melainkan yang telah kokoh aqidahnya sehingga nantinya tidak salah arah. Ajaran ini merupakan “perbincangan” atau diskusi kaum Khusus-il Khusus.
    Jika dilihat dari sudut pandang awwam tentulah perihal ini melenceng dari aqidah, namun jika dilihat dari mata Khusus-il Khusus maka tiada kata lain selain SHIDDIQ!! dan SHIDDIQ!!.
    Berkenaan dengan hal tersebut, bisa dibayangkan kondisi kultural masyarakat kita dahulu yang masih kental dengan budaya Hindu dan Buddha serta masih sangat dangkal aqidahnya kemudian diajak untuk menyelami makna sakral ILLah ini, niscaya mereka pasti akan lari ke musyrik dan khurafat. Saya tidak mengatakan jika diri saya telah sampai pada maqam para wali untuk kemudian memperbincangkan hal ini, namun saya hanyalah salahsatu Darwisy yag sangat menjunjung tinggi perihal ini untuk tidak diungkapkan secara sembarangan kepada siapa saja dengan pertimbangan kekokohan aqidah yang berbeda.
    Namun pun dari pada itu, saya kembalikan seluruh hikmah kehadiratNYA serta shalawat dan Salam kepada Sayyidina Rasulullah SAW……..”Man ‘arafa nafsahu Faqad ‘Arafa Rabbahu, Man ‘Arafa Rabbahu Faqad ‘Arafa Imamuhu, Man ‘Arafa Imamuhu Faqad ‘Arafa SIRRUHU…

    Wallahu ‘alam Bishawab
    Wassalamu ‘Alaikum WR. WB

  21. Wong Losari Says:

    Saya setuju dengan komentar Sybli (diatas) benar untuk ajaran yang dianut Seh Siti Jenar tidak baik untuk disampaikan pada pemula: khususnya yang baru ngertia tentang rukun Islam dan iman saja. apalagi pada orang yang suka mengaku bersih dengan jenggot dan celana ngatungnya. cuma ngerti baru tatanan sarriat saja, karena ajaran Islam itu ada tigkatan Yaitu: Sariat, Toriqat, Hakikat dan Ma’rifat.

  22. Wong Losari Says:

    Terima kasih kepada Padepokan dan benda bertuan:

    Mohon ijin untuk mengamalkan amalan tersebut diatas

  23. sasa Says:

    kalo kaga salah siti jenar itu muka asli mirip sama pahlawan prok lamator..bergabung dng kali deres.sama nyai kumbang.kali jati yang ada di aliran gunung bromo sangga buana aslinya daerah curug cigentis dia masih idup bisa di lihat oleh yang punya ilmu kodam aljihik….orang yang masuk ke alam goib

  24. sasa Says:

    kota mistik ilahi adanya di gng bromo aslinya adl gng sgga buana tempat pemandian asma pnggunya syek siti jenar bersama nyai kumbang kali deres kali jati bone bone adany kerajaan awan biru kalo tidak prcaya tnya lwat goib klo ada ngrti goib pasti tau….

  25. johnimo Says:

    selamat atas usaha anda,utk mengungkap siapa syekh siti jenar yg sebenarnya,benar tdk nya hanya ALLAH yg tau,,,,tp perlu anda ketauhi marifatullah bukanlah di bicarakan seperti tabliq akbar,seminar,kutbah atau pun lainya,,,,,,(akantetapi secara pribadi antara guru dan murid) kan sdh disebutkan,, ALLAH adalah rahasia manusia dan manusia adalah rahasia ALLAH……wassalam

  26. tadik haryanto al_mukaromah Says:

    maha besar engkau ya allah ternyata masih ada penerus _penerus beliau

  27. ari Says:

    kenpa? film yng salah yang beredar sampai skarang tidak diluruskan kasian donk buat negri kita jadi fitnah… smoga yang mefitnah dapat balasadari allah… amien..

  28. Sumber Says:

    Kl pingin sprt Kanjeng Syaikh Jenar, alangkah baiknya ya ikuti tahapan2 ilmu yg dipelajari beliau, komplit modalnya, tdk ambil…….nya sj.

  29. Candra Aji Prabowo Says:

    like this

  30. dado Says:

    Knpa anda sholat ke arah batu(Ka’bah)?bukankah itu sama saja anda menyembah batu?batu yg anda sembah buatan manusia, kalo mau anda menyembah batu sembahlah batu diatas gunung2 itu akan lebih mulia, karena tangan Tuhan yang menciptakannya.

  31. Patramantra Says:

    -Sebelum Nabi Muhammad menentukan arah kiblat yg sama. Para penganutnya bebas menentukan arah hadap dalam mengerjakan sholat.
    -Ka’bah hanya sebagai titik kesamaan arah kiblat dalam sholat (secara pisik), hal ini agar tdk terjadi pertikaian sesama umat Muhammad berkenaan dg arah kiblat saat mengerjakan sholat dikemudian hari. Sekaligus untuk mengingat ajaran nabi Ibrahim. Dalam artian Nabi Muhammad meneruskan dan meluruskan/memurnikan kembali ajaran Nabi Ibrahim yang telah memudar pada masa itu.

  32. uyiez Says:

    dado: itu juga yang menjadi pemikiranku ampe sekarang…so kita berarti sholat menyembah batu ka’bah? dalemnya ka’bah kan batu hmmm….ada yg bisa menjelaskan?

  33. hamba yang berusaha menjadi yang lebih baik Says:

    Wallahu’alam Bishowab…
    emang bnr ngapain kita berdebat tentang bgituan,,,emang c sejarah perlu biar kita g salah langkah,,,,tpi apa kita sendiri dah bnr” melakukan apa yg diperintah oleh Allah….kya solat 5 waktu aja bnyak yg pada ninggalin,,,,apa kita g berfikir…kita mau ampe tau sejarah para syekh” jga klo kita melanggar perintah Allah apa kita termasuk orang” yg beriman,,,g to….banyak” ber istgfar aja inilah kehidupan didunia……kaloQ sendiri c Q pasrahkan saja sama yg kuasa (Allah) maha segala”nya…..apalgi ilu kita g sampe segitu,,,takut kita g tau mlhan tar jdi sesat sendiri,,,,solat yg alfatihah saja kadang bnyak yg belum bsa koq,,,,mv ni sebelumnya……mnding kita instropeksi diri kita masing” apa kita dah bnr” menjalankan perintah Allah gt jha dah cukup….

  34. andy Says:

    nah dah jelas emang..dari artikel diatas tentang syekh siti jenar…knapa sekarang jdi mslah kiblat yg dibahas…..dunia ini dah makin tua knpa kta hrus berdebat tentang agama, jangan sampai kita diadu domba ama orang” kafir…..mnding kita solat n melaksanakan perintah” Allah,,kita dah gede bsa tau mna yg baik mna yg buruk….

    • iswara wijaya Says:

      orang baik itu tidak akan pernah berkata kafir atau mengkafirkan sesuatu ,……karena semua adalah ciptaan Tuhan,…….
      tidak ada orang kafir di dunia Ini ………….

      .

  35. Jawian sufism Says:

    Kpd sdr dado n uyiez.ka’bah itu arah kiblat,bukan ssuatu yg di sembah.tak ada satu muslimpun yg br iman menyembah ka’bah,mereka menghadap ka’bah sbgmn rosululloh mghdp k’bh.itulah ktntuan yg ada dan sah,spt solat subuh knp 2 rkaat,dsb..

  36. Abufatah Says:

    ﺑﺴﻢ ﷲ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ
    Assalamualaikum wr wb
    alhamdulilah ana dpt pencerahan dlm room ini
    ini dan insya allah room tambah semarak.
    Dan diberkahi amin.
    Shollu ala nabi allahumma sholli ala sayyidina
    Muhammad wa ala sayyidina Muhammad

  37. umam789 Says:

    banyak jalan menuju roma kebenaran milik allah.

  38. ama abuy Says:

    assalaamu’alaikum
    ajaran tasawuf ialah ilmu sejati..

  39. gun's suksbumi Says:

    assamuallaikum wr wr alhamdulillah sudah terungkap semua sejarah penyebaran islam di nusantara

  40. anti fks2i Says:

    ki dead man kapan postingan penerimaan konsultasi oleh si afi corey alias mengaku magelung sakti palsu dihapus!!! karena si alfi corey penipu kagak ada ilmunya

    lihat muka si alfi coreng/ sialfi corey/ si penjilat/si penipu tidak sedap di pandang mata

  41. condol.kdw Says:

    itulah bedanya sari’at dan ma’rifat.

    membaca orang lain ………………..

    membaca diri sendiri ………………….

  42. cindy kirana Says:

    jangan usil pada orang lain.uruslah diri sendiri.

    benar,jujur,sabar lan nerimo === ihklas . By lemah abang

  43. sukmajati ragajati rasajati Says:

    bi kana bi kun fayakun

  44. lidah pahit Says:

    Ass.
    Sy sampaikan Mengenai tauhid sejati.
    Allah. — Muhammad
    Sifat. — Zat
    Batin. — Lahir
    Kun. — Fayakun
    Dst. ..

    Maqom Haq ada di hati, halal di Hati, Haram diucapkan (kebenaran yg sebenarnya) dalil; sempurnanya manusia hanya di niat.

    Wss. Salam sejahtera u adinda jenar

  45. warnobrebes Says:

    Namanya juga sejarah, di tulis oleh yang berkuasa pada waktu itu.
    Kalau yg berkuasa berganti maka cerita bisa berubah.
    Ahlan wa Sahlan.

  46. Tak Bernama Says:

    Bila diantara Anda ada yang ingin menyelami kedalaman pemahaman Syekh Siti Jenar, saya bersedia kirimkan buku tentang Guru Sejati yang dapat memberikan petunjuk Cahaya dan Suara Bathin, petunjuk awal pintu gerbang bathin mengenali kesejatian diri Anda. Silahkan SMS ke 0817 689 3113. Buku (edisi bahasa Indonesia) dikirimkan gratis sampai ke alamat Anda tanpa embel apa-apa.

    Tersedia juga buku yang membahas syair pujian Jalaluddin Rumi kepada Gurunya, berjudul “Shams-e Tabrizi” (khusus bagi pembaca yang menguasai bahasa Inggris, sebab belum diterjemahkan). Buku ini juga gratis dan dikirimkan dalam jumlah terbatas.

    • indra Says:

      ass. sy minta dikirimi tentang pemahaman syeh siti jenar
      alamat saya Jl ,Perikanan Darat Rt. 17 Rw. 06 Desa Tenggarang Kabupaten Bondowoso Jawa timur indrakusuma atmaja/yolanda ferry saba trims.

  47. Mas Eko Says:

    Saya juga berminat pak…

    • eko hadi Says:

      sebenarnya saya tidak tahu siapa beliau..apa,kenapa,mengapa dan bagaimana beliau,,saya tidak tahu,,karena saya tidak mengerti semua yang ada sekarang…membahas yang sebenarnya hanya allah swt yang mengetahui apa yang kita ketahui…mohon bantuannya ya….

  48. Didien (@Didien79) Says:

    uraiannya logis ,,,, walo source nya blm sempet telusurin … could someone here ? hehehe …. saya menyimak komen2 disini deh

  49. mohamad irwan Says:

    Postingannya sangat bermanfaat, terlepas benar atau tidak itu sangat manusiawai, yang penting ada poin yang sangat bisa saya percaya. Islam itu sangat rasionla dan bisa dibuktikan keuniversalannya, tetapi kadang sebagian umat lebih mempercayai hal2 yang bersifat metafisika. Sitijenar adalah seorang sufi aliran bebas yang menjadi kurban fitnah dari segolongan kaum yang merasa tereancam pengaruhnya dikalngan umat…..sehingga versi cerita yang beredar menjadi negatif. Orang yang didewakan akan selalu positip apapun yang terjadi padanya. ambil contoh saja peristiwa yang baru2 ini terjadi ( maaf ), ketika makam gus dur amblas dan kelihatan kain kafannya, berita dan cerita masyarakat tetap positip, tetapi seandainya makam pak harto yang amblas maka ceritanya akan lain bahkan ceritanya akan sangat negatip. Kebesaran dan kebaikan nama tokoh disini semakin lama akan terdistorsi oleh kepentingan politik dan isme…..untuk menapak tilasi sejarah siti jenar tidak semudah yang kita bayangkan, tidak cukup dari referensi buku saja, tetapi fakta penukusuran di lapangan juga sangat dibutuhkan. Hasilnya disamping akan mengundang polemik dan berdebatan adalah suatu resiko karena budaya masyarakat kita yang lebih mempercayai kabar dari mulut daripada data dan fakta. mohon kritisi jika saya salah…

    dado n uyiez@ kayaknya tema di blog ini adalah sitijenar bukan masalah kiblat…..Tapi akan saya jelaskan jika anda tidak mengerti tentang ka’bah sebagai kiblat sholat…..ka’bah itu adalah kiblat/titik arah sholat dan tidak ada hubungannya dengan batu hajar aswat. Anda salah jika mengatakan didalam ka’bah itu bati, itu ruangan kosong hanya ada lampu2 saja…..didalamnya tidak ada kegiatan keagamaan. Ketika jaman rosululloh kiblat sholat umat islam pernah ke masjidil aqsha….Umat islam jika sholat desertai dengan gerakan dari berdiri, ruku’, sujud dan duduk….tidak seperti umat nasrani yang hanya berupa doa dan pujian saja sehingga mereka cenderung lebih statis. coba banyangkan jika tidak memiliki kiblat, orang islam akan sholat dengan mengadu kepala dan saling berpandangan satu sama lain…..itu akan mengurangi kekhusu’an bahkan bisa membatalkan sholat.Saran saya jangan berkomentar jika anda tidak faham tentang islam, itu memancing keributan, jika anda suka keributan cari saja di jalan atau pasar dan pusat keramaian, pasti anda segera menemukan musuh dan anda bisa terkenal seorang jagoan dan pemberani…..salam ukhuwah

  50. Bambang Says:

    Jika dilihat dari cerita sejarah tntang perpecahan dlm islam sdh trlihat sejak wafatnya baginda rasul dan puncaknya pd pristiwa pembunuhan trhdp hasan dan husein , dan mnjadikan pristiwa tsb sbg sejarah paling kelam dlm islam , maka wajarlah cerita tntang rasulullah ketika akan dicabut nyawanya , beliau brtanya kpd izrail mngenai bgaimana dgn umatnya , dikarenakan pemikiran beliau tntang prpecahan yg akan timbul stelah kmatiannya ( wafatnya ) . Untuk itu saya pribadi mnyarankan kpd saudara2 saya yg satu aqidah islam utk slalu tgakkan sholat , mmbaca alquran dan trjemahannya ( yg muhkamat / nyata bukan yg mutasyabihat / gaib ) serta amalkan sunnahnya baginda rasulullah yg kita sesuaikan dgn kmampuan diri kita ( sesuai batasan diri kita ) sbgai mnusia biasa lalu para wanita mnjaga wanita ( saling mnasehati ) wassalam .

  51. Hidayat Says:

    sejarah adalah guru,yg harus di gugu dan di tiru (kebaikannya)

  52. dina Says:

    mohon bantuan nya…apa nama surah yang dibaca syeikh siti jenar ketika mengingatkan sunan kalijaga…? (lihat di youtube : Syeikh Siti Jenar and Sunan Kali Jaga). brdurasi 2:34 menit. aku tunggu balasannya, terimakasih.

  53. Cah Angon Says:

    SALAM KENAL UTK SEMUA SAUDARA SEBANGSA & SETANAH AIR.

    INI ADA VERSI LAIN LAGI TENTANG EYANG SITI JENAR MOHPN DITELAAH LEBIH LANJUT, DI CEK MELALUI PARA KYAI SEPUH ATAU MURID PARA WALI SAAT INI.

    EYANG SITI JENAR & EYANG KALIJOGO SEBENARNYA ADALAH SATU ORANG YANG SAMA.
    EYANG KALIJOGO ADALAH WALI YG MEMILIKI KEMAMPUAN PENYAMARAN YG TINGGI, KEAHLIAN BERDAKWAH DIMANAPUN BELIAU BERADA SELALU BISA DITERIMA, BELIAU SELALU MENGEDEPANKAN TANGAN KANAN DR PD TANGAN KIRI, BNYK YG TDK SADAR KLO SDH DI TOLONG / DI BANTU OLEH BELIAU, SEHINGGA BNYK YG MENGENALINYA SBG ORG LAIN.

    SEMOGA MENAMBAH WAWASAN.
    MERAH DARAHKU, PUTIH TULANGKU.
    CAH ANGON

    • iswara wijaya Says:

      bukan mas , Syekh siti jenar dan Kanjeng Sunan Kalijaga bukan satu tetapi 2 orang ,……….
      kalau syekh siti jenar dari kawulo alit dari Cirebon, kalau Kanjeng Sunan Kalijaga masih ada darah keturunan Raja Majapahit kalau ga salah Brawijaya 4 , Putra Dari Bupati Tuban

      trima kasih atas infonya :, supaya ga ada lagi simpang siur karena mas sejarah Syekh siti jenar dan Runtuhnya kerajaan Majapahit Sudah Di putar balik,

      jangankan 400 Thun yang lalu , jaman G30 s PKI saja sejarahnya sudah di Putar Balik koq mas ,…………
      karena Supersemar yang menjadi satu2nya Bukti kebenarannya Hilang ketika pemerintahannya Suharto

      supersemar yang di ajarkan di sekolah2 selama lebih dari 30 Th itu dublikat yang Palsu

      jadi harus hati2 kalau menyikapi sejarah harus tinggalkan dulu Agama , Karena penyebaran Agama Islam Di nusantara memang tergolong memalukan , karena secara realita kerajaan Majapahit Di serang oleh Demak yang sebenanya masih Putra Prabu Brawijaya V Sendiri , dan cara berperang pun secara memanfaatkan Grebek Mulut yang di hormati orang hindu sebagai Hari tenang untuk umat Islam

      tetapi juga kita Sebagai Umat Islam Atau pun Non Islam tidak boleh menjelek-jelekan Agama Satu Sama Lain

      karena semua ini Bukan soal Agama , melainkan sejarah yang berkaitan dengan penyebaran Agama

  54. iswara wijaya Says:

    benar kata Prabu Brawijaya V bahwa nanti suatu saat banyak orang yang menyembah Bumbung batang kayu kangkung , kosong mlompong , hanya menyembah asmanya tanpa mengetahui wujudnya …………………………….

  55. Lina Says:

    Pengetahuan yg cukup bagus dan bermanfaat, semoga akan membukakan hati dan pikiran kita lebih jernih lagi. Menerima segala sesuatunya dengan bijak, ketika kita telah melakukan apapun itu, baik ataupun buruk, itulah kehendakNYA, supaya kita bisa terus belajar dan belajar untuk menjadi yang lebih baik. Jgn pernah mau hancur karena kita melupakan sejarah, karena dari situlah kita ada. Dan sejarah merupakan petunjuk bagi kita untuk bergerak menuju yg lebih baik, tidak mengulangi sesuatu yg buruk yg pernah ada di masa lalu, tp juga meneruskan sesuatu yg sudah terbentuk dng baik untuk menjadi yg lebih baik itulah manfaat mengetahui sejarah. Terimakasih banyak atas artikelnya, saya termasuk orang yg menerima manfaatnya, terimakasih..

  56. sayyid muhd Says:

    ana hairan benar melihat ada komentar membalas selepas menbaca sejarah yang tertulis ini ada lah sejarah saorang yang dulu nya, hairan ada yang komentar seperti yang dia ada lah benar tapi apa, adakah pernah mereka ini melihat wajah bertemu Siti jenar atau sheikh lemah abang,????, dan keimanan nya sampai kemana ??? Iblis dan Syaitan belum bertemu dgn mata kepala yang nyata , apa lagi Rasullullah dan yang lain lain, teruma kasih

Komentar Sobat KSIH

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.244 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: