Mengatasi kesurupan


BELAKANGAN ini, fenomena kesurupan masal terjadi hampir terjadi di setiap wilayah Indonesia . Uniknya fenomena itu justru meningkat bersamaan dengan makin seringnya tayangan acara – acara mistis ditelevisi, khususnya penyembuhan supranatural yang mendramatisasi kesaktian penyembuh dan aktifitas histeris orang yang konon dirasuki makhluk halus.

Kesurupan masal secara fisik dapat dilihat dari munculnya perubahan kepribadian. Sering kali ditandai teriakan-teriakan, berbicara kacau, mengamuk bahkan terkadang mengaku sebagai pribadi lain.

Dunia kedokteran Internasional, khususnya psikiatri mengakui adanya fenomena ini sebagai keadaan trans pemilikan (possession trans), yaitu suatu perubahan kesadaran yang ditandai oleh penggantian rasa identitas pribadi dan biasanya dengan identitas baru.

Hal ini dipengaruhi oleh “energi lain” yang dipahami sebagai roh dan sebagainya dan pada umumnya diikuti keadaan lupa (amnesia penuh atau sebagian) terhadap kejadian dan setelah berlalu, merasakan kelelahan yang amat sangat.

Dalam pengamatan penulis, kasus “kesurupan” yang biasanya terjadi di lembaga-lembaga pendidikan adalah jenis trans desosiatif yaitu keadaan lupa sebagian yang sering disertai gerakan histeris.

“Kesurupan” (pakai tanda kutip) jenis ini pelakunya masih dapat mengingat apa yang baru dialaminya. Misalnya, setelah tersadar ia merasa didatangi makhluk berjubah putih, berjenggot panjang dan sebagainya. Dan jenis trans ini ditinjau dari disiplin ilmu metafisis disebut “kesurupan setengah hati” akibat terinduksi kejadian disekitarnya, dan bukan karena faktor mistis (roh, setan, jin), dll.

Artinya, hal tersebut adalah proses yang alamiah ketika seseorang (biasanya remaja putri berusia 12 – 45 tahun) yang semula ingin membantu atau menonton temannya yang “kesurupan” lalu tertular “kesurupan setengah hati”. Biasanya, mereka yang mengalami gejala ini pernah mengalami depresi, cemas, panik, atau stres pancatrauma.

Dalam kitab At-Thibbun Nabawi oleh Imam Jalaluddin Abdurrahman As-Suyuthi dijelaskan, penyebab penyakit bersumber dari : Iklim, salah makan, racun, luka, pikiran (psikis) dan gangguan roh halus.

Berdasarkan kesimpulan itu, adalah kurang bijaksana jika setiap kita menyaksikan gejala ganjil, dengan tanpa meneliti terlebih dahulu lalu memvonis akibat faktor roh, jin atau setan.

Kesimpulan kurang bijak itu justru memberikan kesan seram pada suatu lingkungan (sekolah, perusahaan) secara “turun-temurun” hingga merekamkan sugesti negatif pada pribadi-pribadi yang lemah.

Proses “kesurupan” massal itu sebenarnya alamiah. Jika sekelompok orang berkumpul, dan salah satu ada yang kencing atau menguap, teman yang lain pun ikut ingin kencing atau menguap. Atau ketika kita melihat orang makan buah asam, hanya dengan memperhatikan saja, maka kita pun merasakan ikut merasakan keasaman.

Proses kesurupan masal, aslinya boleh jadi hanya seorang saja yang kesurupan. Jika kemudian menular pada (wanita) disekitarnya yang menonton, ini tidak beda dengan ikut keasaman karena melihat orang makan asam.

Karena itu, cara praktis untuk mencegah merluasnya “kesurupan” masal, “biang”-nya atau orang yang berprilaku nyleneh harus segera diisolasi agar tidak ditontonan rekannya, khususnya pelajar putri.

Yang kita saksikan di layar kaca saat ini justru pelajar putri ikut menolong rekannya dengan “cara” yang diyakini dapat mengusir roh. Bahkan para guru biasanya atas saran “orang pintar” mengumpulkan siswi yang diduga kesurupan itu lalu melakukan ritual “mengusir setan-jin” secara masal.

Jika cara ini yang dilakukan, akibatnya justru memperluas gejala “kesurupan”. Apalagi jika itu melibatkan “orang luar” dengan atribut yang seram sering kali justru kontra produktif. Karena mereka yang memiliki kepribadian lemah justru terimbas dengan apa yang terjadi disekitarnya.

Gelombang Pikiran
Proses sugesti masal yang menyebabkan seseorang berprilaku abnormal menurut ilmu hipnoterapi adalah proses perubahan gelombang otak.. Terjadinya perubahan gelombang otak dari Beta (sadar) menuju Alpha – Theta menyebabkan seseorang mudah menerima sugesti atau saran dari luar sekaligus memiliki kepekaan mengingat masa lalu (memori-balik) sehingga apa yang tersimpan pada alam bawah sadarnya akan muncul dalam gerak motorik kasar maupun halus, tergantung dari latar belakang budaya pribadi yang “kesurupan” itu.

Maka, yang terjadi pada setiap daerah tipe orang “kesurupan” berbada-beda. Ada yang sembuh setelah diasapi dengan kemenyan, bunga, bacaan mantra dan doa-doa tertentu. Bahkan penulis memprediksi, (mungkin) untuk kurun 10 tahun mendatang, di perkotaan, untuk mengusir “roh pengganggu” itu tidak lagi dengan menggunakan sarana seperti kemenyan, bunga, candu lagi, melainkan dengan sarana yang lebih elit semacam shabu-shabu, ekstasi, dll..

Mengatasinya?
Dalam ilmu jiwa, bahwa antara pikiran dan tubuh adalah satu kesatuan. Apa yang masuk dalam pikiran, akan direspon pula oleh fisik. Maka, langkah pencegahan munculnya kasus “kesurupan” masal adalah, berikan keseimbangan antara religi dan lagika. Selalu berpikir positif dan hindari untuk (selalu) menghubung-hubungkan fenomena alamiah dengan hal yang mistis.

Dan jika kasus “kesurupan” itu sudah terjadi, lakukan isolasi, jangan sampai menjadi tontonan remaja putrid, karena semakin menyebar berita mistis itu, proses “sugesti masal” akan cepat menyebar dan akan memperparah keadaan.

Tidak setiap fenomena yang diduga sebagai kesurupan itu adalah kesurupan yang sesungguhnya dalam artian karena faktor roh halus. Dan itu sudah dibuktikan orang-orang terdahulu dalam mengobati apa yang diduga kesurupan melalui cara yang alamiah.

Misalnya, penyembuhan dari trans dengan bau – bauan menyengat, mengoleskan terasi busuk dicampur keringat ketiak lalu ditempelkan pada lobang hidung atau memberikan kejutan-kejutan dengan menekan titik akupuntur antara ibu jari dengan telunjuk yang belakangan dikenal sebagai “titik kesadaran” yang berhubungan dengan organ jantung.

Hasilnya, orang yang semula mengalami trans dapat tersadar.. Bahkan belakangan para medis pun mengatasi kasus dugaan “kesurupan” dengan suntik penenang atau obat tidur.

Menurut penulis, melihat fenomena kejiwaan hanya dari satu sisi (mistis) saja, adalah langkah mundur ditengah ilmu pengetahuan yang sudah maju. Bahkan boleh jadi roh halus jika selalu difitnah dan dianggap biang kerok dari setiap kasus histeris masal itu tersinggung hingga menebarkan penyakit beneran.

Tulisan ini tidak mewakili kepentingan salah satu aliran penyembuhan. Terapi spiritual memiliki wilayah tersendiri dan efektif untuk penyakit yang masih misteri (yang belum terdeteksi secara medis). Sebaliknya, terapi ilmiah pun efektif menangani kasus yang tidak dapat ditangani secara mistis.

Mengatasi gejala kesurupan masal, jika penyebabnya dari faktor metafisis, lakukanlah dengan doa-doa penyembuhan. Dalam hal ini memang ada sebagian orang atau kelompok yang sudah membakukan ayat-ayat tertentu yang harus dibaca seorang penyembuh dihadapan orang yang hendak diobati.

Berdasarkan pengalaman penulis, dapat saja seseorang mengobati kesurupan baik secara perorangan atau masal (hanya) dengan bekal “sebagian” ayat atau doa yang diyakininya. Misalnya, Ayat Kursi, Surah An – Nas, Al Falaq, atau amalan yang pernah diijazahkan para ahli hikmah (hukama) kepadanya.

Pengalaman penulis, untuk mengobati kesurupan karena factor metafisis (ghaib) yang paling utama justru bagaimana kita mengndisikan hati kita untuk tetap tenang dan ikhlas.

Energi negatif apakah itu jin, setan dan sebangsanya, berdasarkan sejarah masa lalu sangat takut (kalah) pada orang yang hatinya ikhlas. Anda dapat mengambil pelajaran dari kisah seorang rohaniwan hendak menebang pohon yang disembah penduduk, saat setan menghalanginya, setan itu dapat dikalahkan.

Disaat kalah, setan menggunakan rayuannya agar pohon itu tidak perlu ditebang, dan sebagai gantinya setan berjanji akan mengirim sejumlah uang setiap pagi di bawah bantal sang rohaniwan.

Selama tiga pagi, setan benar-benar memenuhi janjinya. Di bawah bantal rohaniwan itu selalu ada uang yang datang secara gaib. Namun pada pagi yang keempat, uang itu tidak ada. Rohaniwan kemudian marah dan segera mengambil kapak untuk menebang pohon yang disembah-sembah penduduk. Ditengah perjalanan, langkah rohaniwan itu dihentikan setan. Terjadi perkelahian. Namun kali ini setan yang menang.

Rohaniwan berilmu tinggi itu kalah. Kenapa? Anda harus tahu bahwa motivasi seseorang menentukan hasil yang akan diraihnya. Pada perkelahian awal, rohaniwan menang lantaran hatinya ikhlas karena ingin menegakkan tauhid. Namun untuk perkelahian kedua, dia kalah karena motivasinya marah pada setan lantaran tidak dikirimi uang.

Anda yang punya lobi dengan wartawan televisi, berhati-hatilah saat menangani kasus kesurupan yang murni faktor magis. Jika anda mengobati karena niat untuk show atau ditonton banyak orang, bersiap-siaplah untuk gagal. Saat hati tidak bersih, bersiaplah untuk dipermalukan roh-roh pengganggu itu.

Tentang amalan
Jika hati sudah ditata bersih dari keinginan yang bersifat show dan materi, amalan apa saja yang Anda ketahui, bacalah. Jenis bacaan tidak menentukan. Standar keberhasilan sering kali justru terjadi karena unsur yang bersifat hati.

Selain Ayat Kursi, An-Nas, Al-Falaq, dll, anda dapat saja menggunakan petikan dari Alquran. Penulis sering mengatasi kesurupan cukup dengan satu jenis amalan saja. Yaitu, membaca amalan yang dulu diijazahkan almarhum guru saya dari Surat Yunus ayat ke 81 : Qola muusa maa ji’tum bihis-sihr, innallaha sayubthiiluh, innallaha yuslihu amalal mufsidin.

Amalan ini diijazahkan pada saya dengan cara diwirid rutin minimal tiga kali ulangan dalam sehari semalam. Dan jika digunakan untuk mengobati kesurupan, dibaca tiga kali dengan menahan napas sembari memegang jari tangan atau kaki atau anggota badan yang lain. Selain mujarab untuk kesurupan, bayi rewel, orang stress insya Allah banyak sembuhnya. Cobalah!!

Dapat juga Anda memadukan cara batin dan fisik. Yaitu, membaca ayat tersebut sambil memijit-mijit bagian antara pangkal ibu jari dan telunjuk. Pada bagian ini terdapat titik akupuntur yang berhubungan dengan jantung. Jika tombol syarafnya ditekan, proses sadar itu akan lebih cepat.

Lantas bagaimana jika kesurupan itu karena faktor psikologis. Misalnya, pelajar putri yang tertekan karena padatnya kegiatan belajar menjelang Ujian Negara atau tekanan materi karena dipaksa hidup pada zaman modern sementara ekonomi keluarga pas-pasan?

Kasus yang seperti tersebut diatas yang paling efektif justru melalui pendekatan (nasihat) keagamaan dan perlunya relaksasi yang cukup. Misalnya, dengan menonton film kartun, lawak dan acara apa saja yang dapat membuatnya tertawa lepas.

About these ads

18 Tanggapan to “Mengatasi kesurupan”

  1. gus santri Says:

    Salam silaturrahmi Ki Deadman.. Selamat atas blognya. Semoga manfaat dan barokah..

  2. Anggodo Says:

    Assallamuallaikum………….

    Numpang lewat SALAM HORMAT KANG DEAD MAN SEMOGA BERMANFAAT
    bagi dulur dulur semua amien…alfatehah sent…

  3. Anggodo Says:

    hahahaha…kang Satria bisa aja sy yg harusnya byk belajar ke sampeyan ayo dulur …………monggo pinarak sedoyo …

  4. Anggodo Says:

    yap betul kang mas ……….

  5. ndara nakcirbon Says:

    minta ijin mengaml kan moga bermanpa’at

  6. bambang Says:

    Ass. Salam kenal, mohon ijin mengunduh dan mengamalkan. Semoga bermanfaat aamiin. Wass

  7. ADI PURNAWAN Says:

    Mohon izin mengamalkan nya…
    semoga bermanfa’at bagi kita semua. amien…

  8. naga bassia Says:

    ijin copas dan ngamalin tuk ibadah. SALAM HORMAT..Wassalam

  9. sains lover Says:

    saya pernah kesurupan dan yg anda paparkan semua di blog ini sama persis dgn apa yg saya alami…

    sedikit cerita nih,wkt saat mau kesurupan saya sedang ngobrol berdua dgn ibu saya dan tiba2 saya bicara diluar kendali saya minta kopi lah yg aneh2 kemenyan,alhamdulilah skrg udah sembuh berkat bantuan ustadz yg baik hati,tp kemarin malam tiba2 saya gelisah mempunyai prasaan yg sama ketika mau terjadi kesurupan tsb,sebagai catatan saya sudah tdk prnh ngobrol dgn ibu saya ampir 3bulan krn tkut keluar kata2 diluar kendali saya seperti wktu itu,sungguh menderita dgn perasaan ini krn saya ingin skali ngobrol dgn ibu saya pdhl setiap hari saya slalu dgn beliau,aslinya saya pendiam dgn kejadian itu saya semakin ga bnyk ngomong SAYA SANGAT MENDERITA mohon pencerahannya utk mengatasi ketakutan saya ngobrol dgn ibu saya dari sisi ilmiah

  10. Sudar Chaniago Says:

    Thanks you peri much….

  11. Sudar Chaniago Says:

    thanks……..

  12. Tajudin Says:

    Terima kasih atas pencerahaanya sangat bermanfaat sekali, wassalam.

  13. syarifah sherly fasya al-idrus Says:

    trima kasih ya,, krna saya mau bantuin tmn saya yg lagi di ganguin ama jin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 747 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: