Archive for Oktober 1st, 2010

Kembali ke Sunnah

1 Oktober 2010

Rasulullah menyuruh kita mengikuti sunnah beliau dan melarang kita mengadakan acara ritual baru (bid’ah). Karena agama Islam telah sempurna dan cukup apa yang disyari’atkan Allah dan Rasul-Nya, dan yang diterima sebagai tuntunan As-Sunnah oleh Ahlussunnah wal- Jamaah, yaitu para sahabat dan tabi’in.

Di dalam hadits shahih Rasulullah bersabda:
(( مَنْ أَحْدَثَ فِيْ أَمْرِنَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ ))
“Barang siapa mengadakan suatu amalan baru dalam Agama kami yang di luar syari’at kami. Maka amalan itu tertolak”
Hadits ini disepakati keshahihannya oleh para ulama Sunnah.

Dalam riwayat lain di shahih muslim
(( مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ ))
“Barang siapa melakukan suatu amalan yang tidak sesuai dengan syari’at kami. Maka amalnya itu tertolak”

Dalam hadits lain, beliau bersabda:
((عَلَيْكُمْ بِسُنَّتِيْ وَسُنَّةِ الخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ المَهْدِيِّيْنَ مِنْ بَعْدِيْ، تَمَسَّكُوْا بِهَا وَعَضُّوْا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُوْرِ فَاِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ))
“Berpeganglah kamu sekalian dengan sunnahku dan sunnah para Khulafa’ Rashidin setelahku. Berpegang teguhlah dengannya dan gigitlah ia erat-erat dengan gigi geraham. Jauhilah perkara-perkara baru yang diada-adakan, karena setiap amalan yang diada-adakan itu bid’ah, sedang setiap bid’ah adalah sesat”

Rasulullah bersabda dalam khutbah Jum’at beliau:
أَمَّا بَعْدُ: فَاِنَّ خَيْرَ الحَدِيْثِ كِتَابُ الله وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ وَشَرَّ الأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا
وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

“Selanjutnya, sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitab Allah. Sebaik-baik ajaran adalah ajaran Muhammad Seburuk-buruk perkara adalah perkara-perkara baru yang diada-adakan. Dan setiap bid’ah adalah sesat”
Dalam hadits-hadits yang tertera di atas terdapat peringatan keras mengadakan berbagai bid’ah dan penegasan bahwa bid’ah adalah sesat. Ini semua agar menjadi peringatan bagi ummat Islam tentang besarnya bahaya bid’ah, sekaligus untuk mengajak mereka menjauhi tindakan melakukan bid’ah.

Allah berfirman:
وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا
“Apa saja yang disampaikan Rasul kepada kamu terimalah ia. Dan apa saja yang dilarangnya bagi kamu, tinggalkanlah” (QS. Al Hasyar: 7).

Allah berfirman:
فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَن تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
“Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan(dalam hatinya) atau ditimpa adzab yang pedih (QS. An Nuur: 63)

Allah berfirman:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيراً
”Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagi kamu, (yaitu) bagi orang yang mengharap Allah dan hari akhir, dan banyak mengingat Allah. (QS. Al Ahzab: 21).

Allah berfirman:
وَالسَّابِقُونَ الأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَّضِيَ اللّهُ عَنْهُمْ وَرَضُواْ عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَداً ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah, Dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar”. (QS. At Taubah: 100).

Melihat dari dalil-dalil di atas sudah seharusnya kita mengembalikan urusan agama kita kepada Allah dan Rasul-Nya. Karena keselamatan di dunia dan di akhirat hanya mengikuti apa-apa yang telah diperintahkan Allah dan Rasulullah .

Wallahu a’lam.

APAKAH IMPIAN BISA MENJADI HARAPAN?

1 Oktober 2010

Mimpi dengan Impian itu berbeda, kenapa?
Mimpi adalah suatu bunga tidur yang 80%bisa jadi kenyataan sisanya tidak dapat terjadi…

secara kasarnya, Mimpi tidak dapat kita atur namun impian itu tergantung diri kita apakah bisa mewujudkannya ataukah hanya angan-angan saja…

Jadi, Impian adalah suatu harapan atau suatu Tujuan yang ingin kita raih. dengan adanya Visi atau tujuan, kita jadi termotivasi untuk meraih sesuatu.

dengan kata lainnya. Impian Dapat menjadi Harapan(dengan akhiran -an,kalau hanya berharap berarti sama saja kita bermimpi). asalkan kita tetap fokus untuk terus menggapainya…

Jadi, Percaya Pada Diri Sendiri dan percaya kita dapat meraih hal ingin ingin kita capai…

Sukses ada ditangan kita, soo… You Can Do it

Mengenal Ilmu Tauhid

1 Oktober 2010

Sebagai muslim, kita wajib mengenal ilmu-ilmu keislaman. Nah, di antara berbagai ilmu keislaman, yang terpenting adalah ilmu tauhid. Karena tanpa mengenal ilmu tauhid, kita akan mudah terjebak pada kemusyrikan.

Ilmu tauhid sendiri adalah ilmu yang mengajarkan kita bertauhid kepada Allah. Lalu, apa arti tauhid?

Secara bahasa, tauhid diambil dari akar kata wahhada-yuwahhidu (وحد – يوحد) yang artinya: menunggalkan, atau mempersatukan.
Tapi secara istilah, tauhid artinya menunggalkan atau mengesakan Allah dalam beribadah kepada-Nya, dalam mengakui hak-hak ketuhanan-Nya, dan dalam memahami dan meyakini Asma (nama-nama) dan Shifat (sifat-sifat)-Nya.

Artinya, dalam beribadah kepada Allah, kita hanya mengalamatkan ibadah itu kepada-Nya saja. Kita tidak boleh beribadah kepada selain-Nya. Tujuan ibadah kita juga hanya mencari keridhaan-Nya.

Inilah yang lazim disebut: Tauhid Uluuhiyyah.

Kita juga mengesakan Allah dengan mengakui hak-hak ketuhanan atau hak-hak rububiyyah bagi Allah, yang hanya dimiliki oleh Allah semata. Di antara hak-hak itu: Bahwa Allah yang menciptakan segala sesuatu, yang mengatur segala kehidupan, yang menghidupkan, dan mematikan, yang memberi rezki, dan menguasai segala sesuatu.

Inlah yang lazim disebut sebagai: Tauhid Rububiyyah.

Kita juga wajib mengesakan Allah dalam Asma dan Shifat-Nya. Artinya, kita harus meyakini bahwa Allah memiliki nama-nama dan sifat. Dan yang kita yakini hanyalah nama-nama dan sifat-sifat yang kita dapatkan dalam Kitabullah (Al-Quran) dan Sunnah Nabi n (hadits-hadis Nabi n). Selain itu, kita hanya meyakini bahwa Allah memiliki nama-nama lain yang Allah sembunyikan dalam keghaibannya, namun tidak boleh kita cari-cari dan kita yakini. Karena hanya Allah yang Mengetahuinya. Seperti diungkapkan dalam doa untuk terapi kesedihan yang diajarkan oleh Nabi n:

“Ya Allah, sesungguhnya aku ini adalah hamba, anak dari hamba-Mu laki-laki, anak dari hamba-Mu perempuan. Ubun-ubunku berada di tangan-Mu; mengikuti keputusan takdir-Mu dan berjalan sesuai dengan ketetapan-Mu. Aku memohon kepada-Mu dengan setiap nama yang menjadi milik-Mu, Nama yang Engkau lekatkan sendiri untuk diri-Mu, atau Engkau sebutkan dalam Kitab-Mu, atau Engkau ajarkan kepada salah seorang di antara hamba-Mu (Nabi), atau Engkau sembunyikan di alam keghaiban-Mu: hendaknya Engkau menjadikan Al-Qur’an ini sebagai penyejuk hatiku, cahaya dalam dadaku, penghilang kesedihanku dan penolak rasa gundahku .”

Nah, tauhid ini yang lazim disebut: Tauhid Al-Asmaa wash Shifaat.

Sanggupkah Aku Menjawabnya?

1 Oktober 2010

Sungguh, saat itu akan datang sebagaimana telah sering aku saksikan ia mendatangi orang lain, teman-temanku, tetanggaku, , bahkan orang tua atau kerabatku. Sungguh, saat itu tak mungkin kuduga sebagaimana juga mereka tak pernah menduga didatangi olehnya. Sungguh dia akan menjemput aku pergi ke tempat yang tak mampu aku bayangkan, tempat yang tak pernah kembali lagi mereka yang pergi ke sana, tempat yang di sana aku akan dihadapkan dengan pertanyaan.

Sungguh, semua itu benar adanya. Tak ada alasan bagiku untuk tidak percaya hal itu bakal terjadi, sebagaimana tak ada alasan bagiku untuk mengingkari adanya Al Khaliq. Juga sebagaimana tak ada alasan bagiku untuk memungkiri adanya getaran kegelisahan dalam bathinku tatkala aku melakukan perbuatan yang fitrahku mengenalnya sebagai dosa.

Hanya saja. Sanggupkah aku menghadapi itu ? Saat di mana aku didudukkan di lubang yang gelap, kemudian datanglah kepadaku dua malaikat mengajukan pertanyaan: Siapa Rabb-mu, apa agamamu, dan siapa nabimu ?

Sanggupkah aku menjawabnya ? …

Apa yang akan aku katakan, ketika ditanya tentang siapa Rabb-ku ? Cukupkah kujawab : Rabb-ku adalah ALLAH ? Semudah itukah menghadapi fitnah qubur ? Rasanya tidak. Tidak akan semudah itu. Sebagaimana telah tertanamkan dalam jiwaku keyakinan akan adanya Engkau, tertanam pula keyakinan ,bahwa tidaklah segala sesuatu itu ada dan terjadi dengan sendirinya serta tanpa maksud dan tujuan.

Lantas bolehkah terlintas dalam benakku : “Mustahil aku akan tersesat dan terjatuh ke dalam kekufuran.” ? Bolehkah terucap lewat lisanku: “Keberhasilan yang aku peroleh adalah semata-mata hasil prestasiku.” ? Bolehkah aku beranggapan : “Bahwa tanda keridhoan-Mu adalah dengan terjadinya apa yang terjadi atau berlakunya apa yang hendak aku lakukan.” ?

Sungguh tak mungkin aku mengatakan: “Alangkah kejamnya Engkau, membiarkan seorang bayi lahir dalam keadaan cacat. Alangkah tak adilnya Engkau, membiarkan pelaku ma’shiyat sejahtera bermandikan kesenangan, sedangkan mereka yang tha’at dalam keadaan miskin berlumurkan kesengsaraan.” Sungguh tak mungkin aku mengatakannya. Namun, mengapa sering bathin ini protes manakala aku tertimpa musibah atau doaku tak kunjung terkabul?

Ya, ALLAH. Ternyata tak ada jalan untuk mengenal Mu kecuali melalui diri-Mu. Kalau bukan karena hidayah-Mu, sungguh akan tertanam dalam batinku, terucap dari lisanku, dan terwujud lewat perbuatanku segala yang bertentangan dengan kekuasaan-Mu, bertentangan dengan hak-Mu untuk diibadahi, serta bertentangan dengan kemuliaan nama-nama dan sifat-sifat-Mu. Maka, sudahkah aku mengenal segala kekuasan-Mu dan mengakui keesaan-Mu dalam hal mencipta, memiliki, dan mengatur alam semesta ini?

Kemudian, apa yang akan aku katakan ketika ditanya tentang apa agamaku? Cukupkah kujawab: Agamaku Islam? Semudah itukah menghadapi fitnah qubur? Rasanya tidak. Tidak akan semudah itu. Sebagaimana telah tertanam di dalam jiwaku keyakinan akan kesempurnaan agama ini, tertanam pula keyakinan bahwa agama ini disampaikan kepada manusia agar mereka memperoleh kemudahan dan kebahagiaan hidup di dunia – sebelum di akhirat kelak tentunya-.

Lantas bolehkah terlintas dalam benakku: “Agama ini tidak realistis, kurang membumi.” ? Bolehkah terucap lewat lisanku: “Jaman sekarang ini jangankan mencari yang halal, mencari yang haram saja susah.”? Bolehkah aku beranggapan: “Semua agama itu baik.” ?

Sungguh tak mungkin aku mengatakan: “Alangkah enaknya menjadi orang-orang kafir di muka bumi ini, alangkah kunonya agama ini, dan alangkah sempit serta terbatasnya ruang ibadah yang tersedia di sana.” Sungguh tak mungkin aku mengatakannya. Namun mengapa sering bathin ini protes manakala terasa dunia dan segala suguhannya tak memihak kepada ku? Mengapa bathin ini diam saja dan tak sedikitpun tergerak untuk membenci mereka yang menghujat agama ini?

Ya, ALLAH. Kalau bukan karena hidayah-Mu, sungguh akan tertanam di dalam bathinku, terucap dari lisanku, dan terwujud lewat perbuatanku segala yang bertentangan dengan agama yang mulia ini. Bahkan boleh jadi aku tak mengenal agama ini sebagaimana ia diperkenalkan oleh pembawanya. Boleh jadi aku tak mengenal keseluruhan aturan yang ada di dalamnya. Dan boleh jadi aku telah terjatuh ke dalam perbuatan yang telah mengeluarkan aku darinya.

Kemudian, apa yang akan aku katakan ketika ditanya tentang siapa nabiku? Cukupkah kujawab: Nabiku Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam ? Semudah itukah fitnah qubur ? Rasanya tidak. Tidak akan semudah itu. Sebagaimana telah tertanam keyakinan dalam bathinku tentang kemuliaan akhlaqnya, sifat amanahnya, dan kejujurannya, tertanam pula keyakinan bahwa dialah SAW teladan terbaik bagi umat manusia.

Lantas bolehkah terlintas dalam benakku: “Ada jalan untuk mendekatkan diri kepada ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa selain dari yang telah dicontohkan oleh beliau Shallallahu alaihi wa sallam“ ? Bolehkah terucap lewat lisanku: “Memelihara jenggot itu jorok, menjilat-jilati jari sehabis makan itu juga jorok, dan poligami itu jahat.” ? Bolehkah aku beranggapan: “Mengikuti Sunnahnya itu tidak wajib.” ?

Sungguh tak mungkin aku mengatakan: “ Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam lupa menyampaikan ini dan itu. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam sengaja menyembunyikan risalah, atau Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam tidak mengetahui apa yang baik bagi umatnya. Sungguh tak mungkin aku mengatakannya. Namun mengapa sering bathin ini protes dan merasa berat dengan apa yang telah ia tetapkan dan contohkan ? Mengapa aqal dan hawa nafsu ini sering merasa lebih tahu -tentang baik dan buruk- ketimbang beliau Shallallahu alaihi wa sallam ?

Ya, ALLAH. Kalau bukan karena hidayah-Mu, sungguh akan tertanam di dalam bathinku, terucap dari lisanku, dan terwujud lewat perbuatanku berbagai pengingkaran terhadap kenabian dan kerasulan Muhammad SAW. Boleh jadi itu bermula dari acuh tak acuhnya aku untuk mengenal nama-nama dan nasab beliau Shallallahu alaihi wa sallam dan dari kurang minatnya aku membaca serta mempelajari riwayat hidupnya. Akhirnya butalah aku akan sunnah-sunnahnya dan tak mengertilah aku akan misi risalahnya. Dan jadilah aku orang yang hanya ikut-ikutan menyebut namanya tanpa memahami pertanggungjawabannya.

Sanggupkah aku menjawabnya ?…

Sungguh, aku akan berhadapan dengan pertanyaan yang jawabnya tak cukup di lisan, tetapi dari dalam keyakinan dan dibuktikan oleh perbuatan. Bukan hasil dari menghafal, tetapi dari beramal.Tak ada yang sanggup menuntun aku untuk menjawabnya kelak kecuali Engkau, Ya ALLAH. Aku tahu itu dan aku yakin, sebagaimana telah Engkau janjikan:

(يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ ) (ابراهيم: 27)

“ALLAH meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat…“(Ibrahim: 27)

Inilah Aqidah Kita (Bagian 2 – selesai)

1 Oktober 2010

(Lanjutan dari bagian 1)

17. Kita mengikat pemahaman kita dengan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam yang berdasarkan pemahaman Salaf (pendahulu) ummat ini dari kalangan ahli hadits tanpa fanatik terhadap individu mereka, tetapi kita mengambil kebenaran dari orang yang membawanya. Kita tahu ada orang yang mengaku-ngaku sebagai Salafi (pengikut Salaf), padahal Salaf berlepas tangan dengan mereka, sebab dia berteman dengan orang-orang yang menghalalkan apa yang diharamkan Allah

18. Kita berkeyakinan bahwa politik adalah bagian dari agama ini. Dan orang-orang yang memisahkan antara agama dan politik berarti ingin menghancurkan Dien (agama) ini dan ingin menyebarkan kekacauan seperti yang terjadi disebagian negeri kaum muslimin. Mereka mengatakan “Agama untuk Allah dan negara untuk bersama”. Ini adalah slogan-slogan jahiliyah.

19. Kita berkeyakinan bahwa tidak ada izzah (kemuliaan) dan pertolongan bagi kaum muslimin, hingga mereka mau kembali kepada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam.

20. Kita membenci kelompok-kelompok baru: Komunisme, Ba’tsi, Nashiry, Sosialisme, dan Rafidhah yang telah keluar dari Islam. Kita berpendapat bahwa manusia sekarang menjadi 2 golongan, yaitu golongan Hizbur Rahman (kelompok Allah), yaitu orang-orang yang melaksanakan rukun-rukun Islam dan Iman tanpa menolak sedikitpun syariat Allah, dan Hizbusysyaithan (kelompok setan), yaitu yang memerangi syariat-syariat Allah.

21. Kita mengingkari orang yang membagi agama menjadi “kulit” dan “inti”. Dan ini adalah dakwah yang menghancurkan.

22. Kita mengingkari orang yang merasa tidak butuh kepada ilmu Sunnah dan mengatakan “Ini bukan waktu mempelajarinya”. Beginilah orang yang enggan mengamalkan Sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam.

23. Kita berpendapat handaknya kita mendahulukan yang paling penting dari yang penting. Maka wajib bagi seorang muslim untuk bersungguh-sungguh memperbaiki aqidah, kemudian membinasakan komunisme dan Ba’tsiyyah dan itu bisa tercapai dengan persatuan yang berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah.

24. Kita berpendapat bahwa jama’ah yang merangkul Rafidhah, Syi’ah, Sufi, dan Sunni tidak bisa menghadapi musuh karena itu tidak akan tercapai kecuali dengan ukuwwah (persaudaraan) yang jujur dan persatuan dalam aqidah.

25. Kita mengingkari orang yang berkata dan menyangka bahwa para da’i yang mengajak manusia kembali kepada Allah adalah orang-orang Wahhabi. Kita tahu bahwa mereka memiliki maksud yang sangat jijik dan kotor yaitu ingin memisahkan para ulama dengan masyarakatnya.

26. Dakwah kita dan aqidah kita lebih kita cintai dari diri-diri, harta-harta dan anak-anak kita. Kita tidak akan rela menjualnya dengan emas dan uang… Kita suarakan terus dakwah ini sampai pupus harapan orang yang ingin memperalat dakwah ini. Dia mengira dia bisa mendikte kita dengan uang dan harta. Oleh sebab ini, mereka menjadi putus asa untuk membujuk kita dengan harta dan kedudukan.

27. Kita membenci pemerintah-pemerintah yang ada, sekedar (sesuai dengan) kejahatan yang mereka lakukan dan kita mencintai sekedar (sesuai dengan) kebaikan yang ada padanya. Kita tidak boleh memberontak kecuali bila kita telah melihat adanya kekafiran yang jelas pada pemerintahan-pemerintahan itu berdasarkan burhan (bukti nyata) dari Allah Pemerintah yang paling kita benci sekarang adalah pemerintahan ’Aden yang berhaluan komunis lagi Atheis, semoga Allah segera membinasakannya dan menyucikan negeri-negeri Islam darinya.

28. Kita menerima bimbingan dan nasehat dari siapa saja, karena kita adalah para penuntut ilmu yang bisa benar dan salah.

29. Kita mencintai Ulama Sunnah yang hidup sekarang. Dan kita ingin mengambil faedah dari mereka. Dan kita merasa sedih karena kejumudan sebagian mereka.

30. Kita tidak menerima fatwa kecuali berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam yang tsabit (kokoh).

31. Kita mengingkari kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab dan sektor lainnya dengan adanya usaha mengunjungi kuburan Lenin dan tokoh-tokoh sesat lainnya untuk menghormati mereka.

32. Kita mengingkari pemerintah muslim yang melakukan kerja sama dengan musuh-musuh Islam, baik itu antek-antek Amerika atau komunis.

33. Kira mengingkari dakwah-dakwah jahiliyah seperti kesukuan dan fanatisme Arab. Kita menggolongkannya sebagai dakwah-dakwah jahiliyah dan termasuk sebab yang memundurkan umat Islam.

34. Kita menunggu seorang mujaddid yang Allah akan memperbaharui agama ini melaluinya. Ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan Abu Daud dalam sunannya dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu dari Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam: ”Sesungguhnya Allah akan membangkitkan bagi umat ini disetiap 100 tahun orang yang akan memperbaharui untuk mereka agama mereka” Dan kita berharap agar kebangkitan Islam menjadi mudah karenanya.

35. Kita berkeyakinan bahwa orang yang mengingkari hadits tentang Al-Mahdi dan Dajjal serta turunnya Isa bin Maryam adalah sesat. Dan bukan yang kita maksudkan imam Mahdi dari kalangan Rafidhah, akan tetapi dari Ahlul bait Nabi yang tergolong Ahlus Sunnah. Dia akan memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana sebelumnya bumi ini telah dipenuhi dengan kezaliman. Kita katakan “yang tergolong Ahlus Sunnah”, karena orang yang mencela Sahabat tidak dianggap adil.

36. Ini sekilas tentang aqidah dan dakwah kita. Kalau disebut dengan dalil akan memperpanjang kitab ini. Dan telah kusebut dengan panjang lebar dalam kitab “Al-Makhraj minal Fitnah”. Dan siapa yang memiliki keyakinan yang sebaliknya dari yang telah kita sebutkan ini, maka kami bersedia menerima nasehat jika dia benar dan kami bersedia berdebat jika dia salah serta berpaling darinya jika dia membangkang Ini yang perlu kita ketahui. Dan ini bukan seluruh dakwah dan aqidah kita, karena dakwah kita berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah dan mengajak kepada Al-Qur’an dan Sunnah. Demikianlah aqidah ini. Cukup Allah bagi kita dan Dia adalah sebaik-baik tempat bertawakal. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan izin Allah.

(Diambil dari kitab “Hadzihi Da’watuna wa ‘Aqidatuna hal 11-23 dan dialihbahasakan oleh Muhammad ‘Ali ‘Ishmah Al-Medani).

Inilah Aqidah Kita (Bagian 1)

1 Oktober 2010

Penulis: Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi al Wadi’i rahimahullah (Ahli hadits negeri Yaman)

1. Kita beriman kepada Allah, nama-nama-Nya dan sifat-sifat-Nya, menurut apa yang terdapat dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah, tanpa tahrif (menyimpangkan maknanya), mentamtsil (memisalkan dengan makhluk), mentasybih (menyerupakan dengan makhluk) dan tanpa menta’thil (meniadakan atau menghapus sifat itu dari Allah)

2. Kita berkeyakinan bahwa berdo’a kepada orang mati, meminta tolong kepada mereka dan begitu juga terhadap orang yang masih hidup pada masalah yang tidak disanggupi kecuali oleh Allah adalah syirik (dosa terbesar menyekutukan Allah). Begitu juga keyakinan terhadap jimat-jimat, bahwa dia bisa memberikan manfaat bersama Allah atau tanpa Allah adalah syirik. Dan membawanya tanpa keyakinan adalah khurofat (yang diharamkan)

3. Kita berpegang dengan dhazir ayat dan Sunnah. Kita tidak menta’wilkannya kecuali ada dalil yang membolehkan untuk melakukan itu dari Al-Qur’an dan Sunnah.

4. Kita beriman bahwa kaum mukminin akan melihat Rabb mereka pada Hari Akhir tanpa mentakyif (menanyakan bagaimana). Dan kita beriman dengan syafa’at dan akan dikeluarkannya orang-orang yang bertauhid dari neraka.

5. Kita mencintai para Sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan membenci orang-orang yang mencela mereka. Kita meyakini bahwa menghina mereka berarti menghina agama ini. Karena merekalah yang membawanya kepada kita. Kita mencintai Ahlul Bait Nabi dengan kecintaan yang berdasar syariat

6. Kita mencintai Ahlul Hadits dan seluruh para salaf (pendahulu) ummat ini dari kalangan Ahlus Sunnah.

7. Kita membenci Ilmu Kalam. Dan kita berkeyakinan bahwa dialah penyebab terbesar perpecahan ummat ini.

8. Kita tidak menerima keterangan dari kitab-kitab fiqih, tafsir, cerita-cerita lampau dari sejarah Nabi shallallahu alaihi wa sallam, kecuali yang ditetapkan Allah dan Rasul-Nya. Bukan berarti kita membuangnya dan tidak butuh kepadanya, tetapi kita mengambilnya dari kesimpulan para ulama kita yang faham dan yang selain mereka. Dan kita tidak menerima hukum kecuali yang berdasarkan argumen yang shahih.

9. Kita tidak menulis dalam kitab-kitab dan pelajaran-pelajaran kita serta kita tidak berkhutbah kecuali dengan Al-Qur’an atau Hadits yang shahih untuk berhujjah. Kita membenci apa yang terdapat dalam kebanyakan kitab-kitab para pemberi nasehat, yaitu cerita-cerita bohong dan hadits-hadits lemah, bahkan palsu.

10. Kita tidak mengkafirkan seorang muslim kecuali karena kesyirikan atau karena meninggalkan shalat atau murtad. Semoga Allah melindungi kita dari hal-hal itu.

11. Kita beriman bahwa Al-Qur’an adalah Kalamullah (ucapan Allah), bukan makhluk.

12. Kita berpendapat wajib saling tolong-menolong sesama muslim mana saja dalam kebenaran. Dan kita berlepas diri dari dakwah-dakwah jahiliyah.

13. Kita berpendapat tidak boleh memberontak terhadap pemerintah kaum muslimin selama mereka masih muslim. Kita tidak berpendapat bahwa revolusi adalah cara yang membawa kebaikan, bahkan itu adalah cara yang merusak masyarakat. Adapun sikap kita terhadap penguasa ‘Aden -Salah satu kota / provinsi di Republik Yaman- (Penguasa yg berhaluan komunis/sosialis), maka kita berpendapat bahwa memerangi mereka adalah adalah wajib hingga mereka mau bertaubat dari penyelewengannya, yaitu sosialisme dan mengajak manusia untuk beribadah kepada Lenin, Karl Mark dan tokoh-tokoh kafir lainnya.

14. Kita berpendapat bahwa jama’ah-jama’ah yang baru dan banyak sekarang ini adalah penyebab perpecahan kaum muslimin dan yang melemahkan mereka.

15. Kita berpendapat bahwa dakwah Ikhwanul Muslimin tidak cocok dan tidak baik untuk perbaikan masyarakat, karena mereka adalah dakwah politik, bukan dakwah yang bertujuan untuk memperbaiki jiwa. Dan dia juga dakwah bid’ah, karena dia adalah dakwah untuk membai’at orang-orang bodoh. Dan dakwah Ikhwanul Muslimin juga adalah dakwah fitnah, karena berdiri dan berjalan diatas kebodohan Kita menasehati sebagian teman-teman kita yang masih bekerja didalamnya agar mereka segera meninggalkannya, hingga dengan itu dia tidak menyia-nyiakan waktunya pada masalah yang tidak bermanfaat bagi Islam dan kaum muslimin. Dan wajib bagi setiap muslim meyakini bahwa Allah akan menolong Islam dan kaum muslimin melalui tangan muslim mana saja dan jama’ah mana saja.

16. Adapun tentang Jama’ah Tabligh, silakan Anda membaca penuturan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al Washshabi, beliau berkata:

(a). Mereka mengamalkan hadits-hadits dhaif (lemah), maudhu’ (palsu) dan yang tidak ada asalnya

(b). Tauhid mereka penuh dengan bid’ah, bahkan dakwah mereka berdasarkan bid’ah, karena dakwah mereka dasarnya adalah Al-Faqra yaitu khuruj (keluar). Dan ini diharuskan setiap bulan 3 hari. Setiap tahun 40 hari dan seumur hidup 4 bulan. Setiap minggu ada 2 Jaulah… Jaulah pertama di masjid yang didirikan shalat padanya. Dan yang kedua berpindah-pindah. Disetiap hari ada 2 halaqah, halaqah pertama di masjid yang didirikan shalat padanya. Yang kedua di rumah. Mereka tidak senang terhadap seseorang kecuali bila ia mengikuti mereka. Tidak diragukan lagi bahwa ini adalah bid’ah dalam agama yang tidak diperbolehkan oleh Allah

(c). Mereka berpendapat bahwa dakwah kepada tauhid itu memecah belah

(d). Mereka berpendapat bahwa mengajak manusia kepada sunnah itu memecah belah ummat

(e). Pemimpin mereka berkata dengan tegas bahwa: bid’ah yang bisa mengumpulkan manusia lebih baik daripada Sunnah yang memecah belah manusia

(f). Mereka menyuruh manusia untuk tidak menuntut ilmu yang bermanfaat secara halus atau terang-terangan

(g). Mereka berpendapat bahwa manusia tidak bisa selamat kecuali dengan cara mereka. Dan mereka membuat permisalan dengan perahu Nabi Nuh ‘alaihis salam, siapa yang naik akan selamat dan siapa yang tidak naik akan hancur. Mereka berkata:”Sesungguhnya dakwah kita seperti perahu Nabi Nuh”. Saya sendiri yang mendengarkannya di Urdun dan Yaman

(h). Mereka tidak menaruh perhatian terhadap Tauhid Uluhiyah dan Tauhid Asma wa Sifat

(i). Mereka tidak mau menuntut ilmu dan berpendapat bahwa waktu yang digunakan untuk menuntut ilmu hanya sia-sia belaka

(Bersambung ke bagian 2)

Cara Menemukan Motivasi dalam diri Kita

1 Oktober 2010

Salah satu hambatan utama di jalur untuk menemukan kehidupan yang lebih baik adalah kurangnya motivasi. Seringkali kita tahu apa yang harus kita lakukan untuk mencapai tujuan kami, namun kami ragu, sesuatu yang kita dari kursus atau tidak merasa seperti melakukan apa yang diperlukan.

Buat motivasi pribadi tidak sulit karena mungkin tampak pada awalnya. Di sini saya menawarkan beberapa rahasia praktis memotivasi Anda untuk menyelesaikan setiap hari:

- Hubungkan penderitaan masa depan karena kurangnya tindakan Anda pada saat ini. Misalnya, jika Anda ingin bangun untuk pergi bekerja karena ini berkaitan dengan konsekuensi: Anda akan kehilangan pekerjaan Anda, gaji Anda, kesempatan untuk membeli hal-hal yang Anda sukai, dan seterusnya., Kemudian Anda akan melihat bahwa pemikiran tentang dampak negatif dari Anda kelambanan akan membuat Anda bangun dan memulai hari Anda dengan sepenuh hati.

- Lihat dalam pikiran Anda penghargaan untuk usaha Anda. Mereka diproyeksikan dalam otak Anda penghargaan usaha Anda dan dedikasi adalah salah satu teknik yang paling efektif untuk mendapatkan motivasi langsung. Bayangkan hari ketika akhirnya setelah semua pekerjaan ini akan mendapat diploma banyak keringat setelah atau bisa membeli mobil atau rumah yang anda inginkan, ini adalah pikiran positif yang akan menentukan keberhasilan Anda.

- Menjaga tubuh Anda dalam kondisi fisik yang baik. Tanpa energi, Anda dapat memiliki motivasi harian. Jika tubuh Anda sakit atau aus lebih sulit untuk membangun motivasi. Ambil secangkir kopi, tapi tidak menyalahgunakannya, melakukan latihan, berjalan ketika Anda bisa, tidur nyenyak, tidak makan banyak gula, makanan manis membunuh energi pernapasan praktek, mendengarkan musik bahagia, tersenyum.

-Konsentrasi pada tujuan dan prioritas yang lebih tinggi. Mungkin untuk mencapai tujuan harus melakukan banyak tugas lebih membosankan atau menjengkelkan (tujuan kecil dan membosankan), namun jika Anda berkonsentrasi pada tujuan yang lebih besar Anda akan segera motivasi.

“Memecahkan masalah Anda pribadi. Jika Anda senang Anda akan lebih termotivasi tetapi jika Anda berjalan Anda tidak dapat memotivasi depresi. Anda Memecahkan perasaan negatif. Praktik pengampunan, untuk meminta maaf, mengendalikan kemarahan Anda. Bergembiralah, berusaha untuk menghapus dari hidup Anda kesedihan dan depresi.

Dia mulai tapi mulai sekarang. Meskipun sedikit. Ambil langkah dan kemudian yang lain. Ini tidak terjadi kepada Anda bahwa kadang-kadang Anda merasa seperti melakukan sesuatu tapi kemudian Anda mulai melakukan sesuatu, Anda mulai bergerak dan segera Anda lakukan lebih dan lebih. Bangunlah, bergerak, dimulai dengan tugas-tugas kecil dan sedikit demi sedikit Anda akan merasa termotivasi untuk mengejar target yang lebih besar.

Selamat Mencoba…

ASMA’ RIZALUL GHOIB

1 Oktober 2010

LA TAHSABANNAL LADZI QUTILUU FI SABILILLAHI AMWATAN, BAL AHYAUN INDA ROBBIHIM YURZAQUNA ( Ali Imron 169 ) ” Janganlah kamu mengira bahwa orang2 yang gugur di jalan Alloh itu MATI bahkan mereka itu HIDUP di sisi tuhannya dengan mendapat rezqi “

HIDUP Yaitu hidup dalam alam yang lain yang bukan alam kita ini, di mana mereka mendapat keni’matan2 di sisi Alloh, Dan hanya Alloh sajalah yang mengetahui bagaimana keadaan HIDUP nya itu.

Sesuai hasil Vote para pengunjung Ghaib99 inilah Asma’ Rizalul Ghoib yang saya terjemahkan dari kitab Jawahir Al-Khomsi Syeikh Khotiruddin Bayazid Al-Khowajah dan Kitab Jami’u Karomatil Aulia kepunyaan Syeikh Yusuf ibni Isma’il An-Nabhani R.A ,

Rizalul Ghoib merupakan salah satu pangkat kewalian dari 37 pangkat/ Maqom Wali berikut di bawah ini Pangkat/ Maqom nya para Aulia Alloh :

1.Qutub Atau Ghauts ( 1 abad 1 Orang )2. Aimmah ( 1 Abad 2 orang )3. Autad ( 1 Abad 4 Orang di 4 penjuru Mata Angin )4. Abdal ( 1 Abad 7 Orang tidak akan bertambah & berkurang Apabila ada wali Abdal yg Wafat Alloh menggantikannya dengan mengangkat Wali abdal Yg Lain ( Abdal=Pengganti ) Wali Abdal juga ada yang Waliyahnya ( Wanita )5. Nuqoba’ ( Naqib ) ( 1 Abad 12 orang Di Wakilkan Alloh Masing2 pada tiap2 Bulan)6. Nujaba’ ( 1 Abad 8 Orang )7. Hawariyyun ( 1 Abad 1 Orang ) Wali Hawariyyun di beri kelebihan Oleh Alloh dalam hal keberanian, Pedang ( Zihad) di dalam menegakkan Agama Islam Di muka bumi.8. Rojabiyyun ( 1 Abad 40 Orang Yg tidak akan bertambah & Berkurang Apabila ada salah satu Wali Rojabiyyun yg meninggal Alloh kembali mengangkat Wali rojabiyyun yg lainnya, Dan Alloh mengangkatnya menjadi wali Khusus di bulan Rajab dari Awal bulan sampai Akhir Bulan oleh karena itu Namanya Rojabiyyun.9. Khotam ( penutup Wali )( 1 Alam dunia hanya 1 orang ) Yaitu Nabi Isa A.S ketika diturunkan kembali ke dunia Alloh Angkat menjadi Wali Khotam ( Penutup ).10. Qolbu Adam A.S ( 1 Abad 300 orang )11. Qolbu Nuh A.S ( 1 Abad 40 Orang )12. Qolbu Ibrohim A.S ( 1 Abad 7 Orang )13. Qolbu Jibril A.S ( 1 Abad 5 Orang )14. Qolbu Mikail A.S ( 1 Abad 3 Orang tidak kurang dan tidak lebih Alloh selau mengangkat wali lainnya Apabila ada salah satu Dari Wali qolbu Mikail Yg Wafat )15.Qolbu Isrofil A.S ( 1 Abad 1 Orang )16. Rizalul ‘Alamul Anfas ( 1 Abad 313 Orang )17. Rizalul Ghoib ( 1 Abad 10 orang tidak bertambah dan berkurang tiap2 Wali Rizalul Ghoib ada yg Wafat seketika juga Alloh mengangkat Wali Rizalul Ghoib Yg lain, Wali Rizalul Ghoib merupakan Wali yang di sembunyikan oleh Alloh dari penglihatannya Makhluq2 Bumi dan Langit tiap2 wali Rizalul Ghoib tidak dapat mengetahui Wali Rizalul Ghoib yang lainnya, Dan ada juga Wali dengan pangkat Rijalul Ghoib dari golongan Jin Mu’min, Semua Wali Rizalul Ghoib tidak mengambil sesuatupun dari Rizqi Alam nyata ini tetapi mereka mengambil atau menggunakan Rizqi dari Alam Ghaib.

18. Adz-Dzohirun ( 1 Abad 18 orang )

19. Rizalul Quwwatul Ilahiyyah (1 Abad 8 Orang )

20. Khomsatur Rizal ( 1 Abad 5 orang )

21. Rizalul Hanan ( 1 Abad 15 Orang )

22. Rizalul Haybati Wal Jalal ( 1 Abad 4 Orang )

23. Rizalul Fath ( 1 Abad 24 Orang ) Alloh mewakilkannya di tiap Sa’ah ( Jam ) Wali Rizalul Fath tersebar di seluruh Dunia 2 Orang di Yaman, 6 orang di Negara Barat, 4 orang di negara timur, dan sisanya di semua Jihat ( Arah Mata Angin )

23. Rizalul Ma’arijil ‘Ula ( 1 Abad 7 Orang )

24. Rizalut Tahtil Asfal ( 1 Abad 21 orang )

25. Rizalul Imdad ( 1 Abad 3 Orang )

26. Ilahiyyun Ruhamaniyyun ( 1 Abad 3 Orang ) Pangkat ini menyerupai Pangkatnya Wali Abdal

27. Rozulun Wahidun ( 1 Abad 1 Orang )

28. Rozulun Wahidun Markabun Mumtaz ( 1 Abad 1 Orang )

Wali dengan Maqom Rozulun Wahidun Markab ini di lahirkan antara Manusia dan Golongan Ruhanny( Bukan Murni Manusia ), Beliau tidak mengetahui Siapa Ayahnya dari golongan Manusia , Wali dengan Pangkat ini Tubuhnya terdiri dari 2 jenis yg berbeda, Pangkat Wali ini ada juga yang menyebut ” Rozulun Barzakh ” Ibunya Dari Wali Pangkat ini dari Golongan Ruhanny Air INNALLOHA ‘ALA KULLI SAY IN QODIRUN ” Sesungguhnya Alloh S.W.T atas segala sesuatu Kuasa.

29. Syakhsun Ghorib ( di dunia hanya ada 1 orang )

30. Saqit Arofrof Ibni Saqitil ‘Arsy ( 1 Abad 1 Orang )

31. Rizalul Ghina ( 1 Abad 2 Orang ) sesuai Nama Maqomnya ( Pangkatnya ) Rizalul Ghina ” Wali ini Sangat kaya baik kaya Ilmu Agama, Kaya Ma’rifatnya kepada Alloh maupun Kaya Harta yg di jalankan di jalan Alloh, Pangkat Wali ini juga ada Waliahnya ( Wanita ).

31. Syakhsun Wahidun ( 1 Abad 1 Orang )

32. Rizalun Ainit Tahkimi waz Zawaid ( 1 Abad 10 Orang )

33. Budala’ ( 1 Abad 12 orang ) Budala’ Jama’ nya ( Jama’ Sigoh Muntahal Jumu’) dari Abdal tapi bukan Pangkat Wali Abdal

34. Rizalul Istiyaq ( 1 Abad 5 Orang )

35. Sittata Anfas ( 1 Abad 6 Orang ) salah satu wali dari pangkat ini adalah Putranya Raja Harun Ar-Royid yaitu Syeikh Al-‘Alim Al-‘Allamah Ahmad As-Sibty

36. Rizalul Ma’ ( 1 Abad 124 Orang ) Wali dengan Pangkat Ini beribadahnya di dalam Air di riwayatkan oleh Syeikh Abi Su’ud Ibni Syabil ” Pada suatu ketika aku berada di pinggir sungai tikrit di Bagdad dan aku termenung dan terbersit dalam hatiku “Apakah ada hamba2 Alloh yang beribadah di sungai2 atau di Lautan” Belum sampai perkataan hatiku tiba2 dari dalam sungai muncullah seseorang yang berkata “akulah salah satu hamba Alloh yang di tugaskan untuk beribadah di dalam Air”, Maka akupun mengucapkan salam padanya lalu Dia pun membalas salam aku tiba2 orang tersebut hilang dari pandanganku.

37. Dakhilul Hizab ( 1 Abad 4 Orang )

Wali dengan Pangkat Dakhilul Hizab sesuai nama Pangkatnya , Wali ini tidak dapat di ketahui Kewaliannya oleh para wali yg lain sekalipun sekelas Qutbil Aqtob Seperti Syeikh Abdul Qodir Jailani, Karena Wali ini ada di dalam Hizab nya Alloh, Namanya tidak tertera di Lauhil Mahfudz sebagai barisan para Aulia, Namun Nur Ilahiyyahnya dapat terlihat oleh para Aulia Seperti di riwayatkan dalam kitab Nitajul Arwah bahwa suatu ketika Syeikh Abdul Qodir Jailani Melaksanakan Towaf di Baitulloh Mekkah Mukarromah tiba2 Syeikh melihat seorang wanita dengan Nur Ilahiyyahnya yang begitu terang benderang sehingga Syeikh Abdul qodir Al-Jailani Mukasyafah ke Lauhil Mahfudz dilihat di lauhil mahfudz nama Wanita ini tidak ada di barisan para Wali2 Alloh, Lalu Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani bermunajat kepada Alloh untuk mengetahui siapa Wanita ini dan apa yang menjadi Amalnya sehingga Nur Ilahiyyahnya terpancar begitu dahsyat , Kemudian Alloh memerintahkan Malaikat Jibril A.S untuk memberitahukan kepada Syeikh bahwa wanita tersebut adalah seorang Waliyyah dengan Maqom/ Pangkat Dakhilul Hizab ” Berada di Dalam Hizabnya Alloh “, Kisah ini mengisyaratkan kepada kita semua agar senantiasa Ber Husnudzon ( Berbaik Sangka ) kepada semua Makhluq nya Alloh, Sebetulnya Masih ada lagi Maqom2 Para Aulia yang tidak diketahui oleh kita, Karena Alloh S.W.T menurunkan para Aulia di bumi ini dalam 1 Abad 124000 Orang, yang mempunyai tugasnya Masing2 sesuai Pangkatnya atau Maqomnya. Susunan Maqom/Pangkat Para Aulia ini saya terjemahkan dari kitab Jami’u Karomatil Aulia ( Kumpulan Karomah2 Para Wali ), Perlu di ketahui bahwa Maqomnya para Aulia tidak tetap tapi naik walaupun mereka sudah Meninggal, Dan berikut di bawah ini Asma’ Rizalul Ghoib Yg saya Ambil dari Kitab Jawahir Al-Khomsi

by bengawan chandu

Tawasulan

1 Oktober 2010

Apakah yang dimaksud tawasul ?
tawasul adalah berdoa memohon hanya kepada Allah , hanya memakai wasilah (perantara) kepada Nabi, orang shaleh, amal shaleh, yang memang diperintahkan .Salah satu landasannya adalah :
Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah Kepada Allah dan carilah jalan (wasilah) yang mendekatkan diri kepada-Nya, …. (QS. 5:35)
Tawasul hanyalah perantara untuk menguatkan doa kita kepada Allah ,menguatkan keimanan dan ketenangan hati kita.Sebelum tawasul sebaiknya kita memakai minyak/wewangian tanpa alcohol atau dengan membakar buhur dari kayu gaharu atau cendana untuk menambah kekhusukan kita.Banyak macam cara bertawasul salah satunya sbb:

Tawasulan

SYAHADAT…3X
ISTIGHFAR…3X
SHOLAWAT..3X
WA LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAAHI `ALAYYIL `ADHIIM

Innallaaha wa maalaa-ikatahuu yushal-luuna ‘alaa nabiyy, yaa ayyuhal-ladziina aamaanuu shallu’alaihi wa saliimuu taslimaa, ……….. (Ya hayyu ya qoyyum … 3x)

~ Salamullah ya saddah, minarrahmani yagsakum, ibadallah jinakum, qosadnakum tolabnakum ;
~ Tu’inunaa tugisunaa, bihimmatikum wajad wakuum, fa’ahbunaa wa’tunaa, athoyakum hadayaakum ;
~ Fala-khoyabtumu dzanni, fahasakum wahasakum, saidnaidz atainakum, wafudznaa hiina zurnakum ;
~ Fakumuu wasyfa’u fiinaa, ilaarrahmani maulakum, asaa nahdzo asa nu’tho, mazaayaa min majayakum ;
~ Asanadlroh asa rahmah, tagsanaa wagsakum, salamullah hayyakum, wa ainullah tar’akum ;
~ Washollallahu maulana, wasallamaa atainaakum, alal mukhtar syaifuna, wamunqiduna waiyaakum ;
~ Ibadaallah rijaalallah, aqitsunaa liaj’lillah, wakunu aunanaa fillah, asa nahdzo bifadlillah ;
~ Wayaa aktob wayaa anjab, wayaa saadatu ya ahbab, wa antum ya ulil albab, ta’alau wanshuruulillah ;
~ Saalnakum saalnakum, walizulfa rojaunaakum, wafi amrin gosadnakum, fasuddu ajmakum lillah ;
~ Fayaa robbi bisaadati, tahaqokli isyaaroti, asaa tati bisaaroti, wayasfu waktuna lillah ;
~ Bikasbil-hujbi an aini, warofiil baini minbaini, watomsil kaifi wal-aini, binuri wajhi ya-Allah ;
~ Shallatullahu maulana, alaa man bil huda janaa, waman-bilhaki aulana, syafiil-kholki indallah;

Dilanjutkan :

~ Alaika ya rasullullah, alaika ya habiballah, alaika sholawatullah, wa alaika salamullah ;
~ Tawa salna biibaitillah, wa biman-khoiri kholkillah, wa jami’ au liyaillah, bi’al Muhammad shallallahu ;
~ Yadzaljalali wal ikrom, amitna alaa dinil islam, wa allimna ma lam na’lam, bi al Muhammad shallallahu ;
~ Ya Allah robbal alaamin, ijma’na-mina shallihin, wa adkhilnaa fi syakirin, bi al Muhammad shallallahu ;
~ Ya robbana khairal kodi, kul afalina tartadli, wakuul hajaatina iqdi, bi al Muhammad shallallahu ;
~ Ya maulana Allahu shomad, amitnaa fi hub Muhammad, wa fii hub ali Muhammad, bi al Muhammad shallallahu ;
~ Ya Allah robbal barriya, amitnaa fi sabilillah, wa fi nashri ulumillah, bi al Muhammad shallallahu ;
~ Ya Arhamarrohimina, igfir lana dzunubana, wagfir warham usrotanaa, bi al Muhammad shallallahu ;
~ Wagfir warham walidina, wagfir warham ajdadana, wagfir warham asatidna, bi al Muhammad shallallahu ;
~ Ya allah gofirol ibad, igfir lilmuslimiin musliman, wagfir jami’il khotiat, bi al Muhammmad shallallahu ;
~ Wagfir rohman ahabbana, wasfi ya syafi mardonaa, sitron jamilan ‘isturna, bi al Muhammmad shallallahu ;
~ Ya man arsal khoirol anam, ya rohman munjilal qur’an, tsabitna-yauma tazil aqdam, bi al Muhammad shallallahu ;
~ Ya qohar ya hafi dlona, damirillah man adana, ahlikillah man adana, bi al Muhammad shallallahu ;
~ Ya jabbar ya kholikona, min sar dzilhasan saliimna, min jamil fitan ihfadna, bi al Muhammad shallallahu ;
~ Allah tawatub alaina, yasir lana umurona, wasroh lana sudurona, bil al Muhammad shallallahu ;
~ Wal tup binaa ya Maulana, wa suhina wa ahlina, wa man ahsana ilaina, bi al Muhammad shallallahu ;
~ Wattuf bimu saidina, fi bina majalisina, wakul ahli qoryatina, bi al Muhammad shallallahu ;
~ Wahdinalloh wa wafiqna, wahdinallah juriyatina, wa wafikhum ya Maulana, bi al Muhammad shallallahu ;
~ Wajal humus solihinna, sumastajib dawatina, bil ijabah ajil lana, bi al Muhammad shallallahu ;
~ Sholli salim ya Maulana, alaa rosul syafi’ina, wa al wasohbi Maulana, bi al Muhammad shallallahu ;
~ Ya allah lana bil qobul, ya hayyu lana bil qobul, ya qoyyum lana bil qobul, bi al Muhammad shallallahu.

Kemudian kirim Alfatehah :

Ila hadhrotin Nabiyyil Musthofa Sayyidina Rosullillahi Shallallahu Alaihi Wa sallam wa alaa alihi wa ashabihii wa ajwajihii wa dzuriyatihii wa ahli baitihi ajma’in …Al-Fatihah:

Ila hadhrotin nabiyullah Adam AS wa Hidir AS wa Idris AS wa Nuh AS wa Ibrahim AS wa Ismail AS wa Yusuf AS wa Musa AS wa Daud AS wa Sulaiman AS wa Isa AS wa Yunus AS …Al-Fatihah:

Illa hadroti alaika ya abdi Allah ya malaikatullah khususon illa hadroti ya malaikat Jibril AS, wa Mikail AS,wa Isrofil AS ,wa Izroil AS, wa Munkar AS, wa Nakir AS ,wa Roqib AS,wa Atib AS ,wa Malik AS, wa Ridwan AS wa Malaikat Rahmat, wa Malaikat ilhamal moqorrabin wa Malaikat Ruh…Al-Fatihah:

Ila hadhrotin Shohabati Rosulillahi Shallalahu alaihi Wasalam. Sayidina Abu bakar RA, wa Umar Inul Khottob RA ,wa Ustman bin Affan RA ,wa sayidina Ali bin Abi Thalib rodhiallahu wa anhum wa awladihim wa zuriyatihim annallaha yanfa’una min barokatihim wa asrorihim wa anwarihim wa ulumihim wa nafahatihim fiddini wadunya walakhiroh..Al-Fatihah:

Ila hadrotin Imam Madhibul Arbaah wal imam Maliki RA, wa sayidina imam Hambali RA, wa sayidina imam Syafi`i RA, wa sayidina imam Hanafi RA annallaha yanfa’una bibarokatihi wa asrorihi wa anwarihi wa ulumihi fiddini waddunya wal akhiroh…Al-Fatihah

1. Al fatihah…Tsuma ila ruhi sayidina Al Muhajir ilallah Al imam Ahmad bin Isa wa Sayidina Al fakih al Muqoddam Al imam Muhammad bin Ali ba Alawi wa ushulihim wa furu’ihim wa dzawil huruki alaihima ajma’in ;

2. Wa tsuma ila arwahi Al imam Alwi Al Gusyuri wa sayidina Al imam Ali Algusyuri wa sayidina Al imam Muhammad bin Ali Maula Dawilah wa Sayidina Al imam Abdurrahman bin Muhammad Assagafi ba Alawi ;

3. Tsuma ila arwahi Al habib Al imam Abibakrin Assakron wa sayidina Al habib Al imam Umar Al Muhdor wal habib Al imam Abdulloh wa ikhwanihim wa awladihim wa dzuriyatihim ;

4. Tsuma ila ruhi Al Habib Al imam Ali bin Abi Bakrin assakron tsuma ila arwahi sayidina Al imam Badawi wa Syeh Abdul Qodir Jaelani wa awladihim wa dzuriyatihim annallaha yanfa’una min barokatihim wa asrorihim wa anwarihim wa ulumihim wa nafahatihim fiddini wadunya wal akhiroh ..Al-Fatihah ;

5. Al-Fatihah : Ila ruhi shohiburrotib sulthonul mala imamil auliya’i waghautsil akabir Syamsi Syumus Muhyinnufus Al Arif billahi Al habib Al imam Abdullah bin Abi Bakrin Al idrusi Al akbar annallaha yanfa’una bibarokatihi wa asrorihi wa anwarihi wa ulumihi fiddini waddunya wal akhiroh ..Al-Fatihah ;

6. Al-Fatihah : Ila arwahi auladihim Al habib Al imam Al qutb Al adani Abi Bakrin wa ikhwanihim Al habib Alwi wal habib Syeikh wal habib Husain wajami’i arwahi silsilatil idrusiyah wa Sadatina Ali Bani Alawi wa muhibbihim ainama kanu arwahuhum min masyarikit ardi ila magoribiha annallaha yanfauna min barokatihim wa asrorihim wa anwarihim wa ulumihim wa nafahatihim fiddini waddunya wal akhiroh …Al-Fatihah ;

7. Al fatihah : Ila arwahi sayidina fahril wujud Al imam Assekh Abi Bakrin bin Salim, Al imam Aqil bin Salim wa ikhanihima wa ushulihim wa furu’ihim, Tsuma ila arwahi Syeh Yusuf bin Abid al Hasani, Tsuma ila arwahi Al habib Ahmad bin Muhammad Al Habsyi (Maulana Syiib) wal habib Abdurrahman bin Muhammad Maula Taris, Tsuma ila arwahi Kutbil Anpas Sayidina Al imam Al habib Umar bin Abdurrahman Al atos wa ushulihim wa furu’ihim, Wa ila ruhi Sayidina Al imam Kutbil Irsad Al habib Abdullah bin Alwi Alhadad wa ushulihi wa furu’ihim wa jami’i arwahi talamidihim ajma’in wa ushulihim wa furu’ihim, Tsuma ila ruhi Sayidina Al imam Abdurrahman bin Musthofa Al idrus (Maulana Masr), Wa tsuma ila ruhi Sayidina Al habib Zainal Abidin bin Ahmad Al idrus wa Sayidina Al habib Abdullah bin Alwi Al idrus (Maulana Sibi) wa ushulihim wa furu’ihim, Wa tsuma ila arwahi Sayidina Al habib Ali bin Muhammad Al Habsyi wal habib Hasan bin Soleh Al bahar wal habib Ahmad bin Muhammad Al Muhdlor wa awladihim wa dzuriyatihim, Wa tsuma ila arwahi ahli bagi wal ma’la wa ahli janbali wal furaid wa jami’i arwahi aba’ina wa ajdadina wa aslafina Ya tarim wa ahlaha Ya tarim wa ahlaha Ya tarim wa ahlaha annallaha yanfauna ya tarim bikaromatihim wa anwarihi wa ulumihim wa asrorihim wa nafahatihim fiddini waddunnya wal akhiroh ……Al-Fatihah ;

8. Al-fatihah : Ila arwahi jami’i syuhadail Islam fi biladina Indonesia mitslal imam addani ilallah warosulihi Sunan Syeh Maulana Quro wa Sunan Maulana Malik Ibrahim wa Sunan Ampel Ahmad rahmatullah wa Sunan Giri wa Sunan Drajat wa Sunan Bonang wa Sunan Gunung Jati Maulana Syarif Hidayatullah wa Sunan Kudus Maulana Jafar Sidik wa Sunan Muria wa Sunan Kalijaga, Wa tsuma ila arwahi Sunan Sulthonu Maulana Hasanuddin wa ibnihi Maulana Yusuf, Wa ila ruhi Maulana Syarif Husain ba’bud al Bantani wa ushulihim wa furu’ihim, Tsuma ila arwahi Sunan Bungkul wa Sunan Sasak, Tsuma ila arwahi Sunan Pamijahan Syeh Muhyiddin wa Syeik Mansur wa Syeh Mbah Dalem wa Syeh Nawawi Tanara wa Syeh Asnawi Caringin wa Syeik Muhammad Arsad Al Banjari wa jami’i Sunan wa Suhada wa Sholihin biannallah Karim Yuli darojatihim fil jannah wa yuidu alaina min barokatihim wa asrorihim wa uluihim wa nafahatihim fiddini waddunya wal akhiroh … al-Fatihah ;

9. Al-fatihah : Ila hadroti shohibul wilayah wal maqom Al habib Al imam Al Qutb Husain bin Abi Bakrin Al Idrus (luar batang), Tsuma ila arwahi Al habib Muhammad bin Umar Al Qudsi (Kp. Pandan) wal habib Ali bin Abdurrahman Ali ba alawi wal habib Abdurrahman bin Alwi Asyatiri wa usulihim wa furu’him, Tsuma ila arwahi Al habib Abdullah bin Muhsin Al atos wa usulihim wa furu’ihim wal habib Muhammad bin Tohir Al hadad wa awladihim Al habib Alwi wal habib Husain bin Muhammad bin Tohir Al hadad wal habib Ahmad bin Abdullah bin Tolib Al atos wa ushulihim wa furu’him, Tsuma ila arwahi Al habib Syeh bin Ahmad ba faqihi wa akhihi Al habib Muhammad ba faqihi wal habib Ali bin Shofi Assagaf wal habib Abdul Qodir bin Ahmad bin Qutban Assagaf wal habib Muhammad bin Idrus Al Habsyi wal habib Muhammad bin Ahmad Al Muhdlor wa ushulihim wa furu’him, Wa tsuma ila arwahi Al habib Alwi bin Muhammad bin Hasyim Assagaf wal habib Al qutub Abi Bakrin bi Muhammad Assagaf wal habib Ja’far bin Saughon Assagaf wa ushulihim wa furu’ihim, Tsuma ila arwahi Al habib Usman bin Abdullah bin Yahya wal habib Abi Bakrin bin Umar bin Yahya wal habib Musthofa bin Jainal Abidin Al Idrus wa akhihi Al habib Husain Al Idrus wal habib Abdul Qodiri bin Alwi Assagaf, Tsuma ila arwahi Al habib Muhammad bin Husain Al Idrus wa ikhwanihi Al habib Muhammad Mastur wa Abdullah bin Husain Al Idrus, Tsuma ila arwahi Al habib Ahmad bin Alwi Al Hadad (Kuncung) wal habib Ali bin Abdurraman Al Habsyi wa habib Muhammad bin Ali Al Habsyi wal habib Ali bin Husain Al atos wal habib Muhsin bin Muhammad Al atos wal habib Salim bin Ahmad bin Jindan, Tsuma ila arwahi Al habib Jain bin Abdullah Assholabiyati Al Idrus wal habib Abi Bakrin bin Salim Al Idrus wal habib Muhammad bin Ahmad Al Hadad wal habib Abdullah bin Muhammad Al Idrus wa ushulihim wa furu’ihim, wa tsuma ila arwahi Al habib Abdullah bin Ali Al Hadad wal habib Idrus bin Salim Al Jupri wal habib Sholih bin Muhsin Al Hamid wal habib Husain bin Hadi Al Hamid, Tsuma ila ruhi Al habib Abdul Qodir bin Ahmad Bil Faqih wa awladihi, Tsuma habib Ahmad bin Gulub Al Hamid wal habib Muhammad bin Husain Ba’bud wal habib Hamid bin Muhammad Assirri wal habib Umar bin Ismail bin Yahya wal habib Salim bin Thoha Al Hadad wal habib Husain bin Abdullah Al Hamid wal habib Abbas bin Abi Bakrin Al Idrus wal habib Hadi bin Abdullah Al Haddar wal habib Ahmad bin Adullah bin Hasan Al atos wal habib Umar bin Muhammad bin Hud Al atos wal habib Abdullah bin Husain Assami Al atos wa ushulihim wa furu’ihim, Tsuma ila arwahi walidina wama sayidina fiddini wa jami’i arwahi auliya wa sholihin fihadzihil baldata khususon wa buldanil muslimiina amanah.
Anallaha yanfa’una bikaromatihim wa anwarihim wa uluihim wa nafahatihim fiddini waddunya wal akhiroh, Tsuma ila arwahi amwatina wa amwatil muslimina walmuslimat wal mu’minina wal mu’minat, wa ila hadroti nabiyil musthofa Muhammad Sholallahu alaihi wasallam ……Al-Fatihah ;

10. Al-fatihah : Tsuma ila hadroti khususon Syeh Aliyuddin wa Syeh Subakir, Wa tsuma ila ruhi Syeh Samsuddin Assumatrahi, Wa ila ruhi Syeh Magelung Sakti wa Syeh Tholabuddin wa Syeh Tolhan wa Syeh Dzatil Kahfi wa Syeh Bayanilah, Tsuma ila ruhi Syeh Lemah Abang wa Nyimas Gandasari wa Nyimas Panata Gama wa Syarifah Muda’im wa Nyimas Palungwati wa Nyimas Palung Anten, wa ila hadroti Pangeran Jaya Kusuma wa Pangeran Jaya Lelana wa Pangeran Jayatawa wa Pangeran Alas Konda wa Pangeran Luhung wa Pangeran Lobama wa Pangeran Cakra Buana wa Pangeran Badar Pangeran Adi Patih Keling wa Pangeran Garuda wa Pangeran Samudra, wa ila hadroti Ki Gede Gringsing saulilahum.. Al-Fatihah

11. Al-fatihah : Ila ruhi Sultanu Maulana Hasanuddin wa Syeh Maulana Yusuf wa Syekh Suma ila ruhi Pangeran Arya Dilah wa Ki buyut Semarang wa Syeh Tubagus Ahmadbakri bin Tubagus Sidan wa illa hadroti khususon Shohibul Wilayah Pamijahan Kotib Muwahid (Raden Ali Akbar) wa Tubagus Ratim wa Tubagus Raden Atam wa ila hadroti Mbah dalem Raden Sacaparana (Ki Gede Bongkok) wa ila ruhi Raden Yuda Negara wa Nyimas Tangajiah Wapandita Rukminta Rukmana wa Syeh Dalem Jiwa Manggala wa Syeh Abdul Qohar (Pandawa) wa Syeh Abdul Qorib annallaha yanfa’una min barokatihim wa asrorihim wa anwarihim wa ulimihim wanafahatihim fiddini waddunya wal akhiroh … Al-Fatihah ;

12. Al fatihah : Ila hadroti shohibul wilayah Cirebon wa ila hadroti kigede Alang-alang wa mbah Kuwu Sangkan Urip pangeran Walang Sungsang Cakra Buana wa Syech Nurjati wa Syech Nurbayan wa Sunan Gunung Jati Kanjeng Sinuhun Syech Syarif Hidayatulloh wa nyi mas Mendung Jaya wa nyi mas dewi Larasantang ( syarifah Mudaim ) wa nyi mas Pakungwati wa nyi mas Gandasari wa ratu Pambayun wa Pangeran Pasarean(kesepuhan) wa Pangeran Jayalelana wa Syech Sabakingkin wa Pangeran Bratakalana wa Ratu Winoman wa Pangeran Trusmi wa Pangeran dipati Cirebon wa Panembahan Ratu wa Pangeran Pasarean Kanoman wa penambahan Girilaya wa Sulton Raja Samsudin wa ki gede kemlaka wa ki gede sampang wa Pangeran Kejoran wa kigede Pilang wa nyi mas Cendini wa nyimas Tutuk wa ki buyut mudji wa kibuyut Kilayaman wa Ki Sapu Angin, biannallah yu’li darojatihim filljannah wayuidu alaina min barokatihim waasrorihim wa anwarihim wa ulumihim wa napahatihim fiddini waddunya walakhiroh …Al fatihah ;

13. Al fatihah : Ila hadroti shohibul wilayah Banten wa ila hadroti Sultan Maulana Hasanudin wa sulton maulana Yusuf wa sultan maulana Muhammad wa sultan Maulana Abdul Mapahir(M.Abdul Kadir) wa sultan maulana Agung Abu Fattah (Tirtayasa)wa sultan maulana Ansor Abdul kohar wa St.Abdul Fattah Muhammad Syafei wa sultan maulana Mukasin Zainal Abidin wa sultan maulana Syarif Zainal Asikin (Pangeran Jayakarta) wa Ki Muhammad Soleh wa Ki Kolil Menes wa Nyi Ratu Haji Muhamad Keneri Serang wa Nyi Mas Bayi wa Wali Idrus wa Wali Daud Saketi wa Embah Nurjem Saketi wa Embah Pangeran Pinayingan wa embah Kidang Panyawang Tando Pandeglang wa Embah Mundinglaya Dikusumah wa Embah Datuk Abdul Rahman wa embah Mansyur Kencana Gunung Malang wa Syech Yusuf Campea wa Ki Nawani Tanah Hara wa Ki Asnawi wa Ki Agung Caringin wa Tubagus Samsudin Parigi Ciomasbiannallah yu’li darojatihim filljannah wayuidu alaina min barokatihim waasrorihim wa anwarihim wa ulumihim wa napahatihim fiddini waddunya wal akhiroh … Al fatihah ;

14. Al fatihah : Ila hadroti shohibul wilayah Panjalu Ciamis wa ila hadroti Prabu Cakradewa wa Prabu Sang Hyang Baros Ngora (Syeh Abdul Iman) Prabu Haryang Kencana wa Kada Cayut Marta Baya wa Prabu Haryang Sancang Kuning wa Guru Aji Kampung Jaya wa Kyai Panghulu Gusti, wa Kyai Demang Prajasasan biannallah yu’li darojatihim filljannah wayuidu alaina min barokatihim waasrorihim wa anwarihim wa ulumihim wa napahatihim fiddini waddunya wal akhiroh … Al fatihah

15. Al-fatihah : Ila hadroti Shohibul wilayah Garut Sunan Rahmat Suci Godog (Prabu Kian Santang) Sembah Dalem Pagar Jaya Santowan Marjaya Suci wa Kholifah Agung wa Syarifah Agung wa Syarifah Suci wa Eyang Rosul wa Adapati Akur wa Nyimas Dewi Srigan Sumirat wa Nyimas Dewi Sari Bumi wa Nyimas Dewi Sari Dunya wa Prabu King-king wa Eyang Anom Cahya wa Ibu Ratu Suryadiningrat wa Eyang Nuryayi wa Pangeran Papak wa Syekh Jakariya wa Syeh Ja’far Siddik Sembah Dalem Pamudan wa Syeh Sarif Muhammad wa Eyang Buyut Gambreng wa Eyang Imam wa Eyang Inge’ wa Eyang Abdul Mantar wa Eyang Wira Suta wa Eyang Mabrib wa Eyang Kerta Yuda wa Eyang Suhendro bin Afan annallaha karim yu’li darojatihim filjannah wa yuidu allaina min barokatihim wa asrorihim wa anwarihim wa ulumihim fiddini waddunya wal akhiroh … ……Al fatihah .

16. Al-fatihah : Ila hadroti Leluhur Prabu Ratu Galuh wa Prabu Munding Sari wa Ratu permana matadikusumah wa Ratu Galuh,maharaja Sakti wa Prabu ciung wanara(ratu ayu dewi purbasari) wa Prabu Lingga Hiyang wa Prabu Lingga Wesi wa Prabu Munding Kawati wa Prabu Angga Larang wa Prabu Siliwangi wa Prabu kantangan ratu carita wa Nyi dewi rara santang wa sunan cerenda wa Pangeran santri kusumah dinata(puncak harum) annallaha karim yu’li darojatihim filjannah wa yuidu allaina min barokatihim wa asrorihim wa anwarihim wa ulumihim fiddini waddunya wal akhiroh … Al fatihah .

17. Al-fatihah : Ila hadroti Shohibul wilayah Ciamis wa Nyi Dewi Subang Karancang wa Maharaja Cahya Sangiang wa Maharaja Cinta Permana wa Kyai mas adipati imbanegen wa Dalem Panji jayanegara wa Dlm Angga Praja wa Dlm Angga Naga wa Dlm Suta Dinata I wa Kusumah Dinata wa Kusumah Dinata I wa Jaga Baya wa Nata Kusumah wa Surapraja wa Nata Negara wa Suta Wijaya wa Wiradikusumah wa Adikusumah wa Kusumah Diningrat wa Kusumah Subrata wa Sastra Winata wa Sunarya wa Ardi wa Dinda Kusumah annallaha karim yu’li darojatihim filjannah wa yuidu allaina min barokatihim wa asrorihim wa anwarihim wa ulumihim fiddini waddunya wal akhiroh … Al fatihah .

18. Al-fatihah : Ila hadroti Shohibul wilayah Sumedang wa Nyi Dewi Subang Karancang wa Pangeran Husan Hlun wa Pangeran Rangga Gempol wa Pangeran Geode wa Pangeran Gempol II wa Pangeran Panebahan wa Eyang Jaya Perkasa wa eyang Terong Peot wa eyang Kondang Hapa wa eyang Kondang Hawu wa eyang Kapangan annallaha karim yu’li darojatihim filjannah wa yuidu allaina min barokatihim wa asrorihim wa anwarihim wa ulumihim fiddini waddunya wal akhiroh …Al fatihah .

19. Al-fatihah : Ila hadroti Shohibul wilayah Bandung wa Nyi Dewi Intan Dewata wa Prabu Permana Dipuntung wa Prabu Sunan Dalem Rumadewa wa Sunan Darma Kingking wa Sunan Rangga Lawe wa Dalem Wiranata Kusumah wa Dalem Adikusumah wa Dalem Anggadiraha I wa Dalem Anggadiraha II wa Dalem Anggadiraha III wa Dalem Wiranata Kusumah II(dalem Kaum) annallaha karim yu’li darojatihim filjannah wa yuidu allaina min barokatihim wa asrorihim wa anwarihim wa ulumihim fiddini waddunya wal akhiroh …Al fatihah

20. Al-fatihah : Ila hadroti Shohibul wilayah Cianjur wa Nyi Raden Mayang Kusumah wa Nyi Rangga Mantri wa Sunan Wanaperi wa sunan Ciburang wa Dalem Ari Wangsa Gaprana wa Dalem Wiratanudatar wa Dalem Arya Yudanegara wa Dalem Cakrayudha wa Dalem Cakradiraja wa Dalem Rangga Yudasasana wa Dalem Y uda Angrana wa Nyi Raden Pamedang Kusumah wa Kyai mas Cakra Manggala wa Nyi Raden Arsanegara wa Nyai Indra kusumah wa Patih Surapradja wa Raden Rangga Mada Madja wa Eyang Ider Buana Sangga Buana wa Eyang Pandita Kianjar wa Eyang Ratu Sunda wa Eyang Ratu Purnakalih wa Eyang Setra Langit Langlang Jagat wa Eyang Prabu Wangsa Goparna wa Eyang Haji Surya Kencana wa Nyi Ending Sukesih wa embah Badigil ( anak kaur sejagad) annallaha karim yu’li darojatihim filjannah wa yuidu allaina min barokatihim wa asrorihim wa anwarihim wa ulumihim fiddini waddunya wal akhiroh … ……Al fatihah .

21. Al-fatihah : Ila hadroti Shohibul wilayah Bogor wa embah Dalem Batu Tulis wa embah Rangga Gading wa embh Jepara wa embh Jelug wa embh Dato wa embh Kair wa embh haji Naidan wa embh Raksa Pilar Pabaton wa embh dalem Kedung Badak wa embh dalem Kumentir wa embh dalem Sair wa eyang Prenggang Jaya wa eyang Diah Nursita wa eyang Rangga Wulung wa eyang Dasiah wa eyang Kertanegara wa eyang Serangka Golok wa eyang Prabu Susik Tunggal wa eyang kyai jembar Wulung wa ibu dewi Seta wa eyang Congkreng Salaka Domas (embah Jambrong) annallaha karim yu’li darojatihim filjannah wa yuidu allaina min barokatihim wa asrorihim wa anwarihim wa ulumihim fiddini waddunya wal akhiroh … Al fatihah .


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 744 pengikut lainnya.