Archive for Januari, 2011

HAKIKAT RUH PENDAMPING

18 Januari 2011

+ Ibumu meninggal ya?
-Ya. Sudah dua bulan lalu ibu saya meninggal. Kamu kok tahu?

+Apakah ibumu orangnya kecil pendek, suka mengenakan jarik dan masih sehat meski usianya 89 tahun?
-Kamu kok bisa tahu siapa yang memberitahumu? Kau kan nggak pernah ke desaku bertemu ibuku?

+ …….(diam sedang melihat ruh seorang perempuan tua di samping tersebut)

-ya saya anak tertua dan paling dekat dengan ibu saya
+Berarti yang memberi tahu saya tadi adalah ibumu yang sekarang jadi ruh pendampingmu.

-Oh, gitu ya? Saya masih mencintai ibu
+Itulah yang membuat ibumu juga betah untuk mendampingimu

-Setiap ibadah, saya usahakan selalu berdoa agar ibu dan bapak almarhum mendapatkan perlindugan Tuhan.
+Itulah keharusan agar kamu juga selalu diberi petuah dan didoakan olehnya.

-Matur nuwun

Bagi sebagian kalangan yang mendalami kebatinan, kemampuan untuk melihat ruh sudah bukan hal yang aneh. Termasuk juga kemampuan untuk bersahabat akrab dan saling membantu. Pada diri manusia yang paling inti, ada ruh. Dialah diri sejati yang menjadi guru sejati dari akal dan tubuh fisik kita. Kalau kita biasa mengatakan “dengarkan hati nuranimu” itu artinya dengarkanlah suara ruh(ani) mu.

Hakikat keberadaan ruh sebenarnya juga bisa dinalar dengan ilmu pengetahuan. Sejak lama, para ilmuwan mengamati bahwa obyek-obyek makro di angkasa atau disebut bintang adalah satu pusat dengan sekumpulan planet. Planet itu juga dikelilingi lagi satelit-satelit. Sebagaimana sistem tata surya, matahari dikelilingi 9 planet. Begitu pula dengan obyek-obyek ukuran mikro seperti atom. Di satu butir atom, terdapat pula nukleus yang dikelilingi oleh eketron-elektron yang bergerak.

Sudah lama diketahui pula oleh kalangan ahli kebatinan Barat dan Timur termasuk para Yogi, bahwa ruh manusia adalah ruh utama yang dikelilingi oleh ruh-ruh lain yang disebut dengan ruh pendamping (di jawa konsep ruh pendamping itu disebut: sedulur papat, sementara di Arab merujuk pada malaikat.atau mungkin disebut dengan jin pendamping?). Jadi setiap sistem ruh pada satu diri manusia terdiri dari lima ruh.

Dari lima ruh itu, setidaknya ada empat kemungkinan kombinasi yang terjadi. Pertama, ruh utama adalah pria dan keempat ruh pendamping adalah pria. Kedua, ruh utama adalah wanita dan keempat ruh pendamping adalah wanita.Ketiga, ruh utama adalah pria dan ruh pendampingnya adalah 2 pria 2 wanita. Keempat, ruh utama adalah wanita dan ruh pendampingnya adalah 1 wanita dan 3 pria.

Terdapat kemungkinan adanya lebih dari satu atau kurang dari 4 ruh pendamping. Para ruh pendamping ini bisa saja berganti. Misalnya seseorang mungkin tadinya mempunyai ruh pendamping pria tetapi setelah beberapa lama, ruh pendamping pria ini pergi dan digantikan oleh seorang ruh wanita. Perubahan seperti ini akan mengakibatkan perubahan emosi, mental dan kondisi spiritual ruh utama yang bersangkutan.

Ahli-ahli kebatinan percaya bahwa baik ruh utama maupun ruh pendamping memiliki kehidupan yang otonom/mandiri/independen. Ruh sama seperti matahari dan bulan keduanya terpisah secara otonom dalam garis edar hidupnya masing-masing. Perbedaan antara ruh utama dan ruh pendamping adalah bahwa tingkat kemampuannya. Ruh utama akan mempengaruhi ruh-ruh pendampingnya, sedangkan tingkat kemampuan ruh pendamping hanya akan mempengaruhi diri mereka sendiri dan sangat sedikit untuk mampu mempengaruhi ruh utama.

Secara umum ruh pendamping adalah ruh yang mempunyai hubungan pribadi yang sangat erat dengan ruh utama. Bila bukan anggota keluarganya, juga para leluhurnya, atau bahkan teman-teman dekatnya. Ruh-ruh pendamping adalah ruh-ruh yang mengawasi ruh utama. Para ahli kebatinan yang melakukan penyelidikan mengenai karakter dan nasib seseorang berdasarkan pengamatan mereka tentang ruh-ruh pendmping orang yang bersangkutan. Semakin tinggi kemampuan ruh pendamping, semakin tinggi pula kemampuan ruh utama. Semakin rendah dan lemah kemampuan ruh pendamping maka semakin lemah pula kemampuan ruh utama untuk mencapai hidup yang lurus dan sukses.

Bila dikatakan bahwa ruh utama sebagai nukleus dari atom dan ruh pendamping sebagai elektron-elektron, maka perubahan jumlah elektron kan mengubah secara dramatis sifat atom itu sendiri. Hukum kegaiban sesungguhnya sama dengan prinsip fisika yaitu bergerak menuruti aturan yang sah dan berlaku sebagai derivat dari hukum Tuhan.

Banyak orang yang tidak menyadari adanya ruh pendamping mereka. Bahkan yangtragis, banyak pula yang menolak keberadaan ruh-ruh pendamping mereka sendiri. Mereka hanya memahami manusia hanyalah materi fisiknya dan tidak percaya adanya ruh. Padahal di dalam agama apapun, pasti ada konsep tentang ruh ini. Kalau kita mempelajari secara metafisis, berbagai tradisi yang sudah dijalani oleh para nenek moyang dulu sebenarnya sangat memperhatikan keberadaan ruh pendamping ini. Berbagai tradisi slametan, misalnya, selain berdimensi sosial (horizontal) namun juga untuk menghormati dan rasa berterima kasih kepada para ruh pendamping yang demikian setia untuk menemani kita selama hidup.

Namun bila saran ruh pendamping (para leluhur kita dulu) ini diabaikan bahkan cenderung ditolak dan bahkan kepercayaan adanya mereka dituduh sebagai bid’ah/takhayul maka mereka akan pergi dan diganti dengan ruh-ruh pendamping yang lebih kasar bahkan bisa jadi ruh pendamping yang jahat. Nah, sekarang mana yang kita pilih? Berteman dengan ruh pedamping kita dengan cara menghormati dan menyayangi mereka atau sebaliknya, memusuhi dan mengusir mereka dari hidup kita? Semua berpulang pada keyakinan masing-masing.

CARA MUDAH MELIHAT MAKHLUK HALUS

18 Januari 2011

Dari sekian banyak cara melihat makhluk halus, cara ini tergolong mudah. Semoga dengan bisanya kita melihat makhluk halus, keimanan kita kepada Tuhan Yang Maha Gaib semakin bertambah. Jadi kita tidak hanya percaya tanpa mampu membuktikan keberadaan makhluk gaib.

Sediakan bahan di bawah ini:
Empedu rase
Empedu ayam jantan cemani (hitam mulus)
Batu celak (penghitam pelupuk mata)
Keempat bahan itu dicampur kemudian pakailah untuk bercelak (menghitamkan pelupuk mata kita).

Pakailah celak tersebut dan carilah tempat-tempat yang dirasa sering ada penampakan makhluk halus. Misalnya rumah tua yang tidak berpenghuni, kuburan, tanah kosong yang ada pohon tua, atau tempat/kamar yang terasa angker. Insya allah kita bisa melihat makhluk halus dengan mudah…..

HAKIKAT MIMPI

18 Januari 2011

Salah satu cara kita mengakses kekuatan adikodrati yang maha gaib adalah dengan cara bermimpi. Mimpi juga berarti kendaraan kita menuju relung-reling kegaiban terdalam kenyataan.

Pada artikel terdahulu berjudul YANG PERLU DIPERHATIKAN SAAT MERAGA SUKMA, telah saya paparkan bahwa salah satu cara memulai raga sukma adalah melalui mimpi saat tubuh kita tertidur. Kenapa melalui mimpi? Sebab mimpi adalah rasionalisasi pengalaman astral atau pengembaraan pikiran seseorang keluar dari tubuh fisiknya dan tidak ada pemeriksaan ulang terhadap proses mental dari kesadaran fisik. Melalui mimpi akan terasa bagaimana jiwa adalah PENGEMUDI sementara tubuh fisik kita adalah KENDARAANNYA.

Jadi sebenarnya, manusia itu mengalami RAGA SUKMA saat fisiknya tertidur. Jadi 90 persen manusia melakukan raga sukma saat tertidur. Sayangnya, dalam raga sukma mimpi kebanyakan orang tidak terkontrol oleh kesadaran ruh sehingga perjalanannya cenderung kesana kemari sehingga tidak mampu dimaknai secara benar. Semakin dewasa usia kronologis seseorang, semakin tua usia mental seseorang idealnya dia semakin mampu untuk mengendalikan mimpinya dan mimpi tidak lagi berkeliaran ke sana kemari tanpa kontrol kesadaran yang lebih tinggi dari kesadaran fisik.

Sat kita tertidur, fisik kita istirahat total. Kesadaran fisik kita juga berada di titik nol. Kita tidak lagi memikirkan apa-apa. Walaupun penelitian psikologi membuktikan bahwa saat tidur, sebenarnya masih ada aktivitas otak namun ini adalah aktivitas otak yang tidak disadari. Jadi di dalam tidur, tetap ada beberapa jam atau menit dimana kesadaran fisik sama sekali berhenti total dan gelombang otak berada di TAHAP DELTA.

Manusia sudah diberi Tuhan Yang Maha Kuasa sarana lengkap untuk menjadi bijaksana dan matang secara spiritual. Syaratnya dia harus mampu MEMBACA DIRINYA SENDIRI, MEMBACA CARA KERJA OTAKNYA, MEMBACA DAN MEMPELAJARI BAGAIMANA TUBUH FISIK DAN KESADARANNYA BEKERJA. Sehingga tidak ada alasan bagi satu manusiapun di dunia ini untuk tidak tahu apa hakikat hidupnya termasuk bagaimana mematangkan spiritualnya. Berhubungan dengan kematangan secara spiritual ini, Tuhan juga membuka JALUR PETUNJUK LANGSUNG AGAR BISA DIAKSES OLEH MANUSIA BIASA.

Jalur petunjuk-petunjuk Tuhan itu ibarat peta perjalanan hidup manusia. Dan dimana kita bisa menemukan petunjuk Tuhan di dalam hidup sehari-hari? Jawabnya melalui MIMPI. Mimpi adalah sarana kita untuk berhubungan dengan HIGHER CONSCOUSNESS, kesadaran yang lebih tinggi yaitu KESADARAN JIWA SEBAGAI PERINTAH DARI KESADARAN RUH. Saat kita tertidur, kesadaran jiwa tidak ikut tidur. Kesadaran jiwa sebagai manifestasi dari ruh kita ini terjaga dan terbangun. Ruh kita berkelana meninggalkan fisik kita sesuai dengan keinginannya. Kebanyakan orang tidak mengetahui kemana ruh kita saat tertidur karena TIDAK DIKETAHUINYA JALUR KOMUNIKASI ANTARA OTAK KITA DENGAN RUH.

Mimpi sebagai jalur komunikasi antara kesadaran fisik dengan kesadaran yang lebih tinggi haruslah DISADARI agar tidak percuma dan sia-sia belaka. Sebagian dari mimpi-mimpi yang kita alami selama tidur adalah PESAN-PESAN DARI KESADARAN YANG LEBIH TINGGI untuk ditujukan kepada kesadaran fisik (otak). Sehingga sangat masuk akal bila para leluhur kita dulu membuat tafsir mimpi yang beraneka rupa. Mungkin bagi kebanyakan orang yang hidup di jaman modern ini menganggap tafsir mimpi itu sebagai klenik dan gugon tuhon yang tidak punya dasar rasional. Namun, kita tegaskan diforum ini bahwa MIMPI MEMILIKI ALASAN RASIONAL YANG BISA DIPERTANGGUNG JAWABKAN SECARA EPISTELOMOGIS. Mimpi ibarat kode-kode morse yang perlu ditafsirkan dengan ilmu morse. Bukan dengan ilmu psikologi, ilmu biologi, apalagi ilmu kedokteran.

Pada kesempatan kali ini, kita akan membuat hubungan langsung dengan sumber-sumber dari mimpi kita yang benar-benar membuat pesan pesan dari kesadaran lebih tinggi itu. Saat KESADARAN FISIK yang memuat EGO atau KEAKUAN kita ini istirahat selama tidur, saat itulah KESADARAN JIWA akan bangun karena diperintahkan oleh KESADARAN RUH. Salah satu teknik untuk menyadari pesan-pesan itu adalah dengan cara MENCATAT SETIAP MIMPI KITA SELESAI BANGUN TIDUR SEDETAIL MUNGKIN. Mereka yang gigih untuk mengingat bahkan mencatat apa yang terjadi dengan mimpinya akan mulai merasakan berbagai pengalaman aneh karena sebagian kesadaran yang lebih tinggi.

Mereka yang gigih mencatat mimpi akan mendapatkan fakta sebagai berikut: Merasakan Anda terbang melayang di tanah, hutan atau di tempat lain. Anda bisa menyadari tidur Anda. Ini berarti tubuh fisik kitalah yang tidur, sementara ruh dan jiwa kita bangun karena itu kita sadari tidurnya tubuh kita ini. Kadang kita juga merasakan berbagai pemandangan yang belum pernah kita lihat sebelumnya, ini adalah bukti bahwa ruh kita memang sedang berkelana ke tempat-tempat yang belum pernah kita kunjungi sebelumnya.

MEMPROGRAM MIMPI
Ini juga merupakan teknik untuk raga sukma. Sebelum tidur, heningkanlah cipta untuk sesaat (meditasi/semedi). Artinya, sementara kita usahakan untuk melemahkan kesadaran fisik agar kesadaran jiwa terbangun. Kemudian sampaikan niat dalam hati dengan kata kata bebas, misalnya: “TUBUHKU TIDURLAH KAMU DENGAN SADAR AKU KELUAR DARI TUBUH” dan bila perlu ulangi beberapa kali. Selanjutnya tidurlah dengan serileks dan sesantai mungkin. Jangan berpikir lagi agar diri kita tidak didominasi oleh EGO. Jangan berharap berhasil satu dua kali latihan karena mengharapkan HASIL secara cepat adalah memberi kesempatan EGO untuk menjajah jiwa kita. Awalnya, kita akan merasakan getaran halus energi tubuh dan tubuh fisik akan menjadi berat. Jangan takut karena ketakutan adalah EGO.

Selanjutnya bila latihan rutin setiap hari, kita akan merasa tubuh seperti tenggelam, hingga akhirnya tubuh tertidur namun Anda tetap sadar. Dengan kesadaran itu pula kita bisa mengajak jiwa pergi mengembara kemanapun yang kita niatkan (RAGA SUKMA). Awalnya, jangan jauh-jauh dulu. Bertahap sesuai dengan kemampuan hingga Anda bisa terbang kemana-mana. Bila sudah mahir, tidurlah dan lakukan RAGA SUKMA menuju teman atau sahabat yang lama tidak Anda jumpai. Jumpai dia dan lihat seluruh benda yang Anda lihat, selanjutnya telepon teman lama tersebut dan periksa detail yang Anda lihat dalam raga sukma.

KESIMPULAN
Pembaca yang budiman, secara tidak disadari kita ini sedang belajar olah kebatinan dan olah rasa tingkat tinggi. Untung saja, kita secara bertahap telah mengenal tahap-tahap perjalanan spiritualitas yang tersebar di berbagai artikel. Sehingga sedikit banyak kita sudah mengenal berbagai bentuk perjalanan spiritual. Ya, belajar tidak bisa langsung jadi cerdas. Semuanya perlu bertahap. Begitu pula untuk mencapai kesadaran jiwa dan kesadaran ruh. Belajar tentang kesadaran jiwa dalam konteks olah rasa, kita diharapkan untuk MENGHAYATI HAL-HAL BARU YANG BISA JADI BERBANDING TERBALIK AKAL KITA, juga berbeda bila kita belajar ilmu apapun yang telah kita kenal sebelumnya. Bila ilmu-ilmu lain menggunakan kesadaran fisik (otak), belajar kesadaran jiwa membutuhkan rasa dan batin kita. Batin adanya diluar kendali otak. Otak hanya bisa menganalisa fakta-fakta obyektif, batin menganalisa fakta-fakta subyektif yang obyeknya adalah kita sebagai subyek.

Agar aman, kita tidak akan menempuh perjalanan kesadaran jiwa melalui teknik perewangan alias teknik kesurupan. Kita tidak juga menggunakan teknik trance (ekstase) penghilangan kesadaran fisik secara paksa dan memasukkan kesadaran lain. Perlu diketahui, banyak guru spiritual mengajarkan teknik-teknik semacam ini padahal ini berarti PAKSAAN dan yang terjadi adalah HEGEMONI jiwa kita. Mereka tidak memiliki KONTROL atas kesadaran jiwanya. Ini tentu saja merupakan PEMBODOHAN. Setelah sadar, mereka akan menjadi sebagaimana manusia biasa lagi. Mereka tidak mencapai PERLUASAN KESADARAN SETIAP SAAT SEHINGGA MENGANTARKAN KITA MENJADI DIRI YANG SADAR JATI DIRI. Maka hati-hati memilih teknik dan metode yang pas untuk belajar olah rasa.

Teknik terbaik untuk belajar olah rasa adalah TANPA REKAYASA YANG MENGGUNAKAN UNSUR-UNSUR KEKUATAN LAIN DARI LUAR. Jadi kita gunakan saja teknik normal dan alamiah yaitu usaha dan pengalaman sehari-hari sepanjang hidup kita.
Marilah kita mulai pelajaran selanjutnya:
1. KONTROL EMOSI: tadi sudah dijelaskan bahwa kesadaran jiwa tarafnya di atas kesadaran fisik. Namun kesadaran jiwa ini adalah kesadaran perantara antara kesadaran fisik dengan kesadaran ruh. Kesadaran fisik tarafnya masih jauh dari kesadaran ruh. Kesadaran jiwa ini ada di antara dua kesadaran itu sehingga masih ada EMOSI, dan belum MURNI menyuarakan kesadaran RUH.
2. PERLU BERSYUKUR: Ruh berada di jalur metafisik, yang mengatasi ruang dan waktu. Kesadaran ruh kita tidak terbatasi oleh dimana dan kapan kita berada sekarang. Dengan menguasai tingkat kesadaran, kita bisa bergerak secepat kilat kemana pun yang kita sukai. Sepertinya kita tidak terlalu merasakan perpindahan kesadaran, namun ketika Anda melihat ada orang yang perlu ditolong maka kesadaran ruh anda langsung memerintahkan kesadaran jiwa untuk berempati segera. Anda harus menolongnya. Dan seketika Anda menolong, maka itu berarti Anda tergerak untuk menuruti GURU SEJATI Anda. Saat Anda mendengar bunyi lonceng atau bedug, Anda langsung ingat Tuhan dan segera tergerak melaksanakan ibadah. Menjalankan Ibadah, diharapkan tidak menuruti kesadaran fisik (otak) karena Anda tidak akan khusyuk. Untuk khusyuk, masukilah kesadaran jiwa dan resapilah keagungan Tuhan melalui kesadaran ruh Anda. Saat Anda rileks, maka tutup kesadaran fisik Anda dan masuki kesadaran jiwa. Saat kita mengemudi kendaraan, jangan gunakan kesadaran jiwa nanti mobil Anda menabrak kendaraan lain. Kemampuan ini OTOMATIS kita gunakan tanpa belajar lagi. Namun sebenarnya kemampuan ini juga kita peroleh dengan BELAJAR SEDIKIT DEMI SEDIKIT MULAI ANAK-ANAK HINGGA DEWASA. Ini adalah bukti bahwa manusia adalah makhluk pembelajar yang sangat istimewa sehingga untuk menajamkan kesadaran jiwa, sangat penting untuk mensyukuri segala pemberian Tuhan kepada kita. Tanpa rasa syukur, jiwa kita akan gersang dan ruh kita akan tersingkir di ujung kemanusiaan kita yang semakin hancur.
3. MENJADI MANUSIA BARU: menjadi manusia baru artinya mengalami perpindahan kesadaran dan keluasan jiwa secara alamiah. Kita menjadi manusia baru yang siap untuk raga sukma, jiwa kita mampu berkelana kemanapun yang kita sukai. Sungguh membahagiakan melihat dunia dengan “:JIWA” tidak dengan mata biasa. Bila mata biasa melihat uang sepuluh ribu terasa tidak berharga, namun melihat uang sepuluh ribu dengan JIWA, kita akan mendapati nilai lebih karena betapa berharganya jumlah uang sebanyak itu untuk memberikan kepada orang miskin yang lapar. Kesadaran jiwa adalah jiwa yang sadar bahwa dia sesungguhnya adalah WAKIL DARI KESADARAN ILAHI.
4. Cara menggapai kesadaran jiwa adalah dengan SANTAI DAN TERSENYUM PENUH SYUKUR. Saat kita cemberut, maka kesadaran fisik (otak) segera mendominasi dan menguasai atau menjajah diri kita. Santai adalah jalan menikmati suara jiwa. Saat Anda berpikir keras yang biasa muncul adalah kesadaran fisik: keakuan atau EGO. Cukup dengan santai dan meniatkan di dalam hati kita akan mampu mengakses kesadaran jiwa dan Anda dengan mudah mengetahui apa yang dirasakan dan dipikirkan orang lain. CUKUP DENGAN SANTAI RILEKS DAN SYUKUR, KITA MAMPU MERASAKAN BAGAIMANA DEKATNYA KITA DENGAN TUHAN YANG MAHA KUASA DAN MAMPU PULA BERKOMUNIKASI DENGAN SEMUA MAKHLUK GAIB CIPTAAN-NYA.
5. HIDUP BIJAKSANA. Kesadaran jwa adalah jembatan ruh menyuarakan dirinya. Ruh kita ini sangat bersih dan suci sebagai pengendara sejati tubuh kita, kesadaran fisik (otak) kita. Ruh kita berkata melalui kesadaran jiwa bahwa ini baik ini buruk, ini benar ini salah. Kesadaran fisik yang bertugas mempertanyakan kenapa baik dan kenapa buruk. Tugasnya menganalisa menyerahkan berkas analisanya kepada keputusan ruh karena di sinilah KEBIJAKSANAAN. Jangan putuskan dengan otak saja karena ini berarti kita tidak menghargai kepemimpinan ruh atas diri manusia.

TAKWIL MIMPI

18 Januari 2011

Mimpi adalah gambaran-gambaran yang dialami seseorang di saat dia tertidur. Mimpi bersifat irasional karena diluar kendali kesadaran kita. Beda dengan meraga sukma dimana kesadaran masih mengontrol perjalanan sukma keluar dari tubuh dan berkelana sesuai dengan yang dikehendaki, di dalam mimpi kita tidak mengontrol gerakan mental apapun. Jadi kita hanya menerima dengan pasif apa yang nanti kita alami saat tidur.

Mimpi dikirim kepada kita dari alam gaib. Mimpi adalah suara-suara dari alam bawah sadar kita. Kadang ia memberikan petunjuk atau peringatan yang perlu ditafsirkan/ditakwilkan secara benar, namun kadang mimpi hanya gangguan batin dan jiwa yang harus dilepaskan dalam mekanisme hidup agar tetap normal dan tenang. Mimpi juga merupakan kenangan indah atau sedih yang sudah lama terpendam.

Karena dikirim dari alam gaib, masalahnya sekarang adalah dari siapa mimpi itu dikirim? Langsung dari Tuhan Yang Maha Kuasa? Atau dari Iblis dan anak cucunya? Atau suara dari diri sejati kita sendiri? Bagaimana membedakan kiriman antara Tuhan, Iblis atau diri sejati kita?

Dalam sejarah risalah kenabian, mimpi adalah pesan-pesan Ilahi yang ditujukan untuk merubah peradaban. Pesan ini dikirim kepada pribadi yang siap untuk menerima pesan itu dan menafsirkan pesan itu secara benar. Pribadi para nabi sepanjang masa, kita tahu, adalah pribadi-pribadi yang siap untuk berjuang membela keyakinan dengan teguh dan gigih. Kalau dia sudah percaya bahwa pesan itu langsung dari Ilahi, maka dia tidak ragu-ragu untuk melangkah.

Mimpi Nabi Ibrahim A.S tentang perintah untuk mengorbankan anaknya, kepatuhannya kepada kehendak Allah SWT dan kemauannya untuk menyerah kepada keimanan mutlak pada Sang Pencipta menjadikannya sebagai muslim sejati pertama dan juga bapak para nabi. Tafsiran yang benar tentang mimpi raja Mesir oleh Nabi Yusuf A.S menyelamatkan bangsa Mesir dan Bani Israil dari kelaparan dan kematian. Mimpi Nabi Muhammad SAW menandai diawalinya penurunan wahyu Al Qur’an.

Pengetahuan dan pemahaman tentang mimpi memang merupakan kebutuhan setiap orang yang berkeinginan untuk mendapatkan petunjuk langsung dari-NYA. Fakta ini telah lama diketahui oleh para nabi dan para wali dan juga orang-orang waskita sepanjang masa. Namun demikian, tidak semua mimpi bisa ditafsirkan secara gampang. Pesan-pesan melalui mimpi tidak jarang justeru kita temukan sumbernya adalah setan sehingga menyesatkan. Bisa jadi juga mimpi merupakan ‘bunga tidur’ karena bersumber dari masalah-masalah fisik dan psikologis emosional. Oleh karena itu dibutuhkan satu kunci yang benar agar kotak pandora misteri mimpi bisa dibuka dan dibaca secara benar.

Penafsiran mimpi membutuhkan pengetahuan luas, kepekaan batin dan kewaspadaan yang tinggi agar tidak terjebak pada kesalahan dan sikap sok tahu. Dalam pemahanan awam sumber mimpi bisa digarisbawahi sebagai berikut:
1. Mimpi yang baik berasal dari Allah yang Maha Baik. Ini semacam wahyu untuk menyampaikan kabar gembira dan peringatan.
2. Mimpi yang mengelabui atau membohongi kita, yang berasal dari Iblis dan sekutunya juga bisa jadi berasal dari nafsu dan ego kita sendiri.
3. Mimpi yang berasal dari suara diri sejati/aku sejati/ruh kita.

Bila kita telaah lebih jauh, dari sisi hakikatnya, MIMPI ITU SEMUA BERASAL DARI SANG PENCIPTA. Sebab bukankah Iblis itu sesungguhnya juga ciptaan-NYA? Tidak hanya kebaikan, bukankah keburukan dan kejahatan itu juga sumbernya dari-NYA? Bukankah surga dan neraka itu juga ciptaan-NYA?

Sehingga kita bisa menyimpulkan dengan skala yang paling luas bahwa semua pesan yang ada di dalam mimpi itu tetap bisa ditafsirkan sebagai sebuah pesan dari Sang Maha Pencipta dan Yang Maha Mencintai agar kita melakukan sesuatu. Apakah itu kita harus waspada, hati-hati dan menjalankan pesan itu secara bijaksana.

Maka mimpi adalah teguran atas perbuatan jelek yang kita lakukan, atau sebuah pesan bahwa tindakan kita yang kita yakini benar itu ternyata salah/keliru. Mimpi juga merupakan bimbingan spiritual tertentu akan datangnya petunjuk yang baik yang harus kita jalankan dengan ikhlas. Mimpi juga terkadang merupakan pesan akan datangnya bahaya sehingga kita bisa menghindarinya. Ini yang dimaksud dengan Rasulullah SAW bahwa “Mimpi yang benar (dimaknai oleh penerimanya pen.) adalah salah satu dari empat puluh enam cabang kenabian.”

Kita juga diperingatkan akan banyaknya mimpi yang kacau yang sumbernya dari nafsu dan ego. Sebagaimana disampaikan oleh Rasulullah SAW: “seiring dengan dekatnya hari akhir, mimpi-mimpi akan menjadi kacau. Mimpi yang paling benar adalah mimpi orang-orang sholeh. Jadi jika seseorang melihat mimpi yang tidak disukainya, maka hendaknya ia tidak boleh menuturkannya pada orang lain dan ia harus segera meninggalkan tempat tidurnya untuk menunaikan sholat” karena”Tali yang terbaik adalah keteguhan dalam beragama”

Kalau di hari akhir, mimpi-mimpi manusia semakin kacau. Lantas bagaimana dengan sejarah mimpi yang pertama kali? Sejarah mimpi yang pertama kali ada di dunia ini dialami oleh Nabi Adam A.S. Yaitu saat Allah SWT berkata pada Adam: Pernahkan engkau melihat di antara ciptaan-KU sesuatu yang menyerupaimu? Adam menjawab, “Tuhanku, Engkau telah merahmatiku dan memuliakan aku di antara ciptaan-MU dan aku belum pernah melihat sesuatu yang menyerupaiku. Ya Allah, anugerahi aku seorang teman agar aku dapat merasakan ketentraman bersamanya, dan kami akan menyembahmu dan mengagungkan-MU bersama.”

Allah Yang Maha Pengabul Doa kemudian menjawab doa Adam saat ia tidur. Dalam mimpinya, DIA memperlihatkan Hawa kepadanya dan saat Adam terbangun, ia sudah melihat Adam duduk di depannya. Inilah Kemahakuasaan-NYA, menciptakan Hawa dari tulang rusuk Adam dan membuat bentuknya menyerupai Adam, yaitu berbentuk manusia. Bukan bentuk Malaikat, Jin, Bidadari atau makhluk yang lain.

Anda bertemu dengan Ratu atau Raja di dalam mimpi. Bersyukurlah sebab Anda telah bertemu dengan apa yang selama ini Anda cari dan Anda dambakan. Sang Ratu yang Anda lihat di dalam mimpi itu adalah gambaran wujud Tuhan. Sebab Raja Sejati sesungguhnya DIA.Jika di dalam mimpi, Anda dibimbing untuk menjalankan sholat itu berarti Anda diminta untuk terus tekun melaksanakan sujud. Yaitu Menghadapkan diri, menyerahkan sepenuhnya diri dan ego kita pada-NYA. Jika Anda melihat dalam mimpi itu, sang Ratu itu senang dan tersenyum maka berarti IA ridho pada Anda. Jika sang Ratu itu cemberut, maka berarti anda ditegur olehnya agar tidak lalai mengerjakan sholat dan agar anda semakin taat menyembah-NYA.

Bila dalam mimpi itu ada air yang tenang, maka itu berarti bahwa masalah yang ada di depan Anda/ apakah itu ada di masyarakat atau di lingkungan sosial tempat Anda tinggal akan menjadi tenang damai dan sejahtera bila Anda yang berikhtiar untuk sujud pada kehendak/iradat-NYA. Ya, bersyukurlah Anda yang ditunjuk menjadi perantara agar kemaslahatan umat dan lingkungan terjaga.

Bermimpi tentang ratu atau raja memang menjadi dambaan banyak orang. Namun tidak semua mimpi tentang ratu atau raja ini disukai. Misalnya, jika seorang melihat dirinya sebagai seorang raja di dalam mimpi, padahal ia sesungguhnya tidak cakap, tidak berkompeten dan memiliki kesempatan menjadi ratu maka ini berarti ia akan segera wafat. Hal ini juga berlaku manakala seorang yang sedang sakit melihat dirinya menjadi seorang raja. Namun, jika ia sehat maka ini berarti bahwa seseorang di dalam keluarga/kerabatnya akan meninggal dunia.

Demikian penjelasan dari saya. Bila ada benarnya itu semata-mata datang dari petunjuk-NYA. Namun bila salah, itu semata-mata berasal dari saya pribadi. Wallahu’a lam……hanya Alloh yang maha mengetahui.

DOA PENYEIMBANG ALAM DAN SHOLAWAT

17 Januari 2011

AMALAN GABUNGAN
AMALAN KUNCI :
SUBHANA WA TA’ALA….100X
SHOLLOLOHU ‘ALAIHI WASALLAM….100X
SUBHANALLOHI WALHAMDULILLAHI WALA ILLAHA ILLALLOHU ALLOHU AKBARU….11X
LAA ILLAHA ILLALLOHU MUHAMMADAR ROSULULLOH….40X
ASTAGHFIRULLOH HAL ‘AZHIIM….11X
ASTAGHFIRULLOHI MIN KULLI SYAI-‘IN…ASTAGHFRULLOHI MIN KULLI AQDIN….11X
FIS SAMA’ WAMA FIL ARDLI LAHUMUL FATIHAH…7X….
TAWASUL HABIB AFDHOL / IBLIS
SALAAMUN ‘ALALLOH, SUBHANAKALLOH. ALFATIHAH ILA FI DZATILLAH, (ALLOH… 3X) LAHUMUL FATIHAH…9X / 11X ( BACA SURAT AL-FATIHAH : KALO LAKI-LAKI 9 X, WANITA 11 X )
SALAAMUN ‘ALAL MALAAIKAH. ALFATIHAH ILAL MALAAIKAH JIBRIL-MIKAIL-ISROFIL-‘IZROIL WA MALAAIKATI RUHANIYYAH WA MALAAIKATI YAA NUUR…33X.
SALAAMUN ALAIKA YAA HABIBII SHOLAATU WASSALAM YAA ROSULULLOH. AL-FATIHAH ILA RUH WA NUR MUHAMMAD ROSULILLAHI LAHUMUL FATIHAH….7X
TAWASUL DIRI KI REY
ALLOOHUMMA NUURUS SAMAAWAATI WAMAA FIL ARDH, KAMAA NUURUSY SYAMSI WAL QOMAR ALLOOHUMMA SIRRULLOOH NURBUWWATI YAA ROSUULULLOOH, HU ALLAH (3X), HADIR (3X)
ALFATEHAH ILA RUH BADAN SAYA…. BIBAROKATI MINASSUROTA ALFATEHAH….3X….
INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI ROJI-‘UN…11X
ALFATEHAH ILA NAFSI BADAN SAYA…..BIBAROKATI MINASSUROTA ALFATEHAH…3X…
ASTAGHFIRULLOH HAL ‘ADZIIM ….11X
ALFATEHAH ILA AQLI BADAN SAYA….BIBAROKATI MINASSUROTA ALFATEHAH….3X…
SUBHANALLOH….11X
ALFATEHAH ILA NUR BADAN SAYA…BIBAROKATI MINASSUROTA ALFATEHAH….3X…
LAA ILAHA ILLALLOH….11X
ALFATEHAH ILA JASAD BADAN SAYA….BIBAROKATI MINASSUROTA ALFATEHAH….3X
LA HAULA WALAA QUWWATA ILLAH BILLAH….11X
ASYHADU ALLAA ILAA HA ILLALLOOH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR ROSUULULLOOH BISMILLAAHIT TAMMATI QULLIHAA FA-AN”…21X
SUBHANALLOH ALFI ALFI LA HAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAH HIL ‘ALIYYIL ‘AZHIIM…21X
FA’ DAR ROTUM…21X
INNAKA KHAMIIDUN MAJIID…21X
ALLOHU…HU…DZATILLAH….YA ROHMANU…HU…ALLOH…HU…SYIFATULLOH…YA ROHIIMI…HU…ALLOH…HU…SYIFATULLOH…YA LATHIIFU…HU… ALLOH…HU…SIRRULLOH…YA WALIYYU…HU… ALLOH… HU…SIRRULLOH….YA MALIKI…HU… ALLOH…HU…WUJUDULLOH…YA QUDDUSU… HU…ALLOH… HU…AF’AALULLOH…(AGHISNI..7X) …21X
DOA ISROFIL
· “YA NAZA KHOZA JAZA KHOSYA-TSA” …21X
· YA NAZA KAGHOFAQO JAZA JAZA-SYAKA BATA-TSA” …21X
· YAA NAZA FADZAKA NAFAKHO JAZA ZHOZA JA-SYA” …21X
· YAA NAZA FIQOKA GHOFNA QO-TSA-SYA NASYA-TSA” …21X
NUUUN…KALAMULLOOOH…SHOOOD…SYIFATULLOOOH…QOOOF…AF’ALLULLOOOH… ALLOOOHU….HU…HU…. DZATULLOOOH…21X DOA PENYEIMBANG ALAM
· ROBBANA YA ROBBANA ROBBANA ZHOLAMNA ANFUSANA WA-ILAM TAGHFIRLANA WATARHAMNA LANAKUNANNA MINAL KHOSIRIN…21X
· ROBBANA YA ROBBANA ROBBANA ATINA FIDDUNYA HASANAH WAFIL AKHIROTI HASANAH WAQINA ADZABANNAR…21X
· ROBBI YA ROBBI ROBBI ASTAGHFIRUKA WA ATUBUH ILAIH LA HAULA WALA QUWWATA ILLAH BILLAH…21X
· ALIIF LAAM MIIM SHOOD SUBHANAKALLAHUMA YA SALAM ALHAMDULILLAHI ROBBIL ‘ALAMIN NUUN…21X
THOO HAA…..QUWWATAMBILLAH – THOO SIIN MIIM….QUWWATIMBILLAH
THOO SIIN….QUWWATUMBILLAH – ALLOHA….HA….HA….WUJUUDALLOH…21X
INNAA MAKKANNAA LAHUU FIL ARDHI WA AATAINAAHU MINKULLI SYAI IN SABABA…21X
INNAA NAKHNU NUKHYIL MAUTA…21X
INNA BATHSYA ROBBIKA LA SYADIID….21X
ALIF LAAM MIIM”- ATIIDU, “ALIF LAAM ROO”- ROKIIBU…21x
KAAF HAA YAA ‘AIN SHOOD – KUFIITU * KHAA MIIM ‘AIN SYIIN QOOF – KHUFIITU”…21x
ALLOHUMMA SHOLLI WASALIM ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD WA’ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD FII KULLI LAMHATIW WANAFASIM BI’ADADI KULLI MA’LUUMILLAKA”…21x
LA TUDRIKUHUL ABSHORO WALA TUDRIKUHUL ABSHORU WAHUWAL ‘ALIYYUL HAKIIM * YAA NUUR…YAA NUUR…YAA NUUR…ALLOHU…ALLOOHU…ALLOOOHU…..HU….HU….AHAD…21x
URKUDH BI RIJ LIKA HAADZA MUGHTASALUM BAARIDUW WASAROOB…21x
WAL YATALATHOF…21x
INNAMAA AMRUHU IDZA ARODA SYAI-‘AN AYYAKULALAHU KUN FAYAKUUN * FASUBHANALLADZI BIYADIHI MALAKUUTU KULLI SYAI-’IN WA ILAIHI TURJA’UUN * ASTAGHFIRULLOOH HAL’ADZIIM…YA ALLOH… ROBBI MIN KULLI DZAMBIW WA’ATUBU ILAIIHI…SUBHANALLOOH WABIHAMDIHII…SUBHANALLOOH HIL’ADZIIM…21x
AMSHONIHIIN ARHAAMIN SALATHISIN YALARIIHIN SAHLALIIHIN ‘ANAA SALIIMIN SALAAMIN BAHROOSIININ BAHAABIHYAHIN AIROONAINIIHIN ‘ABRONAINIIHIN ASLAMIIN INMASIININ KANHAAHIIHIN QOSROONIIHIN ‘ALANIYHIN SALTHOONIIHIN ‘AMSHOONIYYYAH YUSROONIYYAH QOHROONIYYAH NAHROONIYYAH AHLANIYYAH YAQSHOONIYYAH ‘ARNAANIYYAH ROMAANIISIN AHROOMIISIN A’LA KALAMSIN MUTHOO’IN AMIIN. KAF HA YA ‘AIN SHOOD, THO HA, THO SIN MIM, THO SIN, YAASIN, ALIF LAM MIM RO’, ALIF LAM RO’, HA’MIM, HA’MIM, ‘AIN SIN QOF, QOF WAL-QUR’ANIL-MAJIID SHOD WAL-QUR’ANI DZIKRI WATH-THUURI WA KITABIN MASTHUURIN NUUN WAL-QOLAMI WAMA YASTHURUUN. …21X
YAA SIYAAKAA KAYAASIYAA…YAA MAKHROJAA JAROMIYAA…YAA MARONII NIROMAYAA…YAA DAYUUNII NIYAADAYAA…YAA MARDANII NIRODUNIYAA….YAA SIYAARO ROROSIYAA…YAA MAROZA JAROMAYAA…YAA MADUNII SADUMIYAA…21X
ASYHADU ANNAL MULKA LILLAHIL WAAHIDIL QOHHAAR AL MALIKUL HAQQUL MUBIIN…21X
LA HAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAHIL ‘ALIYYIL ‘AZHIIM…11X
ROBBI FIRLI WALI WALIDAYYA WARHAMHUMA KAMA ROBBAYANAA SHOGHIROO….3X
ALLOHUMMA SHOLLI WA SALIM ‘ALA SAYYIDINA WA MAULANA MUHAMMADIN ‘ADADAMMA FI-‘ILMILLAH HISH-SHOLLATAN DA-‘IMATAM BIDAWAMIL MULKI LAHI …3X
YA ROBBI BIL MUSHTOFA BALIGH MAQOO SHIDANAA WAGHFIRLANAA MAA MADLOO YAA WA SI-‘ALKAROOMI…3X
ILAHI LASTULIL FIRDAUSI AHLA WALA AQWA ‘ALA NARIL JAHIMI FAHABLI TAUBATAN WAGHFIR DZUNUBI FA INNAKA GHOFIRUL DZANBIL ‘AZHIIM….3X
AL FATEHAH….41X

by, ki kanjeng alam biru

KENAPA GURU SPIRITUAL MENYURUH MURID JADI GELANDANGAN????

17 Januari 2011

Salah satu yang dianjurkan dalam meniti jalan spiritual adalah menghilangkan keakuan/ego/diri. Proses ini harus dilalui agar diri yang masih diliputi hasrat kebendaan sedikit demi sedikit terangkat menemukan DIRI SEJATI-NYA.

Dalam tradisi tasawuf atau mistik Islam, kita mengenali tahap ini sebagai tahap pembersihan diri dari berbagai hawa nafsu yang masih melekat kuat pada diri seseorang. Tanpa dilakukan pembersihan, diri kita tidak akan mampu membuka mata terhadap petunjuk/rambu-rambu hidup yang diberikan-Nya. Bila kita sudah mampu membaca rambu-rambu/petunjuk-Nya, otomatis kita pun mampu terus berjalan di jalan yang telah digelar untuk kita.

Cara kaum sufi –sebutan bagi mereka yang menempuh jalan tasawuf sebagai pilihan hidup untuk pendakian spiritual— untuk proses penghilangan diri ini bermacam-macam. Semua sufi besar sepanjang masa, melakoni tidak dengan cara yang sama. Masing-masing disesuaikan dengan kadar ego/keakuan yang dimiliki masing-masing individu. Siapa yang mampu melihat berat ringan melekat dan tidak melekatnya diri pada dunia benda, hasrat egoistik, dan keinginan hawa nafsu?

Disinilah orang terkadang mengharuskan para penempuh jalan suluk untuk berguru kepada seorang guru yang diyakini ilmunya lebih tinggi. Hubungan guru dan murid, adalah hubungan antar teman konsultasi berbagi pencapaian tahap spiritual termasuk keluhan-keluhan apa yang dihadapi selama menjalani olah batin. Murid akan diarahkan untuk tetap tegar dan tenang sekaligus akan disembuhkan secara batiniah oleh sang guru bila terjadi kegagalan fokus dan gangguan-gangguan oleh pihak luar apakah itu manusia, jin maupun hal lain.

Guru lebih mengerti daripada murid karena mereka sudah terlebih dulu memiliki pengalaman menempuh jalan spiritual tertentu. Ibarat sang guru akan memberikan pengertian bagaimana cara naik sepeda karena dia pernah dan sering naik sepeda. Dalam konteks perjalanan spiritual mistik, guru tidak hanya memberi pengertian teoritis saja sebagaimana guru sekolah-sekolah formal, melainkan ikut menceburkan diri dalam laku sang murid.

Guru atau pembimbing spiritual kemudian menyarankan agar sang murid menjalani proses penghilangan diri ini. Ini adalah proses kedua setelah seorang murid benar-benar berniat untuk tobat kembali ke jalan Tuhan. Atau sang murid sudah benar-benar mau dan bertekad sangat kuat untuk menjalani proses laku yang panjang. Tobat oleh sebab itu merupakan tahap awal.

Nah asal muasal seseorang itu tobat dan benar-benar sadar semuanya hak istimewa Tuhan. Tidab bisa diganggu gugat dan tidak bisa direspon oleh siapapun untuk bertobat. Maka, bila kita sudah ada kesadaran untuk bertobat maka harusnya disyukuri dan lekas-lekas untuk berterima kasih pada-Nya. Jangan sampai hidayah pemberian tobat ini ditarik lagi gara-gara kita tidak bersyukur.

Wujud syukur adalah menerima dengan ikhlas dan kemudian melaksanakan perubahan diri itu. Apabila Tuhan menghendaki, maka Dia kan memberi guru spiritual yang sesuai. Guru tiba-tiba akan datang membimbing kita dan hendaknya kita menyambut dengan kuat untuk menjalani pengajaran-pengajaran Tuhan Yang Maha Memberi Petunjuk tersebut.

Masih ingat bagaimana proses yang dijalani oleh Sunan Kalijaga sewaktu belum menjadi wali? Sang guru spiritual Sunan Bonang atas “dawuh” atau petunjuk-Nya menyuruh agar Sunan Kalijaga meditasi/tapa duduk bersila di pinggir sungai untuk sekian waktu dengan fokus pikiran pada sebuah tongkat yang ditancapkan Sunan Bonang. Apabila nanti Sunan Bonang sudah mencabut tongkat tersebut, maka itu tanda bahwa Sunan Kalijaga sudah selesai menjalani laku penghilangan diri ini.

Ada pengalaman beberapa sufi yang diperintahkan seorang gurunya untuk hidup menjadi pengemis dan menggelandang bertahun-tahun. Mereka harus hidup dalam kesengsaraan dan kemiskinan, dengan pakaian seadanya, tidak boleh melanggar wewarah misalnya dilarang meminta makanan. Boleh makan asalkan diberi oleh siapapun juga.

Sang pelaku atau murid ini diminta untuk tidak mengaku nama, alamat, asal usul-nya bila ditanya oleh orang lain. Tidak melanggar semua aturan yang telah disampaikan guru. Semua ini pada hakikatnya agar sang diri murid yang penuh kekotoran dan kemunafikan dihilangkan, dan diganti dengan diri yang sama sekali baru. Diri yang sepenuhnya mendapatkan tuntunan Tuhan.

Sesungguhnya, perintah puasa Ramadhan dan melaksanakan semua tata cara beribadah dalam agama Islam selama sebulan penuh itu pada hakikatnya sama dengan laku penghilangan diri. Pelaku puasa ditatar, didril, dibersihkan dari kekotoran dan kerak yang menyebabkan batin menjadi buram. Sang aku dan diri dihilangkan kemudian diganti dengan Diri yang sama sekali dipenuhi oleh sinar pencerahan. Namun sayangnya, puasa yang kebanyakan dilaksanakan oleh kaum muslimin masih belum sepenuhnya dihayati secara mendalam dan dilaksanakan sepenuh jiwa. Inilah yang menjadi kritik bersama, semoga puasa Ramadhan tahun ini menjadi pemicu kita untuk menjadikannya sarana penyucian diri.

Saya juga menemukan beberapa orang yang diharuskan oleh guru spiritualnya untuk menjalani laku jadab seperti ini. Berjalan keliling Jawa, Sumatra, Kalimantan tanpa bekal apapun kecuali PASRAH KEPADA TUHAN. Setelah mereka pulang dari pengembaraan, mereka pasti akan berubah total. Diri mereka tersucikan, mulut, tubuh dan perilaku mereka tidak seperti sebelumnya yang sak karepe dhewe. Melainkan sebaliknya, tertuntun oleh sebuah kekuatan ghaib dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Bisa disimpulkan penghilangan diri adalah sebuah proses kepasrahan yang kaya dengan pengalaman mistik. Sebab setelah diri/keakuan hilang maka Tuhan Gusti Allah akan mengisi keakuan kita yang sudah hilang tersebut dengan DIRI SEJATI-NYA. Ini adalah pengalaman kebersatuan dan kemanunggalan dengan iradat Gusti Allah. Oleh sebab itu pengalaman yang demikian ini pasti akan kaya dengan certia yang bagi kalangan awam dianggap tidak masuk akal dan sangat supranatural. Siapa yang berniat menetapkan tujuan hidup untuk berjumpa dengan Tuhan, pasti akan melalui proses yang berat ini.

MENEMBUS RUANG GAIB YANG TERSUCI DI LAPISAN CAHAYA MAHA CAHAYA

17 Januari 2011

Meneruskan laku spiritual hingga tingkat tertinggi tidak boleh meninggalkan syariat. Misalnya, saat saya memeluk agama Islam, untuk mencapai taraf makrifat maka saya tidak boleh meninggalkan syariat sholat lima waktu. Banyak orang berpendapat, bila sudah mencapai taraf spiritual yang tinggi maka diperkenankan untuk meninggalkan syariat yang merupakan “kulit” untuk meraih makrifat atau “isi”. Bagi saya, orang yang demikian berarti belum mampu menghayati dan menyelami hakikat “sangkan paraning dumadi” yang sejati.

Hidup adalah proses belajar. Belajar menghayati semua fenomena hidup sehingga kita akhirnya bisa meminum segarnya menjadi wakil dan utusan Tuhan di bumi.Tubuh fisik kita terbuat dari empat anasir (air, api, udara, tanah) dan panca skanda. Untuk mencapai pencerahan sempurn, kita (orang-orang yang membina diri) menggunakan tubuh fisik (bagian dari diri kita yang semu) untuk menemukan diri kita yang sejati (diri sejati/guru sejati). Kita melahih diri kita terus menerus sehingga sifat diri sejati kita menampakkan diri. Penekanannya adalah kata MEMBINA DIRI.

Makrifat adalah satu momentum. Bukan kondisi yang berlangsung tetap. Meskipun kondisi spiritual kita telah mencapi tahap ini, namun itu tidak berlangsung tetap melainkan terjadi pada saat-saat khusus. Sementara tubuh fisik kita harus terus dilatih untuk mencicipi saat-saat untuk ekstasis itu. Sholat adalah bentuk meditasi (visualisasi) tertinggi dalam Islam. Dengan sholat, diri sejati akan menampakkan diri di hadapan kita dalam bentuk gerakan-gerakan sholat. Maka, sholat sebenarnya adalah bentuk latihan fisik dengan metode “menggunakan jasad fisik yang palsu untuk melatih yang asli.”

Penolakan para spiritualis untuk sholat, karena mereka secara epistemologis salah anggapan. Mereka beranggapan bahwa dunia ini sesungguhnya sesuatu yang riil dan terlepas dari pengamatan kita (realisme mutlak). Padahal dunia adalah berasal dari pikiran (idealisme) sehingga secara filsafati, tidak akan muncul kontroversi apabila kita melakukan syariat dengan benar.

Ya, syariat dengan tetek bengek ritualnya adalah sesuatu yang semu. Begitu juga dengan KEBENARAN sebenarnya adalah sesuatu yang semu. Namun dengan membayangkan bahwa hal tersebut tidak semu, maka benar-benar terjadi bahwa hal tersebut tidak semu. Supaya hal itu menjadi efektif, maka kita harus memiliki KEYAKINAN bahwa sholat, zakat, puasa, pergi haji dan syariat Islam lainnya adalah suatu hal yang bernilai dan nyata. Perlu diketahui bahwa Tuhan sebagai subyek persembahan kita sebenarnya memang menginginkan agar kita menyadari obyektivitas diri kita. Bahwa kita adalah obyek-Nya, merasa “diamati” oleh Sang Maha Subyek, sehingga secara etis dan filosofis adalah sebuah tindakan yang benar bilakita melaksanakan syariat untuk menyampaikan rasa hormat dan ikhlas kita kepada Tuhan.

Maka, dalam konteks itu akan terpetakan dua hal: OBYEK (hamba/kawulo) dan SUBYEK (Tuhan/Gusti./Ingsun). Keduanya memiliki tujuan dan kehendak yang berbeda. Sehingga untuk mencapai MANUNGGALING KAWULO GUSTI, tidak ada cara lain selain harus ada KESEPAKATAN antara subyek dan obyek. Kesepakatan itu bisa terjadi saat sang obyek harus manembah/sujud kepada subyek karena hanya subyeklah semua ini KUN atau terjadi. Obyek ada karena diadakan oleh Subyek. Subyek satu-satunya dasar kenyataan sehingga ketika kita (Obyek) melakukan dan menjalankan syariat, yang terjadi sesungguhnya yang terjadi adalah kita meluluhkan obyektivitas kita untuk bermanunggal menjadi subyek sejati.

Menundukkan kepala, menempelkan wajah di sajadah, menyebut nama Allah dan membayangkan bertemu serta berkomunikasi dengan Allah, semuanya itu agar mempunyai tujuan yang sama yaitu melatih kekuatan kemauan dan pikiran kita. Bersujud saat sholat dengan menggunakan kekuatan pikiran secara hakiki adalah sebuah kunci pembuka hijab mata kita agar terbuka pada Kehadiran-Nya yang Maha Dekat di dalam ruang gaib yang tersuci di lapisan Cahaya Maha Cahaya.

CERITA TENTANG WALANGSUNGSANG PRABU KIANSANTANG

17 Januari 2011

Dalam beberapa kisah Pangeran Cakrabuana atau Walangsungsang dianggap sama dengan Kiansantang, padahal dalam kisah lainnya Pangeran Cakrabuana banyak juga yang menyebut namanya dengan sebutan Arya Santang.

Kiansantang dalam cerita lain sering dianggap sebagai seorang anak yang berupaya mengislamkan Prabu Siliwangi (ayahnya), sehingga terjadi peperangan. Padahal kejatuhan Pajajaran terjadi jauh-jauh hari pasca wafatnya Sri Baduga. Tidak ada alasan seorang raja yang memiliki tahta penuh harus ngalalana lantaran dikejar-kejar anaknya, sementara dia sendiri masih bertahta sebagai raja yang berkuasa. Ada juga yang menyebutkan bahwa Kiansantang adalah nama lain dari Rajasangara yang dikebumikan di daerah Godog – Garut. Ia termasuk penyebar islam di Jawa Barat.

Dalam cerita lainnya Kiansantang dianggap tilem dan tetap kokoh ngagem agama leluhurnya. Ia dianggap benteng budaya sunda yang tak lekang ditelan waktu tak luntur ditelan masa. Tapi patut pula diakui, bahwa kesimpang siuran penafsiran Kiansantang membawa pada pemahaman yang kurang pas tentang sosok sejarah Cakrabuana, bahkan ada yang menafsirkan bahwa Kiansantang bukan Arya Santang. Namun mudah mudahan kedepan ada sejarawan yang mampu menguak tabir ini, tentunya melalui cara pemisahan antara mitos dan sejarahnya yang hakiki.

Siapa Cakrabuana ?
Perkawinan Sang Pamanahrasa (Sri Baduga Maharaja) dengan Nyi Mas Subanglarang, putri dari Ki Gedeng Tapa, memperoleh putera dan putri, yakni Walangsungsang, Rara Santang dan Rajasangara. Sang Pamanah Rasa mempersunting Nyi Mas Subanglarang setelah terlebih dahulu mengalahkan Raja Sakti Mandraguna dari wilayah Cirebon, yakni Amuk Murugul. Dengan demikian, baik dari Sirsilah ibu maupun ayah, Walangsungsang masih teureuh Niskala Wastukancana.

Subanglarang sebelum dipersunting Sang Pamanahrsa terlebih dahulu telah memeluk agama Islam. Ia pun alumnus dari Pesantren Quro yang didirikan oleh Syeh Hasanudin atau Syeh Quro (bukan Sultan Hasanudin). Menjadi tidak mengherankan jika putra-putrinya memeluk agama Islam dan direstui oleh Sang Pamanahrasa.

Bahwa memang ada cerita tentang keluarnya ketiga bersaudara tersebut keluar lingkungan istana Pakuan disebabkan ada perselisihan tahta antara Subanglarang dengan Kentring Manik Mayangsunda. Namun ada pula yang menceritakan bahwa keluarnya Walangsungsang dari lingkungan Pakuan bersama adiknya, Nyi Mas Rarasantang dilakukan dengan seijin ayahnya, sedangkan Rajasangara tetap berada dilingkungan Pakuan. Untuk kemudian tahta Pajajaran diteruskan oleh Surawiesa putra Sri Baduga dari Kentring Manik Mayangsunda. Bahkan ketika masih menjadi Prabu Anom Surawisesa, pajajaran mengadakan perjanjian dengan Portugis (1512 M) disebut-sebut perjanjian ini merupakan kali pertama yang di dokumentasikan dengan baik.

Yoseph Iskandar didalam bukunya menjelaskan, bahwa : pada suatu ketika, Walangsungsang bersama adik-adiknya meminta izin secara baik-baik kepada ayahandanya, untuk pergi ke Kerajaan Singapura (Cirebon). Alasan Walangsungsang dan adik-adiknya yang utama dikemukakan secara terus terang kepada ayahnya. Walangsungsang yang berstatus Tohaan (Pangeran), juga adik-adiknya, merasa bertanggung jawab untuk meningkatkan kualitas dirinya sebagai putera-puteri Maharaja. Mereka merasa haus akan ilmu pengetahuan, terutama dibidang keagamaan. Ketika ibunya masih hidup, mereka ada yang membimbing, tetapi ketika ibunya telah wafat, di Pakuan tidak ada orang yang bisa dijadikan guru mereka. Tidak Ada lagi penenang batin yang memadai bagi mereka.

Sri Baduga Maharaja, ketika itu masih berstatus Prabu Anom, bahkan mertuanya (Prabu Susuktunggal) masih dibawah kekuasaan kakeknya, Sang Mahaprabu Niskala Wastu Kancana. Sri Baduga Maharaja atau Prabu Anom Jayadewata, sangat maklum atas keinginan ketiga puterinya itu. Dengan berat hati ia hanya mengijinkan Walangsungsang dan Rara Santang, sedangkan Rajasangara dimohon tetap tinggal di Pakuan.

Tentang Rajasangara ini mungkin pada suatu waktu menimbulkan penafsiran yang berbeda, terutama ketika ia diindetifisr sebagai Kiansantang. Padahal nama Rajasangara sangat jarang disebut sebut dalam sejarah lisan dan kalah tenar dibandingkan dengan Kiansantang. Namun sangat sulit mencari sejarah yang ditulis resmi tentang Kiansantang.

Pengembaraan
Didalam cerita masa lalu, pengembaraan seorang anak raja guna menambah ilmu dan memperluas cakrawala bathinnya merupakan faktor penting bagi perkembangan kepribadiannya. Hal ini sama ketika dilakukan oleh Niskala Wastu Kancana yang mengembara ke wilayah Sumatera, atau Sri Baduga sebelum menduduki tahta Pajajaran. Dalam dokumen resmi pun demikian, seperti yang diketahui tentang Bujangga Manik, yang kelak dikemudian hari banyak dirujuk sebagai topografi untuk wilayah pada saat itu.

Demikian pula dalam kisah Walanagsungsang, sebagai seorang yang haus akan ilmu Pangeran Walangsungsang kemudian memohon pamit juga kepada Ki Gedeng Tapa untuk berguru mencari ilmu ditempat lain.

Sulit dibayangkan oleh para peminat sejarah yang kadung mendikotomi ageman ketika ada kisah Walangsungsang memperistri Indang Geulis, putri dari Ki Danuwarsih, seorang pendeta Budha. Hal ini terjadi ketika Walangsungsang melakukan pengembaraan ke wilayah Timur. Hingga pada suatu hari ia tiba di padepokan Ki danuwarsih, seorang pendeta agama Budha. Ki Danuwarsih adalah anak seorang pendeta Budha, Ki Danusetra yang berasal dari Gunung Dihyang (dieng), kemudian menjadi pendeta di Keraton Galuh, ketika ibukota Kerajaan Galuh masih di Karang Kamulyan, Ciamis.

Pemaknaan lainnya mungkin juga dapat diambil ketika Walangsungsang berguru tanpa ia pun harus meninggalkan agamanya. Yoseph Iskandar menafsirkan, bahwa : Mungkin saja ia ingin mengetahui agama Budha, hanya sebagai studi perbandingan.

Didalam buku yang sama Yoseph Iskandar menjelaskna pula, bahwa : tempat tinggal Ki danuwarsih, menurut naskah Pustaka nagara Kretabhumi parwa 1 sarga 4, hanya diterangkan di Parahiyangan bang Wetan. Ketika mengadakan “Penelitian Bahasa Sunda” di Kabupaten Pakalongan atas prakarsa Lemit Unpas tahun 1989, dikecamatan Paninggaran, terdapat beberapa situs, diantaranya makam keramat Embah Wali Tanduran ; makam Pajajaran di bukit Sigabung, dan makam Pajajaran di Pacalan Kampung Sebelas.

Pada saat dilakukan penelitian, sesepuh dan rakyat di Paninggaran, tidak pernah mengetahui asal usul nama daerahnya. Ada yang mengatakan Paninggarang itu berasal dari kata “menginggar-inggar” (penuh kegembiraan). Dalam bahasa Sunda sangat jelas bahwa arti dari kata paninggarang adalah pemburu dalam bahasa Indonesia.

Setelah diterangkan bahwa paninggaran itu artinya pemburu, para sesepuh menerangkan, sesungguhnya Embah Wali Tanduran itu dulunya seorang pemburu. Bahkan orang tua mereka (penduduk asli Paninggaran), semuanya mahir berburu. Mereka membuktikannya dengan memperlihatkan tombak-tombak pusaka dan panah pusaka peninggalan leluhurnya, yang khusus hanya digunakan untuk memburu.

Makam Embah Wali Tanduran sebenarnya bukan makam, tetapi pasarean atau patilasan, bekas Pangeran Cakrabuana. Begitu juga yang disebut makam Pajajaran di bukit Sigabung, adalah pasarean tempat pangeran Cakrabuan menyepi. Kalau makam Pajajaran yang berada di Pacalan Kampung Sebelas, itu tempat tinggalnya Pangeran Cakrabuana. Tentu masyarakat tidak akan berani merusak batu-batu yang berada disana, karena suka bertemu dengan harimau putih dari Pajajaran.

Pangeran Cakrabuan nama lain dari Walangsungsang. Menurut KH Syarifudin, patilasan-patilasan (situs) Pangeran Cakrabuana banyak terdapat tersebar di beberapa kecamatan. Setelah melihat peta Kabupaten Pekalongan, patilasan-patilasan tersebut dapat dihubung-hubungkan melalui garis lurus, terbentang antara Gunung Dieng (Dihyang) sampai Cirebon.

Berdasarkan identifikasi mungkin saja Walangsungsang pernah tinggal di padepokan agama Budha di dataran tinggi Dieng. Atau pada waktu itu dataran tinggi Dihyang (Dieng) masih termasuk wilayah “Parahiyangan bang Wetan”. Kalau indentifikasi tersebut “benar”, mungkin ketika Walangsungsang, Indang Geulis, dan Rara Santang, pulang ke Cirebon, melalui jalur dan melewati Paninggaran.

Pada tanggal 14 bagian terang bulan Caitra tahun 1367 Saka atau Kamis tanggal 8 April 1445 Masehi, bertepatan dengan 1 Muharam 848 Hijriah, Walangsungsang membuka perkampungan baru dihutan pantai kebon pasisir, diberi nama Cirebon Larang atau Cirebon Pasisir. Nama tersebut diambil berdasarkan nama yang sudah ada, yaitu kerajaan Cirebon yang terletak dilereng Gunung Cereme yang pernah dirajai oleh Ki Gedeng Kasmaya (putera sulung Sang Bunisora). Ketika Cirebon Pasisir sudah berdiri, kawasan Cirebon yang dilereng Gunung Cereme kemudian disebut Cirebon Girang. Ki Danusela menjadi kuwu yang pertama, dan Ki Samadullah terpilih menjadi pangraksabumi, dengan julukan Ki Cakrabumi yang kemudian dijuluki pula Pangeran Cakrabuana.

Setelah menunaikan ibadah haji, Pangeran Walangsungsang alias Ki Samadullah alias Pangeran Cakrabuana, mendapat nama baru, Haji Abdullah Imam. Begitu juga adiknya Rara Santang mendapat nama baru sebagai Hajjah Syarifah Muda’im.

Haji Abdullah Imam bermukim selama 3 bulan di Mekkah. Ketika dalam perjalanan pulang ke Jawa Barat sempat singgah di Bagdad (Irak) dan Cempa (Indo Cina). Di Cempa, Haji Abdullah Imam berguru kepada Syeh Ibrahim Akbar. Haji Abdullah Imam dijodohkan dengan puterinya dan dibawanya pulang ke Cirebon. Setibanya di Cirebon, isterinya Indah Geulis telah melahirkan seorang puteri kemudian diberi nama Nyai Pakungwati.

Kemudian Haji Abdullah Imam memperisteri Ratna Riris, puteri dari Ki Danusela dan namanya diganti dengan Kancana Larang. Ketika Ki Danusela wafat, Haji Abdullah Imam terpilih menjadi kuwu yang kedua di Cirebon Larang. Selanjutnya setelah Ki Gedeng Tapa (kakeknya) wafat, Haji Abdullah Imam tidak mendapat warisan tahtanya, melainkan mendapat warisan harta kekayaan yang berlimpah.

Bermodal warisan harta kekayaan dari kakeknya, Haji Abdullah Imam mendirikan keraton yang kemudian diberi nama Keraton Pakungwati, diambil dari nama puterinya. Kemudian Haji Abdullah Imam mendirikan tentara kerajaan.

Hubungan Cirebon – Pajajaran
Memperhatikan puteranya telah berhasil membuat kerajaan Islam pertama di Pajajaran, Sri Baduga Maharaja mengutus Ki Jagabaya (Perwira Angkatan Perang Pajajaran) beserta pengiringnya, juga turut serta Rajasangara (adik bungsu Haji Abdullah Imam), untuk merestuinya. Di keraton Pakungwati, Haji Abdullah Imam dinobatkan sebagai raja daerah dengan gelar Sri Mangana.

Walangsungsang direstui ayahnya untuk menjadi penguasa Cirebon namun secara sukarela ia menyerahkannya kepada keponakannya, anak dari Rarasantang, yaki Syarif Hidayat. Sekalipun demikina ia pun masih mampu bertindak sebagai pelindung Cirebon.

Secara politis hubungan Pajajaran dengan Cirebon sangat tergantung dari hubungan Sri Baduga dengan Walangsungsang. Hal ini mengalami masa krisis ketika Syarif Hidayat, atas dasar saran para wali memproklamirkan Cirebon sebagai negara yang merdeka, dengan Raja pertamanya Syarif Hidayat. Pada masa itu Sri Baduga akan mengirimkan pasukan untuk menyerang Cirebon, namun berhasil dicegah oleh Purohita (pendeta tertinggi keraton), dengan alasan tidak baik seorang kakek memerangi anak (walangsungsang) dan cucunya (Syarif Hidayat). Cirebon akhirnya menjadi negara merdeka.

Memang kekhawatiran Sri Baduga terhadap Cirebon karena terlalu rapatnya hubungan dengan Demak, terutama pasca pernikahan keturunan Cirebon dengan Dengan dan gadirnya armada laut Demak di Cirebon. Padahal Pajajaran memiliki kekuatan pasukan darat namun sangat lemah di laut.

Hubungan dagang Demak – Cirebon makin menyulitkan perdagangan Pajajaran dengan dunia luar. Dalam teori politik ekonomi dimungkinkan hubungan Demak – Cirebon bukan hanya menyangkut masalah pengembangan agama, melainkan juga hubungan dagang. Untuk menjaga wilayahnya, Sri Baduga kemudian membuat perjanjian dengan Portugis. Hal yang sama dilakukan oleh Hasanudin (1546) ketika Banten dan Cirebon membantu Demak untuk menyerang Pasuruan, sama-sama negara islam.

Dalam melaksanakan perjanjian, dari Pajajaran diwakili oleh Surawisesa, putra mahkota. Dalam hikayat ini dimitoskan pula kisah Mundinglaya Dikusumah yang melawan Guriang. Kelak Guriang ini di tafsirkan sebagai orang-orang Portugis yang berbadan tinggi dan besar jika dibandingkan dengan orang sendiri.

Pasca wafatnya Sri Baduga keseganan Cirebon terhadap Pajajaran menjadi berkurang. Perang antara keduanya terjadi selama lima tahun. Di front lainnya Galuh masih merasa memiliki ikatan sejarang dengan Cirebon, karena Cirebon dahulu berada dibawah daulat Galuh, hingga Galuh melakukan penyerangan ke Cirebon.

Ketika Cirebon sedang mempersiapkan penyerangan yang ditujukan ke Daerah Talaga, peperangan terhenti ketika Syarif Hidayat mendapat berita, bahwa Walangsungsang pendiri Pakungwati dan pelindung Cirebon wafat (1529 M). Dengan demikian Cirebon kehilangan sosok pelindung yang dapat diandalkan.

Walangsungsang disebut-sebut memiliki andil yang dominan mencegah pertumpahan darah, ketika pasca pengadilan Syekh Siti Jenar yang dilakukan Walisongo dihukum mati, ia berhasil mencegah penguasa Cirebon untuk menghukum semua penganut Syi’ah.

Demikianlah kisah seorang pembaharu teureuh Sunda yang memiliki andil besar dalam kisah penyebaran agama islam dan membangun Kota Cirebon. Ia pun memberikan pelajaran bagi kita semua, bahwa tahta bukan segala-galanya. Sebagaimana yang ia contohkan ketika harus menyerahkan tahta Cirebon kepada keponakannya sendiri, yakni Syarif Hidayat.

Dari cerita ini pula kedepan diharapkan ada kupasan yang lebih mendetail tentang pembedaan pengaruh penyebaran islam dengan ekspansi dagang yang kadang harus bercaruk, sulit dipisahkan, sehingga sulit menarik benang merahnya. (cag heula).

MANTRA SAKIT GIGI

17 Januari 2011

Suatu ketika bila anda menderita sakit gigi dan rasanya cekot-cekot maka tulislah mantra ini di secarik kertas kemudian lipat kertas tersebut. Selanjutnya gigit lipatan kertas itu dengan gigi yang sakit tersebut. Secara bertahap rasa sakit gigi kita akan hilang atas ijin Allah SWT.

Mantra yang harus ditulis:
LIKULLI NABA-IM MUSTAQOR WASAUFA TA’LAMUN

SELAMAT MENCOBA

by, Ki Ragasukma Sajati

MANTRA INSOMNIA

17 Januari 2011

Sulit tidur (insomnia) adalah sesuatu yang membuat kita tidak nyaman. Kita tidak bisa istirahat secara sempurna sebab otak kita sebenatnya perlu memasuki gelombang alfa/teta dan ini bisa dicapai bila kita tertidur. Mengingat fungsi tidur yang begitu penting, maka kita perlu berusaha untuk tidur senyaman mungkin. Bila suatu ketika kita sulit tidur apalagi dalam jangka waktu yang lama, kita perlu berusaha agar “kelainan” ini bisa disembuhkan. Berikut mantra agar kita bisa tertidur lelap.

Ada dua cara agar mantra ini bisa bekerja dengan maksimal. Pertama, baca mantra ini tiga kali di atas segelas air dan tiupkan ke air tersebut. Minum air sebelum berbaring merebahkan tubuh. Kedua, cara ini lebih sulit namun lebih efektif. Tulis mantra ini pada selembar kecil kulit rusa dan buat jimat untuk diikatkan pada pinggang setiap malam saat akan berangkat tidur. Ketiga, mantra ini juga bagus untuk menghindari dari mimpi buruk dengan cara seperti cara pertama.

Mantranya sebagai berikut:
FANAADAA FIDZDZHULU MAATI ALLAA ILAAHA ILLA ANTA SUBHAANAKA INNII KUNTU MINADZHDZHOOLI MIIN FASTAJAABNAA LAHU WANAJJAINAAHU MINAL GHOMMI WA KADZAALIKA NUNJIL MU’MINIIN.

SELAMAT MENCOBA…..

by,Ki Ragasukma Sajati


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.242 pengikut lainnya.