Archive for Desember 21st, 2010

ACARA KWA JAKARTA

21 Desember 2010

ASSALAMUALAIKUM WR.WB

SALAM PAMUJI RAHAYU…SALAM TAKZIM…SALAM PASEDULURAN….

DENGAN  MENGHARAP RIDHO ALLAH  SWT  INSYA ALLAH KWA JAKARTA AKAN MENGADAKAN SILATURAHMI DAN KEAKRABAN YANG INSYA ALLAH AKAN DIADAKAN DI :

TEMPAT  : KANTOR  RW 014 LAGOA JAKARTA UTARA

Jl.  Mahoni  Blok  B

HARI/TANGGAL : SABTU – AHAD, 25-26 DESEMBER 2010

TEMA   : MEMBANGUN JIWA YANG BERSIH UNTUK MENDEKATKAN

DIRI KEPADA ALLAH.

SUSUNAN ACARA :

SABTU 25 DESEMBER 2010

(17.00 – SELESAI)

  1. ISTIGHOSAH (ANGKER LUDIARTO AL- AWWAM)
  2. PENGIJAZAHAN RDR CAHAYA BUMI TUNGGAL (KI NUR JATI)
  3. PEMBUKAAN DAN GEMBLENGAN TENAGA DALAM PRANA INTI LANJUTAN ( KI SURYA BUANA)
  4. PENGISIAN, PENGIJAZAHAN AMALAN HIKMAH DAN PENGASAHAN MATA   BATIN ( DEAD MAN)
  5. PENGRUWATAN ( KI NUR JATI)
  6. KONSULTASI
  7. DLL

AHAD 26 DESEMBER 2010

(07.30 – SELESAI)

1. PENGOBATAN MASSAL PENYAKIT  MEDIS DAN NON MEDIS

(RADEN WISANGGENI, PAMUKTI, KI JAKA RD, KI TORO, ANGKER LUDIARTO

AL AWWAM, KI  BAYU  AGHNI, KANCIL )
2. PENGRUWATAN .
3. DOOR PRIZE

4. DAN LAIN LAIN

BAGI PESERTA YANG HADIR SERTA YANG BERUNTUNG AKAN MENDAPATKAN TASBIH BERKAROMAH TINGGI YANG TELAH DI ASMA DAN DI SELARASKAN DENGAN ENERGI ALAM SERTA ENERGI ILAHI YANG INSYA ALLAH MULTI FUNGSI KEGUNAANNYA.

NB :  – Bagi Peserta Yang Mengikuti Ruwatan Di Harapkan Membawa Kain Kafan 2 Mtr, Bunga dan

Minyak Non Alkohol

Adapun  Susunan Panitia Sebagai Berikut :

Ketua  : Kancil

Wakil Ketua I : Deadman

Wakil Ketua II : Hendra

Sekretaris  : Bagja

Wakil   : Jun Hwe

Bendahara  : Angker Ludiarto

Humas  : Pamukti

Toro

Abi

Agung Pengembara Muda

Perlengkapan : Kurnia

Hasibuan

Miko Kimo

Agus Ginting

Dokumentasi : Muhammad Jerry

Nawiazky

Rony

Penanggung Jawab

Ki Nur Jati

Ki Sabdo Sejati

Ki Denmas Thepos

Ki  Jaka  RD

Sesepuh

Ki Wong Alus

Ki  Bengawan  Candhu

Ki Sabdo Langit

Ki Nur Jati

Ki Sabdo Sejati

Ki Surya Buana

Ki Haryo Wisanggeni

Jadwal  Pelaksanaan  Kegiatan  Kampus  Wong Alus
Al-Waktu Kegiatan Keterangan
Sabtu
16.00-17.00 Pengisian  Daftar  Hadir
Pemagaran  Ghoib
Pembagian  Merchandise Kaos
17.00-18.00 Ramah  Tamah
18.00-20.00 Sholat  Maghrib
Istighosah
20.00-20.30 Sholat  Isya
20.30-21.00 Pembukaan
Sambutan dari  Ketua KWA – Jakarta
Sambutan dari  Ketua  RW  setempat
Sambutan dari  Ketua  Panitia
21.00-00.00 Pengijazahan
Pengisian, Pengijazahan  Amalan  Hikmah  dan  Pengasahan Mata Bathin
Pengruwatan
00.00-04.00 ISHOMA
Minggu
08.00 s/d Selesai Pengobatan  Untuk  Masyarakat  UMUM
Pengruwatan  Untuk  Masyarakat  UMUM
Ruqyah  Bathiniyah  Untuk  Masyarakat  UMUM

Sholat dan Dalail Khoirot

21 Desember 2010

A’uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim Bismillaahir rahmaanir rahiim Allaahumma shalli ‘alaa Sayyidinaa Muhammadiw wa ‘alaa aalihi wa Shahbihi ajma’iin Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh Allah Allah Aziz Allah Allah Allah Subhan Allah Allah Allah Sulthon Allah

Saudara-saudaraku,

Nanti di akherat akan digelar satu fase atau masa pertanggung jawaban diri, untuk menilai apakah kenormalan yang sejak semula itu terpelihara atau tidak. Sholat adalah bengkel yang stationer. Inna sholaata kaanat ‘alal mu’minina kitaaban mauquta. Sholat itu adalah keniscayaan yang mesti diselenggarakan untuk orang mukmin setiap waktu secara teratur. Untuk apa ? Untuk normalisasi dan memelihara kenormalan itu. Dengan kata lain dapat dikatakan, sholat adalah latihan untuk mati. Itu seyogyanya merupakan bagian akhir dari kehidupan kita di alam fana ini untuk jasmani kita, kalau ruh kita abadi sejak dicipta di jaman azali sampai alam baqa, abadi dengan Allah. Barang siapa menjalani kehidupan ini dengan penuh kelalaian, maka akan penuh penyesalan. Husnul Khotimah adalah kita dijemput oleh malaikat, ruh kita untuk melewati alam barzah ke alam baqa dalam keadaan kita ‘normal’ seperti kita di alam azali, kalau dalam keadaan lalai itu yang menjadi masalah. Maka sholat yang kita lakukan seyogyanya kita kemas sebagai langkah sadar untuk menormalisir kembali pertalian kita dengan akherat, dengan Allah, dan dengan rosulullah. Sholat adalah saat mana dalam sekejap rangsangan badaniah, rangsangan dari luar badan kita, kita putus tali hubungannya. Pikiran tidak kita pekerjakan lagi. Hal-hal sebagai akibat dari rangsangan badaniah kita tidak difungsikan lagi. Sholat bukanlah rutinitas dan bukan mewujudkan ‘apalan donga’ (hapalan doa) dan bukan kearagaan kita, tapi sholat adalah untuk kembali ke normalitas. Terus kita fungsikan diri kita untuk sengaja melakukan sholat bahwa yang sedang sholat aadalah hamba allah yang sedang mencari ridho Allah, hamba Allah yang mencari husnul khotimah ,hamba allah yang mencari keselamatan diakherat nanti supaya bisa dipetik keberuntungan.

Saudara-saudaraku,

Adalah langkah mengetuk dua pintu sekaligus, yaitu pintu wushul atau sampai dan nyambung kepada Allah dan mengetuk sendiri-sendiri katub yang ada pada diri kita. Habis setiap orang itu mengalami bentukan yang sifatnya menutup yang timbul sebagai karat dari kelalaian, keaniayaan diri dan kesembronoan. Semua orang dalam kehidupan ini automatically menginjakan kaki di potensi kebiasaan menunda. Hati ini menyimpan potensi Ruh dan Fitrah tetapi ketutup ‘ambek’ (baca dengan) jumlahnya sembrono, aniaya dan kelalaian. Sholat sekaligus mengetuk 2 pintu yaitu pintu Allah agar wushul dan sekaligus mengetuk pintu katub hati untuk membuang karat dari kelalaian, aniaya diri dan kesembronoan. Sedangkan alat untu untuk ‘wushul’ adalah kedekatan dan kebersamaan diri kita kepada Rosulullah Muhammad SAW. Sholat bukan rangkaian kegiatan yang given. Sholat itu perbuatan yang tergantung pada azam atau kesengajaan dan niat. Sholat adalah langkah kesengajaan yang dilakukan dengan mengatakan “Usholli” (dengan sengaja saya sholat).

Thoriqoh Naqshabndi adalah suatu asosiasi diantara sesama kita bersama guru supaya kita semakin terbimbing kearah kejelasan yaitu kejelasan yang merupakan adonan yang sejak jaman Rosululluh dibangun bersama para sahabat Beliau yang kita tarik sampai masa sekarang melalui mata rantai guru yang mengantarkan kita kepada perspektif seperti itu.

Insya Allah perjumpaan kita disini mencerminkan langkah kita untuk maju, bukan maju sedikit mundur banyak, maju sedikit mundur banyak, akhirnya menuju langkah kemunduran. Tolong itu dielakkan. Segala perbuatan yang kita lakukan harus mulai punya ancang-ancang. Ancang-ancang kesengajaan untuk selalu bersama Rosulullah. Mohon ini dicamkan untuk menjadi sesuatu yang disengaja benar untuk diorientasikan dan ‘disok’ (dituangkan) susunan kesadaran ke dalam diri kita, Semoga taufik dan inayah terlimpah kepada kita semua.

Dengan berkah Rosulullah dan berkah Syaikh Nazim …insya Allah …..Bihurmati suratul fatehah…..

Allah Allah Aziz Allah

Allah Allah Sulthon Allah

Sejarah Dalail Khoirot

Ada seorang alim (adalah orang yang memiliki pengetahuan tentang kehidupan dan kematian yang dipetik dari sunah nabi) bernama Abu Abdillah Muhammad Bin Sulaiman Al Jazuli. Dalam perjalanannya, ketika waktu ashar, beliau tiba di suatu gurun yang sangat panas, suhunya kira-kira pada posisi 45°. Beliau melihat dikejauhan ada Oase yang dapat ditempuh setengah jam. “Bila sholat disini, maka harus tayamum dan tempatnya sangat panas” maka akhirnya memutuskan untuk sholat di oase. Beliau sadar betul, beliau itu siapa, Allah itu siapa, hidup untuk apa, tujuan kemana, jadi sebetulnya pengalamannya is Ok. Di Oase hampir 1 jam. Dilihatnya ditepi oase ada sumur, maka Beliau menuju ke sumur. Beliau mencari timba untuk wudhu. Tiba-tiba beliau dikejutkan dengan seorang ‘genduk’ (anak perempuan) berumur 5 tahun. Si Genduk bertanya ‘Lagi ngapain pak ?’. ‘Ini waktu ashar sudah masuk, dan aku mau wudhu, tapi timbanya tidak ada.’ ‘Ooo mau wudhu, kata si Genduk.’ Sesaat kemudian dengsn ‘umak-umik’ disedotnya banyu (air) dalam sumur tadi dan langsung mancur tibo ing ngarsane (keluar airnya dan diberikan kepada) Imanm Jazuli. Beliau sangat heran dan takjub. “Ya Bintah”, Nduk genduk,…rene’o (baca : Nak kesinilah). Apa lagi yang ingin kubantu ?’ kata si Genduk (perempuan kecil)’. Kepriye kok bisa nyedot banyu kuwi (mengambil air) kata Imam Jazuli? “Si Genduk bilang “Aku diajari abahku dari kecil untuk menyapa Rosulullah dengan sholawat.” Kalau ada apa-apa tinggal menyapa Rosulullah. Wajah Imam Jazuli seperti dipukul ambek Mike Tyson, mendengar jawaban Si Genduk. Imam Jazuli malu. ‘Aku kok kalah karo arek cilik si genduk iki (Aku merasa malu dengan si perempuan kecil ini). Dengan kata lain sholawatnya ‘si alim’ ora doyo yen ora menyatu karo rosulullah. Begitu terpukul…Imam Jazuli mengucapkan : Astagfirullah ya robb…astagfirullah ya habiballah. Kemudian beliam Imam Al Jazuli pulang ke rumah dan tidak keluar dari kamar selama 13 tahun untuk mengakses ke Rosulullah, dan tidak sedetikpun ingin lepas dari kebersamaan dengan Rosulullah, dan telurnya adalah Dalail Khoirot. Untuk melakukan Dalail Khoirot ini harus tergantung dengan azam (kesengajaan) dan niat. Kesengajaan dan niat untuk selalu bersama dan menyatu kepada Rosulullah, sehingga membaca Dalail Khoirot mesti dengan hati, dengan sense, karena rahmat allah terbesar adalah diturunkannya Rosulullah Muhammad kepada kita.

Saudara-saudarku,

Perjalanan aku dan kamu ora bakal ‘jetis’ (tidak ada daya) bila tanpa kebersamaan dengan rosulullah. Maka setiap kita membaca sholawat seharusnya dengan hati dengan sense, bukan membaca with no heart, no sense. Suatu ilmu yang tidak disertai dengan kedekatan dengan nabi…almost nothing.

Allah Allah Azis Allahb

Allah Allah Subhan Allah

Allah Allah Sulthon Allah

Wa min Allah At Taufiq Al Fatehah

by, majelis zikir riyadlatul qolby

AJI PUTER GILING

21 Desember 2010

Ingsun matek ajiku si aji puter giling, glindang glinding bakal balik marak ingsun hum ya hum……(nama target). Dilanjutkan ke surat al hasyr. Amalan dibaca 21x. Puasa 21 hari.

by, angker ludiarto el bodasyah al awwam


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 743 pengikut lainnya.