Archive for Maret, 2011

ILMU PENGLARISAN

31 Maret 2011

Ilmu Penglarisan warisan leluhur ini bisa diamalkan oleh siapa saja
khususnya para pedagang kecil. (Pedagang kaki lima, pemilik
warung,penjual rokok,bakso keliling,dll ) agar apa dagangannya laris
dapat untung bahkan bisa berkembang,penjual bakso siapa tau bisa jadi
juragan bakso.Namun untuk meraih itu dibutuhkan usaha yang gigih baik
lahir maupun batin,untuk bekal segi batin.

Anda dapat membuat kantong penglaris, dengan tatacara dibawah ini:
Puasa Mutih 7 hari Tapa pati geni 1 malam,siapkan kantong putih dari kain mori putih, dan dalam kantong tersebut anda isi 7 buah bunga kantil,selama pati geni bacakan mantra berkali-kali,setiap jatuh 100x tiup kantong tersebut
sebanyak 7x, lakukan hingga ritual pati geni selesai. Setelah usai
ritual maka kasih penubusan, kantong itu isilah 1 buah koin uang
Rp.100,- lebih utama uang koin lama yang ada gambar gunungannya, maka
setiap akan berangkat jualan baca mantra dan doanya lalu kantongi
kantong penglaris itu yang sudah anda rituali dan tebus. Dan inilah
doanya:

Bismillahirrohmanirrohiim,
“Ajiku Bebakulan,Tak Watek RejekiKu-mantil,Sronoku Kantong Penglaris, Tumeko-o Sandang Panganku,Sih Lulut Kun Katut Dening Aku Kabeh Wong Sabuwono,Wong Sakuto,Wong Sadeso, Gedhe Cilik, Tuwo Anom, Lenang Wadon,Podho Ngrubung, Podho Kesengsem,Nglarisi Dagangaku,Berkah Kersaning Allah Ta’ala”.

Agar lebih meningkat daya penglarisnya,lebih utama ditambahi dengan
bacaan salawat sebagai berikut:

“Bismillahirrohmanirrohim, Allaahumma shalli wasallim ‘alaa sayyidinaa muhammadin qad dlaaqat hiilatii adrriknii yaa rasuulallaah.”

Salawat tersebut dibaca sekali usai menunaikan sholat lima waktu.
Catatan: Bunga kantil yang didalam kantong tersebut gantilah setiap
malam 1 muharam/suro dan uangnya cukup dibersihkan dengan air jeruk
nipis. Semoga ini bermanfaat bagi saudara-saudara yang mau berikhtiyar
membuat piranti penglarisan sendiri.SEMOGA BERMANFAAT,Amien….

by, abi ne frizza

DOA CARA MELEPASKAN TELUH

31 Maret 2011

Lakukan sholat sunah 2 rekaat, dengan niat.usholi sunatan litholabis sehati rokataini illahita ala..
Setelah salam tawasullah…setelah selesai.
Bc.alfatiha.111x
al ikhlas.111x.al falaq 111x.an nas 111x ayat qursyi 111x.bismillahi 3x tahan nafas.lahaulawalaquwatailla billahil ali yil adzim.1x tahan nafas.ALLAHU AKBAR 3x tahan nafas.tutup lah dengan doa selamat.

ALLAHUMMA ANTAS SALAM WA’A LAIKA YAUDZU BISSALAM WA’AD HILNA JANNATA DAROS SALAM TABAROKTA ROBBANA WA’TA ALAIKA YA DZAL JALALI WAL IKROM.21x.

Saratnya sediakan 1lt air aqua.masukan kedalam air tersebut 7 kuntum bunga melati yg belum mekar(kuncup).olesilah botol aqua tersebut dengan miyak zafaron.letak kan air aqua tersebut di depan saat kita sholat dan wirid jangan lupa buka tutupnya. Setelah wirid selesai tiuplah 3x.setelah itu letak kan telapak tangan kita di mulut btl,tarik nafas dalam2tahan sekuat kuatnya bayangkan kita menyalurkan energi kita…selesai minumkan lah insyallah mustajab…doa ini umum untuk sakit apa aja.teluh.lepas susuk dll @@@ aemoga bermanfaat,Amien……

by, abi ne frizza

Kesadaran Batin vs Dominasi Raga

31 Maret 2011

Sebagian orang tidak mengetahui kapan dirinya akan mati, namun hal ini bukan berarti sukmanya juga tidak tahu. Melainkan raganya saja yang ndableg, alias mata batinnya tumpul akibat dominasi “mata ragawi” yang ada pada dirinya. Tak ada kesinambungan antara kesadaran sukmanya daya respon raga untuk menerima informasi berupa sinyal-sinyal kematian dari sang sukma. Dapat diperumpamakan setiap orang memiliki “kabel” penyambung antara raga dengan sukmanya, yang berfungsi untuk mengirimkan data informasi “rahasia gaib” dari sang sukma untuk diterima oleh raga melalui kesadaran otak kanan, lalu dicerna oleh otak kiri. Kesadaran rasa-sejati, dikirim kepada sukma sejati, lalu dikirim lagi kepada jiwa, dan diterima oleh raga. Banyak kendala  menghambat proses pengiriman informasi tersebut. Di antara penyebab utama tumpulnya kesadaran ragawi atau raga tak mampu membaca sinyal-sinyal dari sang rasa-sejati dan sukma-sejati adalah sbb;

  1. Seseorang tidak suka mengolah batin, mempertajam nurani, melatih kawaskitan. Akibatnya kesadarannya didominasi oleh kesadaran ragawi saja. Di satu sisi kekuatan batinnya tidak diberikan kemerdekaan untuk berapresiasi, dan di sisi lain kesadaran batinnya tak bisa berkembang karena telah dibelenggu oleh berbagai kekuatan koloni di antaranya ; referensi “katanya”, jareneceunah ceuk ceunah, konon. Hal itu membuat diri pribadi tak pernah sungguh-sungguh merasakan betapa tuhan sungguh LEBIH DARI SEKEDAR Mahapengasih-penyayang, lebih dari sekedar Mahaadil.
  2. Mengumbar nafsu ragawi, sehingga bukannya nuruti kareping rahsa (rahsa-sejati),  tetapi lebih cenderung nuruti rahsaning karep. Pribadi yang nuruti rahsaning karep/mengumbar nafsu, biasanya berkarakter temperampental, suka jalan kekerasan fisik (okol), pendek akal, mudah emosi, gampang mencaci dan omong kasar, suka merendahkan dan menghina orang lain yang beda pendapat (antitoleran), apalagi jika berhubungan dengan keyakinan. Menyukai 3G, yakni golek menange dewe, golek butuhe dewe, golek benere dewe. Atau 3,5 G, yakni ditambah seneng golek-golek mungsuh.
  3. Memiliki skor tinggi dalam menghafal suatu referensi, tetapi salah menafsirkan makna tersirat/hakekat dari referensi itu. Seseorang tanpa sadar memahami suatu ajaran hanya berhenti pada kemampuan hafalan dan harfiahnya saja. Tapi lupa bahwa hafalannya harus dipraketkkan dalam kehidupan sehari-hari kepada seluruh mahluk tanpa pilih-pilih kasih. Akhirnya tipikal pribadi demikian sangat terbiasa mengukur kedalaman ilmu seseorang hanya berdasarkan banyaknya hafalan dan referensi buku yang digunakan. Ini jelas tidak keren. Apalagi saya ini, semakin banyak baca semakin banyak lupa… J
  4. Nol  besar dalam praktek suatu nilai kebaikan. Atau kebaikan yang dilakukan penuh pamrih (termasuk pamrih pahala dan takut dosa). Bukan atas dasar keikhlasan dan rasa kasih sayang tanpa batas. Sikap kasing sayang kepada Tuhan, konsekuensinya harus diwujudkan dalam bentuk sikap penuh kasih sayang kepada seluruh mahlukNya tanpa pilih kasih.  Soal keyakinan, beda pendapat sih wajar, tapi manusia tak perlu membunuh dan mencederai orang lain, biarkan saja Tuhan Mahahakim yang menghakiminya. Jika hal ini kita terapkan bersama secara kompak dan konsisten dalam praktek kehidupan sehari-hari, maka perang berdarah di muka bumi ini akan segera berubah menjadi kedamaian dan ketentraman dunia.  Saya rasa Tuhan lebih menyukai ketentraman dan kedamaian daripada peperangan sekalipun si haus perang mengklaim atas nama Tuhan. Karena perang sudah menjadi kegemaran si pemilik perusahaan alat-alat perang. Kalau gak ada perang produknya gak laku. Makanya, siapapun pencipta alat perang dan yang menggunakannya atas dalih apapun tentu saja termasuk sikap melawan hukum alam. Bukankah alam semesta ini terjadi oleh suatu hukum keseimbangan alam yang sedemikian harmonis,berbeda-beda tetapi saling membutuhkan dan saling melengkapi. Manusia “bermata dua” agar supaya bisa melihat kebenaran secara lebih obyektif. Agar mau melihat kebenaran dari berbagai sisi dan sudut pandang yang berbeda-beda. Tapi orang yang “bermata satu” alias dajjal, bisa digunakan sebagai kiasan bagi pribadi yang maunya hanya melihat sesuatu dari satu sisi dan satu sudut pandang saja. Orang lain yang berdiri di sisi dan sudut pandang lainnya dianggap musuh. Padahal dimensi planet bumi yang bulat maupun jagad raya ini terdapat milyaran bahkan trilyunan sisi dan sudut pandang yang berbeda-beda. Begitulah kiranya sikap yang lebih menentramkan dalam memahami Kemahaluasan Tuhan yang terasa tiada batasannya. Tapi otak kiri kita bisa saja memungkiri noumena di atas dengan menciptakan konsep ketuhanan menjadi teramat sempit yang terasa menyesakkan dada, pusing kepala, dan bertentangan dengan nurani paling dalam.

by, muhammad rivai anwar

Amalan saidina Ali KW sebelum perang Badar

26 Maret 2011

Sehari sebelum perang Badar, Saidina Ali KW (Imam Ali AS), bermimpi bertemu dengan Nabi Chaidir. Kemudian Imam Ali AS, bertanya kepada Nabi Chaidir, “Wahai Nabi Cahidir, tolong ajari aku amalan yang dengannya aku dapat mengalahkan musuh-musuhku, Nabi Chaidir menjawab,”bacalah Ya Huwa Ya Man laa Huwa Illa Huwa; Wahai Dia Wahai tiada dia selain Dia”. Esok paginya Imam Ali bertemu Rasulullah dan menceritakan perihal amalan tersebut. Rasulullah berkata,” Wahai Ali engkau telah mendapatkan “Asma’ Al a’zham”.

by, almuntazar

AHLI IBADAH VS NAFSU AMARAH

26 Maret 2011

Dahulu kala, ada seorang ahli ibadah yang taat menyembah Allah dalam masa yang lama. Lalu datang suatu kaum kepadanya, mereka berkata, ”Di sana ada suatu kaum yang menyembah pohon selain Allah SWT.”

Demi mendengar berita itu, ia sangat marah. Ia segera mengambil kapak dan memikulnya pada lehernya, lalu bergegas mendatangi pohon itu untuk menebangnya.

Namun iblis menemuinya dalam rupa seorang tua. Iblis bertanya padanya, ”Hendak ke manakah engkau?”

“Aku mau menebang pohon itu,” jawab ahli ibadah itu.

Iblis berusaha mencegahnya, ”Bagaimana engkau ini. Itu berarti engkau meninggalkan ibadah dan kesibukan dirimu. Engkau mencurahkan tenaga untuk urusan lain.”

”Ini termasuk ibadahku.”

Lalu Iblis menghalanginya, ”Aku tidak akan membiarkanmu menebangnya.”

Maka ahli ibadah itu menarik iblis dan membantingnya ke tanah, dan menduduki dadanya.

Iblis memohon padanya, ”Lepaskanlah aku hingga aku berbicara kepadamu.”

Setelah dilepaskan, iblis pun berdiri dan berkata, ”Wahai fulan, Allah telah menggugurkan kewajiban ini darimu. Dia tidak mewajibkannya kepadamu. Cukuplah engkau beribadah, dan tidak diwajibkan kepadamu mengurus orang lain. Allah swt memiliki para nabi di bumi. Kalau Dia menghendaki, niscaya Dia mengutus mereka kepada penghuni bumi, dan memerintahkan mereka untuk menebang pohon itu.”

”Aku tetap harus menebangnya,” tukas ahli ibadah.

Maka iblis menyerangnya. Tetapi ahli ibadah kembali dapat menguasai dan membantingnya, serta menduduki dadanya. Sehingga iblis menjadi lemah.

Lalu iblis berkata, ”Maukah aku tunjukkan kepadamu suatu hal yang memisahkan aku dan kamu? Itu adalah lebih baik dan lebih bermanfaat bagimu.”

”Apakah itu?”

”Lepaskanlah aku sehingga aku mengatakannya padamu,” jawab iblis.

Maka ahli ibadah itu melepaskannya.

Iblis berkata, ”Engkau seorang fakir. Engkau tidak punya apa pun. Engkau hanya menggantungkan diri pada orang lain untuk mencukupi kebutuhanmu. Barangkali engkau ingin memberi kepada saudara-saudaramu dan menolong tetanggamu. Engkau kenyang dan tidak membutuhkan bantuan orang lain.”

”Benar”

”Serahkan urusanmu kepadaku. Pada setiap malam aku akan meletakkan dua dinar di sisi kepalamu. Apabila memasuki waktu pagi, engkau mengambilnya. Sehingga engkau dapat menafkahi diri dan keluargamu, serta bersedekah kepada saudara-saudaramu. Hal itu lebih utama bagimu dan bagi kaum muslim daripada menebang pohon ini yang tumbuh di tempatnya. Menebangnya tidak menyebabkan bahaya bagi mereka, dan tidak pula memberikan manfaat kepada saudara-saudaramu orang-prang mukmin.”

Maka ahli ibadah itu memikirkan apa yang dikatakan iblis, dan berkata di dalam hatinya, ”Orang tua itu benar. Aku bukan nabi yang diharuskan menebang pohon itu. Allah swt pun tidak memerintahku untuk menebangnya. Maka dengan membiarkannya aku tidak berbuat maksiat dan apa yang ia katakan itu lebih banyak manfaatnya.”

Ahli ibadah itu pun membuat perjanjian dengan iblis dan bersumpah padanya, lalu kembali ke tempat peribadatannya. Ketika memasuki waktu pagi, ia melihat dua dinar di sisi kepalanya. Demikian pula pada hari berikutnya hingga hari ketiga.

Tetapi setelah itu ia tidak lagi melihatnya. Maka ia menjadi marah dan membawa kapak di pundaknya.

Lalu iblis menemuinya lagi dalam rupa seorang tua. Iblis bertanya, ”Mau ke mana?”

”Aku akan menebang pohon itu.”

”Engkau berbohong. Demi Allah, engkau tidak akan mampu menebangnya, dan engkau tidak akan dapat melakukannya.”

Maka ahli ibadah itu menarik iblis seperti yang ia lakukan pada pertama kali. Iblis berkata, ”Hayhata (jauh sekali).” Kemudian iblis menarik ahli ibadah itu dan membantingnya.

Tiba-tiba ahli ibadah itu merasa seperti seekor burung kecil di bawah kaki iblis. Lalu iblis menduduki dadanya dan berkata, ”Engkau harus menghentikan hal ini. Jika tidak, maka aku akan membunuhmu.” Ahli ibadah itu hanya bisa memandangnya, ia tidak memiliki kekuatan untuk melawannya.

”Wahai fulan, engkau telah mengalahkanku. Lepaskan aku. Beritahukanlah padaku, mengapa aku dapat mengalahkanmu pada kali pertama, tetapi kini engkau dapat mengalahkanku?” tanya ahli ibadah.

Iblis menjawab, ”Karena pada kali pertama engkau marah karena Allah swt dan niatmu untuk kepentingan akhirat sehingga Allah menundukkanku kepadamu. Tetapi kali ini engkau marah karena nafsumu dan dunia, sehingga aku dapat membantingmu.”

Maka ahli ibadah itu memukuli dirinya, ”Wahai jiwa, ikhlaslah, maka engkau selamat.”

“kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlas di antara mereka.” (QS Al Hijr 15:40)

Sumber: Ihya’ ’Ulumuddin, Al Ghazali.

Blajar dari kisah…

26 Maret 2011

Dalam sebuah riwayat menyatakan bahwa ada seorang lelaki tua sedang berjalan-jalan di tepi sungai, sedang dia berjalan-jalan dia terpandang seorang anak kecil sedang mengambil wudhu’ sambil menangis.
Apabila orang tua itu melihat anak kecil tadi menangis, dia pun berkata, “Wahai anak kecil kenapa kamu menangis?”
Maka berkata anak kecil itu, “Wahai pakcik saya telah membaca ayat al-Qur’an sehingga sampai kepada ayat yang berbunyi, “Yaa ayyuhal ladziina aamanuu quu anfusakum” yang bermaksud, ” Wahai orang-orang yang beriman, jagalah olehmu sekalian akan dirimu.” Saya menangis sebab saya takut akan dimasukkan ke dalam api neraka.”

Berkata orang tua itu, “Wahai anak, janganlah kamu takut, sesungguhnya kamu terpelihara dan kamu tidak akan dimasukkan ke dalm api neraka.”
Berkata anak kecil itu, “Wahai pakcik, pakcik adalah orang yang berakal, tidakkah pakcik lihat kalau orang menyalakan api maka yang pertama sekali yang mereka akan letakkan ialah ranting-ranting kayu yang kecil dahulu kemudian baru mereka letakkan yang besar. Jadi tentulah saya yang kecil ini akan dibakar dahulu sebelum dibakar orang dewasa.”

Berkata orang tua itu, sambil menangis, “Sesungguh anak kecil ini lebih takut kepada neraka daripada orang yang dewasa maka bagaimanakah keadaan kami nanti?”

Keutamaan Wudhu

26 Maret 2011

Wudhu mungkin bukan sudah menjadi rutinitas para muslim yang senantiasa menunaikan shalat. Akan tetapi sejauh manakah kita mengetahui mengenai hukum dan keutamaan wudhu sebenarnya??

Wudhu adalah membasuh bagian tertentu yang ditetapkan dari anggota badan dengan air dengan niat membersihkan hadast sebagai persiapan menghadap Allah Ta’ala (mendirikan shalat) [2].

Dalil yang mewajibkan menunaikan wudhu sebelum shalat adalah :
1.Dalam Surat Al-Maidah ayat 6, Allah Ta’ala berfirman : “ Wahai orang-orang beriman, apabila kalian hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah muka dan tangan kalian sampai ke siku. Kemudian sapulah kepala kalian dan basuhlah kaki kalian sampai pada kedua mata kaki.”
2.Hadist Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam, beliau bersabda :
“Allah tidak akan menerima shalat seseorang di antara kalian apabila kalian berhadast, sehingga dia berwudhu” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

Keutamaan Wudhu :
Berwudhu bagi seorang muslim sesungguhnya memilliki banyak keutamaan, sebgaiamana yang disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam. Beberapa diantara keutamaan wudhu itu adalah :
1.Bersuci merupakan sebagian dari iman
Muslim meriwayatkan dari Abu Malik Al-Arasy radiallahuanhu berkata : Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda : “Bersuci adalah sebagian dari iman”
(HR. Muslim) [1]

2.Orang yang berwudhu akan mendapatkan wajah yang bercahaya di akhirat kelak, sehingga Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam akan meneganali mereka sebagai umatnya.
Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah Rahimahullah, ia berkata : “aku pernah mendengar kekasihku Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda : ‘Kemilau cahaya seorang mukmin (kelak pada hari kiamat) sesuai dengan batas basuhan wudhunya.” [1]

Dari Abu Hurairah radiallahuanhu, ia berkata bahwa ia pernah mendengar Rasulullah bersabda : “Sungguh umatku kelak akan datang pada hari kiamat dalam keadaan (muka dankedua tangannya) kemilau bercahaya karena bekas wudhu. Karenanya, barangsiapa dari kalian yang mampu memperbanyak kemilau cahayanya, hendaklah dia melakukannya (dengan memperlebar basuhan wudhunya)”
(HR. Bukhari Muslim) [1]

3.Menggugurkan dosa-dosa kecil serta meninggikan derajat.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda : “Maukah kalian aku beritahukan tentang sesuatu yang dengannya Allah akanmenghapuskan dosa-dosa kalian dan meninggikan derajat kalian? Para sahabat menjawab : Mau, ya Rasulullah. Kemudian beliau pun berkata : “Yaitu dengan menyempurnakan wudhu’ dari hal-hal yang bersifat makruh, banyak melangkah menuju masjid dan menunggu waktu shalat setelah shalat (tahiyatul masjid). Yang demikian itu adalah ikatan (perjanjian).” (HR.Muslim) [2]

Muslim meriwayatkan dari Utsman radiallahuanhu, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda : “Barangsiapa wudhu secara sempurna, maka dosa-dosanya akan gugur dari jasadnya hingga keluar juga dari bawah kukunya”[1]

4.Menghapuskan kesalahan-kesalahan yang diperbuat oleh jasad.
Dari Abdulla Ash-Shanaji radiallahuanhu, Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda : “Apabila seorang hamba berwudhu, lalu berkumur, maka dikeluarkanlah (dihapuskan) kesalahan-kesalahan itu dari mulutnya. Apabila ia memasukkan air ke rongga hidung, maka keluarlah kesalahan-kesalahan itu dari hidungnya. Apabila ia membasuh wajahnya, maka keluarlah kesalahan-kesalahan yang pernah ia perbuat dengan wajahnya, sehingga kesalahan-kesalahan yang pernah terjadi keluar dari bawah tempat tumbuhnya rambut dari kedua matanya. Apabila ia membasuh kedua tangannya, maka keluarlah kesalahan-kesalahan itu dari kedua tangannya, sehingga kesalahan-kesalahan yang pernah terjadi dari bawah (celah) kukunya. Apabila ia mengusap kepalanya, maka keluarlah kesalahan-kesalahan itu dari kepalanya, sehingga kesalahan-kesalahan itu keluar dari kedua telinganya. Apabila membasuh kedua kakinya, maka keluarlah kesalahan-kesalahan tersebut dari kedua kakinya, sehingga kesalahan-kesalahan yang pernah terjadi dari bawah kuku-kuku kedua kakinya. Kemudian perjalanannya ke masjid dan shalatnya merupakan nilai ibadah tersendiri baginya” (HR. Imam Malik, An-Nasaai, Ibnu Majah dan Al-Hakim) [6]

5.Merupakan amal yang mendorong dibukanya pintu syurga bagi yang mengamalkannya.
Dari Umar radiallahuanhu, dari Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam, beliau bersabda : “Tidaklah seseorang dari kalian berwudhu secara sempurna, lalu mengucapkan : Asy-hadu allaa ilaha illallooh wahduu laa syarika lah wa asy-hadu anna MuHammadan ‘abduhu wa rosuuluh (Aku bersaksi bahwa tiada ilah, kecuali Allah semata yang tiada sekutu bagi-Nya dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Nya ) melainkan kelak akan dibukakan untuknya 8 pintu syurga yang kepadanya dipersilakan untuk masuk melalui pintu mana saja yang ia sukai” [7]

Dari berbagai keutamaan yang telah diuraikan di atas perlu digarisbawahi bahwa keutamaan tersebut hanya dimiliki oleh wudhu yang telah sempurna. Kesempurnaan wudhu ini tentu saja dikembalikan kepada syarat ibadah secara mutlak yakni ikhlas karena Allah dan ittiba (mengikuti contoh dari Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Sallam), sebagaimana sabda beliau dalam sebuah riwayat :

Muslim meriwayatkan dari Utsman radiallahuanhu, ia berkata : “Aku pernah melihat Rasulullah berwudhu seperti wudhuku ini, lalu beliau bersabda : ‘Barangsiapa berwudhu seperti wudhuku ini, niscaya dosa-dosanya yang telah berlalu akan diampuni, sementara shalat sunnahnya dan perjalanan menuju masjid menjadi penyempurna bagi dihapuskannya dosa-dosanya” [1]

Karena itu hendaknya seorang mukmin senantiasa menjaga kesempurnaan wudhunya.
Wallahu’alam Bishowab.

by, crazyboy

Sasahidan (syahadad) MKG?

26 Maret 2011

Artikel ini diangkat dari pertanyaan sdulur kita yaitu kang mas jc asyari…….!!!! monggo silahkan dibahas dan dijawab bagi sdulur2 g mngetahui,,,,,,,!!!! nuwun.

Insun aneksani ing datingsun dhewe
Satuhune ora ana pangeran amung ingsun
Lan neksani satuhune Muhammad iku
utusaningsun
Iya sejatine kang aran allah iku badaningsun
Rasul iku rahsaningsun
Muhammad iku cahyaningsun
Iya ingsun kang urip tan kena pati
Ya ingsun kang eling tan kena ing lali
Ya ingsun kang langgeng ora kena owah gingsir
ing kahanan jati
Iya ingsun kang waskitha ora kasamaran ing
sawiji-wiji
Iya ingsun kang amurba amisesa, kang kawasa
wicaksana ora kukurangan ing pangerti, byar :
Sampurna padhang terawangan
Ora karasa apa-apa
Ora ana katon apa-apa
Mung ingsun kang nglimputi ing alam kabeh
Kalawan kodratingsung

Aku bersaksi di hadapan Dzak-Ku sendiri
Sesungguhnya tiada Tuhan selain Aku
Aku bersaksi sesungguhnya Muhammad itu
utusan-Ku
Sesungguhnya yang disebut Allah itu badan-Ku
Rasul itu rasa-Ku
Muhammad itu cahaya-Ku
Akulah yang hidup tidak terkena kematian
Akulah yang senantiasa ingat tanpa tersentuh lupa
Akulah yang kekal tanpa kena perubahan di segala
keadaan
Akulah yang selalu mengawasi dan tiada sesuatu
pun yang luput dari pengawasan-Ku
Akulah yang mahakuasa, yang bijaksana, tiada
kekurangan dalam pengertian
Sempurna terang-benderang
Tidak terasa apa-apa
Tidak kelihatan apa-apa
Hanya Aku yang meliputi seluruh alam dengan
kodrat-Ku

Ask: Apa benar ki yg saya tulis di atas adalah sasahidan(syahadad) MKG ?
- Shalat daim itu apa sih ki ? Tata cara/lelakunya bagaimana ?

Monggo dari ki deadman, ki jenar, atau para sedulus KSIH memberikan pencerahannya
Thx

Menembus alam ghaib

26 Maret 2011

ADA BEBERAPA HAL PENTING YANG HARUS DI PERHATIKAN SEBELUM MELAKSANAKAN RITUAL INI.

1. KEYAKINAN (HAQUL YAKIN)
pusat dari kemampuan indera ke 6 terletak pada kekuatan mata batin anda,
maka sebagai landasannya anda harus mempunyai keyakinan yang tinggi.

2. KEBERANIAN (MENTAL YANG KUAT)
slah satu faktor terpenting yang bisa menggagalkan niat anda adalah perasaan ragu-ragu, cemas, khawatir, dan rasa takut yang berlebihan akan hal-hal yang berkaitan dengan ghaib. dengan memiliki keberanian maka anda akan lebih siap dalam melihat segala perwujudan ghaib yang datang.

3. PENGHAYATAN (KHUSYUK)
dengan memiliki penghayatan yang mendalam maka anda akan lebih mudah memperoleh pengalaman batin yang mengagumkan selama mengadakan praktek ritual ini. untuk mencapai tahap penghayatan yang mendalam, anda harus bisa mengendapkan panca indera penglihatan dan pendengaran dengan memfokuskannya pada pandangan mata ghaib (posisinya pada tengah kedua alis mata). dan sebaiknya ritual ini dilakukan pada malam hari diatas jam 9.

- sebelum ritual dimulai untuk mencapai penghayatan yang mendalam sebaiknya kosongkanlah hati dan pikiran dari segala hal yang bisa mengganggu jalannya ritual. kemudian pejamkanlah kedua mata anda dengan memusatkan pandangan pada tengah kedua alis mata / pangkal hidung.

- pada tanda pertama anda akan melihat adanya cahaya terang yang menyerupai awan yang bergulung2. seperti kabut tebal, kemudian bentuknya berubah menjadi setitik cahaya yang sangat terang sekali dan semakin lama sinar tersebut semakin membesar seperti sebuah sinar matahari yang dilihat dari kejauhan, pada tahap ini anda sudah mendekati pintu gerbang alam ghaib.

- pada tanda kedua anda akan merasakan adanya getaran aneh berhawa dingin yang menjalar keseluruh tubuh, terutama pada bagian tengkuk leher belakang dan kedua telapak tangan anda. kemudian anda akan mendengar suara2 aneh yang tidak begitu jelas, atau terasa adnya bau harum yang menyengat, atau melihat adanya suatu obyek pandangan dalam bathin anda yang sebelumnya tidak pernah anda lihat. pada tahap ini anda sudah melewati hijab / pintu gerbang alam ghaib.

- pada tahap akhir setelah anda memasuki alam ghaib biasanya panca indera mata dan telinga anda sudah mulai pasif atau tidak berfungsi, sehingga pada saat itu anda sudah tidak menyadari kondisi di sekeliling lagi. selanjutnya indra ke 6 anda mulai aktif dan berfungsi penuh (mata batin n telinga batin)
sehingga pada saat itu anda sudah bisa mengadakan kontak dengan alam ghaib.

- ritual ini dilaksanakn diatas jam 9, posisi harus duduk menghadap kiblat.

- rirual ini sebaiknya dilaksanakan dalam ryangan yang gelap atau hanya di beri penerangan dari cahaya lilin saja. hal tersebut untuk memperoleh penghayatan yang mendalam.

- apabila karena suatu hal sebelum anda masuk ke alam ghaib tiba2 kedua mata anda terbuka, maka ritualnya harus dimulai dari awal lagi, berbeda bila anda sudah masuk ke alam ghaib mata anda terbuka tidak menjadi masalah, karena mata batin anfa sudah aktif dan sudah tidak terpengaruh dunia luar.

- pada tahap pertama ritual bisa dilaksanakan minimal selama 2 jam penuh, setelah anda mampu menembus ghaib untuk tahap serlanjutnya bisa di persingkat lagi.

caranya :

1. bersucilah dahulu lahir batin
2. niat
3. bacalah tawassul berikut :

sent fatehah to
- nabi muhammad

- 4 malaikat : jibril, mikail, isrofil, izroil

- syeikh abdul qodir jaelani

- syeikh ahmad badawi

- syeikh ahmad kabiri rifa’i

- syeikh ibrahim mad dasuki

- syeikh ahmad majiji

- khodamul ayat qursi

- muslimin wal muslimat

lalu pejamkan mata anda dan pusatkan pandangan pada tengah kedua alis mata sambil membaca ayat kursi 131x lalu setelah itu membaca

YAA ALLAMAL GHUYUUBI YAA KHOBIIR YAA BATHIIN

sebanyak2nya sampai anda memasuki tanda2 pertama, kedua dan ketiga. insya allah apabila dilandasi dengan keyakinan dan niat yang mantap anda bisa menembus alam ghaib dengan mudah.

by, nepay

Doa untuk Memperoleh keberkahan Rizki

24 Maret 2011

بسم الله الرحمن الرحيم
اللهم صل على محمد وآل محمد
أَللَّهُمَّ إِنَّ ذُنُوْبِي لَمْ يَبْقَ إِلاَّ رَجَآءُ عَفْوِكَ، وَقَدْ قَدَّمْتُ أَلَةَ الْحِرْمَانِ بَيْنَ يَدَيَّ فَأَسْأَلُكَ مَالاَأَسْتَحِقُّهُ وَأَدْعُوْكَ مَالاَأَسْتَوْجِبُهُ وَأَتَضَرَّعُ إِلَيْكَ مَالاَأَسْتَأْهِلُهُ، وَلَمْ يَخْفَ عَلَيْكَ حَالِي وَإِنْ خَفِيَ عَلَى النَّاسِ كُنْهُ مَعْرِفَةِ أَمْرِيْ. أَللَّهُمَّ إِنْ كاَنَ رِزْقِي فِي السَّمَآءِ فَأَهْبِطْهُ وَإِنْ كَانَ فِي اْلأَرْضِ فَأَظْهِرْهُ، وَإِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرَّبْهُ، وَإِنْ كَانَ قَرِيْبًا فَيَسِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ قَلِيْلاً فَكَثِّرْهُ وَبَارِكْ لِي فِيْهِ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Bismillâhir Rahmânir Rahîm
Allâhumma shalli ‘alâ Muhammadin wa âli Muhammad

Allâhumma inna dzunûbî lam yabqa illâ rajâu ‘afwika, wa qad qaddamtu alatal hirmâni bayna yadayya fa-as-aluka mâlâ astahiqquhu, wa ad’ûka mâlâ astawjibuhu, wa atadharra’u ilayka mâlâ asta’hiluhu, wa lam yakhfa ‘alayka hâlî wa in khafiya ‘alan nâsi kunhu ma’rifati amrî.

Allâhumma in kâna rizqî fis samâi fa-ahbith-hu, wa in kâna fil ardhi fa-azhhirhu, wa in kâna ba’îdan faqarribhu wa in kâna qarîban fayassirhu, wa in kâna qalîlan fakatstsirhu, wa bâriklî fîhi, brahmatika yâ Arhamar râhimîn.

Dengan asma Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya

Ya Allah, sesungguhnya dosa-dosaku tak akan kekal kecuali harapan akan ampunan-Mu. Telah Aku hadapkan di depanku suatu penghalang, lalu aku memohon kepada-Mu sesuatu yang tak layak bagiku untuk Kau perkenankan, berdoa kepada-Mu sesuatu yang tak layak bagiku untuk Kau iijabahi, dan merendahkan diri kepada-Mu dengan sesuatu yang tak layak di hadapan-Mu. Namun bagi-Mu tidak tersembunyi keadaanku walaupun tersembunyi bagi manusia untuk mengetahui persoalanku yang sebenarnya. Ya Allah, jika rizkiku ada di langit turunkan, jika ada di bumi keluarkan, jika jauh dekatkan, jika dekat mudahkan, jika sedikit perbanyaklah, dan berkahi aku di dalamnya. (Mafâtihul Jinân, kunci-kunci surga, hlm 471).

by, shinjo 86

Doa Cepat Dijabah

24 Maret 2011

Doa ini dikenal dengan doa “Azhimusy sya’n, doa “Syari’ul ijabah”, doa yang cepat diijabah oleh Allah swt.

Imam Musa Al-Kazhim (sa) berkata: “Doa ini adalah doa ‘azhimusy sya’an (kondisi yang agung), syari’ul ijabah, doa yang cepat diijabah oleh Allah swt.” Doanya sebagai berikut:

بسم الله الرحمن الرحيم
اللهم صل على محمد وآل محمد
اَللَّهُمَّ اِنّي اَطَعْتُكَ فِي اَحَبِّ اْلاَشْيَاءِ إلَيْكَ وَهُوَ التَّوْحِيدُ وَلَمْ اَعْصِكَ فِي اَبْغَضِ اْلاَشْيَاءِ اِلَيْكَ وَهُوَ الْكُفْرُ فَاغْفِرْ لِي ما بَيْنَهُما يَا مَنْ اِلَيْهِ مَفَرِّي آمِنِّي مِمَّا فَزِعْتُ مِنْهُ اِلَيْكَ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيَ الْكَثِيرَ مِنْ مَعَاصِيكَ واقْبَلْ مِنِّي الْيَسِيرَ مِنْ طَاعَتِكَ يَا عُدَّتِي دُونَ الْعُدَدِ، وَيَا رَجَائِي وَالْمُعْتَمَدَ، وَيَا كَهْفِي وَالسَّنَدَ، وَيَا وَاحِدُ يَا اَحَدُ، يَا قُلْ هُوَ اللهُ اَحَدٌ اَللهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُواً اَحَدٌ، اَسْاَلُكَ بِحَقِّ مَنِ اصْطَفَيْتَهُمْ مِنْ خَلْقِكَ وَلَمْ تَجْعَلْ خَلْقِكَ مِثْلَهُمْ اَحَداً اَنْ تُصَلِّيَ عَلَى مُحَمَّد وَآلِهِ وَتَفْعَلَ بِي مَا اَنْتَ اَهْلُهُ. اَللَّهُمَّ اِنِّي اَسْاَلُكَ بِالْوَحْدَانِيَّةِ الْكُبْرَى وَالْمُحَمَّدِيَّةِ الْبَيْضَآءِ وَالْعَلَوِيَّةِ الْعُلْيَا وَبِجَمِيعِ مَا احْتَجَجْتَ بِهِ عَلَى عِبَادِكَ وَبِاْلاِسْمِ الَّذِي حَجَبْتَهُ عَنْ خَلْقِكَ فَلَمْ يَخْرُجْ مِنْكَ اِلاَّ اِلَيْكَ. صَلِّ عَلَى مُحَمِّدٍ وَآلِهِ وَاجْعَلْ لِي مِنْ اَمْرِي فَرَجاً ومَخْرَجًا وَارْزُقْنِي مِنْ حَيْثُ اَحْتَسِبُ وَمِنْ حَيْثُ لاَ اَحْتَسِبُ، اِنَّكَ تَرْزُقُ مَنْ تَشَآءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ.

Bismillâhir Rahmânir Rahîm
Allâhumma shalli ‘alâ Muhammadin wa âli Muhammad

Allâhumma innî atha’tuka fî ahabbil asyyâi ilayka wa huwat tawhîdu, wa lam a’shika fi abghadhil asyyâi ilayka wa huwal kufru, faghfirlî mâ baynahumâ. Yâ Man ilayhi mafarrî aminnî mimmâ fazi’tu minhu ilayka. Allâhummaghfir liyal katsîra min ma’âshîka, waqbal minnil yasîra min thâ’atika. Yâ ‘Uddatî dûnal ‘udadi, wa yâ Rajâî wal mu’tamada, wa yâ Kahfî was-sanada, wa yâ Wâhidu yâ Ahadu, yâ Qul Huwallâhu Ahad, Allâhush Shamad lam yalid wa lam yûlad wa lam yakul lahu kufuwan ahad.
As-aluka bihaqqi manishthafaytahum min khalqika wa lam taj’al fî khalqika mitslahum ahada, an tushalliya ‘ala Muhammadin wa âlihi wa taf’ala bî mâ Anta ahluhu. Allâhumma innî as-aluka bil-wahdaniyyatil kubrâ wal-Muhammadiyyatil baydhâ’ wal-Alawiyyatil ‘ulyâ wa bijamî’I mahtajabta bihi ‘alâ ‘ibâdika wal-ismil ladzî hajabtahu ‘an khalqika, falam yakhruj minka illâ ilayka. Shalli ‘alâ Muhammadin wa âlihi, waj’allî min amrî fajaran wa makhrajâ, warzuqnî min haytsu ahtasibu wa min haytsu lâ ahtasibu, innaka tarzuqu man tasyâu bighayri hisâb.

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang
Sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya

Ya Allah, sungguh aku mentaati-Mu dalam mencintai sesuatu, karena ia bertauhid pada-Mu; aku tidak bermaksiat pada-Mu dalam membenci sesuatu karena ia ingkar pada-Mu. Maka ampuni daku dalam menyikapi keduanya. Wahai Yang kepada-Nya tempat berlariku, lindungi daku dari segala yang aku mohonkan perlindungannya pada-Mu.

Ya Allah, ampuni daku dalam banyaknya kemaksiatan pada-Mu, terimalah dariku sedikitnya ketaatanku pada-Mu
Wahai Pelindungku yang tanpa permusuhan
Wahai Harapanku dan Sandaranku
Wahai Penjagaku dan Bentengku
Wahai Yang Maha Esa wahai Maha Tunggal
Wahai Qul Huwallâhu Ahad, Allâhush Shamad lam yalid wa lam yûlad wa lam yakul lahu kufuwan ahad.

Aku memohon pada-Mu dengan hak orang-orang yang Kau pilih dari semua makhluk-Mu, dan Engkau tidak menjadikan seorang pun seperti mereka. Sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya, dan perkenankan doaku sebagaimana yang layak bagi-Mu.

Ya Allah, aku memohon pada-Mu dengan keesaan-Mu yang paling agung, dengan cahaya Muhammad, dengan kemulian Ali, dan dengan semua keagungan yang Kau tutupi dari hamba-hamba-Mu, serta dengan nama yang Kau hijabi dari makhluk-Mu, sehingga ia tidak pernah keluar dari-Mu kecuali kembali pada-Mu.

Sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya, karuniakan padaku kebahagiaan dan jalan keluar dalam urusanku, anugrahkan padaku rizki dari arah yang aku duga dan arah yang tidak aku duga. Sesungguhnya Engkau memberi rizki pada orang yang Engkau kehendaki dari arah yang tak terduga.

Setelah membaca doa ini, maka sampaikan hajat Anda kepada Allah.
(Dikutip dari kitab Mafatihul Jinan, bab 1, hlm 114)

Yang paling utama menyampaikan hajat kepada Allah swt dalam kondisi sujud, dan menangis kepada Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Insya Allah doa cepat diijabah.

by, shinjo 86

ASR AL-HIKMAH

24 Maret 2011

” INNALLAAHA QOWIYYUN AZIIZ, YAA QOWIYYU FA QOWWINII ALAIHIM BI IZZIN SYAMIKHIN QOD TASYAMMAKHOT .”

asma’ di baca 117/313/777/999x tengah malam hingga 7 malam berturut turut, bila selesai 7 malam, cukup di baca 3/7/9x setelah sholat fardhu. Dan sebelum membaca/mengamalkan asma’ baca tawasulnya dulu.

Berikut tawasulnya:

1. Ilaa hadrotin nabiyyil musthofa muhammad s.a.w wa’ala ‘alihi wa ikhwanihi minannabiyyi walmursalin waila malaikatil muqorrobin wal karrubiyyin kiromi. Alfatihaah.. 1x

2. Tsuma ila arwaahi ashaabihi waqorobatihi watabi’in wassyuhada’i wal auliya’i wasshilihin wal mujtahidina wa muqollidihim fiddiin. Wal ulama’il aamilin wal quroo’i wa aimmatil hadisi wal mufassirin wassaadaatinas shufiyyatil muhaqqiqiin, syai’ul lillahumul fatihaah..1x

3. Tsuma khususon ila ruhiquthbir robbani wal ‘arifus shomadani, sayyidi syech abdul qodir al jailani, wa sayyidi syech abu hasan ali as sadzili wa sayyidi syech maulana malik ibrohim, al fatihaah..1x

4. Tsumma ila kiyai ahmad fuadi wa ustadz amirudin wa ustadz ‘arif syai’ul lillahi lahum fatihaah..1x

5. Min ruuhi wasilatul fatihah ila syech sayyid ibrahim addasuki wa sayyid musthofa al bakri wa imam abdul abas ahmad bin ali al buuni al mashiri. Al fatihaah..1x

6. Min ruuhi wasilatul fatihah ila khuddamil ismillahil hayyil qoyyum, syarokhilin,hajamsyatin, kalthiyaatin, madmakhin, al faatihah..1x

7. Wa khususon ila khodimus syariif, sayyid arrof roful ukhdoir wa sayyid maalikul kandiyaasin, al fatihah…1x

by, Didon ramadhan

Ijasah Surat Al Waqiah

22 Maret 2011

Untuk Saudara yang ditimpa kesusahan hidup, amalan dibawah ini digunakan untuk mendapatkan Rizki dari alam ghaib

1. Puasa mutih pada hari sabtu, minggu dan senin. Berbuka dan sahur hanya nasi putih

2. selama berpuasa baca surat Al Waqiah sebanyak 114x di suatu tempat yang khusus/kamar dan malam hari tidur di kamar/tempat tersebut

3. baca pada waktu malam yang sepi, kamar tidak terlalu terang

4. baca sambil membakar wewangian
setelah tirakat selese, berdoa kepada Allah, minta rizki langsung dari alam jin. Keberadaan benda tersebut tidak perlu dicari karena yang melakukan tirakat akan mendengar suara ghaib untuk mengambil pemberian. Biasanya benda berharga ini akan muncul di sekitar tempat/kamar/rumah orang yang melakukan tirakat

by, study

Amarah

22 Maret 2011

Ammarah (baca: ammaroh) adalah salah satu dari sekian banyak nafsu yang ada pada diri manusia. Adapun yang dimaksud dengan nafsu di sini ialah “jiwa”. Lain hal dalam arti ammarah secara harfiah ialah “mengajak” atau “menyuruh”. Dari pengertian tersebut berkembang menjadi makna yang istilahnya berkaitan dengan sifat hewan penghias etika jasmani manusia.
Nafsu Ammarah senantiasa mengajak akal-pikiran manusia untuk berangan-angan dengan iming-iming sarana; makan, minum, tidur dan bersenggama (jima’) yang serba mewah hingga mencapai taraf yang sesifat tusrifu (berlebihan). Bisikan nafsu tersebut akan tampak tidaknya diikuti oleh manusia terlihat jelas pada hal ikhwal perjalanan hidup manusia dalam mengarungi kehidupan di planet bumi.
Dinamakan Ammarah pada nafsu yang bersifat hewani ini karena sesuai firman Allahul ‘Azhim yang menyatakan :

WAMAA UBARRIU NAFSII INNAN NAFSA LA-AMMAARATUN BISSUU-I ….
“Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu (ammarah) itu selalu menyuruh kepada kejahatan ….” Surat Yusuf: Ayat 53 (12:53).

…ULAAIKA KAL AN’AMI BALHUM ADHALLU, ULAAIKA HUMUL GHAAFFILUUN.
“…Mereka itu sebagai (seperti) binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” Surat Al-A’raf” Ayat 179 (7:179).

Mengacu pada pengertian dua firman Allahul ‘azhim di atas hingga ke dirgantara ijtihad – mencari untuk memahami – tentang manifestasi Nafsu Ammarah, para pakar ahli syari’at batiniah alias kaum sufi telah merumuskan: “Nafsu Ammarah bila mendominasi manusia dapat dilihat tatkala berekskursi di pesisir organ jasmani manusia”. Adapun ikhwalnya sebagaimana layaknya sifat bangsa hewan ternak maupun buas – istilah Imam Ghazali dalam Ihya’nya “Bahimiyyah dan Sabu’iyyah”-.

Dua sifat itu – binatang ternak dan buas – mengalir dari jiwa sampai bah di daratan jasmani nan mengairi ladang moral hingga tumbuh benih tusrifu makan, minum, tidur, bersenggama dan tempat yang serba tidak Islami. Selanjutnya, berkembang pula “Hubbud dun-ya Wakarahatul Maut” (cinta dunia dan takut mati). Maka bila sudah berbunga Hubbud dun-ya Wakarahatul Maut, niscaya tidak mustahil akan sampai pada pembuahan: rakus, serakah dan tamak hingga ranum di pohon kemaksiatan yang beranting tahta, berdaun harta dan berlapiskan kulit wanita – selanjutnya apabila ada kalimat “wanita” pada buku ini dimaknakan “pasangan”-.

Setelah kita menyadari tentang Nafsu Ammarah yang berdomisili di jiwa manusia, janganlah keberadaannya menyebabkan kita masyful (susah hati/murung) karenanya.

Perlu difahami di sini wahai para salikin !
Bahwa, Allahu Rabbul ‘Alamin tidak pernah sia-sia dalam menciptakan sesuatu apapun, termasuk nafsu manusia beserta sifat-sifatnya.

Ammarah merupakan salah satu dari sekian banyak nafsu yang meliputi jiwa manusia, sekaligus mencorak akhlak disegala segi perbuatan manusia dengan warna sifat tusrifu. Ikhwalnya bisa terjadi bila Nafsu Ammarah telah menguasai dan mampu mengelabui akal pikiran manusia maka atas dasar dorongan nafsu itu akan tampak tabiat manusia yang senantiasa cenderung kepada kehidupan yang serba mewah, walaupun dalam mencapainya harus ditempuh dengan melanggar syari’at Islam sekalipun. Itulah cermin tabiat manusia yang berNafsu Ammarah. Berbahaya bukan?

Tetapi di sisi lain, Nafsu Ammarah sebagai pemelihara hidup organ jasmani, sekaligus mencorak perjalanan hidup manusia yang menjadi penghuni planet bumi. Keadaan tersebut sebagai bukti bahwa semua yang telah diciptakan Allahul Rabbul ‘Alamin tidaklah sia-sia. Sebagaimana fitrah manifestasi nafsu-nafsu yang meliputi manusia, seperti; ammarah, lawwamah, sawwalat, sawwiyah, muthmainnah, radhiyah dan mardhiyah, – Insya Allah nafsu-nafsu tersebut akan diuraikan pada bagian berikutnya– maka kami sarankan kepada para salikin (pembaca) untuk mengikutinya.. Baca dengan teliti, pahami, hayati dan praktekkan dengan Amalan shalih.

Apakah Nafsu Ammarah sebagai beban hidup manusia?
Tentu saja tidak! Sebab, Allahul ‘Adli tidak pernah memberi beban kepada setiap makhluk-Nya, baik dengan syari’at maupun sarana hidup lahir dan batin, yang sekiranya tidak mampu dipikul oleh setiap hamba-Nya. Demikian pula keberadaan Nafsu Ammarah yang bersemayam di dalam diri manusia. Jikalau memang ada, manusia yang dikuasai oleh Nafsu Ammarah serta merasa kewalahan untuk memeranginya, maka kejadian semacam itu bukan berarti Allahur Rahman memberikan beban terhadapnya. Sebab faktor masalahnya, adalah pada diri manusia yang kurang pandai dan bijak di dalam menempatkan dirinya sebagai khalifah fil ardh.

Berkaitan dengan uraian di atas, maka pada yang sebenarnya manusia dituntut untuk mengenal hakekat dirinya lahir maupun batin. Apabila seorang manusia telah mengenal dirinya secara kaffah (sempurna), niscaya tidak akan mudah tertipu oleh dirinya sendiri, karena musuh yang paling berbahaya dan pandai menipu adalah diri kita sendiri. Yang dimaksud dengan diri kita di sini ialah “nafsu fujur” (jiwa fasik) alias Nafsu Ammarah.

Lain lagi manusia yang tidak mengenal dirinya lahir maupun batin. Yang dapat kita bayangkan bahwa mereka akan terombang-ambing oleh badai tipuan Nafsu Ammarah yang membuat kestabilan hidupnya labil. Pun pula tidak terlepas dari tipu rayu setan penjuru dalam dirinya sendiri:

Yang membisikan alunan kata merdu
Janji fatamorgana berada
dalam tanda-tanda
selalu menunda
perintah sang Pencipta
nan menjanjikan pasti ada
pahala syurga di alam baka.

FAMAN YA’MAL MITSQAALA DZARRATIN KHAIRAAN YARAHU, WAMAN YA’MAL MITSQAALA DZARRATIN SYARRAAN YARAHU.

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula. Surat Az Zalzalah” Ayat 7-8 (99:7-8).

by, angker ludiarto el bodasyah al awwam

Sekelumit Sejarah & Budaya The Real Wong Fei Hung

22 Maret 2011

Selama ini kita hanya mengenal Wong Fei Hung sebagai jagoan Kung fu dalam film Once Upon A Time in China. Dalam film itu, karakter Wong Fei Hung diperankan oleh aktor terkenal Hong Kong, Jet Li. Namun siapakah sebenarnya Wong Fei Hung?

Wong Fei Hung adalah seorang Ulama, Ahli Pengobatan, dan Ahli Beladiri legendaris yang namanya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional China oleh pemerintah China. Namun Pemerintah China sering berupaya mengaburkan jatidiri Wong Fei Hung sebagai seorang muslim demi menjaga supremasi kekuasaan Komunis di China.

Wong Fei-Hung dilahirkan pada tahun 1847 di Kwantung (Guandong) dari keluarga muslim yang taat. Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan dialek Canton untuk menyebut nama Arab, Fais. Sementara Nama Hung juga merupakan dialek Kanton untuk menyebut nama Arab, Hussein. Jadi, bila di-bahasa-arab-kan, namanya ialah Faisal Hussein Wong.

Ayahnya, Wong Kay-Ying adalah seorang Ulama, dan tabib ahli ilmu pengobatan tradisional, serta ahli beladiri tradisional Tiongkok (wushu/kungfu). Ayahnya memiliki sebuah klinik pengobatan bernama Po Chi Lam di Canton (ibukota Guandong). Wong Kay-Ying merupakan seorang ulama yang menguasai ilmu wushu tingkat tinggi. Ketinggian ilmu beladiri Wong Kay-Ying membuatnya dikenal sebagai salah satu dari Sepuluh Macan Kwantung. Posisi Macan Kwantung ini di kemudian hari diwariskannya kepada Wong Fei Hung.

 

Kombinasi antara pengetahuan ilmu pengobatan tradisional dan teknik beladiri serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti sebagai Muslim membuat keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masa itu. Karena itulah masyarakat Kwantung sangat menghormati dan mengidolakan Keluarga Wong.

Pasien klinik keluarga Wong yang meminta bantuan pengobatan umumnya berasal dari kalangan miskin yang tidak mampu membayar biaya pengobatan. Walau begitu, Keluarga Wong tetap membantu setiap pasien yang datang dengan sungguh-sungguh. Keluarga Wong tidak pernah pandang bulu dalam membantu, tanpa memedulikan suku, ras, agama, semua dibantu tanpa pamrih.

Secara rahasia, keluarga Wong terlibat aktif dalam gerakan bawah tanah melawan pemerintahan Dinasti Ch’in yang korup dan penindas. Dinasti Ch’in ialah Dinasti yang merubuhkan kekuasaan Dinasti Yuan yang memerintah sebelumnya. Dinasti Yuan ini dikenal sebagai satu-satunya Dinasti Kaisar Cina yang anggota keluarganya banyak yang memeluk agama Islam.

Wong Fei-Hung mulai mengasah bakat beladirinya sejak berguru kepada Luk Ah-Choi yang juga pernah menjadi guru ayahnya. Luk Ah-Choi inilah yang kemudian mengajarinya dasar-dasar jurus Hung Gar yang membuat Fei Hung sukses melahirkan Jurus Tendangan Tanpa Bayangan yang legendaris. Dasar-dasar jurus Hung Gar ditemukan, dikembangkan dan merupakan andalan dari Hung Hei-Kwun, kakak seperguruan Luk Ah-Choi. Hung Hei-Kwun adalah seorang pendekar Shaolin yang lolos dari peristiwa pembakaran dan pembantaian oleh pemerintahan Dinasti Ch’in pada 1734.

Hung Hei-Kwun ini adalah pemimpin pemberontakan bersejarah yang hampir mengalahkan dinasti penjajah Ch’in yang datang dari Manchuria (sekarang kita mengenalnya sebagai Korea). Jika saja pemerintah Ch’in tidak meminta bantuan pasukan-pasukan bersenjata bangsa asing (Rusia, Inggris, Jepang), pemberontakan pimpinan Hung Hei-Kwun itu niscaya akan berhasil mengusir pendudukan Dinasti Ch’in.

Setelah berguru kepada Luk Ah-Choi, Wong Fei-Hung kemudian berguru pada ayahnya sendiri hingga pada awal usia 20-an tahun, ia telah menjadi ahli pengobatan dan beladiri terkemuka. Bahkan ia berhasil mengembangkannya menjadi lebih maju. Kemampuan beladirinya semakin sulit ditandingi ketika ia berhasil membuat jurus baru yang sangat taktis namun efisien yang dinamakan Jurus Cakar Macan dan Jurus Sembilan Pukulan Khusus.

Selain dengan tangan kosong, Wong Fei-Hung juga mahir menggunakan bermacam-macam senjata. Masyarakat Canton pernah menyaksikan langsung dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana ia seorang diri dengan hanya memegang tongkat berhasil menghajar lebih dari 30 orang jagoan pelabuhan berbadan kekar dan kejam di Canton yang mengeroyoknya karena ia membela rakyat miskin yang akan mereka peras.

Dalam kehidupan keluarga, Allah banyak mengujinya dengan berbagai cobaan. Seorang anaknya terbunuh dalam suatu insiden perkelahian dengan mafia Canton. Wong Fei-Hung tiga kali menikah karena istri-istrinya meninggal dalam usia pendek. Setelah istri ketiganya wafat, Wong Fei-Hung memutuskan untuk hidup sendiri sampai kemudian ia bertemu dengan Mok Gwai Lan, seorang perempuan muda yang kebetulan juga ahli beladiri.

Mok Gwai Lan ini kemudian menjadi pasangan hidupnya hingga akhir hayat. Mok Gwai Lan turut mengajar beladiri pada kelas khusus perempuan di perguruan suaminya.

Pada 1924 Wong Fei-Hung meninggal dalam usia 77 tahun. Masyarakat Cina, khususnya di Kwantung dan Canton mengenangnya sebagai pahlawan pembela kaum mustad’afin (tertindas) yang tidak pernah gentar membela kehormatan mereka. Siapapun dan berapapun jumlah orang yang menindas orang miskin, akan dilawannya dengan segenap kekuatan dan keberanian yang dimilikinya.

Wong Fei-Hung wafat dengan meninggalkan nama harum yang membuatnya dikenal sebagai manusia yang hidup mulia, salah satu pilihan hidup yang diberikan Allah kepada seorang muslim selain mati Syahid. Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi Alah Swt dan semoga segala kebaikannya menjadi teladan bagi kita, generasi muslim yang hidup setelahnya. Amiin.

Wasalam

Wong  Ganteng

by, iskandar hasibuan


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 743 pengikut lainnya.