Archive for Januari, 2011

Ahli Fisika Nilai Jejak UFO Sleman Yakini Bukan Buatan Manusia,,,,???

29 Januari 2011

 


dok/b8

Fisikawan Universitas Diponegoro Semarang Dr M. Nur menilai “crop circle” yang terlihat di Sleman, D.I. Yogyakarta adalah murni fenomena alam.

“Fenomena `crop circle` itu sudah terlihat sejak 1687 di berbagai negara di belahan dunia,” katanya di Semarang, Selasa, menanggapi fenomena “crop circle” yang muncul di Sleman.

Ia meyakini bahwa “crop circle” yang muncul di Sleman tersebut bukan buatan manusia maupun jejak “unidentified flying object” (UFO), namun murni suatu fenomena alam.

Tidak mungkin, kata dia, jika “crop circle” itu dibuat manusia, sebab polanya sangat rapi, bentuknya amat teratur, apalagi kemunculannya sangatlah tiba-tiba dan cepat.

Menurut dia, kalau “crop circle” itu buatan manusia, tentunya tidak mungkin sanggup mengerjakan sampai serapi itu, apalagi sanggup mengerjakan dalam waktu yang cukup singkat.

“Kan tidak ada orang yang tahu, tahu-tahu sudah ada (crop circle, red.). Saya meyakini itu hanya fenomena alam akibat intervensi ion yang disebut `elektro hidro dinamik`,” katanya.

Fisikawan yang telah enam tahun bergelut dengan ilmu fisika plasma itu menjelaskan fenomena “crop circle” disebabkan tertariknya ion-ion positif yang ada di awan ke bumi.

“Awan kan mengandung ion-ion negatif sedangkan bumi bermuatan negatif, suatu ketika bisa saja ion-ion itu tertarik ke bumi dan saling terintervensi membentuk pola,” katanya.

Biasanya, kata dia, pola yang terbentuk akibat intervensi ion yang sering disebut “angin ion” itu lingkaran, karena pergerakannya cenderung berbentuk spiral dan berputar-putar.

“Dalam waktu singkat, pola `crop circle` itu bisa terbentuk. Karena itu, mustahil kalau dibuat manusia, apalagi saya semakin yakin karena saat itu tengah hujan disertai angin,” katanya.

Ia mengatakan “crop circle” itu bisa terjadi di mana saja, namun polanya akan terlihat jika mengenai bidang datar yang lunak, misalnya di semak belukar, ladang gandum, dan sawah.

“Apakah di atap rumah (genting, red.) dan pepohonan tidak bisa terkena? Bisa saja, namun pola yang terbentuk tidak akan terlihat karena bidangnya tidak datar dan cenderung keras,” katanya.

Nur menambahkan kejadian “crop circle” ini bisa terjadi di wilayah manapun, namun lebih sering terjadi di negara beriklim subtropik dengan membentuk berbagai pola yang kompleks.

Rencananya, Dekan Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) Undip itu akan mengajak dan mengumpulkan para ilmuwan untuk mendiskusikan fenomena “crop circle” itu secara lebih lanjut. Lalu bgmnakah mnurut anda,,,,,,???????

MENGENAL 7 CAKRA UTAMA KUNDALINI

29 Januari 2011

Mungkin ada yang bertanya atau belum mengerti apa itu
7 cakra utama kundalini mulai dari cakra dasar sampai ke cakra mahkota
Untuk itu saya minta ijin untuk menjelaskannya sebatas kemampuan saya , nanti kalau ada yang kurang monggo di pun tambahi.

Chakra berfungsi sebagai pintu keluar masuknya energi
eterik dari berbagai lapis tubuh. Apabila sebuah chakra tidak
berfungsi dengan baik, maka energi kotor tidak dapat dipompa keluar
dan energi bersih tidak dapat ditarik masuk. Dengan demikian organ-
organ tubuh di sekitarnya akan mendapat gangguan. Walaupun pada
tubuh terdapat banyak chakra-chakra, tetapi perhatian harus ditujukan
kepada ke 7 chakra utama, chakra lain akan membuka dengan sendirinya.

Ke 7 chakra utama sebagai berikut :

• Chakra Dasar terletak di ujung tulang ekor ke 3, dimana chakra ini
adalah pusat vitalitas, keinginan untuk hidup dan tubuh fisik.
Warna “cahaya berwarna merah”

• Chakra Sex yang dikenal juga sebagai pusat tubuh emosi, dimana
semua perasaan diproses.
Warna “cahaya berwarna oranye”

• Chakra Pusat diasosiasikan dengan “tubuh mental”, yang
mengontrol seluruh pikiran pendapat dan penilaian.
Warna “cahaya berwarna kuning”
.
• Chakra Jantung sebagai chakra keempat dikenal sebagai pusat
tubuh intuisi, dimana chakra jantung ini adalah pusat dari cinta
kasih, kasih sayang seluruh perasaan yang positif dan halus.
Warna “Cahaya hijau muda atau merah muda. Hijau
muda berfungsi untuk pengobatan, merah muda untuk cinta kasih
dapat digunakan secara bergantian.

• Chakra Tenggorokan sebagai chakra ke-lima,
merupakan pusat
“tubuh atma” yang terletak di tenggorokan di lokasi pita suara,
cahaya yang dipergunakan berwarna “biru laut

• Chakra mata Ketiga (Chakra Ajna) sebagai chakra ke-enam
yang biasa juga disebut “chakra antara kening”, dimana
merupakan pusat “tubuh cahaya atau tubuh monad”.
cahaya berwarna “Lembayung Muda”

• Chakra Mahkota sebagai chakra utama ke-tujuh terletak di puncak
kepala, pada tahun sebelum tahun 1970 jarang disebut karena
sukar sekali dibuka. Dengan terbukanya “Chakra Mahkota Alam
Semesta” antara tahun 1970 maka imbasnya “chakra mahkota”
dapat dibuka dengan sama mudahnya dengan chakra utama yang
lain. Warna “Cahaya Putih” yang terang

Itu yang bisa saya sampaikan mudah-mudahan bisa bermanfaat
Amin

MEMBUKA RAHASIA TENTANG ILMU METAFISIKA

29 Januari 2011

Artikel ini saya tujukan khusus untuk mereka yang ingin menjadi paranormal dan menekuni dunia supranatural. Ini pengetahuan dasar tentang ketrampilan teknis/tata cara mengamalkan ilmu gaib. Jadi bagi yang tidak berkepentingan, kami mohon maaf karena bisa jadi mengganggu keyakinan Anda.

Pertama, ilmu gaib diperoleh dengan melakukan kontak atau hubungan dengan benda-benda yang terkait dengan orang yang menjadi sasaran atau sumber ilmu gaib itu. Misalnya, di suatu komunitas masyarakat kalau orang ingin agar seorang wanita jatuh hati padanya alias melakukan pelet pengasihan maka diambillah sesuatu benda yang pernah disentuh oleh wanita itu. Frazer menyebutnya LAW OF CONTACT sedangkan Ilmu Gaibnya disebut dengan CONTAGINUS MAGIC.

Kedua, ilmu gaib yang berdasarkan hukum kesamaan (LAW OF SIMILARITY) dan ilmu gaibnya disebut IMITATIVE MAGIC. Jika kita menginginkan sesuatu dengan kekuatan gaib, maka kita menggunakan sesuatu yang mirip dengan apa yang kita inginkan. Kalau kita ingin menginginkan kekuatan dari angin, maka kita bisa melakukan dengan bersiul. Bersiul itu sama dengan datangnya angin. Kebiasaan ini ternyata dilakukan hampir di seluruh bangsa di dunia.

Tidak hanya tradisi asli suku-suku bangda yang menggunakan dua cara magic sebagaimana yang dipaparkan Frazer, para penganut agama-agama besar di dunia pun juga menggunakan dua hukum itu yang mengakui adanya hubungan antara kekuatan gaib yang kita peroleh dari sentuhan benda dan sumber yang mempunyai kekuatan energi itu. Misalnya, para sahabat dulu mengambil berkah dari apa saja yang pernah disentuh oleh Rasulullah SAW, seakan-akan teori magic itu mendapatkan pembenaran agama.

Kita ingat, bagaimana seorang paranormal dari kalangan Yahudi menyihir Rasulullah SAW. Dia menggunakan sisir rambut Rasulullah (barang yang pernah disentuh Rasulullah) untuk diserap energi gaibnya dan kemudian dilakukan upaya sihir. Secara metafisis, sebuah sentuhan tangan kita ke benda akan meninggalkan jejak gaib yang tidak pernah lagi bisa dihapuskan. Jejak gaib itu adalah laku perbuatan kita yang terus akan terhubung hubungan dengan roh kita. Jadi sangat masuk akal bila nanti di pengadilan akhir saat diri kita diadili oleh Tuhan, maka mulut kita tidak perlu lagi berkata-kata. Sebab tangan, kaki, dan semua tubuh kita lah yang akan menjadi bukti telah meninggalkan jejak di benda-benda.

Jadi laku perbuatan kita sekecil apapun yang ada hubungannya dengan menyentuh benda-benda maka di situlah kita membuat sebuah JEJAK REKAM METAFISIS yang tidak akan pernah bisa dihapus lagi untuk selama-lamanya. Di dalam jejak tersebut akan tercecer catatan baik atau buruk amal perbuatan kita. Di dalam jejak rekam metafisis itu termuat sebuah mikrochip dari roh kita yang tetap hidup.

Seorang paranormal melakukan upaya sihir dengan prinsip LAW OF CONTACT. Dia mengambil benda-benda calon korban karena benda-benda yang telah disentuh korban tersebut sebenarnya sudah ada mikrochip dari roh korban. Paranormal memperlakukan benda-benda milik korban seakan-akan benda-benda itu adalah tubuh si korban. Dia menusuk-nusuk, mengikat, memutar-mutar, menyentuh dengan sentuhan lembut kepada benda-benda milik korban yang tak lain tubuh korban itu sendiri. Paranormal juga melakukan perbuatan yang berdasarkan hukum LAW OF SIMILARITY, yaitu membuat sebuah upacara ritual kecil-kecilan yaitu sebuah pesta pora yang dihadiri oleh roh-roh lainnya. Kemudian bersama-sama roh-roh yang hadir di upacara ritual itu siap untuk menyakiti, membunuh dan membingungkan roh korban.

Seorang yang belajar ilmu-ilmu gaib perlu memahami HUKUM KONTAK DAN HUKUM PERSAMAAN ini. Sedangkan mantra digunakan sebagai media untuk mengumpulkan dan mengakses energi atau kekuatan yang tersembunyi di dalam sebuah ilmu gaib. Untuk memahami hal ini saya mencontohkan AJI PELET PENGASIHAN JARAN GOYANG.

Suatu ketika Anda ingin memiliki ajian Pelet Pengasihan Jaran Goyang dan kemudian benar-benar menjalani laku tirakat seperti puasa mutih, puasa ngalong, puasa ngrowot dan lain-lain. Anda juga sudah membaca mantra sekian ratus kali dengan ritual yang unik dan aneh. Namun bagaimana caranya mengecek ajian tersebut, apakah Anda sudah menguasai ajian ini? Untuk mengecek penguasaan sebuah ajian, tidak bisa tidak Anda perlu mencobanya.

Caranya mencoba Pelet Pengasihan Jaran Goyang sebagai berikut. Pertama, sediakan benda-benda milik seseorang yang akan Anda pelet (tentu saja secara sembunyi-sembunyi). Kedua, pegang benda tersebut dan mulailah matek ajian dengan membaca mantra: “AJIKU SI JARAN GOYANG, CEMETIKU SODO LANANG, TAK SABETAKE SEGARA ASAT, TAK SABETAKE GUNUNG JUGRUG, TAK SABETAKE ATINE SI JABANG BAYI………(nama korban) MATI TAN URIP YEN ORA INGSUN ….. (nama klien yang kita bantu) KANG KARYA JAMPI”

Remas, goyangkan, putar-putar benda tersebut seperti anda meremas, menggoyang dan memutar hatinya korban….

Disini, hukum kontaknya adalah”memegang benda-benda milik korban” karena sebenarnya benda-benda tersebut adalah bagian ROH KORBAN dan hukum persamaannya adalah menyamakan jiwa/sukma korban dengan benda yang sebenarnya bersifat gaib menjadi benda fisik yang bisa disabet dengan lidi.

Ketiga, kekuatan membayangkan (visualisasi) tersebut menentukan berhasil tidaknya ajian Anda. Semakin kuat Anda mampu membayangkan fakta yang seolah-olah tersebut menjadi fakta yang sebenarnya maka disitulah ajian kita semakin kuat. Itu salah satu sebab kenapa disyaratkan agar seseorang melakukan laku prihatin seperti puasa karena sebenarnya dengan laku prihatin itu, kita akan dengan mudah melakukan visualisasi karena panca indera melemah dan diganti dengan indera yang lain yaitu indera keenam.
Keempat, kita menunggu hasil pelet yang telah kita jalankan tersebut. Lamanya menunggu tidak ada jangka waktu yang pasti karena tergantung pada kekuatan energi yang Anda miliki untuk menarik roh korban. Korban akan merasa kangen yang tidak terkendali dan muncul rasa ingin bertemu yang luar biasa pada diri pemelet/klien yang minta dipeletkan. Bila energi supranatural Anda cukup besar maka hasilnya segera tampak namun bila energi Anda masih lemah maka tarikannya juga lemah dan memakan waktu yang lebih lama.

Selain itu, yang menentukan berhasil tidaknya pelet Anda adalah kekuatan spiritual mental korban. Sangat cepat memelet korban yang jarang melaksanakan olah batin namun kita akan mendapatkan kesulitan bila ternyata korban sasaran kita adalah mereka yang gemar olah batin/olah rasa. Mereka akan dengan mudah mendeteksi lontaran pelet pengasihan kita waspadai serangan baliknya. Bila kita tidak waspada dan hati-hati, kita sendiri yang akan dibuat celaka oleh mereka.

Terakhir, saya berpesan kepada saudara-saudara. Belajar ilmu gaib tidak seperti pertunjukan sulap. Ilmu sulap hanya mengelabui mata dan hanya digunakan untuk mengundang decak kagum penonton di panggung. Sementara bekerjanya ilmu gaib itu misterius, pelan dan sembunyi-sembunyi. Anda adalah prajurit bayangan yang duduk diam di kegelapan siap membidikkan senapan menunggu korban untuk lengah.

KESURUPAN PENARI BARONG

29 Januari 2011

Bali memang menyuguhkan eksotisme. Termasuk budaya mistiknya yang kental di masyarakat. Salah satunya adalah saat pertunjukan tari barong yang disajikan kepada para tamu yang berkunjung ke sanggar-sanggar seni rakyat.

Beberapa saat lalu saya berkesempatan untuk menyaksikan pergelaran Tari Barong di Gianyar, Bali. Pertunjukan biasanya dipergelarkan setiap hari mulai pukul 9.30 hingga pukul 11.30 WITA di sebuah gedung pertunjukan rakyat yang sederhana. Awalnya gedung itu kosong, saya berkesempatan berkeliling gedung. Saya menyaksikan banyak makhluk halus berumah di belakang pentas. Ada beragam jenis makhluk halus yang ada di gedung luas ini. Mulai berbentuk singa namun berbadan manusia, ada yang bertentuk manusia berwarna gelap berkepala besar dan memiliki taring menonjol, ada yang berbentuk kera hitam, ada berbentuk wanita cantik dan lain-lain.

Menjelang pukul 9.30 tempat duduk yang terbuat dari beton itu terisi penuh oleh para tamu wisatawan. Pertunjukan dimulai dengan gamelan Bali yang rancak dan magis. Denyut nadi berdegub penuh gairah. Ini ciri gamelan Bali yang berbeda dengan gamelan Jawa yang lebih pelan. Tari barong itu menyajikan kisah bagaimana Barong simbol kebaikan bertempur dengan Rangda sebagai simbol kejahatan. Barong dan Rangda sama-sama sakti dan tidak terkalahkan. Begitulah isi dunia ini. Selagi dunia ini ada, kejahatan dan kebaikan selalu menjadi pasangan abadi yang tidak pernah lenyap. Pasangan yang siap bertempur tanpa ada yang menang dan kalah.

Yang menarik, pada saat akhir pertunjukan tari yaitu ketika prajurit rangda yang diperankan oleh tiga pria tanpa menggunakan baju itu keluar membawa keris. Mereka unjuk kesaktian. Menusuk-nusukkan keris sekuat tenaga ke dada dan tidak ada luka sedikitpun pada tubuh mereka. Terlihat mereka kebal senjata pada saat-saat khusus yaitu saat kondisi jiwa mereka sedang trance atau kesurupan. Kesadaran fisik mereka menghilang untuk sementara dan diganti dengan kesadaran jiwa dan ruh. Sayangnya, kesadaran jiwa dan ruh siapakah yang memasuki tubuh mereka, mereka sendiri tidak menyadarinya.

Tahukah siapa yang memasuki kesadaran jiwa mereka sehingga senjata apapun tidak mempan melukai tubuh parajurit rangda itu? Yang masuk ke tubuh mereka adalah para makhluk halus yang saya lihat sebelum pertunjukan. Masuknya makhluk halus ke tubuh mereka terlihat begitu cepat dalam hitungan sepersekian detik. Seiring dengan melemahnya kesadaran para penari tersebut dan diganti dengan kesadaran lain yaitu kesadaran makhluk halus itu. Untungnya, kejadian ini tidak berlangsung lama. Sekitar sepuluh hitungan, seorang pawang makhluk halus (dukun) berpakaian putih datang dan memercikkan air ke tubuh mereka. Seketika itu pula kesaktian mereka hilang dan kesadaran mereka pulih seperti sedia kala.

Fenomena ini sama seperti saat penari kuda lumping memakan kaca dan beling yakni saat kondisi mereka sedang kesurupan, atau pemain debus yang menjilati api namun lidah sama sekali tidak terbakar. Kesurupan adalah kondisi saat kesadaran kita hilang dan diganti dengan kesadaran lain yang bukan kesadaran diri kita. Kesadaran semacam ini bisa direkayasa untuk maksud-maksud khusus sepertki pertunjukan dan lain-lain. Kesurupan memang tidak selalu enak ditonton karena menyajikan atraksi kekebalan badan.

Kalau tari barong, debus dan kuda lumping nyaman dinikmati sebagai hiburan tidak demikian dengan aksi para politikus yang biasanya juga mengadakan atraksi “kesurupan.” Pertunjukan mereka sangat buruk dan dari segi moral sangat tidak nyaman dirasakan oleh rakyat kebanyakan. Lihatlah bagaimana mereka yang terlibat kasus Bank Century (para petinggi negara), KPK—Kejaksaan—Kepolisian, dan berbagai kasus lain saling berebut mencari pembenaran. Mereka juga benar-benar kesurupan saat hanya menyalahkan pihak lain dan membenarkan dirinya sendiri. Seakan-akan diri merekalah yang paling benar dan berhak untuk bebas dari jeratan hukum. Para tersangka ternyata juga kebal. Bila penari Barong kebal senjata tajam, maka para tersangka kebal hukum. Bila penari Barong bisa sadar dari kesurupan karena bantuan dukun, para tersangka mungkin tidak pernah sadar karena hati nurani mereka telah terbiasa untuk ditipu daya oleh kesadaran-kesadaran palsu.

Manusia-manusia yang seperti inilah yang membuat negeri ini menjadi bobrok dan kumal!

RAGAM JENIS PARANORMAL

29 Januari 2011

Berdasarkan gaya dan cara kaum paranormal melakukan semedi, menangani pasien, dan mengambil energi/kekuatan alam saya menggolongkan mereka menjadi dua jenis. Pertama, paranormal yang memakai bantuan makhluk halus, perewangan, khodam dll. Kedua, paranormal yang menggunakan murni energi alam yang sudah diolah sedemikian rupa dengan OLAH BATINNYA sehingga akhirnya bersenyawa kuat pada diri seorang paranormal.

Apapun energi yang diambil, seorang paranormal selalu menggunakan teknik meditasi. Yaitu menyesuaikan gelombang otaknya sehingga akan muncul intuisi tertentu untuk memasuki sebuah dimensi gaib.

Dari banyaknya kaum paranormal yang saya wawancarai umumnya memperoleh ilmu dengan berbagai macam cara yang tidak terduga. Ada yang datang begitu saja saat dia tertidur lalu tiba-tiba bermimpi didatangi leluhurnya dan mengirimkan benda tertentu untuk dipergunakan sebagai medium. Ada yang harus berpuasa dan berguru ke seseorang yang linuwih sehingga suatu ketika mendapatkan ilmu yang diharapkan (ini jumlahnya paling banyak) dan ada pula paranormal yang sejak lahir sudah dikaruniai bakat alam (jumlahnya paling sedikit).

Dan ini yang perlu diketahui, bahwa paranormal itu bukan manusia yang tahu segalanya. Paranormal juga manusia biasa seperti kita yang memiliki kelebihan di bidang tertentu saja. Bisa jadi di bidang lain dia tidak tahu apa-apa. Seperti kemampuan meramal, kemampuan menyembuhkan sakit, kemampuan melakukan santet, kemampuan melakukan pembersihan energi negatif di suatu tempat, kemampuan menyembuhkan orang pingsan, kemampuan untuk mengambil benda-benda bertuah, kemampuan mentransfer ilmu kebal, kemampuan untuk memanggil khodam dan lain-lain.

Maka, sangat berlebihan kiranya bila seorang paranormal mengaku menguasai segala jenis ilmu. Paranormal harusnya justeru perlu rendah hati dan tidak mengklaim dirinya paling sakti di alam semesta. Paranormal harusnya memegang KODE ETIK PARANORMAL yaitu ingin membantu mereka yang kesulitan dan membutuhkan bantuan dengan MEMPERCAYAI bahwa kekuatan yang dimilikinya berasal dari Tuhan Yang Maha Esa.

Sepengetahuan saya, paranormal yang sudah dikaruniai bakat alam sejak awal, biasanya memiliki kekuatan yang lebih kuat dari paranormal yang harus melalui proses belajar untuk memperoleh kesaktian. Namun ada juga yang sudah dari sononya memiliki bakat alam namun tidak malas terus mengasah dengan proses belajar dan laku prihatin. Untuk jenis paranormal terakhir ini, jumlahnya sedikit.

PARANORMAL MODERN MEMAKAI METODA ILMIAH

Lain dulu lain sekarang. Kini, perkembangan ilmu pengetahuan khususnya parapsikologi sampai para pertanyaan kenapa seseorang memiliki kemampuan linuwih yang membedakan dengan orang kebanyakan?

Berdasarkan temuan ilmiah dibidang parapsikologi, ternyata gelombang-gelombang otak tertentu berperan melakukan berbagai kegiatan metafisis yang biasa dimiliki kaum paranormal. Jadi, sekarang untuk sakti tidak perlu puasa mutih, ngalong, nrowot dan lain-lain. Ini jenis paranormal modern.

Dasarnya adalah bagaimana menstimulasi otak dengan gelombang suara yang unik. Sebagaimana yang pernah diungkap oleh lembaga sains dan penelitian tentang otak, suara memiliki pengaruh besar terhadap kinerja otak. Contohnya efek musik Klasik berbeda pengaruhnya ke tingkat keriangan seseorang dibanding musik Jazz. Berdasarkan pada konsep frekwensi suara inilah, para pakar menemukan alat stimulasi otak yang mampu menghasilkan frekwensi suara khusus. Alat itu dikenal dengan nama Binaural Beat Frequency.

Alat ini akan mengeluarkan suara dengan frekwensi tertentu yang dihasilkan melalui perhitungan matematika yang kompleks sehingga mampu menginterferensi dan menstimulasi gelombang otak untuk memasuki kondisi “trance” (frekwensi theta). Alat ini konon diklaim memiliki pengaruh yang kuat dalam menstimulasi gelombang otak manusia memasuki frekwensi tertentu, seperti alpha, theta & delta.

Entah apakah alat tersebut benar-benar hebat sehingga bisa segera mengantar penggunanya untuk mampu memunculkan energi tertentu yang tersimpan dari bawah sadar kita atau tidak jelas, masih perlu pembuktian. Saya sendiri belum pernah mencoba alat tersebut.

Namun teorinya, dengan menyelaraskan gelombang otak pada frekwensi tertentu maka kita mampu atau bisa memiliki kekuatan metafisika yang sangat berguna bagi kehidupan kita sehari-hari. Pendapat ini ditemukan sudah sejak tahun 1960 yang dilakukan oleh berbagai ilmuwan neurosains yang menyimpulkan bahwa frekwensi suara tertentu dapat menpengaruhi keadaan seseorang.

Seseorang yang gelombang otak pada frekwensi beta (12 – 25 cps) melakukan kegiatan berpikir, berinteraksi, dan menjalani kehidupan sehari. Gelombang otak pada frekwensi alfa (8 12 cps) menyadari keberadaan mimpi dan keadaan meditasi dalam karena gelombang alfa adalah jembatan penghubung antara pikiran sadar dan bawah sadar. Sedangkan gelombang otak pada frekwensi theta (4 – 8 cps) memasuki alam bawah sadar yang mengalami kondisi meditasi sangat mendalam.

Seseorang yang berprofesi sebagai paranormal dan penyembuh gelombang otaknya lebih banyak mengandung frekwensi delta (0,1 – 4 cps). Frekwensi delta bertindak sebagai “radar” yang mendasari kerja intuisi, empati dan tidakan yang bersifat instink sehingga membangkitkan energi tubuh (kundalini/cakra/aura/chi), mata bathin, terawangan, psikometri ESP (Extra Sensory Perception), telepathy, telekinetis, psychokinetis, lepas sukma, peningkat daya seksual, peningkat metabolisme tubuh dan bahkan membantu mencapai tingkat kesadaran dan kebijakan tertinggi.

HIPNOSIS

Satu lagi kemampuan yang kerap dihubung-hubungkan dengan paranormal adalah kemampuan hipnosis. Konsep hipnosis telah ada sejak awal peradaban manusia, hipnosis selalu dihubungkan dengan berbagai ritual keagamaan dan kepercayaaan, kekuatan magis dan supranatural.

Hipnosis secara konvensional adalah salah satu kondisi kesadaran (state of consciousness), dimana dalam kondisi ini manusia lebih mudah menerima saran (informasi). Konsep hipnosis terus berkembang seiring dengan perkembangan jaman. Hipnosis secara modern adalah teknik untuk membypass atau mempekecil ’critical factor’ dari conscious, sehingga RAS (Reticular Activating System) terbuka, dan informasi dapat memasuki sub-conscious.

Sinyal beta merupakan sinyal paling dominan di antara sinyal yang tertangkap Elektro Encepalograph –sebuah alat pendeteksi gelombang otak—sehingga ini menjelaskan bahwa pada saat kondisi hipnosis 1 dan hipnosis 2, pikiran tetap terjaga atau sadar. Sinyal alpha meningkat pada kondisi hipnosis 1 dimana pikiran akan terasa rileks dan santai namun terfokus, Sinyal theta meningkat pada kondisi hipnosis 2 setelah pikiran dibimbing untuk berimajinasi melakukan suatu kegiatan atau berada di suatu tempat yang mudah dirasakan oleh pikiran. Sinyal delta relatif kecil pada semua kondisi karena sinyal delta meningkat pada keadaan tidur lelap.

Setiap hari manusia pasti masuk ke kondisi hipnosis. Misalnya, saat kita sedang nonton TV, kita fokus pada 1 hal yaitu film yang sedang kita tonton. Pada saat membaca buku, mengetik komputer, kita pun fokus pada hal yang sedang kita kerjakan. Oleh karena itu bila kita ukur gelombang otak kita, kita sedang berada dalam kondisi Alfa, kita sedang dalam kondisi hypnosis. Pada saat kita meditasi, jika pikiran kita sudah tidak kesana kemari dan kita mulai konsentrasi pada 1 fokus maka gelombang otak kita berada dalam kondisi Alfa atau Teta. Bahkan setiap kita tidur kita harus melewati kondisi hipnosis sebelum tertidur pulas, yaitu dari gelombang Beta ke Alfa – Teta akhirnya Delta.

Lalu mengapa kita perlu mencapai gelombang Alfa atau Teta ? Karena bila kita berada dalam gelombang Beta (fokus yang terpecah) kita tidak akan bisa belajar atau menerima apapun. Bayangkan seperti ini, bila anda sedang berada di ruangan mesin yang ribut, anda tidak akan bisa mendengar suara teman anda, anda harus menurunkan suara mesin itu lalu fokus pada suara teman anda baru bisa mengerti apa yang ia katakan.

Sama seperti itu, hipnotis adalah metode untuk menurunkan gelombang sibuk anda (Beta) supaya mencapai Alfa atau Teta agar kita bisa lebih fokus. Bahkan kita sangat perlu berada di gelombang Alfa atau Teta untuk bisa belajar misal pada saat kuliah, mendengar ceramah, membaca buku, dan sebagainya.

Ada sebuah pengalaman unik yang terjadi pada anak saya. Suatu ketika dia ditakut-takuti oleh tetangga akan ditabrak sepeda motor. Sehingga dia menjadi trauma terhadap raungan suara motor yang melintas. Kenapa hal ini terjadi? Karena pada saat ia mendengar suara tersebut, otaknya berada di kondisi Alfa atau Teta sehingga ia menjadi reseptif terhadap suara. Lalu bagaimana yang terjadi di acara-acara hiburan di TV yang menampilkan orang terhipnotis lalu diubah namanya atau berperilaku aneh? Apakah kesadarannya dilemahkan dengan hipnotis? Prosesnya sama, yang dilakukan oleh para hipnotis adalah dengan menggunakan metode hipnosis menurunkan gelombang otak orang itu menjadi Alfa atau Teta sehingga ia menjadi reseptif pada sugesti sang hipnotis.

Lalu kemanakah kesadarannya ? Apakah hilang ? Tidak hilang! Kesadarannya tetap ada bahkan ia sangat sadar. Misalnya, seorang lelaki bernama Eko diubah namanya menjadi Ria. Eko masih sangat sadar bahkan pada saat ia bilang namanya adalah Ria tetapi kesadarannya tidak cukup kuat untuk menolak sugesti sang hipnotis. Lalu apakah kesadaran Eko sedang dilemahkan melalui hipnotis? TIDAK! Memang kesadarannya sudah lemah dari awalnya dan melalui hipnosis jadi terlihat.

Jika begitu apa bedanya kita semua dengan yang terhipnotis di televisi itu? Ketika kemarahan menguasai kita, kita menjadi terfokus pada hal yang menyebabkan kita marah, lalu kita bereaksi galak dan mengomeli orang lain. Bukankah kita saat itu terhipnotis oleh kemarahan kita? Bukankah saat itu kesadaran kita pun lemah sehingga tidak bisa menyadari kemarahan yang muncul?

Jika demikian mengapa kita bisa menyimpulkan bahwa hipnosis membuat kesadaran kita melemah jika setiap harinya kesadaran kitapun lemah dan terlarut dalam kemarahan, keserakahan, kebencian, irihati? Lalu kemanakah kesadaran kita saat itu? Jika memang hipnosis bisa melemahkan kesadaran maka sesungguhnya kita sedang melemahkan kesadaran kita dengan menonton TV, dan kesibukan-kesibukan otak lainnya. Bukankah berdoa juga berada dalam kondisi hipnotis?

Hipnosis sesungguhnya sangat bermanfaat karena ini adalah metode komunikasi untuk mencapai gelombang otak Alfa atau Teta. Melalui relaksasi dalam, kita bisa mensugestikan sebuah kebijaksanaan hidup.

Hipnosis hanyalah suatu metode, yang jika kita bisa mengolahnya dapat kita gunakan untuk meningkatkan kebijaksanaan kita. Jadi semuanya itu menjadi pilihan anda, mau menggunakan hipnosis untuk melihat kehidupan lalu dan mengambil kebijaksanaannya atau mau tidak menggunakannya.

Seperti sebilah pisau, ia bisa digunakan untuk kejahatan tetapi juga bisa kita pakai untuk membantu untuk membantu kegiatan masak untuk menghasilkan berbagai makanan bergizi. Tetapi pisau hanyalah pisau, ia tidak termasuk barang baik atau buruk. Sama seperti hipnosis, ia bisa digunakan untuk hal negatif tapi bisa juga digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup.

Seorang rekan saya bereksperimen dengan hipnoterapi terhadap anaknya yang masih SD. Ketika sang anak sedang dibuai untuk tidur maka dia menyampaikan pesan-pesan baru ke alam bawah sadar anaknya dengan mengatakan bahwa sang anak adalah anak yang rajin, pintar, baik hati, selalu bisa dalam belajar, dan hal-hal baik lainnya. Sekitar dua minggu kemudian mendadak prestasi belajar anaknya meningkat drastis. Rekan saya pun terkejut dengan hasil yang tidak disangkanya tersebut.

Semacam dengan hal tersebut adalah efek dongeng sebelum tidur bagi anak. Dongeng-dongeng dengan pesan moral biasanya sangat membekas dalam ingatan anak bahkan hingga dewasa. Karena itu sangat penting untuk menyempatkan diri mendongeng kepada anak dengan pilihan dongeng-dongeng yang bermoral baik, karena secara langsung dongeng tersebut akan masuk ke dalam alam bawah sadar anak. Sebaliknya sangatlah buruk memberi pengantar tidur dengan memarahi anak, memberi tontonan seram, dan perlakuan kasar, karena hal itu akan membekas saat anak hampir tidur.

Yang juga penting dilakukan adalah self hipnoterapi, yaitu dengan menyatakan kalimat-kalimat positif kepada diri sendiri. Salah satu cara adalah dengan tiduran, atau duduk rileks memejamkan mata, kemudian menenangkan diri tidur-tiduran, lalu menyatakan kalimat positif , “Wong Alus (ganti nama Anda) kamu sukses, kamu sehat, kamu luar biasa…”

Ikutilah dengan membuat ANCHOR/TRIGGER/PEMICU/ sebuah peristiwa kesuksesan yang pendah Anda buat. Misalnya sambil menepuk dada atas kiri, bahu belakang kanan, atau paha kanan. Mengapa di daerah itu? Itu adalah daerah yang hanya orang terdekat yang menyentuhnya, seperti ibu, sahabat, dan keluarga yang pernah menyentuh kita saat kita berada di puncak sukses.

Pada saat daerah tersebut disentuh maka alam bawah sadar akan mengatakan ‘ini pesan dari orang yang dekat denganku’ dan dia menjadi terbuka untuk menerima pesan tersebut. Dengan demikian apapun yang disampaikan tadi menjadi bagian alam bawah sadar dan diingat olehnya.

HIZIB CAHAYA (Hizb An-Nur)

29 Januari 2011

HIZIB MENDAPATKAN PETUNJUK, KESELAMATAN, KECUKUPAN REZEKI, KEBAL SENJATA, MENUNDUKKAN SEMUA MAKHLUK TERMASUK JIN DAN MANUSIA

Berdoa bisa disampaikan dengan bahasa apapun dan dengan cara apapun. Tidak harus menggunakan bahasa Arab bagi mereka yang belum bisa bahasa Arab. Tidak harus menggunakan bahasa Inggris, Tionghoa, India bagi yang belum bisa bahasa Inggris, Tionghoa maupun India. Orang bisu dan tuli yang tidak mengenal bahasa-bahasa itu, bisa menggunakan bahasa tubuh dan bahasa batin. Tuhan Maha Mengetahui apa yang tersimpan di batin kita.

Pada kesempatan kali ini, akan dipaparkan kutipan Hizib An-Nur atau Hizib Cahaya dari Imam Syadzili. Hizib ini aslinya berbahasa Arab dan cukup panjang, dan akan kami ambilkan sedikit terjemahan kutipannya dengan harapan bisa diamalkan dengan khusyuk dan dijadikan doa wirid yang bisa dibaca kapanpun dan dimanapun. Hizib ini menggunakan bahasa yang mudah kita mengerti. Hizib ini sangat banyak faedahnya, di antaranya membuka hati agar mampu melihat cahaya-Nya, agar senantiasa mengingat-Nya, agar senantiasa berserah diri pada-Nya, agar senantiasa mendapatkan kecukupan rezeki, termasuk juga agar kita mendapatkan keselamatan dan kebal senjata apapun. Semua makhluk pun akan tunduk pada diri kita. Berikut kutipannya:

“MAHA SUCI DZAT YANG MAHA RAJA DAN MAHA PENCIPTA. MAHA SUCI DZAT YANG MAHA RAJA DNA MAHA PEMBERI REZEKI. MAHA SUCI ALLAH DARI SEGALA SIFAT YANG MEREKA LEKATKAN, YANG MAHA MENGETAHUI SEMUA YANG GAIB MAUPUN YANG TAMPAK. MAHA LUHUR ALLAH DARI SEGALA YANG MEREKA SEKUTUKAN. MAHA SUCI DZAT YANG MAHA MEMILIKI KEPERKASAAN DAN KEBESARAN. MAHA SUCI DZAT YANG MAHA MEMILIKI KEPERKASAAN DAN KERAJAAN. MAHA SUCI DZAT YANG MAHA MENGHIDUPKAN DAN MEMATIKAN. MAHA SUCI DZAT YANG MAHA HIDUP DAN TIDAK PERNAH AKAN MATI. MAHA SUCI DZAT YANG BERDIRI LAGI MAHA KUASA. MAHA SUCI DZAT YANG MAHA KUASA LAGI MAHA PERKASA. DIALAH YANG MAHA PERKASA DI ATAS HAMBA-HAMBANYA DAN DIALAH YANG MAHA BIJAKSANA LAGI MAHA MENGETAHUI. MAHASUCI DZAT YANG MAHA BERDIRI LAGI MAHA ABADI.

KATAKANLAH, ALLAH ADALAH PENCUKUPKU DAN KEPADA-NYA ORANG-ORANG BERSERAH DIRI. AKU BERLINDUNG KEPADA ALLAH DARI LETIH COBAAN, DARI KEPUTUSAN BURUK, DARI JURANG KEMALANGAN, DARI SORAK SORAI MUSUH ATAS MUSIBAH YANG MENIMPA DIRI, AKU BERLINDUNG KEPADA TUHANKU DAN TUHANMU DARI SETIAP DURJANA PONGAH YANG TIDAK MENGIMANI HARI PERHITUNGAN.

WAHAI DZAT YANG MENGGENGGAM SEGALA SESUATU DI TANGAN KEKUASAAN-NYA, YANG MEMBERI PERLINDUNGAN DAN TIDAK DILINDUNGI, TOLONGLAH HAMBA DENGAN TAKUT DAN BERSERAH DIRI KEPADAMU AGAR HAMBA TIDAK TAKUT SELAIN KEPADA-MU, TIDAK MENGHARAP SELAIN KEPADA-MU, TIDAK MENGHAMBA PADA SESUATU SELAIN-MU. HAMBA BERSAKSI BAHWA ENGKAU MAHA KUASA ATAS SEGALA SESUATU, DAN ENGKAU MAHA MELINGKUPI SEGALA SESUATU DENGAN PENGETAHUAN-MU. KAMI MOHON KEPADA-MU DENGAN PERINTAH YANG MERUPAKAN SATUAN WUJUD, UJUNG KEMBALI SEGALA YANG AWAL DAN AKHIR DAN MUARA TUJUAN SEGALA TUJUAN, SUDILAH ENGKAU TUNDUKKAN BAGI KAMI LAUTAN INI BESERTA SEGALA BENDA MATI DAN MAHLUK HIDUP YANG ADA DI DALAMNYA, SEBAGAIMANA ENGKAU TUNDUKKAN API BAGI IBRAHIM, SEBAGAIMANA ENGKAU TUNDUKKAN GUNUNG DAN BESI BAGI DAUD, SEBAGAIMANA ENGKAU TUNDUKKAN ANGIN, SETAN, DAN JIN BAGI SULAIMAN. TUNDUKKAN SEMUA LAUTAN DAN DARATAN BAGI HAMBA. TUNDUKKAN SEMUA GUNUNG BAGI HAMBA. TUNDUKKAN SEMUA BESI BAGI HAMBA. TUNDUKKAN SEMUA SETAN DARI MANUSIA DAN JIN BAGI HAMBA. TUNDUKKAN NAFSU DIRI HAMBA. TUNDUKKAN SEGALA SESUATU BAGI HAMBA.

WAHAI DZAT YANG MENGGENGGAM KUASA SEGALA SESUATU DI TANGAN-NYA, SOKONGLAH HAMBA DENGAN KEYAKINAN DAN DUKUNGLAH HAMBA DENGAN JIBRIL DAN ENGKAU MAHA MENDENGAR LAGI MAHA MENGETAHUI.”

RENUNGAN KEHIDUPAN ABADI

29 Januari 2011

Sebagian besar manusia tidak menyadari bahwa ia adalah mahluk abadi, yang sedang singgah didalam kehidupan dunia ini. Dunia yang sudah berumur ribuan tahun dan masih akan ada sampai …….entah berapa ratus atau ribu tahun lagi, menjelang terjadinya hari Kiamat.. Sedangkan kita manusia hanya singgah beberapa tahun saja didunia ini, ada yang sehari, seminggu, sebulan, setahun, beberapa tahun sampai puluhan tahun, paling lama mungkin hanya 90 atau 100 tahun. Bagi yang sudah menetap sekitar 60 tahun didunia ini tentunya harus sudah siap siap mungkin beberapa tahun lagi akan digusur dari kehidupan dunia ini dan pindah kealam barzakh. Sepanjang perjalanan hidup kita mulai dari alam Ruh sampai diakhirat kelak kita akan melalui 7 tahap perjalanan hidup: Alam Ruh, Alam rahim, Alam dunia, Alam barzakh, Hari berbangkit, Hari berhisab, Hari pembalasan.
Perjalanan panjang itu dimulai saat Allah menciptakan kita dialam ruh dan bersabda : ”Bukankah Aku Tuhanmu, Ruh menjawab betul kami bersaksi” ( Al A’raaf 172). Selanjutnya Allah meniupkan ruh itu ke dalam janin didalam rahim ibu, setelah 9 bulan kita lahir kedunia sebagai bayi yang lemah. Kemudian kita tumbuh menjadi dewasa, tua, dan wafat. Yang wafat dan mati hanyalah jasad kita, sedang kita sendiri sebagai mahluk ruh tetap hidup, melanjutkan perjalanan dialam barzakh (Al Baqarah 153, Ali Imran 169). Selanjutnya kelak dihari kiamat kita akan dibangkitkan kembali dengan tubuh yang baru (Yasin 51-52). Terus melanjutkan perjalanan hidup di Padang mahsyar untuk dihisab dan dimintai pertanggungan jawab atas semua perbuatan kita selama didunia. Setelah dihisab kita akan ditempatkan di syurga atau di neraka sesuai amal masing masing. Kekal – abadi selama nya di Syurga atau Neraka, tidak ada lagi kematian sesudah itu (Al Baqarah 39 dan 82).

Saat ini kita ada dialam dunia, masih ada 4 tahap kehidupan lagi yang harus kita jalani yaitu Alam Barzakh, Hari Berbangkit, Hari Berhisab, dan Hari Pembalasan kekal di Syurga atau Neraka. Sejak diciptakan dialam Ruh, kemudian lahir kedunia ini kita adalah mahluk abadi yang tidak akan pernah musnah dan lenyap. Yang musnah dan lenyap hanya tubuh dan fisik kita, Ruh kita tetap kekal, melanjutkan perjalanan ke alam barzakh, dan kelak dihari berbangkit akan dikumpulkan di Padang mahsyar, untuk mempertanggung jawabkan semua yang telah kita lakukan didunia ini.

Sebagian besar manusia tidak menyadari tentang perjalanan yang abadi ini. Sebagian besar manusia hanya fokus pada kehidupan dunia, mereka hanya berfikir untuk kehidupan sampai hari tua. Untuk apa menabung? …jaminan hari tua. Untuk apa ikut asuransi? ….jaminan hari tua. Untuk apa ikut investasi? ….jaminan hari tua. Untuk apa punya Deposito? ….jaminan hari tua. Untuk apa punya beberapa buah rumah, mobil, tanah, kebun harta berlimpah? ….jaminan hari tua. Sebagian besar manusia hanya berfikir untuk kehidupan sampai hari tua. Bagaimana kehidupan di Alam barzakh, Hari berbangkit, dan hari pembalasan di akhirat kelak ? …entahlah kebanyakan manusia tidak peduli. Mereka tidak yakin dengan kehidupan akhirat, mereka hanya tertarik membahas masalah kehidupan dunia. Hal ini telah disinyalir Allah dalam surat Al Insan ayat 27:

Sesungguhnya mereka (orang kafir) menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak memperdulikan kesudahan mereka, pada hari yang berat (hari akhirat).
(Al Insan 27)

Bagaimana dengan anda? Sudahkah mempersiapkan diri untuk menempuh perjalanan panjang yang tidak ada limit waktunya? Sudahkah mempersiapkan perbekalan untuk menempuh perjalan di alam barzakh dan kehidupan akhirat kelak? . Ingat , kematian bukan akhir perjalanan hidup kita, kematian bukan akhir dari segala galanya, justru kematian adalah awal perjalan panjang yang tiada akhir.

Ketika datang sakratul maut, itulah saat berpisah dengan kehidupan dunia. Harta yang berlimpah, pangkat, jabatan, perusahaan, karib kerabat, sanak famili semua akan kita tinggalkan, mereka hanya mengantarkan kita sampai liang kubur. Setelah sanak famili semua kembali kerumah masing masing, tinggalah kita seorang diri di tanah pekuburan, melanjutkan perjalanan hidup di alam barzakh. Amal baik dan buruk kita akan terus menemani kita di alam barzakh. Orang yang banyak amal kebaikannya berada dalam kehidupan yang menyenangkan di alam barzakh sampai datang hari berbangkit. Orang yang banyak amal buruknya dan tidak memiliki perbekalan yang memadai, akan tersiksa dan menderita di alam barzakh sampai datang hari berbangkit.

Di alam barzakh kita hanya sendiri, ditemani amal baik, atau amal buruk kita masing masing. Dunia adalah tempat hidup sementara tempat mengumpulkan perbekalan untuk kehidupan yang kekal dan abadi. Keberhasilan kita di alam barzakh dan alam akhirat ditentukan oleh amal kita dalam kehidupan didunia ini. Namun sayang banyak manusia tidak menyadari keadaan ini. Sebagian besar manusia hanya fokus pada kehidupan dunia, dan tidak peduli dengan kehidupan akhirat. Mereka menganggap dengan detangnya kematian selesailah semua perkara. Tidak ada lagi kehidupan sesudah mati.

Insya Allah tidak demikan halnya dengan anda, mudah-mudahan anda termasuk orang yang ber-Iman dan yakin akan kehidupan akhirat. Mari kita tingkatkan amal ibadah kita, mari kita persiapkan bekal sebanyak banyaknya untuk menempuh perjalanan panjang yang tiada akhir pada kehidupan akhirat kelak. Firman Allah dalam surat Al Hasyr ayat 18 mengingatkan kita akan hal itu:

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Al Hasyr 18)

Kematian Akhir atau Awal Kehidupan???

29 Januari 2011

Kematian merupakan sesuatu yang menakutkan bagi kebanyakan manusia. Bahkan mengingat-ingat kematian dapat memorakporandakan manisnya kehidupan dunia. Ia bagaikan duri yang berada dalam kerongkongan manusia.

Manusia bukan hanya takut pada mati, tetapi mereka takut pula mendengar kata kubur. Kalau kita melihat berbagai budaya bangsa di dunia, kita akan menjumpai kesan ketakutan akan kematian dengan jelas.

Marilah kita kaji faktor apakah yang menyebabkan manusia takut akan kematian. Meskipun ada segelintir manusia, alih-alih takut, sebaliknya menyambut kedatangannya dengan senyum.

 

Mengapa Takut ?

Ada beberapa faktor yang menyebabkan manusia menjadi takut mati. Di antaranya adalah menafsirkan mati dengan fana’.

Secara alamiah setiap manusia takut ketiadaan (‘adam). Ia lari dari sakit karena sakit adalah ‘adamus-sihhah [ketiadaan sehat]. Manusia lari dari kegelapan karena gelap adalah tiadanya cahaya dan lain sebagainya. Bahkan manusia takut tidur sekamar dengan orang mati. Meskipun mayat itu adalah temannya sendiri. Padahal ia senang tidur bersamanya ketika masih hidup. Mengapa demikian ? Karena mati adalah tiadanya kehidupan.

Sudah barang tentu, kalau kita mengartikan maut adalah finish atau akhir dari segala sesuatu, maka akibatnya kita takut kepadanya. Sebaliknya, kalau maut kita artikan pemula dari segala sesuatu, maka kita akan mengharapkannya.

 

Dua Pandangan yang Berbeda

Kita melihat ada dua jenis manusia. Pertama, manusia yang takut mati. Kedua, manusia yang menyambut kematian dengan senang hati. Hal ini timbul karena pandangan mereka tentang kematian berbeda.

Golongan pertama adalah orang-orang yang tidak percaya adanya dunia setelah kematian atau mereka percaya, tapi tidak sepenuh hati. Oleh karena itu, mereka menganggap detik kematian adalah detik perpisahan dengan segala sesuatu.

Sedangkan golongan kedua adalah orang-orang yang memandang kematian sebagai kelahiran baru, dari dunia yang sempit ke dunia yang maha luas. Golongan kedua ini sangat merindukan kematian. Imam ‘Ali bin Abi Thalib berkata, “Demi Allah, ‘Ali merindukan kematian melebihi bayi yang merindukan air susu ibunya.”

Dalam sebuah syair Persia dikatakan :

Jika kematian berupa seorang laki-laki

Maka niscaya aku akan memanggilnya

Silakan datang !

Sehingga aku dapat memeluknya erat-erat

Karena sesungguhnya aku akan menerima darinya

Ruh yang abadi

Sedangkan kematian akan mengambil dariku

Selendang yang telah usang warnanya

Bukanlah suatu hal yang mengherankan jika kita menjumpai dalam sejarah, manusia seperti Imam Husain dan para sahabatnya sangat merindukan kematian. Makin dekat kesyahidan mereka, kegembiraan mereka semakin bertambah. Kerinduan mereka untuk bertemu dengan Kekasih Sejati makin tidak tertahankan lagi. Wajah-wajah mereka semakin bercahaya karena semakin dekatnya perjumpaan dengan Allah.

Ketika racun pedang Abdurrahman Ibnu Muljam telah mengenai leher Imam ‘Ali, maka saat demi saat keadaan ‘Ali semakin parah dan racun kian menampakkan reaksinya. Sahabat-sahabat Imam menjadi sangat terharu dan berduka sekali. Mereka tidak dapat lagi menahan tetesan air mata, bahkan sebagian dari mereka ada yang berteriak histeris. Akan tetapi mereka melihat wajah ‘Ali as berseri-seri dan selalu tersenyum. Beliau berkata :

“Demi Tuhan Ka’bah, aku telah sukses ! Apa yang telah menimpaku bukan merupakan hal yang kubenci. Sama sekali tidak ! Syahid di jalan Allah sejak dulu sudah merupakan hal yang senantiasa aku angan-angankan. Dan bagiku, apa yang lebih baik dan berharga daripada syahadah dalam keadaan ibadah ?”

 

Berbagai Macam Sakaratul Maut

Alquran dan hadis menjelaskan bahwa ada empat macam pencabutan nyawa :

1. Orang-orang saleh mati dengan mudah. Imam ‘Ali as berkata, “Ketika orang-orang saleh meninggal dunia, mereka diberi berita gembira, sehingga mereka merasa senang dan menyukai kematian itu.” 1

2. Orang-orang baik yang meninggal dengan sulit. Nabi Saww bersabda, “Kematian adalah kaffarah dosa-dosa mukminin. Setelah itu mereka tidak akan merasakan siksaan lagi.” 2

3. Orang-orang yang tidak saleh, namun matinya mudah. Imam Al-Kazhim as berkata, “Sebagian orang kafir meninggal dunia dengan mudah disebabkan sejumlah perbuatan baiknya. Sebagian orang kafir memiliki amal saleh. Amal saleh itulah yang menjadikan mudah kematiannya.” 3

4. Orang-orang zalim yang meninggalnya sulit. Kesulitannya itu merupakan siksaan pertama bagi mereka. 4

Keabadian Ruh

Argumentasi rasional dan ayat-ayat Alquran serta hadis, semuanya membuktikan bahwa ruh manusia abadi. Rusaknya badan tidaklah membuat ruh menjadi rusak. Ruh berdiri sendiri, tidak ada kaitannya dengan badan. Kepribadian manusia berhubungan dengan ruh. Bukan dengan badan. Umpamanya sewaktu kecil Anda pernah dipukul oleh tetangga Anda. Dua puluh tahun kemudian Anda melihatnya lantas memukul orang itu. Padahal jasmani orang itu telah berubah beberapa kali. Mengapa Anda memukulnya ? Jawabnya, jasmani orang itu berubah, tetapi ia tetaplah ia.

Tanpa disadari manusia sering menyebutkan kata-kata yang menunjukkan bahwa ruh itu abadi. Umapanya, sewaktu usia manusia sudah lanjut, ia sering mengatakan, “Sewaktu masih kecil, saya anak yang nakal.” Padahal jasmani manusia berubah setiap tahunnya. Namun demikian perasaan manusia mengatakan bahwa dirinya yang sekarang adalah dirinya sewaktu kecil.

 

Ma’ad Memberi Arti pada Kehidupan

Sekiranya kehidupan di dunia ini tidak dilanjutkan dengan kehidupan di dunia lain, maka kehidupan dunia akan sia-sia. Layaknya sia-sianya kehidupan janin, sekiranya tidak akan dilahirkan ke dunia ini. Seandainya bayi itu dikaruniai akal, maka ia akan bertanya mengapa aku ditahan dalam dunia yang kecil ini ? Kita juga bertanya mengapa harus menjalani hidup di dunia ini selama tujuh puluh tahun atau lebih dengan segala kesulitan dan cobaannya. Apakah tujuan dari semua ini sekadar makan dan minum ? Apakah keberadaan bumi yang luas dan langit yang indah dan semua sarana hidup hanyalah untuk makan, minum, berpakaian ?

Maka, jelaslah di sini, sia-sianya kehidupan, kalau kita tidak mempercayai ma’ad (hari akhir).

 

Berbagai Argumentasi Ma’ad

1. Keadilan Ilahi

Kita dapat membuktikan keberadaan ma’ad dengan beberapa argumentasi, baik argumentasi rasional maupun Qurani. Di antara argumentasi rasional yang juga didukung Alquran, sebagai berikut : Karena Allah bersifat adil, maka ma’ad harus ada.

Penjelasannya bahwa ada dua jenis manusia dalam menghadapi perintah Allah dan Rasul-Nya yakni manusia yang taat dan manusia yang ingkar. Allah berfirman dalam surat At-Taghabun : “faminkum kafir waminkum mukmin – sebagian dari kalian kafir dan sebagian lain kafir.”

Sedangkan kita sedikit sekali melihat pembalasan amalan di dunia ini. Cepat atau lambat, orang-orang saleh dan zalim semuanya akan meninggal dunia. Sekiranya hisab dan pembalasan tidak diadakan di dunia lain dan kematian adalah akhir [kehidupan], maka bagaimanakah dengan keadilan Allah ?

 

2. Hikmat Ilahi

Kita bayangkan ada tuan rumah yang mengundang banyak tamu. Dia menyiapkan berbagai jenis makanan enak yang telah diperhitungkan dengan jumlah orang yang diundang. Hal ini dilakukannya karena tuan rumah itu sangat mencintai para tetamunya itu.

Di samping makanan-makanan enak, ia juga membuatkan atap yang nyaman bagi para tamunya itu. Namun tiba-tiba ada tamu yang keji memasuki ruangan itu. Tamu itu memorakporandakan meja makan. Tuan rumah itu tidak marah. Ia acuh tak acuh dan membereskan meja makan lantas membubarkan pertemuan itu. Maka begitu juga seandainya ma’ad itu tidak ada, tindakan Allah seribu kali lebih sia-sia dari tindakan tuan rumah itu.

“Dia pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai istri. Dia menciptakan segala sesuatu, dan Dia mengetahui segala sesuatu.” (QS Al-An’am : 101).

“Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah” (QS Sajadah : 7).

“Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan dan kandungan rahim yang kurang sempurna dan yang bertambah. Dan segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukurannya. (QS Ar-Ra’du : 8).

“Orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata, “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Mahasuci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS….).

 

Keyakinan pada Ma’ad Banyak Pengaruhnya

Keyakinan pada ma’ad sangat besar pengaruhnya pada kehidupan. Sebagai contoh, sekiranya undang-undang dan aturan hukum tidak lagi berlaku dalam suatu sistem pemerintahan dari suatu negara, pasti negara itu akan kacau balau. Setiap orang akan menjadi berani melakukan tindakan kriminalitas, sebab ia tahu bahwa ia tidak akan mendapatkan hukuman atau sanksi.

Orang yang percaya pada ma’ad dan hari perhitungan, ia tidak akan berbuat semena-mena. Imam ‘Ali tidak bersedia mengambil sebutir makanan dari mulut semut, meskipun imbalannya adalah dunia beserta isinya. Mengapa ada manusia seperti itu ? Apakah yang menjadikannya bersikap demikian ? Tidak ada yang lain, karena Imam mempercayai hari perhitungan. Kepercayaannya, lebih tinggi dari kepercayaan manusia biasa. Imam ‘Ali berkata, “Seandainya surga dan neraka ditunjukkannya kepadaku, maka imanku tidak akan bertambah.” Mengapa demikian ? Karena tanpa diperlihatkan pun imannya sudah sempurna.

 

Ma’ad Jasmani

Ada sebuah pendapat yang hanya meyakini ma’ad ruhani. Artinya, manusia tidak akan lagi dibangkitkan dengan jasmaninya. Hanya ruh yang akan memperoleh pahala atau siksaan. Ayat-ayat Alquran menunjukkan adanya ma’ad jasmani. Manusia akan dibangkitkan dari kuburnya beserta badannya.

Firman Allah dalam surat Al-Ma’arij ayat 43 : “Pada hari mereka keluar dari kubur dengan cepat seakan-akan mereka pergi dengan segera kepada berhalala-berhala (sewaktu di dunia).”

Firman Allah dalam surat Al-Qamar ayat 7 : “Sambil menundukkan pandangan-pandangan, mereka keluar dari kuburan seakan-akan mereka belalang yang beterbangan.”

Dalam surat Al-Hajj : 7, Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah membangkitkan orang-orang yang berada di kubur.” Kalau sekiranya ma’ad hanyalah sebatas ruh saja, maka mengapa ayat-ayat Alquran berbicara tentang kubur ? Sedangkan ruh tidak berada di kubur, melainkan badan yang berada di kubur. Di samping itu semua contoh dalam Alquran adalah untuk membuktikan kesederhanaan ma’ad adalah berhubungan dengan ma’ad jasmani. Dan yang dipungkiri oleh orang kafir adalah ma’ad jasmani.

Pada suatu hari seorang lelaki Badui datang menemui Rasul. Ia membawa tulang belulang. Lantas ia bertanya, “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang yang telah hancur luluh ?” Saat itu juga Allah memberikan jawabannya, “Katakanlah : “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya pada kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk.”

Dalam ayat lain Allah berfirman, “Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka ke luar dengan segera dari kuburnya menuju Tuhan mereka.”

Seorang lelaki jahiliah berkata, “Apakah Dia menjanjikan kepada kalian bahwa kalau kalian mati dan telah menjadi tanah dan tulang belulang, kalian akan dibangkitkan lagi ?”

Semua ayat di atas menunjukkan dengan jelas bahwa Rasul seringkali berbicara tentang ma’ad jasmani. Oleh karena itulah Alquran memberikan contoh ma’ad jasmani dalam dunia tumbuhan yang manusia melihat dengan mata kepalanya sendiri. Jika seorang Muslim mau meluangkan waktunya untuk membaca Alquran niscaya ia tidak akan mengingkari ma’ad (kebangkitan) jasmani.

 

Alasan Penolakan Ma’ad

Iman pada ma’ad tidaklah cukup dengan lidah. Tapi, orang Mukmin mengemban tanggung jawab dalam kehidupan duniawinya. Maka kelaziman dari tanggung jawab itu adalah tidak melanggar batasan-batasan agama yang menjaganya dari bertingkah ifrath (ekstrem) dalam melampiaskan naluri hewaniahnya. Tujuan inti dari orang yang mengingkari ma’ad adalah bersenang-senang dan mengikuti hawa nafsu. Allah berfirman dalam surat Al-Furqan ayat 43 : “Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya ?”

Ketika mereka melihat bahwa ma’ad bertentangan dengan tujuan hewani, maka mereka mengingkarinya dengan berbagai argumentasi yang amat lemah.

Allah berfirman dalam surat Qiyamah, “Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya ? Bukan demikian, sebenarnya Kami berkuasa menyusun kembali jari jemarinya dengan sempurna. Bahkan manusia hendak membuat maksiat terus menerus. Ia bertanya, “Bilakah hari kiamat itu ?”

Ayat pertama menyebutkan akidah mereka. Ayat kedua menyebutkan sebab keingkaran mereka. Pada dasarnya, mereka mengingkari ma’ad bukan karena alasan kemustahilan pengumpulan tulang belulang, sebagaimana yang mereka tampakkan, sebabnya adalah keimanan terhadap ma’ad menjadi penghalang buat mereka untuk melampiaskan naluri hewaniahnya.

 

Syarat-syarat atau Tanda-tanda Turunnya Hari Kiamat

Di antara syarat turunnya hari kiamat adalah sudah diutusnya Nabi Muhammad Saww. Firman Allah dalam surat Muhammad ayat 18 : “Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat yaitu kedatangannya dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya. Maka apakah faidahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila hari kiamat sudah datang ?”

Syarat lain adalah turunnya Nabi Isa as. Firman Allah dalam ayat 61, “Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu, janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah aku, inilah jalan yang lurus.” Lain riwayat menyatakan bahwa Nabi Isa turun setelah Imam Mahdi – semoga Allah menyegerakan kehadirannya.

Tanda lainnya adalah bila binatang yang melata dikeluarkan dari bumi Allah berfirman, “Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat kami.”

 

 

Hari Penyesalan

Salah satu nama hari kiamat adalah hari penyesalan. Pada hari itu sekelompok manusia amat meyesal. Sebab penyesalannya adalah semua perkara sudah selesai saat itu. Semua buku amalan sudah tertutup rapi. Setiap orang sudah ditentukan, ahli surga atau ahli neraka.

Pada saat itu kematian dirupakan seperti kambing. Kambing itu dibunuh di hadapan ahli surga dan neraka. Dengan tujuan, memberitahukan pada penghuni mahsyar bahwa segala perkara telah selesai. Penghuni surga selamanya di surga dan penghuni neraka selamanya di neraka. Saat itulah penyesalan meliputi hati ahli neraka. Bahkan ahli surga juga menyesal, mengapa mereka tidak beramal lebih banyak. Allah berfirman dalam surat Maryam ayat 39 : “Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus. Dan mereka dalam kelalaian dan mereka tidak pula beriman.” Firman Allah dalam surat Al-Mulk, “Dan mereka berkata, “Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya kami tidaklah termasuk penghuni-penghuni neraka.”

Siapakah orang-orang yang menyesal saat itu ?

1. Orang-orang yang berpaling dari Imam samawiah kepada orang-orang yang fasik dan meninggalkan para washi Nabi serta mencintai yang lain.

2. Rasul berkata pada Abu Dzarr Al-Ghiffari, “Orang yang mengingkari risalahku, akan didatangkan pada hari kiamat dengan keadaan buta dan tuli. Mereka datang di kegelapan kiamat. Mereka berkata, “Celaka kami ! Mengapa kita tidak mengindahkan hukum-hukum Allah.” 5

3. Orang-orang yang memperoleh hartanya dari jalan haram, belum sempat mereka menikmatinya, ajal telah mendahului mereka. Lantas harta itu beralih pada ahli warisnya. Ahli warisnya menginfakkannya di jalan Allah. Jadi tuan harta itu masuk neraka, sedangkan ahli warisnya yang saleh masuk surga karena harta itu.

4. Orang-orang yang berlaku ifrath.

5. Orang-orang yang berpotensial mencari ilmu, tapi tidak mau menggunakannya.

6. Para ulama yang menasihati masyarakat, sekiranya mereka tidak mengamalkan ilmunya. Karena masyarakat masuk surga karena karena ucapannya, sedangkan dia sendiri masuk surga.

7. Orang-orang yang suka ngobrol hal yang sia-sia, seharusnya mereka mengingat Allah di majlis itu.

Pintu-pintu Neraka

Neraka memiliki tujuh pintu, dalam surat Al-Hijr, Allah berfirman, “Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu telah ditetapkan untuk golongan yang tertentu dari mereka.”

Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa neraka bersusun tujuh. Setiap susunnya dikhususkan bagi golongan tertentu. Mungkin kata tujuh itu mengisyarakatkan akan banyaknya jumlah pintu neraka. Sebagaimana dalam surat Luqman ayat 26 : “Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut menjadi tinta ditambahkan kepadanya tujuh laut lagi sesudah keringnya, niscaya tidak akan habis-habisnya dituliskan kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” Di sini maksud dari tujuh laut, bukanlah bilangan tujuh itu saja tetapi lautan yang banyak.

Neraka yang paling bawah adalah tempat para munafik. Alquran menyebutkan nama surga sebanyak 145 kali. Begitu juga Alquran menyebutkan kata neraka sebanyak itu. Sedangkan kata dunia disebutnya sebanyak 115 kali. Begitu juga akhirat. Ini adalah pelajaran bahwa setiap orang Muslim haruslah melihat antara surga dan neraka, dunia dan akhirat secara seimbang dan adil. Keseimbangan antara perasaan takut dan harapan.

Apabila antara keduanya tidak seimbang dan salah satunya melebihi lainnya, maka bahaya sudah mengancam mereka.

SHALAWAT PENARIK REJEKI

26 Januari 2011

Banyak sekali keutamaan yang bisa kita peroleh dari bershalawat. Sebelum membahas mengenai shalawat penarik rejeki terlebih dahulu perlu kita ketahui dasar-dasar (dalil) bershalawat sebagaimana yang termaktub dalam Al-Qur’an Surat Al-Ahzab ayat 56 “INNALAAHA WAMALAA IKATAHU YUSHALLUUNA ‘ALAN NABII YAA AYYUHALLADZIINA AAMANUU SHALLUU ‘ALAIHI WA SALLIMU TASLIIMAN” “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikatNYA bershalawat atas Nabi. Hai orang-orang yang beriman bershalawatlah kepadanya dan berilah salam dengan sungguh-sungguh”

Berikut ini saya paparkan dua buah shalawat penarik rejeki yang diambil dari kitab Sirrul Jallil karya Sayyid Hassan As-Syadzilli yaitu SHALAWAT NURUD DZATII dan SHALAWAT AL FATIH oleh Sayyid Muhammad Bakry yang Insya Allah atas ijinNYA sebagai shalawat penarik rejeki.

Hendaknya sebelum bershalawat dibawah ini lakukan tertib sebagai berikut: a.Berwudhu b.Mendirikan sholat hajat dan sholat tahajud c.Banyak membaca shalawat tersebut Selain dibaca setelah sholat hajat dan sholat tahajud, lebih baik lagi jika dibaca setiap bakda sholat fardhu. Lakukakan dengan istiqomah semoga Allah meridhoi hajat saudara2. Tetapi usaha lahir hendaknya tetap terus diupayakan disamping usaha batin.

SHALAWAT NURUD DZATII

BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM ALLAHUMMA SHALLI WASALLIM WABAARIK ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN NUURIDZAATII WASSIRRIS SAARII FII SAAIRIL ASMAAI WASHSHAFAATI WA’ALAA AALIHII WA SHAHBIHII WASALLIM

SHALAWAT AL FATIH

BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM ALLAAHUMMA SHALLI WASALLIM WABAARIK ‘ALAA SAYYIDINA MUHAMMADINIL FAATIHI LIMAA AGH LIQA WAL KHAA TIMI LIMAA SABAQA WANNAASHIRIL HAQQI WALHAADII ILAA SHIRATTHIKAL MUSTAQIIMI SHALLALLAAHU’ ALAIHI WA’ALAAA AALIHI WA ASHAABIHI HAQQA QADRIHI WAMIQDAA RIHIL A’DZIIM

Semoga Bermanfa’at….SALAM.

PENGERTIAN KHODAM PENDAMPING

26 Januari 2011

Banyak orang yang menanyakan kepada saya tentang siapa KHODAM PENDAMPING mereka…saya akan jelaskan pengertian KHODAM PENDAMPING…..

Khodam (Pembantu dari Dimensi Gaib)

Kemampuan-kemampuan yang dimiliki oleh orang yang melakukan olah batin seperti puasa, bertapa, semedi, membaca mantra atau wirid amalan tertentu sebetulnya adalah dari Khodam. Disadari ataupun tidak, setiap olah batin yang dilakukan manusia selalu menimbulkan energi-energi yang memiliki kesadaran/kecerdasan sendiri. Inilah peran dari khodam. Mereka diciptakan Tuhan sebagai perantara yang membawa kekuatan supranatural bagi orang-orang yang dikehendaki.

Sebagian orang beranggapan bahwa memiliki khodam (atau ilmu spiritual yang ada khodamnya) adalah sebuah kesyirikan atau dosa besar. Bagi kami, pendapat ini adalah pendapat yang “membabi buta” karena pengertian khodam sangat luas. Sedangkan khodam sendiri terdiri dari berbagai jenis yang tidak bisa disamakan. Berikut ini pembahasan panjang mengenai khodam. Selamat membaca….

Istilah “khodam” berasal dari bahasa arab yang berarti pembantu, penjaga atau pengawal yang selalu mengikuti. Dalam bahasa arab pembantu rumah tangga, sopir, tukang kebun dan satpam juga bisa disebut sebagai khodam. Namun dalam konteks ilmu spiritual, istilah “khodam” digunakan khusus untuk menyebut makhluk gaib yang mengikuti pemilik ilmu spiritual atau yang mendiami suatu benda pusaka. Dalam konsep spiritual jawa, khodam disebut sebagai “prewangan” yang artinya adalah orang yang membantu.

Khodam dalam konsep mistik islam dan jawa diyakini sebagai “jiwa” suatu ilmu. Khodam memberi energi pada pemilik ilmu sehingga bisa melakukan hal-hal diluar kewajaran. Tentu saja ada khodam yang minta imbalan ada pula yang “gratis” karena khodam ini datang karena kehendak Allah, bukan “dipaksakan” oleh manusia. Yang dimaksud “dipaksakan” adalah khodam ini datang karena seseorang melakukan ritual pemanggilan yang ditujukan untuk meminta tolong kepada khodam dari golongan jin.

Mengenai siapakah sebernarnya khodam, para spiritualist berpendapat berbeda-beda. Kelompok pertama mengatakan khodam adalah jenis makhluk tertentu yang khusus diciptakan Tuhan sebagai “pembawa” kekuatan bagi para pemilik ilmu dan benda pusaka. Kelompok ini tidak punya dalil yang kuat untuk mendukung pendapatnya, jadi pendapat ini boleh kita abaikan.

Kelompok kedua berpendapat bahwa khodam hanyalah sebutan atau julukan bagi Jin, Qorin dan Malaikat yang membantu manusia. Seperti istilah “setan” yang sebetulnya bukanlah jenis mahluk, melainkan hanya julukan bagi jin atau manusia yang suka berbuat kejahatan. Dalam kitab Al-Quran pun diterangkan bahwa Tuhan hanya menciptakan hambanya yang berakal dalam tiga bentuk saja, yaitu: Malaikat, Manusia dan Jin. Ustadz Firman sendiri lebih meyakini pendapat kedua ini.

Mengapa Khodam membantu manusia?
Karena khodam terdiri dari tiga jenis makhluk yaitu Jin, Qorin dan Malaikat, maka alasan mereka bersedia membantu manusia juga berbeda-beda. OK. agar Anda lebih paham, kami jelaskan satu per satu dibawah ini:

1. Khodam Jin
Pelu Anda ketahui bahwa kehidupan sosial jin sama seperti manusia. Mereka terdiri dari bermacam-macam ras dan kelompok yang sangat kompleks. Setiap jin punya sifat dan kebutuhan yang berbeda-beda seperti pada manusia. Begitu pula dalam dalam membantu manusia, mereka punya alasan yang
berbeda-beda. Namun secara garis besar, ada 5 alasan mengapa jin mau membantu manusia.

#Ingin menyesatkan manusia. Kelompok jin ini adalah tentara ilbis yang ditugaskan untuk membantu para tukang sihir dan penganut ilmu hitam. Orang yang ingin memiliki khodam jenis ini harus melakukan perbuatan atau ritual yang melanggar aturan Tuhan. Misalnya untuk medapatkan ilmu sihir mereka harus menyediakan sesaji, makan darah, membunuh, melakukan dosa besar dan sebagainya. Jin jenis ini sangat senang jika manusia yang didampinginya jauh dari agama.

Bukan hanya penganut ilmu hitam saja yang dibantu oleh jin tentara iblis ini. Para penganut thariqoh (orang yang menapaki jalan spiritual menuju Tuhan) dan orang soleh yang kurang waspada pun disesatkan oleh jin golongan ini. Awalnya jin mengaku sebagai guru spiritual yang sudah meninggal atau malaikat yang akan membimbingnya dan membantu segala usahanya. Seketika seorang ahli thariqoh pun memiliki banyak “kesaktian”. Namun perlahan-lahan jin cerdas ini memperdaya ahli thariqoh hingga dia melanggar aturan agama.

#Ingin mendapat keuntungan dari manusia. Khodam Jin jenis ini selalu meminta imbalan dalam bentuk sesaji, persembahan, korban, bahkan ada yang mengadakan perjanjian, jika sudah sampai waktu yang ditentukan pemilik ilmu bersedia menjadi budak/pengikut di alam jin. Orang yang menjadi budak jin, meniggalkan jasadnya, kemudian jiwanya dibawa ke alam jin. Sehingga dia tampak mati bagi orang awam, padahal dia sebetulnya belum mati. Nanti ketika sudah sampai batas usianya, malaikat maut baru menjemputnya untuk dihadapkan kepada Tuhan. Oleh karena itu jangan pernah berniat untuk mendapatkan pesugihan atau “harta gaib” yang datang tiba-tiba dengan bantuan jin.

Keadaan ini sesuai dengan Al-Quran surah Al-Jin ayat 6, yang terjemahnya: Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.

#Karena mencintai manusia. Kadang kami menemui ada jin yang mengikuti manusia dengan alasan cinta. Cinta yang kami maksud adalah seperti cinta pria kepada wanita. Umumnya jin yang seperti ini selalu berusaha membantu manusia yang dicintainya, sekaligus mengganggu. Bentuk bantuannya bisa berupa kemampuan mengobati, perlindungan dari kejahatan, kemampuan mengetahui rahasia orang dan sebagainya. Sedangkan gangguannya biasanya berupa: merasa diikuti seseorang, sulit mencintai, hubungan cinta selalu gagal, kesurupan/kerasukan dan sering mimpi bersetubuh. Bahkan kadang ada jin yang datang dalam wujud manusia untuk menyetubuhi manusia dalam keadaan sadar.

#Persahabatan. Bagi sebagian orang yang memiliki ilmu spiritual tertentu, bersahabat dengan jin bukanlah hal mustahil. Idealnya hubungan persahabatan adalah saling membantu dan berbagi. Namun kenyataannya hubungan persahabatan dengan jin bisa menguntungkan atau merugikan Anda, bahkan kadang juga menyesatkan Anda. hal ini sama jika kita bersahabat dengan sesama manusia. Jika sahabat kita adalah orang baik, maka kita pun terbawa menjadi baik. Tapi jika kita berteman dengan penjahat, maka kita pun bisa dirugikan atau malah bergabung menjadi penjahat. Semua itu tergantung sifat dan kepribadian Anda

#Karena mengagumi kepribadian manusia. Orang-orang saleh yang selalu berbuat kebajikan menjadikan kelompok Jin Muslim kagum. Kaum jin ini mengikuti orang saleh untuk meniru kebaikannya, mendengarkan ceramah yang disampaikannya, dan menjadi makmum ketika orang saleh tersebut melakukan ibadah. Disadari ataupun tidak, kelompok jin ini menjadikan orang saleh sebagai guru spiritualnya. Mereka juga berusaha untuk membantu, melindungi dan berdoa untuk guru spiritualnya itu. tidak ada keburukan yang disebabkan oleh jin-jin ini.

2. Khodam Sejenis Qorin

Sejak seorang manusia lahir, maka tercipatalah pula satu Qorin yang mengikutinya sampai kahir hayat. Namun yang kami bahas disini bukanlah Qorin yang mengikuti manusia lahir itu, melainkan Khodam Qorin yang didapat karena olah spiritual tertentu. Jumlahnya pun tak hanya satu, seorang manusia yang memiliki ilmu spiritual bisa saja diikuti puluhan, ratusan atau ribuan Qorin.

Qorin sebetulnya adalah golongan jin. Qorin lahir dari ayah dan ibu jin biasa, namun dengan kekuasaan Allah dia melahirkan Qorin yang memiliki sifat khusus. Sifat khusus yang dimaksud adalah tidak memiliki jenis kelamin (tapi bukan banci), sifat pasif dan tidak memiliki nafsu seksual. Qorin tidak bisa mempengaruhi pikiran manusia dan tidak bisa menampakan diri karena meterinya lebih halus dibanding jin biasa. Qorin hanya bisa dilihat dengan mata batin. Penampilannya pun dalam bentuk yang indah dan sopan. Umumnya Qorin tampil dalam bentuk laki-laki berpakaian serba putih dengan wajah yang tampan.

Khodam dari jenis Qorin mengikuti pemilik ilmu spiritual aliran putih dan tentunya Qorin datang atas kehendak Tuhan. Yang kami maksud Ilmu Spiritual Aliran Putih adalah aliran yang meyakini bahwa semua kekuatan spiritual sejatinya bersumber dari Tuhan. Penganut aliran putih tidak meminta kecuali hanya kepada Tuhan. Khodam jenis ini tidak meminta imbalan dalam bentuk apapun. Kalangan spiritualist yakin, ikutnya Qorin sebagai khodam manusia bisa diusahakan dengan olah spiritual seperti puasa, meditasi, membaca doa atau mantra. Sedangkan di MSC, ikutnya Qorin bisa dipersingkat dengan metaresonansi. Murid MSC yang belajar Ilmu Khodam juga bisa mendapat “pembantu” dari jenis Qorin.
Sebagian spiritualist yang waskita ada yang menyebut Jin Qorin sebagai “Jin Batin” karena memang sifatnya yang lebih halus dari Jin pada umumnya. Jin biasa lebih mudah untuk dilihat, meskipun tinggkat kepekaan indra ke-enam orang yang melihat masih dasar. Namun untuk bisa melihat Jin Qorin dibutuhkan kepekaan indra keenam yang lebih tinggi, dikarenakan dia berada di dimensi yang lebih halus.

Dalam keyakinan mistik jawa-islam, ada juga konsep untuk menghadirkan kekuatan khodam wali, khodam nabi dan sebagainya. Nah sebetulnya yang dimaksud khodam wali atau nabi, bukanlah roh dari wali dan nabi itu hadir dan membantu Anda. Ketika kita menghadirkan khodam wali atau nabi, yang hadir adalah salah satu atau beberapa Qorin yang pernah menjadi khodam (baca: mengikuti) wali atau nabi tersebut.

3. Khodam Malaikat

Adanya khodam dari kalangan Malaikat tertuang dalam ayat berikut: Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, dimuka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (Quran surat Ar-Ra’d ayat 11).

Mengenai Khodam dari golongan Malaikat, kami tidak bisa menerangkannya lebih jauh, karena mata manusia (sekalipun memiliki mata batin) akan sangat sulit mengamati malaikat. Hanya orang-orang khusus yang dikehendaki Tuhan-lah yang memahami seperti apa sebetulnya wujud perlindungan malaikat itu. Meskipun mata tidak bisa melihat, tapi kami yakin bahwa perlindungan malaikat selalu ada menyertai orang yang selalu berusaha untuk kebaikan. khodam malaikat inilah yang menjadi pelindung pemilik Ilmu Maha Spiritual.
Benarkah ada Malaikat yang bisa dijadikan Khodam?

Menurut para spiritualist, memang ada orang yang benar-benar dikawal oleh malaikat pelindung kemanapun dia pergi. Namun orang seperti ini sangat langka dan itu pun terjadi bukan karena dia belajar ilmu spiritual tertentu, melainkan itulah karomah dari Allah yang diberikan sebagai hadiah kesolehan dan keihlasannya. Orang yang dikawal malaikat bisa jadi tidak menyadari karena dia tidak pernah memohon kehadiran malaikat itu. Tentu konsep karromah ini berbeda dengan konsep olah spiritual yang mana kita melakukan olah spiritual memang dengan tujuan mendatangkan kekuatan spiritual.

Sebetulnya -dengan pengamatan mata batin yang teliti- kami hanya bisa mengamati bahwa hanya wujud Energi dari Malaikat saja yang mengikuti pemilik Ilmu Spiritual Tingkat Tinggi. Malaikat secara pribadi tidak bersanding dengan manusia biasa. Mengingat malaikat adalah mahluk suci, sedangkan manusia biasa seperti kita umumnya masih sering berbuat dosa kecil, bahkan kadang karena kelalaian, dosa besar pun kita lakukan.
Jadi jika dikatakan Anda telah memiliki khodam malaikat, belum tentu berarti secara harfiah Anda diikuti oleh malaikat langsung, yang mengikuti Anda hanyalah energi dari malaikat. Namun tidak tertutup kemungkinan jika ada orang yang diikuti Malaikat secara pribadi, karena kedatangan Malaikat sebagai pembantu manusia adalah kehendak Tuhan.
Dosakah jika saya punya khodam ?

Seperti Anda ketahui, khodam terdiri dari 3 jenis yang memiliki sifat berbeda. Proses datangnya khodam pun berbeda-beda. Jadi dosa atau tidak jika Anda memilki khodam sangat tergantung proses datangnya khodam itu sendiri. Jika khodam tersebut dari golongan malaikat dan qorin, maka tidak ada alasan untuk memvonis Anda dosa. Karena sesungguhnya kehadiran malaikat dan qorin atas kehendak Tuhan.
Jika jin mengikuti Anda karena jin tersebut cinta atau mengagumi, maka Anda pun tidak bisa dianggap berdosa, karena kedatangan jin tersebut bukan atas keinginan Anda.

Namun jika khodam jin membantu karena Anda mengerjakan sihir, belajar ilmu hitam atau mengadakan perjanjian dengan jin, maka itu sudah pasti dosa.
Memiliki khodam, selama ditempuh dengan cara yang benar, bukanlah suatu kemusyrikan, dan bukan berarti kita meyakini bahwa Tuhan tidak mampu menolong manusia secara langsung. Sudah menjadi aturan Tuhan, bahwa Tuhan memenuhi kebutuhan makhluknya – termasuk dalam memberi pertolongan – selalu melibatkan makhluk ciptaanya.
Sebagai contoh kita semua yakin malaikat Raqib dan Atib yang bertugas mencatat setiap amal baik-buruk manusia. Mereka diyakini berada di bahu kanan dan kiri setiap manusia*. Dengan adanya malaikat ini, bukan berarti kita meyakini Allah kurang kekuasaannya atau Tuhan repot mengurus manusia, sehingga menciptakan malaikat sebagai pembantu untuk meringankan tugas Tuhan. Adanya malaikat dengan tugas-tugas tertentu adalah hukum Allah dan manusia hanya bisa menerima kenyataan itu.

Mungkin hanya itu yang bisa saya jelaskan tentang hakikat KHODAM PENDAMPING.

Salam

by, KI RAGA SUKMA SAJATI


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.247 pengikut lainnya.